Ikan Patin Bakar Bambu



Kalau perut terasa lapar, pingin makan ikan patin bakar [bambu] dan sedang berada dekat pintu tol Cimanggis, maka pilihan rumah makan yang paling “joss gandhos” [mak nyuss] sebaiknya dijatuhkan ke Pondok Ikan Bakar “Kalimantan”.

Pondok Ikan Bakar ini memang berbeda dibanding Pondok Ikan Bakar lainnya. Kalau melihat menu makanannya, model restorannya, maka pasti kita langsung menduga bahwa Pondok ini pasti mengusung warna sunda.

Tentu itu adalah tebakan yang tidak salah, karena memang begitulah suasana yang diciptakan oleh pemilik pondok ikan ini. Khas sunda banget.

Cuma kalau kita memesan Ikan Patin Bakar Bambu, maka orang sundapun akan bingung dengan cita rasanya. Kok model cita rasanya tidak seperti yang disajikan di warung sunda lainnya ya….

Rasanya benar-benar pas. Tidak gosong, lembut, gurih dan [mungkin ini yang utama] rasanya segar banget.

Setelah selesai makan, maka saat ke toilet, baru terjawab mengapa ikannya seger banget. Rupanya ada beberapa kolam besar yang dangkal [dengan aerasi pancuran air] dan penuh dengan ikan patin yang ukurannya sekitar sekiloan.

Rumusku untuk mengetahui rumah makan itu jorok atau tidak adalah dengan melihat kamar mandinya. Bila toiletnya bersih, terawat rapi, maka bisa dipastikan rumah makan ini dikelola dengan manajemen yang baik dan tidak asal bisa menyajikan makanan yang terasa enak tapi tidak jelas kebersihannya.

Menu lainnya yang kucoba adalah karedok yang khas sunda banget. Wuihhh ini juga rasanya pas banget.

Minumannya, kupilih kelapa muda [campur jeruk] dengan gelas besar. Biasanya aku kesulitan untuk menghabiskan minuman seukuran gelas besar ini, tapi penyajian warnanya yang megundang selera membuat aku sanggup menghabiskan minuman gelas besar ini.

Minuman ini juga dilengkapi dengan tambahan gula cair, sehingga bagi yang tidak suka manis, tidak perlu menuang gula cair itu. Bagi yang suka manis, maka bisa minta lagi gula cairnya, jika dirasa masih kurang manis.

Ada lagi yang biasa tapi istimewa, yaitu pete [bakar, goreng maupun mentah]. Gak tahu juga, apa karena sudah terbius oleh rasa Patin Bakar Bambu, maka petenyapun jadi ikut terasa enak.

Perlu diketahui bahwa pete, jika dibandingkan dengan apel, maka selain kaya akan kalium pete memiliki karbohidrat dua kali lebih banyak, tiga kali lipat fosfor, protein empat kali lebih banyak, lima kali lipat Vitamin A dan zat besi, dan dua kali lipat jumlah vitamin dan mineral lainnya.

[sumber internet, CMIIW]

Last but not least, pasti yang membuat semua itu terasa lebih mantap adalah sambalnya yang bener-bener bikin kelimpungan. Biarpun tidak pedas [tomatnya cukup banyak], tapi kelihatannya sudah di”set-up” agar pas dengan Patinnya.

Silahkan test kalau pas dekat dengan pintu tol Cimanggis. Yang penting jangan berlebih-lebihan.

“Makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah (SWT) tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan”. (al-A’raf: 31)

Dua JempOL untuk rasa dan suasana rumah makan


Suasana yang teduh dan adem [teduh ya pasti adem donk]


Silahkan pilih yang sesuai kantong

5 komentar

  • no ikan hoax pak… *laper* *butuh pic ikan* hehehe

    • hahaha…
      iya juga ya,

      tak nyari poto ikan dulu
      (kalau masih ada ya)

      salam sehati

  • Ping-balik: Lezatnya Ikan Patin Bakar Bambu

  • Betul pak, maknyuss banget
    Saya paling suka sama soup guramenya
    Bening,gurih gak amis sama sekali.
    Kapan kita kesana lagi pak eko!

    • sip mas Didin
      kapan-kapan kita coba bersama-sama lagi

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s