Angka Ajaib


Sehabis sholat maghrib kembali kukumpulkan anak-anakku.

“Ayuk kita main angka ajaib”, kataku.
“Ambil kertas dan ballpoint. Semua ikut main ya?”

Anak-anak tidak menjawab. Mereka masih menebak-nebak, apa yang dimaui bapaknya kali ini.

“Ibu juga ikutan. Ayuk nak , ambil kertas dan ballpoint”

Nah, kelihatannya bapak serius ngajak main nih. Soalnya biasanya Ibu gak pernah diajak ikutan main.

Pasti ada yang berbeda kali ini, begitu mungkin pikir anak-anakku.

Lita akhirnya bergerak untuk mengambil kertas. 2 lembar kertas kita potong, sehingga menjadi 4 potong kertas.

Lilo mengambil tas [beratnya] dan mengeluarkan beberapa ballpoint dari dalamnya.

“Wuih… banyaknya ballpoint LiLo”, kataku dan LiLopun tersenyum malu-malu [sambil mbagiin ballpoint].

“Pertama, pilih tiga angka dari 1 sampai dengan 9, kemudian susun menjadi sebuah angka ratusan. Syaratnya angka pertama kecil dan angka kedua lebih besar, demikian juga angka ke tiga adalah yang paling besar. Oke?”

Anak-anakpun mulai menulis tiga angka sesuai kemauan mereka, demikian juga ibunya ikut-ikutan menulis.

“Sekarang dibawahnya tulis angka kebalikannya. Kemudian dari dua angka itu pilih yang paling besar dan tulis di baris ke tiga. Oke?”

Anak-anak dan ibunya kembali menulis.

“Baris ke empat tulis kebalikan angka yang ada di baris ke tiga, kemudian baris ke lima tulis selisih antara baris ke tiga dan ke empat”

“Sekarang baris ke enam tulis kebalikan baris ke lima. Oke?”
“Jumlahkan baris ke lima dan enam, maka hasilnya pasti 1.089. Benarrrrr?”

Anak-anak pada ketawa terheran-heran. Kok dari angka yang berbeda, hasilnya semua bisa sama ya.

“Jadi, meskipun kalian, anak-anakku tercinta, punya angka berbeda-beda, punya sifat yang berbeda-beda, tetapi kalau mau menurut aturan yang kuberikan, maka hasilnya adalah sebuah tujuan yang sama”, kataku sok menggurui.

Kelihatannya anak-anakku memahami maksud permainan angka ini. Kita boleh berbeda pendapat, tetapi harus punya tujuan yang sama. Kalau kata LiLo, tujuan hidup adalah menunggu panggilan Allah dengan bekal yang cukup.

“Oke, kita coba lagi permainan angka yang lain”

“Siap? Kita mulai. Pilih satu angka favorit kalian, kemudian kalikan angka favorit masing-masing dengan angka 2, setelah itu tambahkan angka 8. Udah? Bagilah angka itu dengan angka 2, kemudian kurangi dengan angka pertama yang kalian pikirkan tadi”

“Bila hasil angka kalian 1, maka tulis nama negara yang berawalan A, kalau 2 berawalan B, kalau 3 berawalan C dan kalau 4 berawalan D. Oke? Ini harus cepat”

Anak-anakpun dnegan cepat mengikuti aturan yang kuberikan.

“Sekarang huruf ke dua dari negara itu jadikan awalan nama binatang. Oke? Sekarang tunjukkan nama negara dan nama binatang yang kalian tulis”

“He…he…he… semuanya nulis Denmark dan Elang ya?”

Kamipun tertawa bersama.

Malam itupun berlalu dengan indah, akupun tidur dengan nyenyak dengan penuh rasa syukur.


“Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At Tahrim : 6)
========================================= eko.eshape@gmail.com

17 komentar

  • Mantap banget om. nunggu anak agak gedean bru mainan yg ini :d

    • yes
      tunggu sedikit tahun lagi

      salam sehati

  • Gak pernah kepikiran kayak gitu pak. Bisa diterapin ntar kalo udah nikah :D

    • semoga segera mendapat pasangan hidup yang sesuai
      amin

      salam sehati

  • Ketiga anak-anakku memang sifatnya berbeda-beda, semoga dengan perumpamaan itu mereka mau berbagi, dan tetep kompak sampai kapanpun

    insya Allah
    amin

  • Wuuaaaa keren Pak…bisa di tiru nih…huehuehue…

    Walopun berbeda-beda tapi tujuannnya sama…Hmmm…setuju Pak…!

  • permainan ini sebenarnya ada bukunya, cuma aku lupa judulnya
    sering juga dipresentasikan oleh beberapa instruktur untuk “ice break”
    intinya adalah
    bagaimana kita bisa memanfaatkan permainan yang ada
    untuk meningkatkan keharmonisan keluarga

    makasih komentarnya mas Hamka

    salam

  • itu sulap pernah dilakukan di tv :D

  • @catatan muslim
    amin
    amin
    amin
    terima kasih doanya

    @Daiichi
    kalau saatnya sudah datang,
    maka anak tercinta pasti akan datang juga
    insya ALlah
    amin

    makasih komentarnya

  • Doakan sebentar lagi semoga saya dapat anak ya pa..!!??

    “dengan penuh harap”

  • Permainan yang menarik,..
    Semoga semua anak-anak muslim menjadi anak yang berbakti pada orang tua..

  • Lha kan ada contohnya tuh di gambar
    tinggal ditulis dengan angka yang lain
    gak usah nganggo kalkulator pak
    wong hanya ecek-ecek

  • *ngambil kertas, pulpen, lalu orak-orek*

    pusing pak :mrgreen:

  • @Abbie
    Alhamdulillah
    terima kasih doanya mas
    Semoga kita semua punya keluarga yang hangat
    [bukan hangat-hangat tahi ayam ya]

    Salam

  • Gambaran sebuah keluarga hangat.
    Patut ditiru… :)

  • Mas Alam

    ilmu itu kudapat dari mengikuti ceramah “Character Building” dari pak Parlindungan Marpaung
    [pengarang buku setengah isi setengah kosong]

    eh, ….
    ada yang mau kenalan tuh
    silahkan lihat di MPku ya
    http://eshape.multiply.com/journal/item/414#reply0

    salam

  • Wow….. subhanallah……… dapet dari mana mas? Bagus sekali….. hueheuheue……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s