Kelarisan di “Heritage of Percussion”


Heritage of Percussion

Heritage of Percussion

“Laris Bu..?”, kataku ketika melihat es cendol yang terlihat habis tuntas tas di depanku

“Iya pak, sudah tiga kali balik ke rumah untuk ngambil lagi, tetapi habis terus”, kata sang penjual es cendol yang kukenal sebagai salah satu aktifis kegiatan TDA Bekasi. Ada tulisan Kupat Tahu Bandung di kaos sang penjual dan akupun yakin pasti ada sentuhan pak Ato di kedai es cendol ini.

Kehabisan Es Cendol

Kekecewaanku gagal minum es cendol ini akhirnya terobati oleh minuman teh rosela yang dijual di Warung Mas Gun, yang kukenal sebagai aktifis kelompok Mastermind Cikarang 1 [MMC1]. Teh ini terasa lain di lidah, tetapi setelah diminum rasa enaknya mulai terasa di tenggorokan.

Kucoba rasa soto ayam di warung mas Gun ini. Wah rasanya bener-bener makknyoss, lebih maknyus dari soto yang sering kumakan di wilayah Cikarang ini. Aku nggak sanggup lagi nyobain soto yang lain, karena satu soto ini saja sudah membuatku kelimpungan.

Pembeli yang rewel

Mas Gun senyum-senyum saja melihat tingkahku yang seperti tiga tahun tidak ketemu makanan soto. Rupanya tingkahku ini membuat pembeli lain tertarik untuk membeli soto yang sama dengan yang kubeli.

“Ini enak mbak, yakin deh…”, kataku meyakinkan sang calon pembeli itu.

Aku langsung berdiri setelah selesai makan soto dan sang calon pembelipun akhirnya jadi beli dan duduk di kursi yang kududuki tadi.

Begitu gambaran beberapa stand TDA yang mengikuti acara Heritage of Percusion [HoP]. Akrab dan kualitas dijamin, sehingga para pembeli tidak ragu untuk menyantap apa saja yang dihidangkan oleh teman-teman TDA.

Bakmi Semar MMC1

Bakmi Semar yang siang ini ditungguin oleh pak Wawan juga memperoleh pemasukan yang lumayan [berdasar info status Fisbuk dari mbak Win pemilik Warung Bakmi Semar yang juga nggota MMC1].

Mie Pelangi

Sayang aku tidak sempat berjumpa dengan pak DD, ketua Kelompok Mastermind Poksa XI yang ikut membidani munculnya Bakmi Pelangi. Perutku yang sudah full penuh juga membuatku tidak berani mampir di Mie Pelangi. Takut ditawarin dan terpaksa mau [karena susah mencari orang yang sanggup menghindari tawaran makan Mie Perto kalau sudah pernah mengetahui rasanya].

Semua wisata kuliner ini baru bisa kunikmati setelah aku dipuaskan oleh penampilan beberapa pekerja seni yang mengisi acara HoP ini. Dari pagi menjelang siang, kita memang dipuaskan oleh suguhan berbagai macam atraksi, baik dari negara kita maupun dari negara tetangga [India, Korea, Jepang maupun China].

Marching Band Spektakular

Acara resmi dimulai dengan penampilan dari Marching band [MB] SMA Cikarang Selatan. Sebuah penampilan yang sempurna. Ini wajar mengingat mereka memang sudah beberapa kali menggondol piala kejuaraan MB tingkat nasional.

Salut patut disampaikan kepada pelatih MB ini. Aransemen yang begitu rinci dan padu membuat semua orang merasa penting dalam memunculkan harmonisasi yang luar biasa.

Tidak hanya pemain musiknya, rombongan penaripun punya andil dalam membuat decak kagum penonton. Pasti koreografernya jempolan juga, sehingga mampu memadukan gerak dan lagu dalam paduan MB yang dinamis dan penuh semangat.

Namun jangan salah, karena ternyata lagu “Hening” dari Chrisyepun mereka lahap dengan aransemen yang lembut dan apik. Kegarangan MB sirna dalam lagu itu, yang muncul adalah suasana yang sendu merayu dan mengharu biru.

Penampilan yang tidak kalah seru adalah penampilan permainan angklung bersama. Dalam permainan ini semua penonton diberi sebuah angklung untuk dimainkan bersama-sama dengan mengikuti aba-aba dari instruktur yang ada di atas panggung.

Lilo asyik main angklung

Meski acara angklung ini sukses, namun kalau dirubah sedikit saja mungkin akan lebih sukses lagi, bahkan bisa lebih sukses dibanding acara MB yang begitu rancak dan mengundang decak kagum semua penonton. Lilo yang tidur saat acara belum dimulai terbangun ketika mendengar suara MB dan akhirnya bahkan ikut menari mengikuti irama MB spektakuler itu.

Masukan agar permainan angklung lebih memikat ada beberapa hal, yaitu :
1. Instruktur perlu lebih dekat dengan penonton yang notabene adalah pemain angklung “dadakan” yang harus mengikuti komando simbol-simbol gerakan tangan instruktur. Jauhnya instruktur ini membuat beberapa hadirin tidak bisa mengikuti kode tangan yang disampaikan oleh instruktur.
2. Rombongan anak muda yang dipersiapkan untuk menjadi pelopor permainan angklung ini terlihat kurang bergairah dan bingung dengan aturan yang diterapkan. Mereka tidak tahu dengan pasti harus menghadap kemana dan terlihat serba salah. Sampai-sampai sang instruktur sempat bertanya pada mereka, “Are U there?”. Sebaiknya anak muda ini berbaur saja dengan penonton, sehingga saling bersinergi dan bisa saling memberi semangat.
3. Biasanya setiap nada angklung mewakili sebuah kata yang bermakna, tapi dalam hal ini diwakili dengan not angka, jadi nilai-nilai kebersamaan yang ditunjukkan dalam permainan ini kurang menonjol. Hal ini mungkin karena ditakutkan penonton tidak segera “tune in” dengan permainan angklung, sehingga dibuat jalan mudahnya saja.

Pertunjukan lain masih banyak dan masih beragam, sehingga penonton tidak juga beranjak dari tempat duduknya menyaksikan parade acara yang selalu punya keunikan sendiri-sendiri.

Pak Bupati maupun para petinggi lainnya yang mungkin punya acara lain memang terlihat meninggalkan acara sebelum semua rangkaian acara berakhir, tapi bukan berarti kalau ditinggal pak Bupati acara terus langsung menurun kualitasnya.

Di penghujung acara masih tampil MB dari UI yang sudah punya pengalaman internasional. Hanya beberapa orang saja yang tampil di panggung, tapi permainan MB UI ini sudah cukup memukau penonton. Ketrampilan prima dan pengalaman yang sudah begitu banyak membuat MB UI ini terlihat santai dalam penampilan dan tetap berkarakter. Penonton tanpa undanganpun makin terlihat menyemut di sekitar lokasi acara.

Mobil CDpun dikerumuni para penonton

Perut yang keronconganlah yang membuat aku akhirnya meninggalkan kursiku dan menuju ke lokasi teman-teman TDA menjajakan kepiawaiannya dalam berbisnis kuliner.

Yang kutuju pertama kali adalah es cendol dan ternyata tak ada setetespun es cendol yang bisa kuminum. Laris manis deh es cendol di stand KTB pak Ato.

Sukses buat acara HoP, semoga tahun depan diadakan lagi dengan mempergunakan EO yang lebih berpengalaman, sehingga gaungnya lebih jauh dan wisata kuliner yang diadakan bisa lebih ramai dikunjungi pengunjung, minimal mirip dengan kegiatan Komunitas Bangomania, dimana aku menjadi salah satu koordinatornya di wilayah Bekasi bagian Cikarang ini [walah malah narsis, sori ya Wak Radit].

BRAVO Bekasi, “Aku Cinta Bekasi!”

10 comments on “Kelarisan di “Heritage of Percussion”

  1. Ping-balik: Hargailah Bahasamu Nak » Berbagi Yuk

  2. Ping-balik: Hargailah Bahasamu Nak « Kehangatan Blog Eshape

  3. Assalamualaikum……SALAM KENAL=====================
    Temen-temen ingin WIRAUSAHA ??? Jadi entrepreneur ???
    Ingin punya bisnis ??? Mau buka usaha ???
    Yang nyata, halal, prospektif & mudah ??? ( Bukan MLM )
    Atau butuh bimbingan / konsultasi ???
    Wujudkan Bersama Kami. “CV.HAZET Computer & Konsultan Bisnis”
    Hubungi 08121479434 Bp.Afif Naofal atau Klik

    http://WWW.INFOBAGUS.TK atau
    http://WWW.HAZETCOM.BLOGSPOT.COM

    Bersama kami insyaAllah untung, maju, berkah & sukses.
    Saatnya ACTION!. Ayo ambil peluang bisnis ini.
    Tidak ada kata terlambat!. Ikuti jejak mereka yg sudah kami bina & sukses.
    Orang lain bisa sukses, Andapun BISA!
    Kami bantu anda maksimal. Melayani Seluruh Indonesia.
    GARANSI. KONSULTASI GRATIS !!! ======================

  4. Makasih pak Eko sudah mampir di KTB…iya es cendolnya laris manis he..he. Saya mau ngangkat pak Eko ini jadi duta kuliner di cikarang, biar usaha kuliner temen2 TDA bisa dipromosikan lewat tulisan2 pak Eko yang cukup renyah dan enak dibaca…
    Salam

    • waduh…
      kalau bosnya kuliner sudah menunjukku menajdi Duta Kuliner bisa besar kepala nih aku

      BTW aku memang sedang akan melakukan wisata kuliner untuk ngisi tulisan di bloggerbekasi.com pak

      semoga tulisanku nanti tidak mengecewakan pak Ato
      insya Allah
      amin

      salam

    • Wah gambar header di blog mas Antoix bagus tuh. Hehehe..itu gambar di belakang rumahku kan?

      Aku pingin juga tuh punya foto yang kayak gituan.

      Salam semangat bersepeda ya mas
      [apa hubungannya salam sama sepeda ya?]

  5. Salam

    Makasih pak Gun, aku sudah mendapat suguhan soto yang enak tenan, tolong pertahankan cita rasa yang seperti hari itu ya

    Cocok banget di lidahku

    Kapan-kapan kita makan sama-sama lagi.

    Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s