FILM THE TWILIGHT SAGA: BREAKING DAWN (BREA)

resensi FILM THE TWILIGHT SAGA: BREAKING DAWN (BREA)


Film yang bagus ini diawali dengan banyak adegan yang sebaiknya dibuang. Terlalu lamban dan terlalu romantis. Film baru terasa gregetnya ketika konflik dimulai. Akan lebih baik kalau semua adegan di depan diperpendek dan langsung masuk ke permulaan konflik.

Bagaimana seorang Vampire bisa mempunyai anak ketika menikahi manusia dan bagaimana kualitas si anak menjadi inti dari cerita ini. Apa jadinya ketika calon anak (janin) ternyata justru sedikit demi sedikit “memangsa” ibunya sendiri. Apa yang harus dilakukan? Aborsi atau tetap mempertahankan hidup si anak?

Sebuah pilihan yang sulit !

FILM THE TWILIGHT SAGA: BREAKING DAWN (BREA)

Ayah janin dikenal sebagai vampire yang bersahabat dengan manusia, tetapi ternyata dia mempunyai riwayat kelam. Masa mudanya pernah diisi dengan berburu darah dan dia hanya memilih darah para penjahat. Akibatnya ada banyak bibit darah penjahat dalam dirinya.

Ketika benih sang Vampire ternyata terkontaminasi oleh darah para penjahat itu, maka janin yang dikandung Sang Ibu adalah janin yang ditengarai sebagai bakal makhluk buas yang akan membahayakan umat manusia. Para pelindung manusia dari kalangan Manusia Serigalapun akhirnya berketetapan untuk membunuh sang janin.

Keinginan membunuh si Janin menjadi semakin besar, ketika ternyata si Janin memang mulai memangsa ibunya sedikit demi sedikit.

FILM THE TWILIGHT SAGA: BREAKING DAWN (BREA)

Sang Vampire harus membujuk sang Ibu untuk menggugurkan kandungannya. Segala cara digunakan untuk membujuknya dan semuanya gagal. Sang Ibu tetap bertekad sampai mati untuk melahirkan anaknya. Bahkan nama anaknyapun sudah dirancangnya.

“Kalau laki-laki, maka namanya adalah Edward Jacob!”, ucap sang Ibu tegas sambil tersenyum bahagia.

FILM THE TWILIGHT SAGA: BREAKING DAWN (BREA)

Edward dan Jacob memang tokoh sentral di film ini. Keduanya beradu akting dan beradu karakter dalam film ini. Jacob cinta Bella dan Bella cinta Edward. Sebuah segi tiga cinta yang membuat pusing para pelakunya.

Masalah pemangsaan Ibu oleh Janin menjadi semakin rumit, ketika ternyata si Janin ternyata kehausan akan minuman juice darah manusia.

Masalah terus meruncing ketika akhirnya diketahui si Janin telah membuat sang Ibu gagal jantung. Ini sesuai yang telah diperkirakan oleh pimpinan Vampire ketika membujuk Bella untuk tidak meneruskan proses kelahiran bayinya.

“Sebelum janin ini lahir, jantungmu sudah akan berhenti berdegup dan sama saja artinya dengan kematianmu”

“Aku siap bertahan sampai batas kekuatanku”, jawab bela mantap.

Saat itu kondisi para Vampire sebenarnya sedang bermasalah, karena sudah beberapa hari dikepung oleh gerombolan Manusia Serigala dan mereka sudah beberapa hari belum menemukan darah segar. Cadangan darah segar habis dan mereka harus berburu darah segar.

Berita meninggalnya Bella dan lahirnya sang Janin telah membuat rombongan Manusia Serigala memutuskan untuk segera menyerang kelompok Vampire dan ceritapun menjadi semakin seru.

Apa yang terjadi kemudian sebaiknya dilihat sendiri di layar lebar.  Selamat menonton.
Salam sehati.

FILM THE TWILIGHT SAGA: BREAKING DAWN (BREA)

+++

Gambar-gambar dimbail dari Facebook FILM THE TWILIGHT SAGA: BREAKING DAWN (BREA)

27 comments on “resensi FILM THE TWILIGHT SAGA: BREAKING DAWN (BREA)

    • Salam.

      Biasanya kalau sudah baca novelnya terus nonton filmnya, ada sesuatu yang hilang.
      Saat baca novel, maka kita sudah punya imajinasi sendiri untuk setting cerita maupun wajah para tokohnya. Begitu jadi film, maka semua itu menjadi imajinasi tunggal sang pembuat film.

      Semoga tetap puas menontonnya.

      Salam sehati

  1. saya pembaca serial twilight ini mas eko, semua koleksi bukunya saya punya begitu juga smua filmnya saya tonton.

    Mungkin krn buku terakhirnya yg terlalu tebal, filmnya pun hrs dibuat dua sesion heeuuu…gak sabar rasanya menunggu film selanjutnya.
    Meskipun saya sudah tahu ending film ini dari novelnya yg sudah selesai saya baca :)

    Tapi reviewnya keren pak :d

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s