Beli tiket Nabi Darurat duluan harganya lebih murah

Nabi Darurat ? Siapa itu?


Ini lakon yang sudah lama ditunggu para penggemar karya-karya Emha. Dengan menampilkan para tokoh sepuh teaterawan Jogja dikolaborasikan dengan para tokoh muda yang sedang ngetrend, maka diharapkan akan tersaji tontonan menarik di awal bulan Maret 2012 ini.

Nabi darurat di Jogja

Siapa tidak kenal dengan nama-nama Joko Kamto, Nevi Budianto, Tertib Suratmo, Fajar Suharno, pasti orang-orang yang belum lama kenal teaterawan Jogja. Nama-nama itu memang beken di tahun 80an, sekitar 30 tahun lampau, jadi wajar kalau anak-anak muda sekarang kurang akrab dengan nama-nama itu.

Para senior itu akan dikolaborasikan dengan grup musik Letto, yang sangat dikenal oleh golongan anak muda saat ini. Mereka tidak hanya akan bermain musik, tetapi juga akan beradu dialog dengan para pemain lainnya.

Lalu seperti apa nanti hasilnya?

Aku sudah pesan tiket 6 (enam) buah untuk nonton acara ini. Lengkap satu keluarga dengan baretnya !:-) Pengalaman yang lalu, kita sering kesulitan mencari tiket, jadi mumpung belum ketinggalan sore kemarin kita sudah sukses mendapatkan 6 (enam) lembar tiket, yang ternyata dijual lebih murah kalau kita pesan duluan.

Pengalaman nonton Tikungan Iblis akan terulang lagi di Jogja. Satu keluarga berkumpul, ngobrol bareng dan nonton bersama pertunjukan teater yang sarat makna.

Yuk nonton yuk.

Beli tiket Nabi Darurat duluan harganya lebih murah

Beli tiket Nabi Darurat duluan harganya lebih murah

+++

Sinopsis yang kudapat tentang cerita ini (dari sini) adalah sebagai berikut :

Sebuah keluarga kecil yang tidak menonjol di pelosok sebuah desa pinggiran kota, yang hanya terdiri dari hanya Ruwat Sengkolo, duda hampir paruh baya, dengan kakeknya, Mbah Soimun, tiba-tiba menjadi perhatian masyarakat luas dan menjadi sumber pergunjingan serta keributan.

Keributan itu membuat Pak Jangkep, bapaknya Ruwat, yang merantau bekerja di Jakarta, mendadak pulang. Ki Janggan, gurunya Ruwat, entah dalam dalam urusan perguruan apa dan bagaimana, terpaksa nongol juga. Juga muncul Alex Sarpin, aktivis dan mahasiswa, yang menjumpai ada keanehan tertentu di rumah Ruwat.

Sebenarnya lakon ini hanya mengisahkan beberapa jam siang hari situasi di belakang rumah Ruwat, namun dalam siang itu terdapat malam hari yang remang, bahkan gelap, dan misterius. Hadir Brah Abadon yang tidak menentu sosoknya, yang kabarnya ada kaitannya dengan Malaikat Isrofil, atau entah makhluk apa lainnya yang bukan manusia.

Sejumlah anak muda yang kost di sebelah rumah Ruwat, yang juga para pemain musik, jadi terlibat. Karena keributan masyarakat umum menuding Ruwat dengan bermacam-macam spekulasi: Ruwat gila, mau bunuh diri, Dukun Tiban, bertapa karena cari pesugihan, bahkan beredar juga isyu bahwa Ruwat akan tampil di Pilkades.

Keributan memuncak ketika petugas kepolisian datang untuk menangkap Ruwat karena dituduh meresahkan masyarakat serta melanggar undang-undang. Sejumlah kelompok masyarakat mendukung tindakan aparat keamanan Pemerintah karena menurut mereka Ruwat mengaku Nabi dan Rasul.

Pak Lurah Sangkan turun tangan. Pak Jangkep marah karena membela martabat anaknya. Alex coba melakukan persepsi, analisis dan penyikapan terhadap penangkapan itu. Ki Janggan pasang badan. Brah Abadon melintas-lintas dengan suara langitnya. Mbah Soimun terombang-ambing antara bingung dan geli karena perkembangan fikiran manusia dan zaman yang semakin tak bisa diikutinya.

Ruwat sendiri secara kasat mata berlaku aneh dan agak gila. Tetapi secara muatan sesungguhnya tampak upayanya untuk bersikap terhadap keadaan-keadaan masyarakat dan Negaranya, yang menurut dia sudah terlalu busuk, bobrok dan hancur. Sehingga tidak mungkin diatasi oleh ilmu, perangkat hukum, revolusi sosial atau apapun.

Ruwat sangat meyakini tahun 2012, yang dipercaya banyak orang sebagai Tahun. Kiamat, sebenarnya adalah awal dari tindakan Tuhan kepada Indonesia, yang tingkat dan komplikasi problemnya bisa diatasi dengan kepemimpinan yang setingkat, sepadat dan sekuat Nabi atau Rasul.

+++

19 comments on “Nabi Darurat ? Siapa itu?

  1. Ping-balik: Dia bukan Nabi Darurat tapi Joko Kamto | Dari "Kaca Mata"-ku

  2. ceritanya bagus sangat mendidik menunjukan wajah indonesia yang sejujur-jujurnya menyampaikan keganjilan yang tengah terjadi,kecerdadas dan dan kebijaksanaan yang luhur.dengan cara yang mudah di pahami.

  3. nga kok nga kayak gitu ini hanya cerita kritik sosial kritik tentang kekerasan di bumbui dengan cerita yang berlatar belakang keprihatian anak bangsa tentang kehidupan yang ganjil, tentang islam yang mulai menjauh dari hati kanjeng Rasul, tentang diam yang berteriak tentang tentang teriak yang diam begus lagi jalan ceritanya. good job for all cerw

  4. Mohon disampaikan saran ini kepada panitia dan temen2 budayawan/seniman. untuk tidak bercanda dengan Allah, Rasul, dan Ayat-ayatnya .. sepintas memang untuk tujuan membuat daya tarik, tapi tidak sepantasnya menggunakan hal tersebut. semoga bermanfaat :)
    Dukung #IndonesiaTanpaKekerasanDanPenistaanAgama

  5. saya juga pengin nonton pak. nanti pas di sby.

    btw, tempo hari mau maen ke rumah sampeyan di wirobrajan koq kosong. sedih, bayang2 makan mie ayam lenyap seketika

  6. Makin penasaran mbah, selak kepingin nonton trus beri tepuuk tangan bergemuruh dg penonton yg lainnya. Mampu membayangkan jika sy yg sedang berperan di atas panggung itu, atau sebagai manager di belakang panggung. Dulu saat muda pernah kulakukan. Sekarang bisa nonton saja sudah cukup membanggakan n tentunya menggembirakan keluarga. Alhamdulillah…….!

  7. Tontonan yang tidak layan ditonton. Dari judulnya saja sudah dapat menyesatkan orang lain.

    Apa yang dicari dari tontonan ini? Tidak ada. Yang ada hanya memenuhi rasa penasaran yang tidak terarah.

    Apakah sekedar ingin mendapatkan uang yang banyak? Atau ingin mendapatkan pembaca yang banyak?

    Mereka mempermainkan kata-kata untuk mendapatkan keuntungan yang sedikit, namun mengorbankan keuntungan yang besar.

    Astaghfirullahal ‘adhim.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s