Sapi Qurban untuk 7 orang

Hari kasih sayang dan kehangatan keluarga

“Hari kasih sayang dan kehangatan keluarga ya hari ini saat kita berpesta mensyukuri nikmat kasih Allah swt”.

Ada hari yang dilarang untuk berpuasa, mulai hari lebaran Haji sampai 3 hari sesudahnya. hari-hari itu adalah hari dimana kita disunahkan untuk berpesta, bersenang-senang mensyukuri semua kasih sayang yang telah kita terima dari Allah swt. Kita selalu dihadapkan pada cerita tentang Ibrahim dan Ismail.

Dua nabi itu memberi contoh pada kita tentang betapa mulianya kasih sayang seorang ayah, Ibrahim, dan kisah betapa patuhnya seorang anak kesayangan yang bernama Ismail. Mereka berdua selalu memberikan inspirasi tentang bagaimana sebaiknya seorang bapak dan seorang anak saling bersikap untuk menunjukkan kasih sayang mereka.

Dari tahun ke tahun, suasana hari raya lebaran Haji ini selalu berbeda. Saat aku masih kecil, maka begitu selesai sholat Ied, maka para jamaah langsung bertebaran, pulang ke rumah masing-masing atau tetap di lapangan dan mulai asyik membeli makanan yang ada di lokasi.

Endog Abang dari KratonPedia.com

Endog Abang dari KratonPedia.com

“Endog Abang” (telor yang dicat warna merah) adalah makanan yang wajib dibeli, meskipun rasanya sebenarnya biasa-biasa saja, karena memang itu hanya sebutir telor rebus saja. Hanya saja kalau pulang dari alun-alun utara Jogja dan tidak membawa endog abang kok rasanya beda.

Beberapa tahun ini aku selalu sholat Ied di lapangan parkir monumen Pangeran Diponegoro, Tegal Rejo Jogjakarta. Tahun pertama di lapangan ini, maka seusai sholat selalu saja lapangan jadi penuh dengan sampah koran. Lokasi parkir jadi kotor dan perlu seorang atau beberapa orang pemulung yang akan membersihkan sisa koran yang dipakai para jamaah sholat Ied.

Hari ini, 15 Oktober 2013, kulihat lokasi parkir benar-benar bersih dari sampah koran. Di beberapa pojok lapangan kulihat tumpukan koran yang sudah dirapikan. Pemulung yang datang akan dengan mudah membawanya pergi. Beberapa koran bahkan terlihat dilipat rapi dan beberapa masih asal dikumpulkan di suatu tempat tanpa dirapikan dulu.

Seperti biasa, para penjual kaki lima sudah mangkal di lokasi parkir sejak sebelum sholat dimulai. Mereka akan kelarisan begitu sholat usai ditunaikan. Kuperhatikan, makin tahun makin berbeda suasananya. Tahun ini para jemaah terlihat tekun mengikuti sholat termasuk khotbahnya, sehingga ketika selesai khotbah, maka secara serentak mereka berdiri dan menuju lokasi parkir atau menuju ke lokasi jajanan kaki lima.

Aku kurang begitu tahu bagaimana kondisi jamaah putri, karena lokasinya cukup jauh dan begitu aku selesai melipat koran, maka mereka juga sudah selesai melipat koran mereka. Yang kutahu, di deretan jamaah laki-laki suasananya cukup tertib. Anak-anak meski tidak memperhatikan isi khotbah, tapi tidak membuat gaduh. Mereka asyik tidur-tiduran.

Jajanan pasar yang paling digemari adalah Leker. Harganya 2.000 rupiah per buah dan harus antri panjang untuk mendapatkannya. Haslita kebagian antrian terakhir, sehingga parta jamaah sudah sepi baru kita bisa menyantap leker kecintaan itu.

Leker Monumen Diponegoro

Leker Monumen Diponegoro

Sambil menunggu pelanggan leker sepi, maka kita duduk-duduk sambil menyantap telor kecil-kecil campur mie. Akhirnya untuk menunggu leker masak, kita perlu makan telor mini plus mie seharga 15.000 rupiah.

Pulang dari sholat Ied, kita menuju lokasi penyembelihan hewan ternak. Suasananya rame banget di masjid. Kita ikut menyaksikan proses penyembelihan qurban sambil merasakan aura kegembiraan seluruh tetangga kampung yang hari ini berkumpul bersama di masjid.

Hari raya lebaran ini memang istimewa. Kita bisa berkumpul bersama dalam sebuah suasana kebersamaan. Inilah makna kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail as. Tidak salah kalau hari ini menjadi “Hari kasih sayang dan kehangatan keluarga”

Terima kasih ya Allah atas karuniaMu. Alhamdulillah. Sesungguhnya memang tidak ada lagi nikmat Allah yang kita dustakan.

Sapi Qurban untuk 7 orang

Sapi Qurban untuk 7 orang

+++

Gambar endog abang dari kratonpedia.com

Gerbang utama masjidil Haram Kabah Mekah

Sahur bersama

“Pak Dhe sekarang ini kan fenomena sahur bersama sudah ramai, tapi katanya dulu sudah pernah ada di rumah pak Dhe ya?”

Pak Dhe tersenyum mendengar pertanyaan dari Khalid. Dipandanginya semua orang yang sedang menyelesaikan nasi terakhir di piring masing-masing saat berbuka puasa di rumah pak Dhe.

“Pasti acara ini ide Udin ya? Agar aku cerita peristiwa yang sama di beberapa tahun lalu?”

“Hahaha.. iya pak Dhe. Kata mas Udin, nanti pak Dhe akan cerita ketika jaman dulu pak Dhe memperingati acara ulang tahun dengan sahur bersama”, jawab Khalid sambil melirik pada Udin yang sedang menyeruput teh hangatnya.

“Acara sahur bersama itu terjadi tanpa sengaja. Waktu itu kita mengadakan acara makan bersama di rumah. Nah ceritanya kita sudah menyediakan makanan untuk teman-teman, tapi ternyata beberapa teman juga membawa makanan sebagai pelengkap acara buka bersama itu”

“Mereka tahu tidak bahwa hari itu adalah hari ulang tahun pak Dhe?”

“Pacarku tentu tahu, tapi yang lainnya tidak”

“Pacar pak Dhe itu bu Dhe yang sekarang?”

“Aku bukan pacar pak Dhe yang hadir di acara buka bersama itu lho mas Khalid”, tiba-tiba Bu Dhe ikut menimpali, sehingga semua jadi ikut tertawa mendengarnya.

“Iya benar. Waktu itu bu Dhe belum masuk dalam kehidupanku. Dia masih pacaran dengan pemuda lain..”, pak Dhe mencoba menjelaskan

“Eit..siapa bilang aku pernah pacaran?”, sahut bu Dhe yang tidak terima dibilang pernah pacaran.

“Iya iya, maksudku ketika Bu Dhe masih dekat dengan lelaki lain”, pak Dhe tersenyum sambil meralat ucapannya

“Jangan salah, aku tidak dekat sama dia lho, dia yang mendekatiku”, rupanya bu Dhe masih belum mau terima dengan ralat dari pak Dhe

“Ya benar, waktu itu bu Dhe sedang didekati lelaki lain”, bu Dheopun puas dengan ralat terakhir dari pak Dhe.

Para pendengar cerita pak Dhe jadi tersenyum-senyum melihat dialog antara pak Dhe dan Bu Dhe ketika membahas saat mereka masih belum menikah dulu.

Pak Dhepun mulai mengembara ke masa beberapa tahun silam. Itulah peristiwa di rumah pak Dhe yang sangat berkesan.

Seperti biasa, kalau kumpul di rumah pak Dhe, biasanya ada saja yang tetap tinggal di rumah sepulang dari sholat tarwikh untuk melanjutkan buka puasa mereka. Saat itu rupanya makanan yang ada terlalu banyak, sehingga meskipun sudah dimakan lagi sehabis tarwikh, tetap saja masih tersisa makanan di beberapa panci.

Akhirnya muncul ide dari salah seorang teman pak Dhe.

“Bagaimana kalau besok kita ajak teman-teman untuk datang ke sini lagi dan makan bersama-sama disini?”

“Apa mau mereka?”

“Piye carane waelah, sing penting podho teko (bagaimana caranya yang penting mereka bisa datang)”

Rupanya ide ini masuk akal mereka, sehingga merekapun meluncur ke beberapa tempat kumpul anak-anak muda dan mengabarkan acara sahur bersama ini. Ternyata menjelang sahur benar-benar mereka sukses mengumpulkan orang untuk sahur bersama.

“Jadi begitulah ceritanya. Sederhana kan?”, kata pak Dhe mengakhiri ceritanya.

“Pak Dhe, kata Udin ada yang istimewa di malam hari itu, saat muncul ide sahur bersama”

“Hahaha… tidak istimewa sih, tapi menyesakkan. Hahaha… waktu itu rumah kita kan kecil dan teman-teman sehabis tarwikh tiduran di kamar kita. Paling banyak di tempat tidur adikku, bayangkan saja satu ranjang kecil bisa muat 7 atau 8 orang”

“Terus..?”

“Ya ranjang itu langsung runtuh !”

“Hahaha….”

“Semua yang tidur di ranjang itu jatuh, bertebaran di lantai dan ranjang itu dinyatakan rusak total”

“Total?”

“Sebenarnya tidak juga, soalnya papan ranjang masih bisa dipakai, tinggal nyari dudukan papan itu saja”

“Jadi saat itulah muncul ide sahur bersama ya pak Dhe?”

“Ya benar. Sayang kawan pak Dhe itu sekarang sudah meninggal. Padahal dia masih muda, enerjik dan selalu penuh semangat membantu sesama”

“Kenapa ya pak Dhe, orang baik itu selalu dipangil duluan?”

“Ah gak ada itu. Berarti orang yang belum mati ini jelek semua?”

“Hahahaha……”

“Sebenarnya yang istimewa di malam itu adalah pertemuan perdana antara adikku dan calon istrinya”

“Woow… gimana ceritanya..?”

“Wah ndak ada ceritanya itu. Hanya adikku dan istrinya yang tahu. Yuk tarwikh aja dulu”

Terdengar suara adzan Isya dan pertemuan buka bersama itupun  berpindah ke mushola di dekat rumah pak Dhe. Melihat masih banyaknya lauk di tikar yang ada di ruang tamu, kelihatannya akan ada acara sahur bersama di rumah pak Dhe.

Ruangan tamu dan ruangan keluarga pak Dhe menjadi sepi karena pak Dhe memang mengajak semua peserta buka bersama untuk sholat tarwikh di mushola tanpa kecuali.

“Jangan sampai buka bersama ini menjadi sesat karena semuanya asyik ngobrol tanpa kenal Isya dan tarwikh. Meski sholat tarwikh itu sunat, tapi sebisanya kita ikuti, kecuali bagi mereka yang berhalangan”

“Gitu ya pak Dhe?”

“Ya ini sebenarnya nasehat juga untuk diriku sendiri, karena kadang aku masih juga meninggalkan sholat tarwikh sehabis buka bersama karena alasan yang tidak bisa ditolak. Persis dengan apa yang terjadi ketika Udin sampai lupa tidak sholat subuh gara-gara kekenyangan ikut acara buka bersama

BB Z10 dan tandemnya iPhone 5

BB Z10 dan tandemnya iPhone 5

Salam Damai dari Markas

Setan tertawa saat Ramadhan

“Din aku tidak setuju, semalem pak Dhe bilang kalau Setan tertawa saat Ramadhan”

“Memang salah ya?”

“Bukankah pada bulan Ramadhan setan dibelenggu?”

“Terus?”

“Ya salah dong pak Dhe. Dia pakai hadits dari mana itu?”

“Mungkin pak Dhe pakai logika saja”

“Lho ndak boleh agama berdasar logika doang mas Din”

Udin memperbaiki duduknya dan berkata sambil memandang Khalid.

“Lalu kenapa tadi malam kok tidak menyanggah perkataan pak Dhe?”

“Aku takut salah Din. Biasanya pak Dhe kan selalu punya jawaban untuk pernyataan yang kontroversial seperti ini”

“Hahahaha…. ya sudah, kalau begitu sekarang saja temuin pak Dhe dan tanya langsung ke beliau”

“Nanya mas Din aja deh. Kira-kira apa maksud pak Dhe menyampaikan pernyataan itu?”

Udin, kembali memperbaiki duduknya dan memandang Khlaid.

“Mau tahu jawabanku tentang pernyatan Setan Tertawa di bulan Ramdhan?”

“Ya mas”

“Menurutku sih begini. Saat ini kan setan sedang dibelenggu. Nah, pertanyaannya, apakah dengan dibelenggunya para setan, kehidupan di dunia ini jadi aman tenteram, karena semua orang tidak tergoda setan dan melakukan perbuatan baik semua?”

“Ya tidak mas. Masih banyak perbuatan tidak baik terjadi di lingkungan kita”

“Nah disitulah intinya”

“Maksudnya?”

“Maksudnya, biarpun setan dibelenggu ternyata manusia tetap berbuat seperti seolah-olah setan tidka terbelenggu. Mereka masih melakukan perbuatan yang disukai setan”

“Makanya setan tertawa mas?”

“Ya begitulah. Setan merasa sukses mengkader manusia menjadi manusia berjiwa setan, sehingga patut dirayakan dengan tertawa dalam bulan ramadhan”

Udin menjawab Khalid sambil menancapkan jack audio dari speaker Sansui ke ponselnya dan mengalunlah lagu Setan Tertawa dari Good Bless.

“Setan Tertawa”

Pahlawan berkata dengan air mata
Perjuanganku terbuang percuma
Keserakahan kini merajalela
S’gala derita dimana-mana

Wahai tuan yang berwajah bijaksana
Ajar kami untuk berkarya
Perhatikan generasi kaum muda
Semangat empat lima kami percaya

Ibu tertawa bagaikan orang gila
Anak dijual sangat murahnya
Harga diri dibuang asalkan harta
Setan tertawa gembira

Mereka lupa Tuhan ada
Setan tertawa berpesta-pora

Membawa lagu ia berkata
Tambah kawan masuk neraka

Membawa lagu ia berkata
Tambah kawan masuk neraka

Mereka lupa Tuhan ada
Setan tertawa berpesta-pora

Selepas lagu Setan tertawa, Udin menyambungnya dengan lagu Neraka Jahanam dari Duo Kribo.

Hai setan engkau berdusta
Membujuk Adam Hawa
Mencoba buahnya surga
Membawa malapetaka bagi manusia

Berkorban semua kesucian
Karna bujuk rayuan
Tak ada ampunan Tuhan
Adam Hawa disiksa dibawa ke dunia

Reff.
Karna engkau
Adam Hawa menderita
di dunia
Tak puasnya kau menggoda
Dosa semakin melimpah oh

Hai setan, kini engkau menang
Semoga engkau senang
Kudoakan kepada Tuhan
Untukmu kumohonkan neraka jahanam

Tas dengan niat baik

Untukmu keyakinanmu untukku keyakinanku

Pagi ini aku menulis di statusku “Untukmu keyakinanmu, untukku keyakinanku. Kuatkan aku dari godaan keyakinanmu dan boleh tidak tergoda dengan keyakinanku. Pisss !:-)”

Kubaca juga status temanku, “Berpuasa dan tidak berpuasa sama saja, jika tidak bisa menghormati TUHANmu secara utuh..”

Beberapa status dari teman-teman hari ini memang beraneka rasa dan cita. Ada yang berpihak pada satu golongan tertentu ada yang menyindir golongan tertentu dan ada juga yang memilih menulis tentang hal yang lebih luas. Aku sendiri memilih tidak memihak siapa-siapa, lebih memilih meyakini apa yang sudah kuyakini dari dulu dan meneguhkan keyakinan itu. Mungkin aku dianggap kuper, kurang pergaulan, tapi itulah pilihanku.

Dengan pilihanku ini, aku jadi bisa bergaul dengan semua teman-temanku, bisa mendengarkan pendapat mereka dan bisa mengambil hikmah dari buah pikiran mereka, yang kadang begitu cerdas dan keluar dari pemikiran yang umum berlaku. Aku jadi ingat pelajaran dasar berpikir di luar kotak “think out of the box”. Ini bukan pola pikir yang paling benar, tapi ini adalah salah satu pola pikir yang membantu ketika kita hanya asyik berpikir dalam pola pikir yang rutin.

Beberapa waktu lalu, aku bahkan mendapat masukan dari staf pak Dahlan Iskan (DI), tentang pola pikir DI yang tidak pernah berpikir memakai pola dalam kotak atau pola pikir di luar kotak, tetapi sudah berpikir tanpa kotak. Jadi bukan “thin out of the box” tetapi “think no box”.

Hasilnya adalah pola pikir yang membuat kalang kabut orang-orang yang bersentuhan dengan DI. Model penyelesaian masalah ala DI selalu kontroversial dan meskipun beberapa pola pikirnya akhirnya terbukti benar, tetap saja membuat repot orang yang ada di sekelilingnya.

Mungkin itulah yang diyakini DI sebagai sebuah keyakinan pola pikir yang tidak terbantahkan baginya. “Untukmu keyakinanmu untukku keyakinanku”.

Bulan Ramadhan juga selalu memunculkan p0lemik tentang kapan harus memulai puasa dan mengakhiri puasa. Masing-masing mempunyai dasar hukum yang kuat dan pembuktian yang nyata. Selama beberapa tahun perbedaan pendapat ini tidak pernah selesai dan tidak terlihat upaya yang jelas dari pemerintah untuk menyelesaikannya dengan baik. Masing-masing keyakinan itu dihormati dan tidak dipertentangkan, sehingga permasalahan beda tanggal ini akan terus muncul sampai tahun berapapun.

Yang membuat lega adalah kenyataan bahwa perbedaan pendapat itu makin diyakini sebagai sebuah perbedaan dan bukan perpecahan. Mungkin mereka berpendapat bahwa meyakini masalah itu sebagai perbedaan lebih baik dibanding meyakininya sebagai sebuah perpecahan. Perbedaan pendapat adalah rahmat dan perpecahan adalah awal kehancuran!

Hari ini aku juga meyakini bahwa apa yang kulakukan adalah sebuah upaya memahami indahnya perintah Allah yang selalu bisa multi tafsir, meskipun memakai dasar pijakan yang sama. Aku kemudian menulis dengan mantap “Untukmu keyakinanmu untukku keyakinanku”

Selamat berpuasa bagi yang berpuasa pada hari ini, Selasa 9 Juli 2013, dan selamat berpuasa untuk mereka yang berpuasa pada tanggal 10 Juli 2013. Perbedaan ini tidak membuat kita terpecah tetapi membuat kita meyakini ada hikmah dibalik semua yang kita kerjakan hari ini.

Insya Allah kita bisa berlebaran pada hari yang sama.

Tetap tarik senyum dari ujung ke ujung

Tetap tarik senyum dari ujung ke ujung

 

 

Taqobbalallahu minna waminkum : Semoga amal kita diterima Allah

takbir keliling Yogya (10)

Selain ucapan yang sering kita dengar, maka ucapan yang disunahkan nabi Muhammad SAW saat lebaran adalah “Taqobbalallahu minna waminkum” dan bukan Minal Aidzin wal faidzin atau mohon maaf lahir dan batin.

Idul Fitri memang dimaknai sebagai bulan pembakaran dosa dan penimbunan pahala, jadi kalau amal yang kita kerjakan selama Ramadhan tidak diterima Allah tentu sia-sia kita menjalankan semua ritual ibadah puasa.

Saat Ramadhan berakhir, maka salah satu harapan terbesar dari kita bukan hanya slaing bermaaf-maafan, tapi bagaimana agar semua amal kita di bukan puasa diterima Allah swt. Harapan kita, semoga amalan  kita tersebut mampu meperberat timbangan amal baik kita, sehingga bisa masuk sorga tanpa mampir ke neraka.

Aku selalu terkesan dengan doa Abu Nawas, tentang betapa tak patutnya dia masuk sorga, karena dosanya yang begitu banyak bak pasir di laut. Abu Nawas berdoa, meskipun dia merasa tak layak masuk sorga tapi mohon jangan dimasukkan neraka, karena dia pasti tak sanggup menjalaninya.

Ada hal yang aneh sering kujumpai saat lebaran, seperti saat ini. Sering kali aku menerima ucapan Idul Fitri, baik lewat SMS, imil maupun socmed yang lain. Yang paling lucu dan bikin senyum-senyum sendiri adalah pesan pendek alias SMS.

Begitu banyak SMS yang masuk dan kalau kubalas dengan delay beberapa menit, maka pesanku pasti dibalas lagi dengan pesan yang sama, yang baru saja kubaca tapi mungkin beberapa saat lalau baru dikirimkan. Maksudnya begini, misalnya aku mendapat SMS dari bapak A tentang “minal aidzin wal faidzin”, berselang beberapa menit baru SMS itu kubaca dan langusng kubalas dengan pesan “Taqobballahu minna waminkum, semoga amalan kita dietrima Allah swt. Amin”, maka dalam hitungan detik, muncul lagi SMS dari bapak A dengan isi “minal aidzin wal fadzin” yang sama persis.

Menurut analisaku, bapak A ini lupa kalau sudah mengirim SMS padaku dan tergopoh-gopoh megirim balik ucapan lebaran yang sudah disimpan di memori ponselnya.

takbir keliling Yogya (14)

Kalau kita menjumpai ucapan lebaran yang cantik, indah dan puitis, maka biasanya kita juga mendapat SMS dari orang lain yang isinya persis sama. Apalagi kalau SMS lucu, pasti sering kita terima dari beberapa orang sahabat kita.

Ada lagi satu hal yang sangat berkesan bagiku. Terjadinya beberapa tahun yang lalu. Saat aku bertemu dengan seorang bos dan menyalaminya, maka dia dengan tergopoh-gopoh membalas salamku dan berucap, “Maaf ya Mas Eko, aku belum balas ucapan lebarannya, maaaaaf sekali”.

Akupun jadi nyengir sendiri, karena aku kebetulan tahun itu sedang tidak mengirim ucapan lebaran kemana-mana.

Lebaran memang momentum yang paling unik. Dia mampu menggerakkan roda perekonomian menjadi begitu kencang dan irrasional tetapi nyata. Dia sudah bukan hanya milik kaum muslim saja, tapi sudah menjadi milik masyarakat Indonesia.

Perbedaan penentuan tanggal 1 Syawwal sudah bukan menjadi perdebatan runcing, meskipun masih saja ada yang mempermasalahkannya.

Mari kita ikuti ajakan nabi besar Muhammad SAW, ucapkan “Taqobballahu minna waminkum, semoga amal ibadah puasa kita diterima Allah swt. Amin”

Salam sehati

Takbir keliling (khas) di Kota Yogyakarta

Takbir keliling (khas) di Kota Yogyakarta

+++
Ditulis oleh Blogger Jogja Berhati Nyaman