Bromo dan Jazz Gunung

Merapi bukan Bromo

Merapi bukan Bromo

Baca kegiatan Kagama Jatim Motret (KAGAMAJATIMOTRET) di FB, jadi tertarik untuk ikut menuliskannya di blog ini. Siapa tahu ada yang tergoda dan ikut meramaikan acara. Aku sendiri tidak bisa ikut acara ini karena berbarengan dengan acara Pasar kangen di TBY (Taman Budaya) Jogja tahun 2013 ini.

Silahkan baca info dari Destina Kawanti di bawah ini.

Launcing Program Kagama Jatim :

Time Schedule
KAGAMAJATIMOTRET
BROMO + JAZZ GUNUNG

21 Juni 2013

08.00 – 10.00 kumpul di meeting point ( Jatim Expo )

10.00 – 14.00 Perjalanan ke Bromo

14.00 – 21.00 Jazz Gunung

21.00 – 02.00 Stay @ Homestay di Bromo

*) disediakan makan siang, makan malam dan snack malam
22 Juni 2013

02.00 – 05.00 Perjalanan ke Point View Sun Rise Bromo

06.00 – 08.00 Naik Ke Gunung Bromo

08.00 – 10.00 Pasir Berbisik dan Savana

10.00 – 13.00 Ke Ranu Pane

15.00 – 19.00 Perjalanan ke Surabaya

*) disediakan makan pagi, makan siang di Ranu Pane dan Makan Malam Rawon Nguling 23 Juni 2013

06.00 – 09.00 Fun Bike KAGAMANCAL
Yang Mau hunting foto disedakan kendaraan bisa ke Suramadu, kota Tua , kenjeran de el el

11.00 – selesai Gathering bersama Kagama Jatim di Ciputra Park

*) Breakfast di Bekizar Hotel dan makan siang di Gathering

Biaya selama tour start dari Surabaya sampai Surabaya lagi :

Harga Tour :

Jazz Gunung, Bromo Adventure, Ranu Pane Adventure, Surabaya City Tour
Rp. 1.300.000

meliputi : jeep tour di bromo dan Ranu Pane
Makan 7 x dan 2 x snack
Asuransi
Transport Surabaya – Bromo – Surabaya by ELF
tiket jazz gunung hari 1
tour leader
medis

pendaftaran dibuka untuk Kuota 50 orang

Gunung Merapi bukan Bromo

Gunung Merapi bukan Bromo

Pada tanggal ini diperkirakan suhu udara di bawah 10C, mohon agar diperhatikan tips di bawah ini.

Tips selama tour, sebaiknya membawa :
1. Baju hangat dobel, sebelum memakai jaket
2. Jaket tebal yang hangat
3. Sarung tangan tebal, kaos kaki tebal,
4. Sepatu untuk trekking
5. Topi (penutup kepala dan telinga), Syal
6. Masker/penutup hidung
7. Sunblock, Kacamata
8. Senter
9. Baterai dan memory card cadangan, tripod (camera)
10. Baterai, powerbank, jack T (HP)
11. Obat-obatan pribadi
12. Makanan camilan
13. Uang cash (jauh dari ATM)

Teman-teman yang sudah terdaftar, antara lain adalah sebagai berikut :

Lestari Octavia dan suami
Wahyu Lestari
Rudy Umbara
Adam Ramadhan
Iving A Chevny 
Utty Damayanti
Amie
Hasannudin M Kholil
Tri Handayani
Aji Erlangga Martawireja
Heni H.Yusuf
Hendri Bundrawan
Iwan J Prasetyo
Nur Sidiq
Novetra Senja Tirama
Budhi (Wei Carol)
Gusti Rizal Hasan
Sandhya Yuddha
Affiq Malik Azhar, 10th
Ratih dan Destina

Mereka kelihatannya akan datang bersama pasukan masing-masing. Maklum biaya acara ini sangat murah, sedangkan acaranya dijamin pasti penuh dengan canda tawa dan situasi yang selalu heroik :-) . Kalau saja tidak ada pasar Kangen Jogja, akupun pasti mancal ke Surabaya. maklum sudah pingin kumpul lagi dengan teman-teman yang selalu penuh ceria.

Pasar Kangen Jogja diselenggarakan oleh TBY mulai tanggal 19 – 24 Juni 2013.  Tgl. 19 Juli 2013, Pukul : 16.00 (Pembukaan), Pukul :16.05 (Sambutan / Kata Pengantar), Pukul : 16.15 (Sambutan Sekaligus Pembukaan), Pukul : 16.30 – 17.30 (Pergelaran Kesenian), Pukul : 19.00 (Pergelaran Kethoprak “Budoyo Manunggal” Sleman. Akan ada stand Mie Sehati di acara ini, sehingga tidak mungkin untuk tidak ditungguin, karena akan banyak teman-teman yang mampir ke stand Mie Sehati.

Taman Budaya Jogja

Taman Budaya Jogja

Kenang-kenangan dari Senyum Community

Senyum Community

Sebagai pengagum kegiatan Senyum Community, aku tentu merasa tersanjung ketika diundang untuk menghadiri acara mereka dalam format “Senyum Youth Camp”  (SYC), yaitu sebuah Program Pelatihan Pengembangan Diri. Acara ini diadakan selama 2 hari 1 malam, dengan tujuan memediasi para peserta camp (anak-anak yatim/piatu dan dhuafa) untuk belajar mengenal lingkungan dan orang – orang baru sebagai bekal sebelum mereka terjun ke masyarakat.

Dalam acara ini diselipkan juga sesi pengembangan potensi diri melalui pelatihan indoor dan Outbond. Aku kebagian sharing indoor, tentang bagaimana menulis dengan menggunakan otak kanan dan kiri. Hujan yang turun begitu deras membuat aku melupakan untuk mendatangi acara dengan menggunakan sepeda motor.  Aku naik taksi dan ketika pulang diantar oleh panitia yang baik hati ke Amplaz (Ambarukmo Plaza). Alhamdulillah, sepanjang jalan kulihat beberapa sepeda motor harus dituntun karena tingginya air di jalan raya.

Menulis dengan otak kanan dan kiri

Menulis dengan otak kanan dan kiri

Acara sharing yang kulakukan membuatku beberapa kali terhenyak. Henyakan pertama adalah peserta sharing yang puluhan orang dengan cowok hanya 3 (tiga) orang. Pada kemana penghuni panti yang cowok kok yang hadir didominasi oleh para cewek?

“Mereka tidak mendapat ijin menginap”, kata salah satu panitia dan aku kembali terhenyak. Kenapa yang cowok tidak diijinkan menginap tapi cewek sebanyak ioni malah diijinkan menginap?

Henyakan selanjutnya adalah kemampuan mereka menyerap apa yang kusampaikan ternyata sangat baik. Padahal mereka tidak begitu kenal dengan dunia online tetapi ternyata cukup memahami apa yang kusampaikan.

“Adakah di antara peserta ini yang pernah menulis blog atau kenal dengan blog?”

Asyik memperhatikan pembicara

Asyik memperhatikan pembicara

Hanya ada satu orang yang menjawab kenal dengan dunia blogger, bahkan menguasai juga teknik dasar SEO dan teknik dasar ngeblog (menulis blog) lainnya. Sepanjang acara mereka sangat antusias menerima apa yang kusampaikan. Hingga akhirnya ketika sampai pada latihan membuktikan bagaimana caranya menulis dengan otak kanan, mereka langsung menunjukkan kemampuan otak kanan mereka. Dengan sangat antusias mereka menuliskan sebuah cerita dalam waktu 15 (lima belas) menit saja.

Tentang bagaimana menulis dengan otak kanan aku sudah menuliskannya di blog ini, judulnya “Memulai menulis Blog“, sedangkan menulis dengan otak kiri adalah kelanjutan dari menulis dengan otak kanan. Fungsi otak kiri adalah memeriksa kembali hasil tulisan kita yang tadinya kita tulis secara acak, tidak terstruktur, melompat-lompat dan bisa jadi tidak enak ketika dibaca. Dengan otak kiri, maka tulisan hasil dari otak kanan akan disempurnakan, sehingga menjadi urut, mudah dicerna serta menjadi bacaan yang enak dan perlu.

Komunitas Senyum, Senyum Community, patut diberi penghargaan khusus mengingat mereka yang anggotanya masih muda-muda ternyata sudah mempunyai pola pikir yang begitu jauh. Tidak banyak anak muda yang mau berkecimpung dalam kegiatan semacam ini. Dunia anak muda adalah dunia hura-hura, tetapi dunia anak muda yang tergabung dalam Senyum Community ini sungguh layak diapresiasi. Mereka berjalan dari panti asuhan yang satu ke panti asuhan yang lainnya untuk berbagi solusi tentang apa saja yang bisa mereka kerjakan.

Bantuan ke pihak panti, tidak berhenti hanya pada semangat memberi solusi, tetapi mereka memberikan bukti kesetiakawanan mereka dengan mencari dana untuk dapat disalurkan pada kegiatan safari panti asuhan ini.

Senyum Community memang OYE !:-)

Senyum Community memang OYE !:-)

Pada FaceBook mereka, bisa kita baca kalimat ini : “Mengapa diberi nama “Senyum”? Senyum yang tulus dapat mengubah dunia. Kita dapat mlakukan perubahan/hal baik bagi orang lain cukup dengan senyuman” Sebuah senyum dipastikan akan membuat wajah kita santai sejenak, beberapa ratus otot di wajah kita akan mengalami pelemasan dan tidak menjadi tegang terus. Inilah yang membuat orang yang tersenyum menjadi lebih menarik.

Dalam agama Islam, maka senyum adalah bentuk sedekah yang paling mudah. Begitulah yang namanya senyum, membuat wajah yang seangker apapun menjadi ramah dalam sekejab. Itu sebabnya silahkan ikut Senyum Community, baik yang offline ataupun online. Salam sehati dari sepasang hati yang tak terpisahkan (wah malah sok puitis:-).

Kenang-kenangan dari Senyum Community

Kenang-kenangan dari Senyum Community

 

 

Giant Via_2_W

Memilih Sepeda Wanita

Memilih sepeda wanita ternyata tidak gampang. Maklum, model sepeda untuk Wanita ternyata sangat terbatas. Setelah tanya sana-sini dan belum juga puas, akhirnya berselancar di internet dan tanya ke mbah Gugel. Semakin lama mencari di internet, hasilnya bukan semakin mudah memilih, tetapi justru makin sulit menentukan sepeda wanita yang paling pas. Banyak sekali model sepeda yang terpampang dari berbagai situs. Akhirnya kupersempit pada merk tertentu saja dan inilah beberapa hasil yang kusortir dari hasil pencarian sepeda wanita.

Dari situs Roda Link :

Polygon SIERRA DELUXE 3 (2013 Series)

Price :
Rp. 3.575.000

MODEL NAME SIERRA DELUXE 3
MODEL CATEGORY CITYBIKE 700C-SHIMANO NEXUS INTER3
SIZE 43
COLOR WHITE
FRAME 700C ALUTECH FRAME W/PRESSFIT HEAD SET
FORK 700C ALUTECH FORK W/ INTEGERATED CROWN
REAR SHOCK NIL
   
HANDLEBAR ALLOY
STEM TRANZ-X ALLOY STEM
HEADSET CAGED BALL BEARING
SADDLE SELLE ROYAL RIO PLUS
SEATPOST TRANZ-X ALLOY SEATPOST
CRANKSET PROWHEEL 3/32”X38T 170MM
PEDAL ALLOY PEDAL
BOTTOM BRACKET CATRIDGE BEARING BB
CHAIN KMC Z-610RB
CASSETTE SPROCKET SHIMANO ASMGEAR16SP 1SP
FRONT DERAILLEUR NIL
REAR DERAILLEUR NIL
SHIFTING LEVER SHIMANO SL3S-41
BRAKE LEVER TEKTRO
FRONT BRAKE TEKTRO V-BRAKE
REAR BRAKE TEKTRO V-BRAKE
ROTOR -
   
TYRE SCHWALBE CITIZEN 700X40C
RIM RIGIDA DOUBLE WALL
SPOKES STAINLESS STEEL
FRONT HUB SHIMANO DYNAMO HUB ADH2N35DS
REAR HUB SHIMANO SG3R40 W/ROLLER BRAKE
WHEELSET NIL

Dari Situs Giant

Giant Via_2_W

Giant Via_2_W

FRAME

Sizes XS, S, M
Colors Light Green/White
Frame 4130 Butted Chromoly
Fork 4130 Butted Chromoly
Shock N/A

COMPONENTS

Handlebar Alloy, Mid Rise and Sweep, 25.4
Stem Alloy Quill
Seatpost Alloy, 27.2
Saddle Via, SuperSoft Foam
Pedals Nylon/Anti-Slip Comfort Platform

DRIVETRAIN

Shifters SRAM X4
Front Derailleur N/A
Rear Derailleur SRAM X4
Brakes Alloy, Dual Pivot
Brake Levers Alloy, 3-Finger
Cassette SRAM PG820 11×32, 8-Speed
Chain KMC Z72, Nickel Plated
Crankset Alloy 3-Piece, 44T
Bottom Bracket Sealed Cartridge

WHEELS

Rims GX-02 Giant Alloy, Double Wall
Hubs Alloy Sealed, 32h
Spokes Stainless Steel
Tires Giant SR-3 AC 700×32

Sayang harga sepeda merk Giant ini belum ketemu.

Beberapa sepeda wanita dari merk lain terlihat masih sangat maskulin, sehingga susah membedakan sepeda wanita dan sepeda pria kalau hanya dari ujud luarnya saja. Bagi beberapa temanku malah tidak mempersoalkan antara sepeda wanita dan sepeda pria, mereka menganggap dua sepeda itu sama saja. Sama-sama bisa menghasilkan keringat dan kesehatan.

Jadi saat diminta untuk mempersiapkan sepeda bagi seorang ibu yang tidak kukenal, maka aku harus banyak mencari informasi. Jika ibu tersebut sama dengan teman-teman wanitaku yang hobi bersepeda, maka sepeda apapun tidak akan jadi masalah. Yang penting rodanya bulat, ada remnya dan ada sadelnya. Akan tetapi kalau ibu tersebut jarang bersepeda dan menganggap yang namanya sepeda wanita adalah sepeda yang memakai keranjang di depan, maka pilihan bisa jatuh ke sepeda Polygon Sierra White Blue.

Polygon Sierra White Blue

Polygon Sierra merupakan urban city bike dengan frame Hi-Ten CTB. Sepeda Polygon ini menggunakan fork Hi-Ten, Shimano Tourney 6SP, serta Alloy V-Brake. Sierra cocok digunakan untuk orang dengan tinggi badan 160 – 175 cm. Harganya standard 1.450.000.

JAdi pilihan bisa menjadi nyaman kalau kita tahu siap yang akan memakai sepeda ini dan bagaimana dia berpendapat tentang sepeda. Kalau pengetahuan kita buta terhadap sepeda apa yang dia inginkan, maka pilihan akan sepeda Polygon Sierra ini bisa jadi merupakan pilihan yang tepat.

Semoga.

Gowes Minggu 12 Mei 2013

Gowes Guyub 12 Mei 2013

Memilih Rute Gowes dari beberapa komunitas yang aku tahu ternyata berbeda-beda. Ada yang sejak lama sudah ditetapkan rute yang akan ditempuh pada hari yang sudah jauh hari disepakati. Ada juga yang penentuan rute dilakukan tepat saat mau berangkat gowes. Saat pak Menteri PU, Pak Djoko Kirmanto, dijadwalkan untuk mengikuti acara gowes pagi di UGM Jogjakarta, maka bagian penanggung jawab rute gowes sudah melakukan gambaran kasar rute yang akan diambil.

“Dari Kampus Teknik Sipil UGM, langsung menuju ring road utara dan kemudian berbelok ke kiri, lewat Jalan Kabupaten mengarah ke selatan. Rute akan memotong jalan Godean dan terus lurus ke selatan dan memotong rel kereta api sambil melewati perkampungan di sekitar jalan Wates. Setelah sampai di jalan Wates langsung belok kiri ke arah timur dan istirahat di warung Soto Kadipiro Asli lor dalan (utara jalan). Perjalanan bisa dilanjutkan ke kampus atau langsung naik mobil menuju ke Bandara Adi Sucipto”

Itulah rute awal yang diputuskan, sebelum akhirnya muncul alternatif rute baru yang lebih pendek dan lebih banyak melewati jalan raya.

“Dari Kampus Sipil UGM, menuju ke arah barat dan foto bersama di STM Jetis (mantan sekolah Teknik Sipil), lanjut ke arah barat menuju jalan Magelang, belok kiri ke arah selatan menuju ke laboratorium pengairan (jaman dulu) dekat Samsat (saat ini). Belok kiri menuju arah stasiun Tugu (lewat Kopi Jhoss) dan lanjut terus ke arah SMA Negeri 3 Kridosono. Etape terakhir adalah menuju ke arah kampus kembali”

Membaca rute ini, aku langsung sadar bahwa untuk rombongan menteri memang sebaiknya lewat jalan raya dengan dipandu oleh petugas yang berwenang. Dengan demikian waktu tempuh akan menjadi lebih pasti dan perjalanan gowes lebih bisa dinikmati karena harus mengejar pesawat pagi itu juga ke Jakarta.

Specialized M5 S-Works

Specialized M5 S-Works layak tidak untuk sepeda menteri ?

Kalau melihat kemampuan pak menteri PU, Djoko Kirmanto, yang sangat bertenaga dalam mengayuh sepedanya, maka rute ini terasa sangat pendek. Diperkirakan dengan kecepatan yang pernah kulihat saat gowes guyub di Jakarta, maka tidak sampai 30 menit rute ini akan dilahap oleh pak Djoko Kirmanto.

“Masalahnya bukan kemampuan pak Menteri dab”

“Terus kemampuan siapa?”

“Pak Menteri sengaja mengajak bu menteri untuk merasakan keguyuban komunitas sepeda S3Gama di Jogja

“Woladalah, kalau begitu ya setuju dab. Jangan jauh-jauh yang penting guyub dan bisa foto narsis bersama pak Menteri”

“Nah kalau sudah jelas, segera siapkan sepeda untuk pak menteri dan pengawalnya ya dab”

“Beres dab. Ada banyak sepeda di kampus kok”

“Wah jangan sepeda kampus. Sepeda yang kita yakin kondisi dan kinerjanya memadai saja, jadi tidak ada keraguan saat mengawal rombongan gowes ini”

“Kalau sepeda kampus kita kurang yakin, maka yang palimng yakin ya pinjam sepedamu saja. Kujamin pasti sesuai harapan kita”

“Oke, pak Menteri pakai sepedaku, bu menteri tolong pilihkan sepeda yang memadai ya”

Sebenarnya sepeda yang paling cocok untuk bu menteri adalah sepeda milik pak Helmi yang baru. Bermerk Gazelle sepeda itu mirip sepeda jengki jaman dulu. Bahkan kalau pak Menteri bersedia, akan lebih baik bila dipinjamkan sepeda Gazelle milik pak Helmi satunya, yaitu sepeda yang model sepeda Unta. Masalahnya, perlu usaha khusus untuk menghubungi pak Helmi yang luar biasa eksibukannya (maklum ghelarnya saja lebih dari delapan buah, mulai dari tukang insinyur, sampai ahli hukum).

Gowes Minggu 12 Mei 2013

Gowes Minggu 12 Mei 2013

Sepeda bekas yang kubeli dari komunitas sepeda

Memilih Sepeda

Memilih Sepeda itu gampang-gampang susah, artinya gampangnya dua kali dan susahnya sekali. Gampang karena langsung bisa dilihat dan dirasakan kemudian dibeli. Susah karena kadang harga yang mahal tidak menjamin sepeda yang kita pakai jadi nyaman. Contohnya sepeda Cervelo yang kunaiki di Bali saat S3Gama tour ke Bali bulan lalu. Sepeda itu sangat mahal bagiku, nilainya sampai puluhan juta, tetapi punya kelemahan (bagiku), yaitu harus dikendarai dengan kencang dan tidak pas kalau dipakai untuk sepeda santai (fun bike).

Kalau tidak hati-hati, sepeda jalanan aspal (road bike) juga bahaya saat dipakai untuk berbelok. Roda depan bisa terkena kaki sendiri, beda dengan sepeda MTB atau Hybrid yang roda depannya tidak akan mengenai kaki ketika berbelok.

Untuk memilih sepeda, maka ada beberapa kriteria yang harus ditetapkan dulu. Kecuali kalau kita kaya raya dan bisa membeli sepeda lebih dari satu, dengan harga mahal, maka kriteria jadi tidak begitu menjadi prioritas.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih sepeda, sebenarnya bisa disingkat menjadi sebuah pertanyaan; “Paling sering kita sepedaan kemana atau dimana?”

1. Sering bersepedaan di gunung.

2. Sering bersepedaan di perkotaan, selalu memilih jalan aspal (jalan rata)

3. Sering bersepedaan ke desa-desa, tapi juga sering ke kota-kota.

4. Kadang dalam satu rute sepedaan, lengkap melahap jalanan desa dan jalanan kota.

Komunitas Sepeda by DL S3Gama

Komunitas Sepeda by DL S3Gama

Sepeda gunung.

Para pesepeda yang punya hobi bersepeda di gunung, biasanya sudah sampai tingkat mahir dan tidak perlu diajari lagi cara memilih sepeda. Mereka sudah sangat paham bahwa sepeda gunung perlu sepeda khusus yang disesuaikan dengan kondisi alam (tanjakan, turunan, berbatu-batu, berpasir atau melompati rintangan). Pabrik sepeda sudah mengantisipasi keinginan para pesepeda jenis ini dan merekapun saling berlomba menciptakan sepeda yang paling aman untuk bersepeda di gunung.

Jangan lupa selain memakai sepeda khusus DH (Down hill), peersiapkan juga mental pengendaranya, karena penggemar DH akan mengalami kecepatan penurunan yang ekstrem dan tikungan-tikungan yang juga ekstrem. Biasanya penggemar sepeda DH membawa sepeda mereka ke tempat tinggi dan kemudian baru menaikinya untuk menuruni medan yang dipilih. Ciri sepeda ini berat, kokoh dan tidak nyaman untuk jalan jauh.

Sepeda yang mirip dengan DH adalah FR (Free Ride). Sepeda ini dirancang untuk melakukan lompatan tinggi (drop off) dan tentu tidak cocok dipakai untuk perjalanan dari desa ke desa (cross country). Didisain memakai bahan yang kokoh dan suspensi khusus untuk meredam hentakan sepda yang bisa jadi sangat kuat.

Sepeda gunung yang lazim adalah AM (all mountain). Sepeda ini didisain untuk jalur dari desa ke desa atau Cross Country (XC) dan juga sanggup mengatasi medan Down Hill ringan (light DH). Disain sepeda AM sanggup melintasi alam yang relatif berat (naik/turun, jalanan hutan, jalan berbatu, jalan offroad jarak jauh). Sepeda ini dilengkapi dengan double suspension (depan dan belakang). Biasanya garpu depan (fork) memakai ukuran 140mm-160mm) dan suspensi belakang (rear suspension) sekitar 150mm. Merk Polygon Indonesia biasanya memakai ROCKSHOX MONARCH di belakang dan di depan memakai ROCKSHOX DOMAIN.

Sepeda jenis ini cukup nyaman dikendarai untuk jarak yang jauh.

Komunitas Sepeda by DL S3Gama di Bali

Komunitas Sepeda by DL S3Gama di Bali

Sepeda Kota

Sepeda jenis ini biasanya jarang dijumpai di komunitas sepeda. Biasanya sepeda jenis ini banyak dipakai untuk keperluan sekolah, ke pasar, ke warung atau ke tempat-tempat yang dekat. Cirinya ada keranjang dan ada tempat untuk gonceng di belakang.

Beda dengan sepeda balap yang mempunyai body khusus, meskipun sama-sama dipakai di atas jalan rata/aspal atau rigid pavement. Sepeda balap mempunyai bobot yang ultra ringan, biasanya tidak sampai 10 kg berat  totalnya. Kelemahan sepeda ini, kalau sudah dinaiki biasanya ingin selalu dipacu kencang dan kurang nyaman untuk dipakai bersantai ria.

Sepeda dari desa ke desa

Penggemar Cross Country (XC), biasanya memilih sepeda yang nyaman dipakai untuk jalanan off road sederhana dan tetap nyaman ketika dipakai di jalanan aspal. Sepeda ini tidak didisain untuk melahap turunan ekstrem ala DH atau FR, tetapi mampu melahap turunan atau tanjakan di bukit, seperti juga sepeda AM. Biasanya dikenal dengan nama sepeda Hybrid. Cirinya tetap ada suspensi tetapi ukuran ban lebih kecil dibanding sepeda AM. Karena ukurannya lebih kecil, maka daya cengkeramannya jadi berkurang, tetapi unggul di jalan aspal karena suspensinya lebih keras dibanding AM dan ban juga lebih tipis. Fork (garpu depan) biasanya bisa juga disetel suspensinya, jadi bisa dikunci dan bisa di”release”.

Nah, ternyata memang gampang memilih sepeda.

Sepeda bekas yang kubeli dari komunitas sepeda

Sepeda bekas yang kubeli dari komunitas sepeda

+++

Sumber cerita dari berbagai sumber maupun pengalaman pribadi dan beberapa gambar diambil dari kegiatan S3Gama yang diabadikan oleh Pak Djoko Luknanto. Artike terkait : Tren 2013 Sepeda, Camera dan Ponsel.