nonton seduhan teh

Nikmat Sakit

“Bagaimana seorang yang meringis, mengaduh dan semua makanan terasa pahit dibilang sedang menerima nikmat sakit? Kenapa bukan musibah sakit ?”, tanya Yanto pada Udin.

“Ayo jawab Din”, Khalid ikut menimpali

“Kenapa aku yang njawab? Bukannya mas Khalid bisa menjawabnya?”, jawab Udin tersenyum.

“Gantian donk njawabnya. Ilmunya kan sama-sama dari Pak Dhe”

Pertanyaan itu memang pernah disampaikan ke pak Dhe dan jawaban pak Dhe didengarkan dengan baik oleh Udin, Khalid dan beberapa orang yang kebetulan nongkrong di Pos Ronda saat pak Dhe dapat giliran ronda di kampung.

“Paling tidak sakit itu menunjukkan pada kita perlunya punya rasa empati terhadap mereka yang sedang menderita sakit. Tanpa  merasakan sakit, maka paling banter kita hanya bisa bersimpati saja. Akan sulit berempati kalau kita sendiri tidak pernah merasakan bagaimana rasanay sakit”

“…”

“Kitapun jadi tahu bahwa kita ini hanya manusia biasa yang kalau tidak dirawat dengan baik, bisa jadi sakit. Kalaupun kita sudah merawat dengan baik, tapi lingkungan kita tidak terawat dengan baik hasilnya bisa sama saja. Kita jadi sakit karena kita, karena lingkungan atau karena apa perlu kita pikirkan agar mendapat hikmah dari sakit itu”

“Mas Din, kalau kita sudah menjaga diri kita sendiri dan sudah merawat lingkungan, tapi sakit karena diracun, terus apa pencegahannya?”

“Wah ini sakit karena diracun ya?”

“Ya..”

“Pertama-tama kita harus tetap berbaik sangka dan cermat mencari penyebab mengapa kita diracun. Biasanya polisi sangat ahli pada bidang tugas ini, jadi kita serahkan soal ini pada mereka, pada ahlinya dan jangan kita berburuk sangka tanpa dasar yang jelas. Ke dua, mulai sekarang kita makin selektif memilih teman. Bergaulah dengan orang-orang yang lebih alim dari kita, minimal menjauhkan diri dari kelompok yang tidak diridloi Allah swt”

“Itu menjamin kita tidak diracun lagi mas Din?”

“Wah ini kok malah jadi cerita detektif ya? Kita kan mau bercerita nikmatnya sakit kan mas Yanto?”

“Lha itu tadi mas Din. Dimana nikmatnya sakit karena diracun. kalau saya sudah langsung sikat saja yang memberi racun!”

“Hahahaha…. Soal tindakan terhadap pemberi racun biarlah hukum yang menanganinya saja mas Yanto. Kita bahas masalah nikmat sakit saja”

“Hahahaha…. iya deh mas”

Udin ingat beberapa minggu lalu memang ada sebuah sekolah yang muridnya terkena racun bersama-sama, sehingga Yanto masih geram karena anaknya ikut menjadi korban. Namuin berkat adanya peristiwa itu, maka para penjual di sekolah itu jadi makin hati-hati berjualan makanan dan sebagian besar siswa jadi lebih suka membawa makanan dari rumah daripada membeli makan di warung pinggir jalan.

“Sakit juga membuat kita tahu ada bagian diri kita yang tidak kita perhatikan dengan baik. Kita kadang lupa bersyukur punya tangan dan kaki yang lengkap sempurna dan kurang menghargai hal itu. Saat kita sakit di kaki atau tangan, maka kita sering disadarkan bahwa kita sering tidak merawat badan kita dengan baik”

“Mas Din, minggu lalu ada artis yang merawat tubuhnya malah keracunan, gimana lagi itu?”

“Hahahaha…. itu artis memang pingin cantik, langsing, montok tapi dengan cara yang tidak benar, akibatnya malah keracunan”

“Terus apa artis itu juga mendapat nikmat dari sakitnya?”

“Ya benar. Artis itu akan mendapat hikmah dari sakitnya. Dia jadi sadar bahwa merawat tubuh dengan tidak benar akan menyebabkan gangguan di tubuhnya. Menikmati tubuh yang diberikan Allah tidak perlu dengan cara yang aneh-aneh. Cukup makan di kala lapar, dan berhenti makan sebelum kenyang. Mengkonsumsi makanan yang bergizi jangan makanan sampah, olah raga secukupnya, jangan berlebihan. Itu sudah cukup membuat badan jadi menarik dan sehat”

“4 sehat 5 sempurna!”

Yuk kita nikmati hidup ini di kala sakit maupun sehat. Bersyukur ketika sehat dan tetap bersyukur ketika mendapat nikmat sakit.

Cervelo seberat kurang dari 10 kg

Cervelo seberat kurang dari 10 kg

+++

Buat mbak Haslita Nisa dan Mas Lilo, semoga sakit di minggu ini membuat bisa merasakan nikmatnya sakit dan mendapat hikmah dariNya Amin. Jadi ingat ketika ibunda tersayang sakit dan akhirnya meninggalkan aku. Sementara aku masih belum banyak membalas kasih sayang beliau. Semoga Ibunda dan Ayahnda diberi tempat yang baik di sisi Allah swt. Amin.

Siluet Sanur Bali

Master Arem-arem

“Mas Eko ada dua master dalam perjalanan Jogja Bali. Yang satu Master Cerita lucu dan satunya master arem-arem yaitu bu Eko”. ucap pak Njoto ketika menyalamiku di resto, saat makan malam di Bali.

Aku tentu saja bingung dengan sambutan seperti ini. Tidak biasanya pak Njoto bicara menggebu-gebu seperti ini. Panggilan master arem-arem ini kembali muncul dalam perjalanan dari resto Ayam Betutu ke hotel tempat kita menginap. Kali ii pak Djoko Luknanto yang menyampaikannya, saat mengucapkan sambutan mewakili rombongan Jogja pada rombongan Jakarta.

Perkenalan di BUS Jogja Bali

Perkenalan di BUS Jogja Bali

Istriku tentu tersipu-sipu mendengar sebutan itu. Semua itu gara-gara saat perkenalan di bus istriku tidak hanya bercerita tetapi juga membagikan arem-arem yang masih hangat pada semua peserta gowes Bali di bus itu. Tidak tanggung-tanggung, ada juga martabak dan lemper eksport dari Jogja yang sudah terkenal citra rasanya. Perjalanan selama 30 jam, Jogja-Bali, jadi penuh dengan canda tawa. Bahkan ketika para penjemput sudah kecapekan menunggu, mereka masih terlihat segar ketika turun dari bus dan harus berjalan kaki menuju resto karena penuhnya parkir di sekitar resto.

Hari pertama gowes Bali

Hari pertama gowes Bali

Acara gowes hari pertamapun tidak sesuai rencana. Yang tadinya akan diikuti oleh seluruh peserta ternyata hanya bisa diikuti oleh rombongan dari Jakarta plus rombongan dari Jogja yang naik pesawat. Untung ada beberapa sepeda yang disiapkan panitia, sehingga mereka yang sepedanya masih di atas truk dan masih dalam perjalanan dari Jogja ke Bali bisa memakai sepeda panitia dulu.

Paginya acara gowes secara resmi dimulai dan diikuti semua peserta. Pagi itu juga aku baru ngeh tentang sebutan Master Arem-arem, karena semalam sudah diceritain sama istri tentang asal muasal julukan itu. Malam yang indah di Bali, berdua sama istri nginap di pinggir pantai dan bisa menikmati terbitnya matahari pagi di depan kamar.

Peserta #Gowes Bali Narsis berjamaah

Peserta #Gowes Bali Narsis berjamaah

Perjalanan ternyata tidak semulus yang diperkirakan. Banyak peserta yang gugur di tanjakan pertama arah GWK dari Sanur. Tentu yang menyerah pertama kali adalah kaum ibu-ibu yang tidak terbiasa dengan rute menanjak seperti ini. Akibatnya menular ke bapak-bapak yang jadi ikutan manja dan naik bus menuju GWK.

Sempat narsis berjamaah di GWK, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Dream land. Pantai yang sangat panas dan begitu terbuka. Tidak ada kendaraan yang boleh parkir di dekat pantai, semuanya parkir di tempat yang jauh dari pantai. Bagi yang ingin duduk-duduk di tepi pantai dipersilahkan memilih kursi yang masih kosong. Sebentar duduk, maka pasti sudah ada yang menghampiri untuk menawarkan pijatan ala cewek Bali.

Bagi yang ingin berteduh di warung harus rela membayar biaya minuman sebagai karcis masuk ke warung tersebut. Pak Njoto langsung memilih tempat yang paling nyaman dan langsung pijat untuk melemaskan otot yang tegang selama di perjalanan. Inilah satu-satunya peserta yang menaiki sepeda onthel bukan sepeda biasa yang punya persneling.

Saat kita tinggalkan lokasi pantai Dream land yang panas ini, justru semakin ramai oleh wisatawan dari manca negara. Mereka rupanya sengaja memilih pantai yang panas agar kulit mereka terbakar. Beda dengan wisatawan domestik yang memilih berteduh ketika panas mulai menyengat.

Jam makan siang, para peserta langsung menyantapnya di bus  ataupun di Benoa bagi yang terus naik sepeda. Selepas Benoa, hampir semua peserta kembali naik sepeda menuju Kuta dan kemudian malam hari mereka masuk ke hotel.

Total sekitar 85 km ditempuh dalam rute hari Minggu ini. Ada yang ikut full semua rute dan ada juga yang ikut sebagian rute. Sesampainyha di hotel aku langsung menuju kolam renang untuk membuat badan menjadi lebih segar, meskipun lebih capek. Malamnya kitapun bercengkerama bebas mensyukuri nikmat Tuhan di warung Ayam Betutu. Perjalanan yang sangat manis dan perlu diulang lagi entah tahun berapa.

Salam sehati.

Cervelo seberat kurang dari 10 kg

Cervelo seberat kurang dari 10 kg

Siluet Sanur Bali

Siluet Sanur Bali

Whistleblower atau ..... ?

Whistle Blower

“Din, Whistle blower itu apaan sih?”

“Hmmmm….. kenapa mas Khalid nanya itu?”

“Kok sekarang sering terdengar istilah itu. Dulu juga sering denger, tapi makin hari kok makin sering denger”

“Bukannya sekarang sedang demam berita seputar Anazz?”

“Hahahaha… tahu aja mas Din ini. Dibahas ya sama pak Dhe tadi malam?”

“Nggak kok, kita bahas serunya pilkada di Jawa Barat”

“Trus apa artinya whistle blower Din?”

“Peniup peluit kan?”

“Hahahaha.. jangan becanda mas Din, ini serius. Peniup peluit itu kan wasit bola mas”

“Ya contohnya menpora lama kita mas. Dia diharapkan jadi whistle blower untuk mengungkapkan siapa saja yang telah ikut andil dalam korupsi proyek Hambalang Sandal”

“Iya aku sudah paham kalau itu mas Din, tapi arti sebenarnya itu apa?”

“Mas Khalid lihat saja di wikipedia”

“Wah aku kok gak percaya sama Wikipedia mas. Kadang ngawur isinya”

“Untuk yang ini wikipedia tidak ngawur kok mas. Baca saja sendiri”, kata Udin sambil menyodorkan tablet yang looklike iPad.

“Hmmm… Pengungkap aib adalah istilah bagi karyawan, mantan karyawan atau pekerja, anggota dari suatu institusi atau organisasi yang melaporkan suatu tindakan yang dianggap melanggar ketentuan kepada pihak yang berwenang. Secara umum segala tindakan yang melanggar ketentuan berarti melanggar hukum, aturan dan persyaratan yang menjadi ancaman pihak publik atau kepentingan publik. Termasuk di dalamnya korupsi, pelanggaran atas keselamatan kerja, dan masih banyak lagi. Bener ya ini mas Din?”

“Menurutku sih bener tuh”

Khalid terus membaca sambil sesekali terlihat berpikir dan tersenyum sendiri.

“Kok senyum-senyum sendiri mas?”

“Kalau di pabrik dibuat kotak pengaduan, mungkin bagus juga ya untuk kinerja kita. Para pekerja akan berhati-hati dalam bekerja dan tidak ada yang berani korupsi, karena takut diadukan lewat kotak pengaduan”

“Bagus idenya mas, tapi ingat budaya kita masih belum mendukung”

“Jangan jadi alasan mas. Kalau tidak kita mulai sekarang kapan kita siap? Makin lama dimulai makin malas untuk memulai. Sama seperti calon pengusaha yang hanya menghabiskan waktunya untuk berpikir tapi lupa action”

“Hahahaha… itu sih NATO, No Action Talk Only!”

“Kayaknya bisa kita terapkan di pabrik mas. Kita contoh saja kriteria pengaduan dari KPK. Yang bisa diusut hanay yang memenuhi kriteria pengaduan, sehingga tidak semua pengaduan diusut. Takutnya malah ngurusi gosip yang digosok semakin sip”

“Apa itu kriteria pengaduan KPK?”

“Ini nih…

Kriteria Pengaduan

1. Memenuhi ketentuan Pasal 11 UU RI No. 30 Tahun 2002.

a. melibatkan aparat penegak hukum, penyelenggara negara, dan orang lain yang ada kaitannya dengan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh aparat penegak hukum atau penyelenggara negara;
b. mendapat perhatian yang meresahkan masyarakat; dan/atau
c. menyangkut kerugian negara paling sedikit Rp. 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah).

2. Menjelaskan siapa, melakukan apa, kapan, di mana, mengapa dan bagaimana.
3. Dilengkapi dengan bukti permulaan (data, dokumen, gambar dan rekaman) yang mendukung/menjelaskan adanya TPK.
4. Diharapkan dilengkapi dengan data sumber informasi untuk pendalaman.

Bagus kan Din?”

“Ya sudah mas. Dibicarakan saja sama pak Anton. Dia kan pemikir ulung juga”

“Tak doakan banyak whistle blower yang membuat Indonesia makin bersih”

“Amin”

Whistleblower atau ..... ?

Whistleblower atau ….. ?

+++

Gambar dari Republika

Logo Anti Miras Pria

Anti Miras

“Din, masih ingat cerita pak Dhe tentang kisah hikmah yang berhubungan dengan anti miras?”

“Maksudmu kisah pemuda yang sangat religius dan menolak diajak berzina, menolak diajak membunuh anak-anak tapi akhirnya karena minum miras, maka dia melakukan semu aperbuatan yang ditolaknya itu?”

“Ya benar itu Din. Si pemuda itu dipaksa untuk memilih antara berzina dengan cewek cantik, membunuh anak-anak atau meminum miras dan akhirnya dia memilih meminum miras. Apa benar begitu Din?”

“Nah itu udah tahu bang”

“Ingin memastikan saja Din, takut salah cerita, nanti diketawain penonton. Hehehehe….”

“Memang mau ceramah dimana? Di kelurahan lagi?”

“Ah itu masalah lain Din, ini ceramah di kecamatan bersama ibu-ibu penggiat PKK di kecamatan kita”

“Ooo… masih ada ya kegiatan ibu-ibu PKK?”

“Sebenarnya bukan ibu-ibu PKK sih DIn, ini acara dari posyandu, tapi yang hadir ibu-ibu semua”

“Jadi paling ganteng dong !”

“Hahahaha… terus terakhir Din, kenapa pemuda itu memilih minum miras dibanding melakukan kejahatan berzina dan membunuh?”

“Yah… bagi pemuda itu, minum miras adalah perbuatan dosa paling ringan dibanding berzina dan membunuh”

“Ah ya benar itu Din, aku ingat sekarang. Setelah minum miras dan mabuk, maka pemuda itu berzina dengan si cewek. Dia sudah tidak punya malu lagi untuk melakukan zina. Setelah berzina dia ketakutan kalau anak kecil itu bercerita, maka dibunuhnya anak kecil itu. Begitu kan Din?”

“Yes!”

Udin tersenyum melihat Khalid yang begitu antusias untuk berdiskusi di Kecamatan membahas kekhawatiran para ibu-ibu terhadap bahaya miras yang mulai menyolok diperjual belikan secara bebas pada pembeli yang mayoritas justru anak-anak atau remaja tanggung.

Logo Anti Miras Pria

Logo Anti Miras Pria

“Bang Khalid memang yakin bahwa miras sekarang diperjual belikan dengan bebas?”

“Iya Din, aku baca di internet begitu. Menurutku pasti betul tuh berita di Internet itu”

“Ah berita di internet bis angawur juga lho bang. Memang dimana tuh yang jual miras di kampung kita? Kayaknya warung srempet tidak jual tuh, paling tinggi ya minuman bersoda saja”

“Ah mas Din kan tahu, warung srempet kan punya wak Haji, pasti gak jual miras dong, tapi warung lain silahkan cek sendiri”

“Lalu apa untungnya jualan miras, bukankah itu dilarang ?”

“Masalahnya larangan itu tidak didengar atau tidak dilaksanakan sesuai hukum yang berlaku, jadi penjualnya aman-aman saja dan keuntungan terus mengalir pada mereka”

Bisnis miras mungkin memang bisnis yang menguntungkan buat mereka yang terlibat penjualan barang ini, sehingga biarpun ada gerakan moral anti miras, mereka tetap saja dengan aman dapat berjualan miras dimanapun mereka mau.

Para pejuang gerakan moral anti miras harus ekstra sabar dan terus berjuang untuk menyadarkan masyarakat agar tidak membeli miras apalagi mengkonsumsinya. Bila tidak ada pembeli, maka otomatis pabrik miras akan tutup dan mereka bisa membuka bisnis selain miras. Bisnis halal tentunya.

Logo Anti Miras Wanita

Logo Anti Miras Wanita

Sempat ada pertanyaan mengapa gerakan moral anti miras ini tidak menyerang pabrik miras, tapi lebih fokus ke pengguna miras. Dengan tidak adanya penjual miras, maka otomatis tidak ada pengkonsumsi miras lagi. Begitu kilah mereka.

Sebenarnya masalahnya tidak sesederhana itu. Tidak mudah membuat pemilik pabrik miras menutup usahanya, kalau merek amasih membaui arom akeuntungan di bisnis miras ini. Jadi melakukan tindakan anti miras yang fokus pada para pengguna miras terutama mereka yang masih berusia di bawah 22 tahun akan lebih bermanfaat saat ini.

Jika kegiatan anti miras ini dapat berjalan baik, mungkin akan muncul gerakan lain yang lebih mengarah pada pemilik pabrik miras. Kita doakan saja gerakan anti miras ini terus bergulir, bergema dan membuat para pecandu miras berpikir lebih panjang sebelum membeli miras.

S Miras Barcelona

S Miras Barcelona

 

 

 

Klinik Dahlan Iskan di Pesta Wirausaha 2013

Mendadak acara pesta wirausaha memunculkan suasana berbeda. Itulah acara Klinik Dahlan Iskan di Pesta Wirausaha 2013. Dengan spontanitas yang tinggi Dahlan Iskan mengajak beberapa peserta pesta wirausaha 2013 untuk naik pe pentas dan “curhat” dengan disaksikan ribuan pasang mata dari peserta lainnya.

“Wah ini acaranya bisa sampai subuh kalau harus menjawab pertanyaan sebanyak ini”, seloroh Dahlan Iskan yang disambut tepuk tangan para hadirin.

Klinik Dahlan Iskan di Pesta Wirausaha 2013

Klinik Dahlan Iskan di Pesta Wirausaha 2013

Paparan singkat tentang kondisi Indonesia saat ini, terutama yang berhubungan dengan dunia wira usaha begitu memikat penonton dan begitu singkat, sehingga begitu ada sesi tanya jawab para peserta langsung berlarian ke pentas dan berbaris dengan rapi dibawah komando Dahlan Iskan.

Panitia sendiri tidak mengira kalau Dahlan Iskan akan berbuat seperti ini, sehingga mereka cukup kerepotan membagi tugasnya. Pak Barra, Ketua TDA Bekasi nampak sibuk berkoordinasi demi kelancaran acara ini. Patut diacungi jempol panitia pesta wirausaha kali ini. Dengan cakupan yang lebih luas dan gedung yang lebih lapang, maka banyak peserta yang pulang dengan membawa semangat wirausaha dan euforia ini pasti akan tahan sampai beberapa hari ke depan. Tinggal menjaganya agar terus menyala dan membakar jiwa wirausahawan muda Indonesia.

“Mumpung kalian masih muda, maka mulailah dengan menjadi orang yang benar. Jadilah wira usaha muda yang siap ditipu dan selalu siap bangkit ketika bisnisnya jatuh !”

Klinik Dahlan Iskan di Pesta Wirausaha 2013

Klinik Dahlan Iskan di Pesta Wirausaha 2013

Banyak contoh pebisnis sukses yang sebenarnya sudah kekenyangan terjatuh, tetapi karena sudah punya semangat wirausahawan, maka begitu jatuh langsung belajar untuk tidak jatuh lagi. Dalam dunia bisnis memang berlaku hukum rimba. Siapa kuat maka dia akan jadi pemenang. Komunitas Tangan Di Atas (TDA), sebagai penyelenggaran acara ini ingin menyadarakn semua pebisnis muda maupun tua, untuk tahu betapa kejamnya dunia bisnis dan betapa manisnya dunia bisnis yang dikerjakan dengan semangat berbagi.

Dalam sebuah kicauan di twitter, kubaca tentang ademnya hati para hadirin ketika ustadz Yusuf bercerita tentang sedekah dan ademnya hati dengan bersedekah.

“Cak, aku ngefans karo Dahlan Iskan, kon ngerti ora sebabe ?”, tanya seorang arek Suroboyo padaku.

“………..”

“Dahlan Iskan itu akeh berbagine (banyak berbaginya), jadi ora mung dipek dewe (jadi tidak hanya dimiliki sendiri)”

Bermacam ragam gaya bicara peserta acara pesta wirausaha ini, kadang aku sering tertawa sendiri mengingat beberapa kejadian lucu ketika seorang dengan logat kental daerahnya bercerita di depanku. Mungkin dia heran, kenapa aku bisa tertawa padahal yang diceritakannya tidak lucu-lucu amat.

Aku memang lama di Sumatra atau di Surabaya, pernah juga beberapa bulan tinggal di Malang, Kupang, Dili dan lain-lain, jadi sering ngobrol dengan pendidik asli yang logatnya kental dan biasanya selalu punya cerita lucu khas daerah mereka. Saat aku kembali bertemu dengan logat kental Medan, atau Surabaya yang medhok, maka pikiranku langsung terbang ke daerah pemilik logat itu. Gaya bicara Dahlan Iskan yang ceplas ceplos juga membuatku selalu ingat Surabaya.

“Ada sekitar 130 juta pasar potensial di Indonesia. Mereka bukan orang kaya atau golongan menengah, tetapi mereka adalah orang yang tidak miskin dan punya keinginan untuk membelanjakan uangnya”, papar Dahlan Iskan.

“Tahun lalu saya datang di acara pesta wirausaha semacam ini yang juga diadakan oleh TDA. Waktu itu saya pikir adalah pesta wirausaha terbesar dari TDA, ternyata pesta kali ini jauh lebih besar dan lebih meriah. Luar biasa !”

“Ayo siapa mau bertanya silahkan bertanya. Maksimal lima orang saja. Tolong panitia bantu memilihkan penonton yang ingin bertanya dan dinaikkan ke panggung ini”.

Tidak usah diperintahkan, beberapa orang, lebih dari lima, langsung naik ke panggung dan berebut berfoto dengan Dahlan Iskan. Mereka hanya bertanya sebagai syarat untuk bsi anaik panggung dan berfoto bersama Dahlan Iskan. Yang ditanya juga menjawabnya sangat lugas, karena kalau dijawab panjang lebar acara akan molor lama.

Meski jawaban Dahlan Iskan pendek namun terlihat sangat memuaskan par apenanya dan bisa dipraktekkan oelh para peserta acara.

“Mulai hari ini, jangan dengarkan suara orang lain. Ikuti kata hatimu karena itu yang paling benar. Dengan umur yang masih kepala dua, maka anda sangat mungkin berkembang dengan lebih cepat lagi setelah hari ini. Ingat, kalau kebanyakan mendengarkan nasihat, anda bis abingung sendiri dan malah tidak melakukan ACTION”

Wow, Klinik Dahlan Iskan di Pesta Wirausaha 2013 ini sungguh membuat peserta makin kagum pada Dahlan Iskan dan membuat suasana pesta menjadi semakin meriah. Tak terasa hari ketiga pesta wirausaha sudah  menjelang sore dan penonton sudah mulai bergerak menuju kafilah masing-masing untuk merencanakan kepulangan mereka.

Sampai bertemu lagi di Pesta Wirausaha 2014. Meski mungkin tidak ada lagi Klinik Dahlan Iskan di Pesta Wirausaha, tapi mungkin ada yang lebih baik dari klinik bagus hari ini. Terema kasih pak Dahlan Iskan, salam sehati.

Klinik Dahlan Iskan di Pesta Wirausaha 2013

Klinik Dahlan Iskan di Pesta Wirausaha 2013