Facebook Akurapopo

#Akurapopo

Tentang hashtag #Akurapopo kubaca tulisan kariiz Kaskus Holic secara sekilas di kaskus seperti ini :

+++

“Aku rapopo gan tenang ae .
Ane cuma iseng iseng bikin trit tentang istilah yg lagi booming “AKU RAPOPO”. Mungkin agan agan ada yg bingung dan gak mengerti maksud dari “AKU RAPOPO” . Nah di trit ane cuma mau memberi sedikit penjelasan (cuma sedikit lo gan) tentang “AKU RAPOPO” .

“AKU RAPOPO” merupakan meme asli indonesia yg berasal dari bahasa Jawa yg mempunyai arti “aku tidak apa apa” atau bisa juga “aku baik baik saja”.
Aku rapopo digunakan untuk menggambarkan reaksi seseorang ketika ia mencoba untuk menjadi kuat walaupun sebenarnya ia mengalami musibah atau kenyataan hidup yg cukup pahit.”

+++

“Aku ra popo” memang sebuah kalimat pendek yang sederhana untuk menggambarkan hati yang remuk redam dengan mencoba tetap tegar menghadapi musibah yang terjadi. Memang dalam arti harfiah #akurapopo bisa berarti tidak terjadi apa-apa terhadap dirinya yang sedang jatuh/terjatuh, maksudnya agar kita segera mengerjakan hal-hal yang lainnya dan tidak fokus pada masalah/musibah yang dihadapi.

“Bahasa Jawa memang kaya dengan kalimat yang susah ditebak maknanya bagi saya yang lahir di Siantar mas”, kata kawan baruku yang kebetulan jadi akrab ketika tahu aku cukup lama tinggal di Pulau Sumatera bagian paling utara.

“Anak Medan memang serba terbuka, ceplas ceplos dan mudah mengungkapkan apa yang ada dalam hatinya dibanding orang Jawa mas. Anak Medan langsung menuju sasaran pembicaraan di awal, sedang orang Jawa biasanya inti perkataan ada di akhir pembicaraan atau diulangi lagi di akhir pembicaraan”, kataku menimpali.

“Hahahaha…. benar mas. Anak Medan kalau tidak suka pada sesuatu hal, biasanya langsung disampaikan. Makanan tidak enak? Dia bisa saja langsung mengkritik masakan itu dengan banyak kalimat, meskipun besoknya dia akan datang lagi ke warung yang dia kritik . Beda dengan orang Jawa, tanpa mengkritik, dia langsung tidak datang lagi di warung itu”

Hashtag #Akurapopo memang tidak meledak seperti cetar membahana, sesuatu atau semacam itu, tapi menjadi menarik ketika hashtag ini dilengkapi dengan foto-foto yang membuat kita jadi tersenyum. Ada foto beberapa pasangan muda mudi yang sedang bermesraan dan di sudut gambar terlihat seorang jomblo yang sedang galau berkata #Akurapopo.

Ada juga foto seorang yang menampakkan wajah memelas, tapi tetap mengucapkan hashtag #Akurapopo. Mirip dengan hashtag #SrudukFollow bisa jadi hashtag ini juga akan terus meledak meskipun tidak semua tahu darimana hashtag ini muncul dan apa makna dibalik hashtag ini.

Akun twitter @akurapopo

Akun twitter @akurapopo

Setelah aku searching hashtag ini, ternyata ada juga facebook untuk hashtag #akurapopo dan ternyata ada juga akun twitter @akurapopo dengan pengikut yang sudah cukup banyak. Seperti jargon yang lain, hashtag ini mungkin akan terus meledak dan kemudian menghilang begitu saja. Ingat ciyus miapah, maka mari kita terima hashtag lucu ini sambil menanti apalagi jargon lucu yang muncul kemudian, atau malah anda mau bikin sendiri #hashtag orisinil versi anda?

Facebook Akurapopo

Facebook Akurapopo

Yang tertarik dengan hashtag #AkuRapopo silahkan ngetwit dengan hashtag ini dan ciptakan kalimat yang membuat pembaca (follower) terhibur hatinya. Minimal satu senyuman bisa berarti bagi lingkungan pembaca status kita. Jangan terlalu banyak membuat status yang membuat orang lain tersenyum-senyum, bisa jadi dia nanti dianggap sudah keluar dari dunia nyata.

Salam sehati

+++

Gambar diambil dari facebook #AkuRapopo dan akun twitter @akurapopo

 

 

 

Jaga remaja kita dari bahaya MIRAS

Deklarasi Damai Antimiras di Jogja

“Deklarasi Damai Antimiras di Jogja membuka mata para pengurus GeNAM di Jakarta, bahwa ternyata masyarakat dan aparat pemerintah bisa bersatu, saling bahu membahu dalam kebersamaan yang indah”, begitu kata mas Civic ketika selesai acara deklarasi Damai Antimiras di Kilometer Nol Jogja.

Di kota lain memang deklarasi GeNAM (Gerakan Nasional Antimiras) didukung oleh banyak pihak, tetapi tidak selengkap yang ada di Jogja. Semua pihak ikut berpartisipasi aktif untuk mendukung gerakan kecil ini. Disebut gerakan kecil karena memang gerakan ini hanya dikelola oleh berapa orang saja dan sebagian besar dari mereka bahkan belum pernah melaksanakan event seperti ini, dengan melibatkan banyak orang, banyak instansi dan hampir semua media yang ada di Jopgja.

Baik media audio visual ataupun media cetak, terlihat hadir dalam acara ini. Mungkin press release yang dikeluarkan oleh panitia acara ini mereka anggap menarik untuk diliput, sehingga merekapun berbondong-bondong datang di acara ini.

Yang menarik adalah adanya BAND dari POLRI yang ikut memeriahkan acara Anti Miras (Minuman Keras) ini. Mereka bukan artis yang berpakain polisi, tetapi Polisi yang bisa bernyanyi seperti layaknya artis papan atas. Sound system yang mereka bawa juga cukup memadai untuk membuat penonton yang membanjiri simpang empat Kilometer Nol terpuaskan.

Band Polri di KM Nol 23 Pebr

Band Polri di KM Nol 23 Pebr

Ada juga band lain yang ikut memeriahkan acara ini dan mereka tampil demi memeriahkan acara deklarasi Genam Jogja tanpa melihat apakah mereka mendapat imbalan yang memadai dari panitia. Mereka mengedepankan meriahnya acara dan bukan apa yang mereka dapat dari tampilnya mereka.

Sosialisasi ini juga dihadiri oleh banyak anak-anak remaja, karena memang komunitas Genam ini mempunyai sasaran pada para remaja yang masih berumur di bawah 21 tahun. Saat ini kita baru “ngeh”, bahwa ternyata miras dijual bebas di mini market yang menjamur di negara kita. Tak perlu menunjukkan ID Card (KTP misalnya) dan mereka sudah bisa membawa pulang sebotol atau beberapa botol miras dari mini market.

Jaga remaja kita dari bahaya MIRAS

Jaga remaja kita dari bahaya MIRAS

Hanya dengan membawa uang yang cukup, maka mereka bisa keluar dari mini market dengan miras di tangan. Mereka bebas mengkonsumsi miras, kapanpun, dimanapun dan tak ada sangsi buat mereka. Inilah yang memprihatinkan kita semua dan inilah yang membuat mas Civic, wakil Ketua Umum Genam Jakarta (Pusat) memunculkan istilah 4P. Pemabuk, Pembeli, Penjual dan Pembuat.

“Mari kita persempit ruang gerak 4 P ini, tapi bukan dengan jalan kekerasan. Kita sadarkan masyarakat, bahwa miras itu jelas merusak generasi muda kita. Biarkan masyarakat menjadi bertambah cerdas dan mereka sanggup bersatu untuk melawan miras”

“Kita ini hanya beberapa orang saja, tapi kalau kita mampu menyadarkan masyarakat untuk melihat bahaya dari Miras, maka kekuatan perlawanan terhadap miras akan sangat besar”

“Mari kita contoh pesepak bola yang baru saja menerima penghargaan sebagai pesepak bola terbaik. Dia dengan yakin menolak miras dan dia dengan rutin memberikan darahnya untuk dibagikan ke mereka yang membutuhkan. Bahkan kabarnya dia juga menolak tubuhnya untuk ditato”

“Ada juga contoh lain di dunia bola. Frank Ribery Bayern Munchen dengan tegas menolak memegang miras ketika sesi foto bersama. Memegang saja tidak mau apalagi meminumnya”

Band Polri di KM Nol 23 Pebr

Band Polri di KM Nol 23 Pebr

Acara deklarasi Anti Miras ini nyaris gagal karena, entah karena apa, mendadak acara Car Free Day ditiadakan pada hari Minggu 23 Pebruari 2014. Panggung yang swedianya diletakkan di tengah jalan dio Kilometer Nol akhirnya digeser di pos polisi yang ada di pojok selatan sempang empat KM Nol. Untung yang bermain BAND adalah dari anggota POLRI, sehingga proses pemakaian listrik dan tetek bengeknya tidak ada masalah sedikitpun.

Meski Sri Sultan Hamengku Buwono X tidak bisa hadir dalam acara ini dan mewakilkan pada wakilnya, tapi kedatangan mantan Walikota Jogja yang paling dicintai masyaraklat Jogja, pak Herry Zudianto, yang sekarang menjadi ketua PMI DIY, membuat suasana acara menjadi meriah. Beliau hanya tampil sebentar, tapi sudah menyampaikan kalimat yang membuat hadirin bertepuk tangan,”Minum Miras itu Katrok…Miras itu ndesoooo….”

Terima kasih pak Herry atas kedatangannya yang membuat suasana “Deklarasi Damai Antimiras di Jogja” jadi meriah, khas Jogja banget.

Terima kasih pak Herry Walikota Jogja terbaik

Terima kasih pak Herry Walikota Jogja terbaik

+++

Deklarasi Genam Jogja di FB

Deklarasi GeNAM Jogja

Deklarasi Damai AntiMiras Jogja (H-2)

Tak terasa dua hari lagi akan ada Deklarasi Damai Antimiras Jogja, Minggu 23 Pebruari 2014. Dari pengurus GeNAM (Gerakan Nasional AntiMiras) inilah pernyataan resmi mereka yang dituangkan dalam sebuah Pers Release. Mari kita nikmati bersama-sama uraian di bawah ini.

+++

Deklarasi GeNAM Jogja, Minggu 23 Pebruari 2014

Deklarasi GeNAM Jogja, Minggu 23 Pebruari 2014

PERS RELEASE GERAKAN NASIONAL ANTI MIRAS #GENAM CHAPTER JOGJAKARTA

Korban #miras tiap hari berjatuhan. Kecelakaan, KDRT, perkosaan, pembunuhan, tawuran, adalah masalah yang tiap hari muncul karena dipicu #miras.

#Miras yang dalam sejarah panjangnya telah menyatu dalam kehidupan masyarakat, terbukti telah menimbulkan banyak kerusakan dalam tatanan masyarakat kita.
Ø > 50 orang mati di Indonesia tiap harinya karena miras.

Ø > Lebih dari 320.00 anak muda berusia 15 – 28 tahun mati setiap tahunnya karena #miras

Ø > Kecelakaan kendaraan bermotor karena konsumsi #miras adalah penyebab utama kematian di kalangan remaja, bertanggung jawab untuk 1/3 kematian remaja.

Ø > Peminum #miras kian muda usianya dari hari ke hari, padahal pemuda yang mulai minum sebelum usia 15 tahun 5x lebih mudah untuk menjadi pecandu #miras/alcohol.

Ø > Angka kriminalitas, KDRT, perkosaan, pembunuhan, tawuran meningkat pesat karena konsumsi #miras.

Ø > Indutstri rumahan #miras semakin banyak dan membaur di lingkungan masyarakat.

Ø I> ndonesia menyerap 240jt liter alcohol tiap tahun karena pesatnya pertumbuhan pariwisata dan jaringan retail .

Ø > #miras mudah didapat di mana-mana, mengancam keselamatan generasi muda kita.

Ø > #Miras telah menjadi ancaman besar pemusnahan generasi muda.

Berangkat dari data dan fakta di atas, sebuah keprihatinan perlu ditunjukkan dalam aksi yang nyata. Maka didirikanlah Gerakan Nasional Anti Miras #genam chapter Jogjakarta.

Sebagai kota pelajar dan budaya, jumlah anak muda yang masuk ke Jogja sangat banyak tiap tahunnya, Berbaur dengan penduduk asli, merupakan target utama peredaran miras. Angka yang pasti jumlah peminum di jogja mungkin sulit kita dapatkan, karena fenomena peminum #miras adalah seperti fenomena gunung es. Apa yang terlihat di permukaan hanya sedikit disbanding yang tidak terlihat. Pemberitaan media tentang korban miras yang hampir setiap hari muncul, cukuplah menjadi data yang harus dicermati.

Gerakan Nasional Anti Miras #GenamChapter Jogja adalah sebuah gerakan damai yang bertujuan menyelamatkan generasi muda Jogja Untuk mengenalkan masyarakat pada #Genam chapter Jogja, maka akan diadakan DEKLARASI DAMAI GERAKAN NASIONAL ANTI MIRAS #GENAM CHAPTER JOGJA pada tanggal 23 Februari 2014 di kawasan nol km jam 07.00 – 09.00.

Untuk itu Genam Jogja mengundang semua media masa dan masyarakat untuk bersama-sama menghadiri Deklarasi Damai ini yang insyaaLlah juga kana dihadiri oleh Gubernur, Wakil Gubernur, dan seluruh jajaran pemerintah daerah kota dan kabupaten, Kapolda dan Jajarannya bersama tokoh masyarakat dan seluruh eleman masyarakat Jogja.

Mari bersinergi bergerak bersama melindungi generasi muda Jogja dari bahaya #miras.
Terimakasih.

Hormat kami
Penasehat Genam Jogja
Ibu KRay. Anglingkusumo

Ketua Chapter

Dra. Rr. Wikan Widyastari

Ketua Chapter I

dr. Evie Indrasanti M.Kes

+++

Deklarasi GeNAM Jogja

Deklarasi GeNAM Jogja

+++

Sampai bertemu di lokasi. Salam sehati.

nikon canon

Stock terbatas iPhone 5 hanya 3.8 juta

“Stock terbatas iPhone 5 hanya 3.8 juta!!!”

Membaca judul itu aku langsung tidak percaya, bagaimana mungkin iPhone 5 bisa dijual dengan harga semurah itu. Bahkan mungkin untuk modal pembuatannya saja tidak akan menutup biayanya. Apple memang mengeluarkan kebijakan untuk menjual kembali iPhone 4 yang sebenarnya sudah diskontinyu pada para pelanggannya di Indonesia dan di beberapa negara lain, tapi bukan untuk iPhone 5.

Ponsel cerdas iPhone 4 dijual dengan harga tidak sampai 4 juta per buah. Itu harga resmi dan ponselnya dijamin asli baru. Ada yang usil mengatakan bahwa itu adalah ponsel refurbish, tapi aku cenderung percaya kalau itu adalah iPhone baru. Apple ingin memperluas jualannya ke pengguna baru yang menginginkan ponsel cerdas dengan harga murah.

Begitulah, iPhone 4 yang sudah diskontinyu dihidupkan lagi dan diproduksi untuk beberapa negara khusus, salah satunya negara kita tercinta Indonesia. Ponsel ini dianggap sudah cukup canggih dengan spesifikasi aslinya, sehingga ketika diproduksi lagi, tetap setia dengan spesifikasi yang ada pasda produk terdahulunya. Sama persis tiada beda.

Lalu ketika muncul berita di bawah ini, maka akupun langsung tertawa sinis.

+++

New Promo Mega Bazaar
Apple Iphone 5 64GB
edisi emas 24 karat
Rp.19.500.000,-
Kini Cuma Harga
Rp.3.800.000,-
Stock Terbatas..!!
www.gebyar-ponsel.com

+++

Bagaimana mungkin Apple menjual iPhone baru seri 5 dengan kapasitas memory 64 GB bisa dijual lebih murah dari iPhone 4? Sungguh bodoh sekali sang pemilik situs ini. Pasti para pembaca akan langsung tidak percaya dan melupakannya saja, tapi di sisi lain aku tiba-tiba kepikiran. Jangan-jangan ada yang terperdaya dengan berita ini. Bisa jadi terperdaya karena ketidak tahuan, bisa jadi juga karena befgitu inginnya dia dengan ponsel merk Apple dan diapun masuk perangkap.

Lalu bagaimana caranya kita mengetahui bahwa sebuah situs itu menjual barang palsu atau bahkan tidak menjual apa-apa tapi tetap menerima pembayaran? Ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Mas Masruri Mohammad Asy’ari  pernah melakukan percobaan yang pasti akan membuat kita tahu apakah penjualnya betulan atau hanya bohongan.

Pertama kali yang dilakukan mas Masruri adalah memastikan bahwa pembelian bisa dilakukan dengan COD (Cash on Delivery), kalau tidak bersedia, maka bisa dipastikan pembelian dibatalkan saja. Aku sendiri sering beli barang secara online, biasanya pembelian pertama dengan cara COD, kalau lancar bisa dilanjut, kalau tidak lancar ya kita tidak rugi apa-apa.

Biasanya ditantang COD langsung ngeper penjualnya, kalau akhirnya dia bersedia COD, kadang ada syarat tambahan, misalnya mereka menyampaikan hanya boleh beli COD kalau langsung 5 buah tidak boleh hanya beli satu buah. Kalau diladeni dengan membeli 5 buah, maka mereka pasti akhirnya akan KO dan langsung menutup pembicaraan atau mengalihkan pembicaraan.

Ciri lain situs yang tidak bisa dipercaya adalah tidak mencantumkan nomor rekening BANK, tapi akan menyampaikannya melalui SMS atau pesan lainnya. Jadi beda jauh dengan aku yang selalu menyantumkan nomor rekeningku di blog ini.

+++

Bagi yang akan menyumbang beasiswa ke UGM, maka alumni UGM yang tergabung dalam wadah Kagama Virtual menyediakan nomor khusus an. Eko Sutrisno Hadi Purnomo Nomor rekening BCA Otista 553 024 7734 untuk menerima donasi dari siapapun. Minimal 50.000 per bulan.

+++

Jadi kalau ada berita “Stock terbatas iPhone 5 hanya 3.8 juta”, maka kalau ada waktu, silahkan dicoba untuk melakukan pembayaran melalui COD dan pura-pura meminta nomor rekening. Bilang saja kalau ternyata tidak sempat COD akan langsung transfer melalui ATM. Saat dia memaksa untuk transfer, maka kedoknya terbongkar sudah. Kalau masih iseng, silahkan minta mereka menghubungi hape anda dan minta mereka menuntun anda untujk transfer ke nomor mereka.

Hehehehe… iseng banget ya?

Yang penting jangan mudah tergiur untuk membeli barang dengan harga jauh di bawah harga pasar. Pasti ada sesuatu di balik murahnya harga itu. Bisa jadi uang anda justru akan hilang tanpa bekas. Selamat berburu harga murah tapi barang jangan murahan. Salam sehati.

Samsung Galaxy SII

Samsung Galaxy SII

 

 

 

Pembersihan sudah dilakukan tapi belum tuntas

Jogja Berdebu

Sejak Jumat pagi Jogja Berdebu lagi. Bukan karena Merapi tetapi karena letusan Gunung Kelud yang sangat dahsyat. Suara letusan itu bahkan sudah sampai ke Jogja, Solo dan beberapa kota yang ratusan kilometer jauhnya. Abu vulkanik Kelud juga tersebar sampai ke Bandung, sebuah jarak yang sangat jauh.

“Pak Eko, aku tidak bisa membayangkan bagaimana letusan Gunung Krakatau pada tahun 416 yang jauh lebih dahsyat dari letusan Gunung Kelud”, kata temanku yang setiap menit selalu memantau letusan Kelud dari komputernya.

“Letusan tahun 416 dan 1883 ada di Youtube mas, coba saja cari di Youtube pasti ketemu”, kataku

“Iya pak, aku baru saja lihat videonya di youtube. Apa kejadiannya benar begitu ya?”

“Kalau soal benar tidaknya ya wallahu alam pak, lha itu kan bukan versi resmi dari instansi berwenang, tapi untuk pembelajaran boleh juga”

Letusan Gunung Krakatau yang terjadi pada tahun 1883 merupakan salah satu letusan gunung berapi terbesar yang pernah terjadi di Indonesia. Jika pada tahun 416 M letusan gunung Krakatau menghancurkan dan menenggelamkan lebih dari 60% bagian gunung Krakatau, dan memunculkan 3 (tiga) buah pulau kecil (Pulau Rakata, Sertung dan Panjang), maka letusan Krakatau pada tanggal 27 Agustus tahun 1883 benar-benar membuat hilangnya gunung Krakatau dari permukaan laut. Saat itu terbentuk sebuah kaldera dengan diameter sekitar 7 kilometer. Saat ini yang muncul di permukaan laut adalah hasil erupsi gunung Krakatau yang kemudian disebut sebagai anak Krakatau.

Letusan Gunung Kelud sekarang jauh lebih kecil dari letusan Gunung Krakatau, tapi yang kecil inipun sudah membuat banyak pihak merasa dijewer. Ada memang yang tidak merasa dijewer dan menganggap hal ini sebagai fenomena alam yang biasa terjadi di lintasan cincin api, tapi hal ini tentu tidak perlu menjadi perdebatan di antara kita.

Yang terjadi saat ini adalah adanya saudara, teman, sahabat atau keluarga kita yang terkena imbas dari letusan ini. Mereka ada yang di pengungsian dan ada juga yang masih bisa di rumah masing-masing dengan kondisi yang memprihatinkan. Ada ribuan masker yang dibutuhkan saat ini mengingat letusan kali ini memang mengirimkan banyak debu vulkanik.

Jogja juga tidak luput dari adanya debu vulkanik yang menyambangi rumah mereka. Ponselku yang kudiamkan beebrapa saat ketika diisi baterenya langsung berdebu. Padahal ponsel itu diisi baterenya di dalam rumah. Sungguh luar biasa debu ini menyebar kemana-mana. Jangan ditanya lagi ketika aku menyempatkan keluar rumah. Begitu sampai di rumah kembali, jaket hitam sudah berwarna abu-abu, begitu juga tas cameraku sudah disaput debu.

BB berdebu di dalam rumah

BB berdebu di dalam rumah

Di sepanjang jalan Senopati sampai ke Tugu Jogja terlihat petugas kebersihan dikerahkan dengan tenaga penuh. Ratusan orang membawa sapu, kantong pasir tempat tanah/debu dan kendaraan angkut tanah disiapkan dan sampai siang tadi kulihat hasilnya belum seberapa.

Di Kilometer NOL juga disiapkan sebuah armada pemadam kebakaran untuk menyemprot debu di jalanan, hasilnya juga tidak terlihat signifikan. Mungkin perlu hujan deras untuk menghanyutkan debu itu. Masalahnya kalau itu yang terjadi, maka selokan drainasi kota bisa menjadi terhambat dan bahaya banjir bisa terjadi kalau ada hujan lagi.

Anjuran dari beberapa instansi untuk melakukan pembersihan serentak di lokasi masing-masing perlu diacungi jempol. Jangan sampai mereka membersihkan debu di jalanan dengan cara instan yang justru akan membuat Jogja jadi rawan kebanjiran saat turun hujan besar. Silahkan simak himbauan tersebut.

1. Membersihkan tanaman/pohon dari debu dengan cara menyiram/menyemprot lebih dahulu.

2. Membersihkan jalan di sekililing rumah (depan/samping) dari debu/pasir.

3. Debu/pasir tersebut dimasukkan dalam karung dan dikumpulkan di tempat sampah masing-masing, selanjutnya pengurus akan mengambil debu/pasir tersebut dari setiap rumah untuk dibuang di tempat yang semestinya.

4. Untuk menghindari penyumbatan saluran air, mohon untuk tidak membuang debu/pasir ke dalam selokan/saluran air yang ada di depan rumah masing-masing.

Himbauan membersihkan debu

Himbauan membersihkan debu

Himbauan ini sangat bagus kalau dikerjakan secara serentak dan dengan penuh kesadaran. Sampai saat ini kita masih harus tetapmenahan diri untuk membatasi diri dari kegiatan di luar rumah. Lalu lintas yang ramai pada hari ini telah membuat debu yang masih menempel di jalan langsung berterbangan. Kota Jogja kembali terselimuti debu vulkanik.

Jogja berdebu dan kitalah yang bisa menghilangkan debu itu dengan baik dan bijak. Kurangi lalu lintas di jalan umum, kecuali memang sangat berkentingan dengan kegiatan keluar rumah. Gunakan masker dengan benar dan jadikan sebagai barang milik pribadi, jangan dipakai bergantian dengan orang lain. Mari kita songsong Jogja berdebu ini dengan saling membantu.

Semoga teman, saudara atau handai taulan yang terkena musibah letusan Gunung Kelud ini mendapat hikmah dari peristiwa ini. Amin.

Pembersihan sudah dilakukan tapi belum tuntas

Pembersihan sudah dilakukan tapi belum tuntas