Koes Plus di Taman Kuliner Condongcatur

Koes Plus di Taman Kuliner Condongcatur #TKC

Tahun baru nanti akan ada Koes Plus di Taman Kuliner Condongcatur #TKC. Mulai pagi jelang suiang suasana Taman Kuliner Condongcatur akan sedikit berubah. Taman Kuliner Condongcatur yang biasanya dipenuhi oleh para penggemar burung dari berbagai daerah di Jawa Tengah, kali ini akan ditambahi dengan para pecinta musik dangdut dan malamnya akan dihibur oleh lagu nostalgia jaman tahun 70an. Itulah ajang buat para Koes Plus mania.

Tahun ini memang terlihat usaha yang begitu gencar dari pengelola Taman Kuliner Condongcatur untuk meramaikan lokasi dibanding tahun-tahun lalu. Kegiatan diluar acara rutin (latihan) lomba burung mulai diadakan dengan berbagai bentuk acaranya. Khusus di malam tahun baru akan ada empat tempat resmi yang disediakan oleh pemda Sleman, salah satunya adalah di Taman Kuliner Condongcatur.

Tiga tempat lainnya adalah Kaliurang dengan pawai obor dari patung udang hingga berakhir di panggung Telogo Putri. Sepanjang jalan akan dipasang lampion maupun obor dari beberapa kelompok masyarakat di Sleman.

Kegiatan di Kaliurang tahun ini memang dipusatkan di empat lokasi, yaitu: pertama, di Panggung Barak selatan Taman Kanak-Kanak dengan pentas campursari dari komunitas Hargobinangun Kaliurang. Kedua, di Gardu Pandang Boyong berupa pentas karawitan dan cokekan dari kelompok Garuda Dadali dari Sidoagung Minggir. Ketiga, di Panggung Tlogo Putri ada pementasan 3 grup band orkes melayu yaitu Nabila dari Ngawen Trihanggo Gamping, Seva Nada dari Morangan Triharjo Sleman dan Latanza dari Nyamplung Margokaton Seyegan. Kemudian keempat, di Lapangan Kaliurang Barat berupa pementasan elektone dan band dari masyarakat Kaliurang Barat. Tiket masuk untuk Kaliurang tidak naik selama acara ini berlangsung yaitu 3.000 di luar kendaraan.

Lapangan Denggung juga akan menggelar Pesta kembang api dan mercon bumbung untuk menandai pergantian tahun di acara tersebut. Seluruh rangkaian acara sendiri akan mulai digelar pada Selasa (31/12) sejak pukul 16.00 WIB dengan hiburan Band dan Skateboard dari Komunitas Skateboard Denggung, musik keroncong, pameran komunitas kreatif Sleman, panggung seni pramuka se Kabupaten Sleman. Selain itu, ada juga medley tarian khas Sleman dan tarian massal bersama 300 anak-anak dan pemuda Sleman. Momen pergantian tahun 2014 di kawasan ini akan ditandai dengan tembakan salvo dari 100 meriam bambu. Tentu sebuah acara yang cukup unik.

Manajemen Monjali bekerjasama dengan PT Taman Pelangi juga akan menyelenggarakan kegiatan pentas musik akustik, pelepasan lampion terbang, pembagian terompet dan pesta kembang api yang digelar mulai Selasa 31 Desember 2013 pukul 17.00 WIB hingga dini hari dengan tiket masuk Rp.15.000,-

Taman Kuliner Condongcatur #TKC

Taman Kuliner Condongcatur #TKC

Tempat terakhir yang akan memberikan nuansa lain adalah di Taman Kuliner Condongcatur. Para penggemar Group lagendaris Koes Plus akan menikmati sajian musik lawas ini sejak jam 20:00 atau selepas Isya. Suasana keakraban ala Taman Kuliner akan membawa pengunjung ke nostalgia tahun 70an sambil menikmati sajian kuliner yang ada di lokasi.

Aneka Teh di Taman Kuliner Condongcatur

Aneka Teh di Taman Kuliner Condongcatur

Di belakang warung Mie Sehati, tadi malam aku sengaja mencoba menikmati suguhan kuliner dari warung susu berlabel SUSUATU. Meskipun warung ini mempunyai menu unggulan SUSU segar, tapi menu lainnya juga tidak kalah menariknya. Ada beberapa menu minuman teh dari berbagai daerah, yoghurt dan juga makanan setengah berat.

Di Taman Kuliner Condongcatur ini, malam tahun baru akan dimeriahkan oleh orkes melayu Yo Ben Nada dari Mesan Sinduadi Mlati, sejak pukul 14.00 sampai pukul 17.00 WIB. Malam harinya sejak jam 20.00 sampai dinihari akan tampil Three Plus Band dari Karangjati Sinduadi Mlati dan komunitas Koes Plus Sleman. Mereka akan membuat para penggemar Koes Plus menikmati acara pergantian tahun ini. Selama ini warga Jogja memang selalu dekat dengan musik lawas ala Koes Plus. Di Purawisata juga selalu ada tempat untuk para Koes Plus mania menuntaskan kerinduan mereka di setiap Jumat malam.

Acara sekaten atau acara pentas antar kecamatan juga sering menampilkan lagu-lagu Koes Plus sebagai salah satu mata acara. Itu sebabnya di Taman Kuliner Condongcatur kembali ditampilkan acara ini. Jadi bagi yang ingin suasana murah meriah dan penuh nuansa lokal di pergantian tahun ini, silahkan menikmati “Koes Plus di Taman Kuliner Condongcatur #TKC” bersama Three Plus Band dari Karangjati Sinduadi Mlati.

Koes Plus di Taman Kuliner Condongcatur

Koes Plus di Taman Kuliner Condongcatur

+++

Trio Los Menyos depan JEC

Trio Los Menyos

Trio Los Menyos adalah nama spontan yang diberikan mas Jojo pada kita bertiga, saat lebih dari sejam kita nyanyi lagu-lagu oldies di warung soto Pak Marto depan JEC. Sebuah pertemuan yang tanpa ada perencanaan sedikitpun. Aku sendiri bukan penyanyi dan hanya numpang jadi penyanyi latar di awalnya.

Musik yang nyaman dan keramahan mas Jojo membuat aku makin berani menyanyi dan akhirnya memegang mic. Begitulah tanpa terasa waktu berjalan dengan begitu cepat. Lebih dari satu album lagu kita lahap dan siangpun jadi begitu terik, akupun akhirnya pamit pada mereka.

Sebagai kenangan, kita sempat foto berdua dan aku meminjam gitar mereka untuk beraksi di depan camera. Saat itulah mas Jojo bilang kalau group musik dadakan ini ada namanya yaitu Los Menyos. Aku beri jempol pada nama ini sambil tetap action karena sedang difoto dari berbagai sudut, tapi ternyata semua foto yang diambil mirip-mirip semua.

Aku sendiri menyebut grup mas Jojo dengan nama Blues Brothers Band, karena penampilan mas Jojo yang sangat mirip dengan pemain Blues Brothers, “John Belushi”

Trio Los Menyos

Trio Los Menyos

Nama Trio Los Menyos memang unik, karena bisa dipastikan itu bukan nama luar negeri tapi nama khas Jogja. Seperti juga nama kelompok musik Jogja lainnya yang bikin tersenyum, misalnya Swara Ratan atau Musik Jalanan. Nama-nama aneh musisi Jogja, biasanya tidak begitu ngetop di dunia musik Indonesia, tapi mereka biasanya cukup dicintai oleh kelompoknya. Beda banget dengan kelompok musik Jogja yang ngetop dengan nama-nama indah, misalnya “Sheila on 7, The Rain, Captain Jack, Jikustik dll. Mereka memang inghin tampil di belantara musik nusantara, sehingga mereka memilih nama yang lebih ngepop.

Kalau kita makan malam di depan Toko Terang Bulan, maka di sini juga akan kita jumpai kelompok musik yang enak didengar dan membuat makanan kita menjadi semakin lezat. Para pemusik di soto marto, tempat mas Jojo mangkal atau di depan toko Terang Bulan di malam hari, adalah merupakan tempat yang mempunyai masakan lezat dan pengiring makan yang berkualitas, bukan sekedar pengamen cempreng dengan alat musik seadanya.

Para pemusik ini selain mangkal di tempat rutinnya (biasanya warung makan), mereka juga aktif mengisi kegiatan musik di tempat lain, baik yang rutin maupun yang temporary alias PeYe (payu atau laku). PY merupakan istilah yang menyatakan bahwa sang pemusik dipanggil khusus di sebuah acara dengan bayaran yang lebih besar dari pada biasanya.

Sabtu pagi, 23 Nopember 2013, aku tadinya tidak punya acara apa-apa. Bangun kesiangan karena jam 02.30 baru sampai Jogja membuat aku malas untuk sepedaan pagi. Akupun bermalas-malasan dengan anak istri di rumah sampai akhirnya mereka harus ke sekolah, ke pasar atau ke tempat lain yang harus mereka datangi.

Akupun jadi ingat untuk beli TV Tuner di AlcNet dan menyerahkan kaos gowes Padmanaba ke rumah Titan. Daripada nunggu motor yang dipakai anak istri, akupun mengeluarkan sepeda dan muolai meluncur menuju rumah Titan yang kemarin berulang tahun.

Ngobrol-ngobrol di Sic Advertising baru kusadari kalau Titan sedang sekolah, jadinya kaos kutinggal di rumah Totok dan akupun kembali meluncur menuju ke arah AlcNet. Kukayuh sepeda dengan santai, karena ALcNet tidak begitu jauh dan aku yakin masih belum buka di jam ini. Kunikmati jalan Kusuma Bangsa menuju ke Gedong Kuning. Kulihat GEmbira Loka masih sepi di hari Sabtu pagi ini, kontras dengan pemandangan kalau hari Minggu, macet dan parkir dimana-mana.

Melalui depan JEC kulihat warung Soto Pak Marto sudah buka dan akupun ingat kalau aku belum sarapan di jam yang sudah agak siang ini. Kuparkir sepeda di bel;akang pemusik yang sedang menyanyikan lagu-lagu oldies. Sarapan pasti jadi nikmat kalau ditemani pemusik yang suaranya tidak begitu keras tapi mendayu-dayu ini.

Usai sarapan dan minum beras kencur aku lewat kotak “infaq” untuk para pemusik. Kumasukan biaya mendengarkan musik mereka dan akupun menuju ke parkiran sepeda. Pas lewat di belakang mereka pas mereka selesai menyanyikan lagu dan menyapaku,”Nyanyi mas…”

Ucapan ramah itu membuat langkahku terhenti dan kusadari kalau aku ini bukan penyanyi, atau hanya penyanyi kelas kamar mandi, jadi akupun menjawab sekenanya,”Mas saja yang nyanyi, aku tak jadi penyanyi latar saja”

Ternyata, lama-lama dari penyanyi latar akupun akhirnya memegang mic dan mulai bernaynyi lagu apa saja asal turun naik nadanya tidak terlalu tinggi.

Trio Los Menyos depan JEC

Trio Los Menyos depan JEC

Di sela-sela nyanyian kita ngobrol ngalor ngidul dan baru tahu kalau warung soto ini buka sejak jam 07.00 pagi. Wah ini bisa jadi tempat nongkrong yang cocok saat kita gowes pagi rutin setiap hari minggu.

Ketika foto ini kuupload ke FB, langsung saja mbak Aning, penyanyi UGM, ndaftar untuk nyanyi kalau kita gowes ke warung ini. Mas Mitrabani, komandan Gowes S3GAMA langsung acc ketika tahu lokasi dan suguhan musik di warung soto ini. Mbak Wikan salah satu aktifis GeNAM Chapter Jogja juga mengomentari fotoku,”Mas di SGPC lor selokan mataram ada juga lho live musicnya”.

Benar di SGPC ada live musicnya, tapi kalau pagi hanya warungnya yang buka, live music belum buka. Jadi kalau ada acara gowes pagi atau apapun di pagi hari daningin mendengarkan suguhan musik oldies, bisa dicoba makan di warung soto depan JEC ini. Ada Trio Los Menyos di sana, tapi tanpa aku tentunya.

Salam sehati.

Trio Los Menyos depan JEC

Trio Los Menyos depan JEC

Mie Sehati plus krupuk

Pelatihan Mie Sehati

Pelatihan Mie Sehati 30 Nopember 2013 akan dilaksanakan pada hari Sabtu di Jogja. Bulan ini pelatihan hanya diadakan untuk Jogja dan Surabaya, sementara untuk daerah Semarang masih perlu beberapa konfirmasi dari beberapa teman yang menyediakan lokasi pelatihannya. Sedangkan untuk daerah Jabodetabek infonya dimuat di http://miesehati.wordpress.com yang dikelola langsung oleh master Mie Perto, pak Syamsu Irman.

Biaya administrasi pelatihan di Jogja maupun di luar Jogja tidak berbeda, yaitu sebesar Rp. 200.000 dapat dikirimkan melalui transfer BANK, ke alamat berikut :

Bank Mandiri an Yeni Rumiyaningtyas No : 156-000-1476-367
BCA an Yeni Rumiyaningtyas No :  873 000 4045.

Pelatihan Mie sehati di Semarang

Pelatihan Mie sehati di Semarang

Pelatihan Mie Sehati sampai saat ini secara rutin memang hanya diadakan sekali untuk setiap bulan, baik di Jabodetabek, Surabaya maupun Jogjakarta. Untuk wilayah lain, dipersilahkan memilih lokasi pelatihan yang paling memungkinkan dihadiri. Beberapa peserta pelatihan di Jogja juga tercatat berasal dari berbagai pulau di luar Jawa, bahkan sampai ke Papua. Murid-murid Mie Sehati memang terbentang mulai dari ujung Sumatra (Banda Aceh-Medan) sampai Papua.

Sampai saat ini untuk Wilayah Solo dan Semarang memang belum dapat dijadwalkan secara rutin, karena sampai saat ini para peserta dari luar kota masih bisa dikelola dari wilayah pelatihan di Jogja maupun di Surabaya. Bahkan peserta dari Bandung ada juga yang memilih mengikuti pelatihan di Jogja dibanding Jabodetabek. Padahal instruktur di Jabodetabek adalah Master Mie Sehati Perto Group, pak Syamsu Irman.

Untuk pelatihan di luar Jabodetabek, master Mie Sehati Perto Group mempercayakan pada satu-satunya asisten yaitu ibu Yeni Eshape. Dua instruktur ini tadinya memang bergabung dalam satu kelompok Mastermind (MM) saat di Cikarang, sehingga ketika akhirnya anggota kelompok MM itu berpindah tempat tinggal, masih juga ada silaturahmi di antara mereka.

Sampai bertemu di pelatihan. Bagi yang tidak hadir atau tidak berminat mengikuti pelatihan ini, dipersilahkan berbagi informasi ini pada mereka yang mungkin memerlukan informasi ini. Semoga menjadi amal yang baik bagi saudara. Salam sehati.

Mie Sehati plus krupuk

Mie Sehati plus krupuk

narsis berjamaah di Mie Sehati

Pelatihan Mie Sehati 26 Oktober 2013 di Jogja

Pelatihan Mie Sehati 26 Oktober 2013 di Jogja akan dimulai jam 9.00. Lokasi pelatihan seperti biasa di Pusat Pelatihan Mie Sehati Jogja yaitu di Cungkuk Raya Kuncen. Biaya administrasi disamakan untuk seluruh lokasi yaitu 200.000 IDR, baik di Surabaya, Jogja maupun Jabodetabek.

Biaya bisa ditransfer melalui akun di bawah ini.

Bank Mandiri an Yeni Rumiyaningtyas No : 156-000-1476-367
BCA an Yeni Rumiyaningtyas No : 873 000 4045.

Peserta pelatihan dapat langsung mengirimkan nama dan alamat lengkap melalui SMS ke Yeni 08883087532.

Kepada peserta dari luar kota atau luar pulau, bila ingin membeli mesin giling mie, mohon dapat jauh hari memesannya, karena persediaan di Jogja sedang tidak banyak stoknya. Akan lebih baik kalau membeli sendiri mesin giling mie tersebut, karena sebenarnya instruktur mie sehati hanya fokus pada bagaimana membuat mie dan bagaimana cara menjualnya bukan pada berjualan  mesin giling mie. Bila mesin giling mie ini tidak ada di persediaan, maka harga pembelian mesin giling akan ditambah dengan ongkos kirim, sesuai armada kirimnya.

Gerobak Mie Sehati

Gerobak Mie Sehati

Diharapkan calon peserta pelatihan juga sudah melakukan proses unduh resep mie sehati, agar saat pelatihan nanti tidak banyak mencatat, tapi lebih banyak memperhatikan arahan instruktur sekaligus praktek. Terbukti dari beberapa pelatihan, mereka yang aktif melakukan praktek yang akan bisa cepat memahami cara membuat mie sehati.

Bagi yang masih belum hafal dengan kota Jogjakarta, maka inilah ancar-ancar lokasi Pusat Pelatihan Mie Sehati Jogja.

1. Peserta datang dari utara (bisa dari jalan Magelang, tugu Jogja) menuju jalan HOS Cokroaminoto. Lihat petunjuk arah menuju ke pasar hewan Kuncen yang sekarang menjadi Pasar Klithikan. Di depan pasar klithikan ada jalan menuju ke masjid kuncen. Ikuti jalan tersebut dan setelah sampai masjid kuncen, belok ke kanan (arah utara). Sampai di depan puskesmas Wirobrajan (simpang tiga), belok ke kiri masuk ke Jalan Cungkuk Raya. Setelah lewat gapura Cungkuk, maka Pusat pelatihan Mie Sehati etrletak di sebelah kanan jalan.

2. Peserta dari arah selatan (bisa dari Kilometer Nol, Kantor Pso Besar atau Wates) menuju arah simpang empat Wirobrajan dan masuk jalan HOS Cokroaminoto. Lihat petunjuk arah menuju ke pasar hewan Kuncen yang sekarang menjadi Pasar Klithikan. Di depan pasar klithikan ada jalan menuju ke masjid kuncen. Ikuti jalan tersebut dan setelah sampai masjid kuncen, belok ke kanan (arah utara). Sampai di depan puskesmas Wirobrajan (simpang tiga), belok ke kiri masuk ke Jalan Cungkuk Raya. Setelah lewat gapura Cungkuk, maka Pusat pelatihan Mie Sehati etrletak di sebelah kanan jalan.

Membuka usaha memang ada yang gampang dan ada yang sulit. Khusus membuka usaha mie sehati adalah membuka usaha yang paling gampang. Pulang pelatihan dijamin bisa langsung buka usaha, karena untuk buka warung mie bisa dilakukan dimana saja. Di teras rumah, di garasi atau di emperan rumah kita. Kadang tidak perlu ada kursi, karena kebanyakan pembeli sering hanya mampir untuk pesan dan kemudian pergi, beberapa saat kemudian datang lagi untuk mengambil pesanan.

Selamat bertemu di pelatihan. Salam sehati.

Mie Sehati (foto by Krisma)

Mie Sehati (foto by Krisma)

SGPC Bu Wiryo 1959

SGPC Bu Wiryo 1959

SGPC Bu Wiryo 1959 siapa tidak kenal? Meski Jogja disebut kota gudeg, tetapi warung Sego Pecel ini tetap menjadi menu wajib para wisatawan yang bertandang ke Jogja. Suasana yang merakyat menjadi salah satu ciri dari warung ini. Hiburan live music dengan alunan musik “tempoe doeloe”, juga menjadi salah satu racikan pengiring menu makan. Jadi tidak salah kalau teman-temanku yang dari Jakarta juga mampir ke warung ini saat mereka berombongan datang.

Sebelum rombongan temanku dari Jakarta datang, sudah ada beberapa rombongan yang datang. Merekapun langsung mejeng di depan mobil kuno yang ada di depan warung. Mobil itu entah bisa jalan atau tidak, tapi kebanyakan pengunjung sering duduk di belakang kemudi dan camera dari ponsel mereka berkali-kali mengabadikan pose mereka. Aku sendiri hanya menyaksikan dari jauh tingkah polah mereka, sambil membayangkan ketika aku masih menjadi mahasiswa di UGM.

SGPC memang menu makan siang kita para mahasiswa. Kadang kita memilih sop yang terasa lebih segar di udara siang dibanding menu SGPC (sego pecel), tapi itu soal selera. Begitu juga soal bayar membayar, ada yang punya selera untuk mengaku makan sedikit padahal yang dimakan banyak. Ada juga yang apa adanya, bayar sesuai yang dimakan. Banyakkisah yang beredar di kalangan mahasiswa tentang mahasiswa yang suka membayar lebih sedikit dibanding dengan yang dimakan dan akhirnya datang kembali ketika sudah bekerja dan membayar hutang mereka di kala mahasiswa. Cerita itu entah benar atau tidak tapi begitulah yang sering kudengar.

Saat ini kalau diperhatikan terlihat bahwa mahasiswa yang makan di warung ini tidak sebanyak jaman dulu. Beberapa meja terlihat diisi oleh mereka yang sudah bukan mahasiswa lagi. Apalagi di hari libur, maka hampir semua kursi diisi oleh para mantan mahasiswa atau mahasiswa S2, kalau melihat dari sisi umurnya. Tahun 70-80, maka hampir semua pengunjung warung ini adalah mahasiswa asli.

Lava Tour Tlogo Putri

Lava Tour Tlogo Putri

Perjalanan wisata setelah sarapan di SGPC adalah LAVA Tour di Kaliurang. Kumpul di Telogo Putri Kaliurang dan sembilan mobil jeep sudah siap mengantar teman-temanku dari Jakarta. Waktu yang disediakan ternyata tidak cukup. Mereka seharusnya sudah kembali ke Telogo Putri saat sebelum tengah hari, karena akan dilanjutkan dengan melihat museum Ullen Sentanu. Inilah museum yang kadang tidak terpantau bahkan oleh penduduk asli Jogjakarta.

Wikipedia menulis sebagai berikut tentang Museum Ullen Sentanu.

Museum Ullen Sentalu, terletak di daerah Pakem, Kaliurang (bagian utara kota Yogyakarta) adalah museum yang menampilkan budaya dan kehidupan putri / wanita Keraton Yogyakarta beserta koleksi bermacam-macam batik (baik gaya Yogyakarta maupun Solo).

Museum ini juga menampilkan tokoh raja-raja (Sultan) di keraton Yogyakarta beserta permaisurinya dengan berbagai macam pakaian yang dikenakan sehari-harinya.

Nama Ullen Sentalu merupakan singkatan dari bahasa Jawa“ULating bLENcong SEjatiNe TAtaraning LUmaku” yang artinya adalah “Nyala lampu blencong merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan”. Filsafah ini diambil dari sebuah lampu minyak yang dipergunakan dalam pertunjukkan wayang kulit (blencong) yang merupakan cahaya yang selalu bergerak untuk mengarahkan dan menerangi perjalanan hidup kita.

Di Museum Ullen Sentalu, dapat diketahui bagaimana para leluhur Jawa membuat batik yang memiliki arti dan makna yang mendalam di dalam setiap coraknya. Ada juga berbagai sejarah mengenai keadaan budaya Jawa kuno dengan segala aturannya. Keadaan museum yang dibangun dengan baik, mampu membuat pengunjung seperti terserap ke masa Jawa kuno yang mengagumkan.

Lava Tour Merapi

Lava Tour Merapi

Keasyikan naik mobil jeep kuno dengan mesin modifikasi baru, membuat acara jadi molor, sehinga acara makan siang di jejamuran berubah menjadi makan sore. Apapun yang terjadi, rupanya mereka sudah siap untuk makan lebih sore dibanding biasanya. Lava Tour Merapi memang masih hiburan yang mengasyikan bagi siapapun. Tahun lalu, aku bahkan ikut acara kopdar alumni UGM dengan mengerahkan seluruh mobil jeep yang ada di Kaliurang. Semua mobil habis kita pakai dan bahkan masih ada beberapa orang yang tidak kebagian mobil.

Bagi yang belum pernah ke Jogja naik mobil jeep ini, sebaiknya datang lagi ke Jogja dan rasakan kenikmatan pemandangan alam Merapi dari atas jeep. Sensasinya luar biasa. Apalagi kalau ketemu dengan salah satu sopir yang sayangnya aku lupa namanya, tapi cara nyopirnya sangat nekad. Kita akan dibuat terguncang-guncang di sepanjang jalan.

Sepeda bekas yang kubeli dari komunitas sepeda

Kantor Pos di Kilometer Nol

Usai makan sore di Jejamuran, lanjut masuk hotel, letakkan tas dan perjalanan (jalan kaki) ke sepanjang malioboropun dimulai. Tak terasa maghrib datang dan makan malampun mulai mengundang. Adanya perayaan ulang tahun Jogja membuat rencana makan malam di Sate Pak Amat dan Bakmi Pele dialihkan ke warung bakmi Pele yang di Godean. Warung ini tidak besar, sehingga rombongan 30 orang ini dibagi dua klotter. Selesai klotter pertama meyantap mie, maka dilanjur klotter ke dua masuk dan menunggu pesanan selanjutnya.

Malam indah mewarnai hari pertama di Jogja. Yang penting merek asudah mendapat semuanya. Mulai sarapan di SGPC Bu Wiryo 1959, Lava Tour Merapi, Musium Ullen Sentanu, Jejamuran, Jalan Kaki sepanjang malioboro sampai kilometer Nol, makan malam di Bakmi Pele dan acara bebas sebelum tidur nyenyak malam harinya.

SGPC Bu Wiryo 1959

SGPC Bu Wiryo 1959