Category Archives: kuliner

Menu sarapan pagi sehat

Pisang mengandung potasium atau kalium

Sebagian besar orang yang kukenal, paham kalau sarapan pagi adalah energi dasar untuk beraktifitas sepanjang hari. Sepertiga energi bisa dipenuhi dengan sarapan yang sehat dan sebagian besar keluhan harian bisa tidak muncul, bila kita telah sarapan dengan benar dan sehat. Namun banyak yang menganggap kalau menu sarapan pagi yang sehat pasti tidak nikmat, sedangkan menu makan yang lezat pasti tidak sehat.

Bisa jadi pendapat ini benar, tapi bisa juga tidak benar, karena masih banyak ditemukan menu sarapan pagi sehat yang juga nikmat. Marilah kita lihat menu sarapan pagi sehat yang mudah dibuat serta baik manfaatnya untuk kesehatan tubuh.

1. Buah pisang, inilah buah yang kaya karbohidrat dan disajikan dalam bentuk apapun akan nikmat rasanya, serta luar biasa khasiatnya. Buah ini juga mengandung Potasium, yang secara alami membuat tekanan darah kita menurun. Orang jawa menyebutnya “gedang” artinya “digeget bar madang” atau dimakan setelah sarapan.

Menu Sarapan Telor

Menu Sarapan Telor

2. Telur matang, sangat baik dikonsumsi pagi hari. Soal matang dan tidak matang, ada beberapa orang yang punya pendapat berbeda, tetapi semua sepakat bahwa telor matang itu pasti mengandung protein dan vitamin D yang cocok dikonsumsi pada pagi hari.  Selain itu, telor juga sangat mudah diolah disajikan menjadi makanan. Orang jawa bilang bahwa nasi goreng itu menjadi istimewa bila diberi telor :-)

3. Aneka buah-buahan, mulai dari Semangka (mengandung Likopen), Melon (vitamin A dan C) sampai buah berserat stroberry (mengandung antioksidan, vitamin C, asam folat), sangat baik untuk membuat perut kita diberi asupan gizi yang memadai.

Sarapan buah

Sarapan buah

4. Minuman teh hangat atau kopi. Sebaiknya semua jenis minuman yang kita konsumsi di menu sarapan pagi, semuanya tidak memakai gula. Pakar Teh Indonesia, mas Bambang Laresolo, pernah bilang bahwa sebagus-bagusnya teh adalah minuman Teh tanpa gula dibanding teh dengan gula. Pakar kopi Indonesia juga pernah mengajariku untuk minum kopi langsung dari bijinya, bukan dari serbuk kopi yang sudah digiling dan diminum tanpa gula. Timbul pertanyaan dari para goweser yang ingin gowes jarak jauh. Mereka sudah kelaparan dan perlu energi untuk mengayuh sepedanya. Untuk kasus ini, yang kulihat adalah para goweser berbekal coklat, atau semacamnya, untuk mendapatkan energi yang semi instan. Mungkin sama dengan para pendaki gunung yang sering membawa makanan manis (ampyang) saat mereka mendaki.

Soal porsi makan pagi (breakfast), makan siang (lunch) dan makan malam (dinner), ada kalimat seperti ini :

“Eat Breakfast like a King, Lunch like a Queen & Dinner like a Beggar”
“Don’t skip breakfast!! It is our most important meal of the day!”

Kalimat lain ada juga yang mirip-mirip, tapi intinya adalah sarapan pagi itu penting dan harus (wajib), sementara makan malam itu sebaiknya jangan banyak-banyak, cukup makan seadanya saja, seperti pengemis yang tidak punya banyak makanan untuk malam hari. Toh makan malam itu hanya akan tertimbun di tubuh menjadi lemak saja, karena sehabis makan biasanya langsung tidur.

Sarapan pagi adalah modal dasar kita dalam beraktifitas setiap hari, sebaiknya diperhatikan benar asupan gizinya. Pilih makanan yang mengandung asupan energi sebagai modal dasar aktifitas. Tanpa modal dasar yang mencukupi, maka tubuh akan kekurangan asupan, sehingga badan kita akan menjadi tidak imbang antara pemasukan kalori dengan pembakaran kalori. Tubuh memang masih kuat saat muda, tetapi pada masa tuanya akan muncul banyak masalah.

Pisang mengandung potasium atau kalium

Pisang mengandung potasium atau kalium

Aku bukan dokter gizi, mungkin cerita ini akan lebih bermakna kalau disampaikan oleh para ahli gizi. Sayangnya tidak banyak ahli gizi yang kukenal, jadi mohon masukan siapa saja, terutama ahli gizi, untuk memberi masukan tentang menu makan pagi yang sehat dan cocok untuk semua orang, baik olah ragawan maupun non olahragawan tapi tetap ingin hidup sehat !:-)

 

Liputan RCTI di Ultah Mie Sehati

Senyum ceria itu menyegarkan

Akan ada Nobar Seputar Indonesia di Markas Besar Cungkuk 265 dengan tontonan “Liputan RCTI di Ultah Mie Sehati”. Acara ini memang bukan untuk umum, hanya terbatas pada keluargaku saja, tapi jadi seru karena akan ada tampilan ibu Negara Cungkuk 265 di tayangan RCTI di Seputar Indonesia ini. Tanggal 9 Januari 2015 adalah hari ulang tahun istriku, ibu Negara Cungkuk 265, dan 10 Januari adalah hari ulang tahun MieSehati, kuliner mie sehat tanpa pengawet yang dikelola istriku.

Acara ulang tahun mie sehati, Sabtu 10 Januari 2015, sangat berkesan karena banyaknya bantuan dari teman-teman yang luar biasa. Mereka adalah teman lama maupun teman baru yang ikut membuat Mie Sehati menjadi tempat kopdar (kopi darat) yang asyik di Taman Kuliner Condongcatur. Rombongan mahasiswa UGM, dari berbagai fakultas ikut aktif menyediakan segala sesuatu agar pelaksanaan acara ulang tahun Mie Sehati dengan berbagi 500 porsi mie sehat berlangsung lancar.

Lipuitan ultah Mie Sehati

Lipuitan ultah Mie Sehati

Alumni UGM yang juga dari berbagai fakultas, ikut berperan juga sebagai pemeriah acara ini. Mereka seperti puzzel kecil yang hilang dan ditemukan kembali, sehingga bingkai acara ulang tahun mie sehati menjadi utuh dan perfect :-). Penyelenggara acara sendiri mungkin tidak menyangka kalau acara akan sesukses ini, maklum acara ini direncanakan hanya seminggu sebelum hari H, meskipun wacana acara ini sudah dibahas beberapa minggu lalu, tetapi seolah-olah acara ini hanya akan menjadi wacana saja.

Wacana ini jadi kenyataan ketika semua pihak ikut berperan aktif dalam pelaksanaan acara ini. Kak bimo sebagai magnet acara, ternyata sanggup datang di hari pelaksanaan acara ini, padahal di atas kertas, kesibukan kak Bimo sungguh tidak masuk akal kalau bisa mengisi acara ini. Di akhir acara juga terlihat kak Bimo sudah kehabisan energi karena terlalu memaksakan diri agar acara ini sukses seperti biasanya. Profesionalisme kak Bimo benar-benar ditunjukkan dan Allah swt menolong kak Bimo dengan memberi energi agar pementasannya sukses seperti biasanya.

Senyum ceria itu menyegarkan

Senyum ceria itu menyegarkan

Dewo PLO, seniman humoris dari Jogja, tiba-tiba juga muncul untuk ikut berpartisipasi dalam acara ini. Siapa pernah mengira seniman ganteng ini bisa muncul di acara seperti ini, tapi itulah yang terjadi, sehingga acara ulang tahun menjadi makin meriah karena banyak diliput oleh media dan awak media ini adalah teman-teman mas Dewo PLO karena memang mas Dewo adalah salah satu magnet media masa Jogja.

Wajah para guru di sekitar kompleks Taman Kuliner Condongcatur terlihat sumringah menyambut acara ulang tahun Mie Sehati yang ke 5 ini karena mereka menjadi punya acara tambahan untuk anak didik mereka. Yang membuat mereka makin sumringah adalah penampilan kak Bimo yang memang selalu memukau audiens. Para siswa TK/SD Gejayan, Depok, Daarut Taqwa dan berbagai sekolah yang ada di sekitar lokasi acara terlihat sangat menikmati acara dongeng sederhana dari Kak Bimo.

Senyum ceria itu menyegarkan

Senyum ceria itu menyegarkan

Cerita dari kak Bimo memang sangat sederhana, sehingga ketika selesai acara dongeng dan MC meminta audiens untuk menceritakan kembali, dengan lancar wakil audiens bisa kembali menceritakan dnegan lancar.

“Raja memberikan bibit bunga pada rakyat dan lombanya adalah diminta tahun depan tanaman dari bibit itu diserahkan kembali dalam bentuk bunga yang cantik. Semuanya peserta lomba memberikan persembahan bunga yang cantik, hanya satu gadis bernama Ayamie alias Mie Ayam yang tidak menyerahkan bunga seperti peserta lomba lainnya. Ternyata bibit yang diberikan oleh Raja adalah bibit yang pasti tidak tumbuh, sehingga hanya yang jujur dengan tidak menyerakan bungalah yang memenangkan perlombaan itu”.

Sebuah cerita sederhana yang sangat mendidik ini memang pantas ditayangkan dalam acara itu. Tema cerita ini adalah tentang kejujuran, go green dan semangat berbagi. Tentu sangat cocok dengan apa yang disampaikan oleh Kak Bimo. Mie Sehati memang kuliner mie yang dibuat tanpa pengawet, tanpa pewarna buatan melainkan dari ekstrak daun sawi yang bermanfaat bagi obat asam urat dan juga inilah kuliner tanpa penyedap MSG.

Kak Bimo di ulang tahun Mie Sehati

Kak Bimo di ulang tahun Mie Sehati

Selamat ulang tahun Mie Sehati, semoga lebih bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

Konsep Usaha Mie Sehati

Mie Sehati Taman Kuliner Condongcatur

Konsep Usaha Mie Sehati itu sangat sederhana, simple kata istriku. Mie Sehati didirikan untuk berbagi makanan yang sehat, lezat, tanpa penyedap, tanpa pengawet dan bisa dibuat sendiri oleh semua orang. Semua pelanggan Mie Sehati bisa melihat proses pembuatan mie sehati sebelum disajikan, bagaimana meraciknya dan bagaimana menghidangkannya, semuanya terbuka untuk siapa saja.

Pelatihan pembuatan mie sehati juga diadakan secara rutin setiap bulan sekali, baik di Jogja maupun di Surabaya. Peserta pelatihan dibatasi, sehingga semua peserta pelatihan bisa menyimak apa yang disampaikan instruktur dengan fokus, tidak terganggu oleh ramainya peserta yang terlalu banyak. Pengalaman mengadakan pelatihan Mie Sehati bersama TDA Bekasi di Bekasi, yang dihadiri seratus orang lebih beberapa tahun lalu, masih teringat sampai sekarang. Hanya mereka yang duduk di depan instruktur yang bisa mendapat ilmu mie sehati, selebihnya hanya melihat dari jauh dan tidak bisa mendengar dengan jelas.

Setelah mendapat pelatihan pembuatan Mie Sehati, selanjutnya semua peserta diberi sertifikat dan sudah berhak untuk membuka warung mie ayam sendiri dan dengan nama sesuai apa yang ada dalam pikirannya. Berbagai macam nama mie sehati kreasi mereka kita apresiasi, begitu juga kalau mereka tetap ingin memakai nama mie sehati di papan nama warungnya, kita apresiasi dan tidak ditarik royalti atas penggunaan nama mie sehati itu.

Bagaimana memasyarakatkan makanan tanpa pengawet menjadi misi warung mie sehati, sehingga kita sangat menghargai kedatangan beberapa keluarga yang belajar membuat mie sehati karena ingin memasak mie yang tanpa menggunakan pengawet.

“Keluarga kita sudah terbiasa makan dengan makanan yang berpengawet, disamping rasanya enak dan lezat, juga mudah dibuatnya. Belajar memasak mie tanpa pengawet tentu akan membuat alternatif lain dari masakan mie di rumah kami”, begitu kata mereka dan itu sangat kita hargai karena memang sesuai dengan misi mie sehati untuk menjauhkan bahan pengawet dari makanan yang kita konsumsi.

Bisnis Mie Sehati juga adalah sebuah bisnis yang mudah ditiru, mudah diduplikasi dimanapun dan dapat disajikan dalam segala waktu maupun cuaca. Konsumsi mie bisa disajikan saat pagi, siang maupun malam, saat hujan maupun panas, semuanya tidak menjadi pantangan.

Peserta pelatihan Mie Sehati yang ingin segera buka usaha, dapat langsung membuka usahanya tanpa banyak memerlukan pemikiran yang berat, kecuali bila ingin membuat resto mie dengan skala sangat besar, dengan biaya lebih dari 1 milyar, maka mungkin perlu dipikirkan lebih dalam lagi.

Untuk usaha kecil menengah (UKM), bisnis ini bisa langsung didirikan setelah mendapat ilmu membuat mie, karena perlengkapan yang diperlukan untuk mendirikan warung mie tidak banyak dan tempat yang dipakai untuk membuka usaha juga sangat fleksibel, tergantung skala usahanya.

Bisnis Mie Sehati bisa dilakukan di garasi rumah, di teras rumah atau dimana saja yang terjangkau biayanya. Bisa juga warung mie hanya dibuka pada hari Sabtu Minggu saja, dengan demikian pekerjaan utama tetap dapat dijalankan.

Tertarik dengan usaha Mie Sehati ? Silahkan kontak Ibu Yeni Eshape di 08883087532 dan marilah kita menjadi keluarga mie sehati yang berbagi ilmu membuat makanan tanpa pengawet.

Mie Sehati pada prinsipnya hanya tahan 8 jam, karena tanpa pengawet, tapi biasanya sebelum 8 jam sudah amblas di perut pecinta mie.

Sarapan Goweser di Mie Sehati

Sarapan Goweser di Mie Sehati

Sabtu, 10 Januari 2015 Mie Sehati akan berulang tahun dengan acara mengundang anak-anak untuk mendengarkan dongeng dari Maestro Dongeng Indonesia Kak Bimo. Diharapkan sejak kecil anak-anak sudah dikenalkan dengan makanan sehat tanpa pengawet dan kak Bimo sangat jago untuk menyampaikan pesan ini pada anak-anak. harapannya setelah besar kenangan ini masih tersimpan di memori semua anak-anak yang hadir di acara ulangtahun Mie Sehati.

Mas Dewo PLO dan Riri Dunda akan membantu Kak Bimo membawakan acara ini, harapannya semua hadirin tua maupun muda bisa terhidur dan terkenang dnegan makanan sehat tanpa pengawet.

Selamat ulang tahun Mie Sehati.

Mie Sehati Taman Kuliner Condongcatur

Mie Sehati Taman Kuliner Condongcatur

Ulang Tahun Miesehati 10 Januari 2015

Kak Bimo pendongeng sejuta anak

Ulang Tahun Miesehati 10 Januari 2015 di Taman Kuliner Condongcatur bakal digelar dengan sangat meriah. Ada dua tokoh Jogja yang akan ikut memeriahkan acara keren ini. Yang satu adalah pendongeng sejuta anak Kak Bimo dan satunya adalah Mas Dewo PLO, owner dari DJ Milk & Cafe sekaligus pelawak handal dari kota Jogjakarta.

Milk Susu Dewo PLO

Milk Susu Dewo PLO

Dua selebriti ini akan ikut memeriahkan ulang tahun Mie Sehati dengan kemampuan mereka masing-masing. Kak Bimo sebagai pendongeng sejuta anak, yang sudah malang melintang di berbagai kota dan berbagai media, baik TV lokal maupun TV Nasional, akan menghibur ratusan anak-anak yang diundang datang ke acara ini.

Beberapa TK sudah menghubungi owner Mie Sehati untuk ikut memeriahkan acara ini dengan menghadirinya. Mereka ingin ikut menyaksikan kepiawaian Kak Bimo dalam mendongeng dan menikmati sajian mie sehati tanpa dipungut bayaran alias gratis.

Acara ini akan dipandu oleh MC Jogja yang sangat merakyat yaitu Mas Dewo PLO dan didampingi “Riri Dunda”. Ini adalah acara tak terduga, karena kepastian mengisi acara mas Dewo PLO juga baru diberikan menjelang hari-H. Mas Dewo memang sengaja datang di acara ini disamping untuk mengisi acara, juga untuk bertemu dengan mas Tri Sudarsono, mantan pelawak kebanggaan Jogja pada jamannya yaitu 3 T.

Owner MieSehati

Owner MieSehati

Sabtu, 10 Januari 2015 dipilih sebagai tanggal acara, disamping untuk memperingati ulang tahun Mie Sehati, juga untuk memudahkan peserta dan pengisi acara memenuhi keinginan Owner Mie Sehati.

Media televisi dan media koran lokal akan ikut meliput acara istimewa ini, karena memang Taman Kuliner Condongcatur sekarang terlihat makin menggeliat dengan beberapa kegiatannya. Mulai dari kegiatan gowes dari berbagai komunitas, diskusi santai antar alumni dari berbagai PT, juga makin banyaknya masyarakat dari luar kota yang sering mendatangi lokasi Taman Kuliner Condongcatur.

Lokasi Mie Sehati yang lebih terkenal sebagai ajang lomba burung tingkat Jateng dan DIY, akan makin terkenal karena sudah semakin banyak acara yang diadakan di Taman Kuliner Condongcatur. Waung Mie Sehati memang rajin mengadakan berbagai macam kegiatan untuk meramaikan Taman Kuliner. Blog Mie Sehati yang pernah beberapa kali masuk nominasi lomba blogger tingkat nasional dan sempat menjuarai ajang lomba Blog ON!OFF dari Acer memang selalu punya energi berlebih untuk mengadakan berbagai macam kegiatan.

Sejak tahun lalu, lokasi ini memang ditetapkan sebagai salah satu tempat resmi acara tutup tahun di daerah Sleman Jogjakarta, sehingga insfrastrukturnya makin dibenahi agar layak tampil di hadapan warga Sleman ataupun warga dari kota lain.

Pentas seni juga mulai digelar di Taman Kuliner Condongcatur, misalnya pentas monolog berbahasa Jawa yang belum pernah digelar dimanapun karena dibawakan oleh seorang artis wanita. Yang lebih sering pentas monolog biasanya adalah sosok laki-laki, misalnya Butet, tetapi di taman Kuliner sudah digelar monoton berbahasa Jawa yang digelar oleh teater Wanita Ngunandika (We-eN).

Acara ulang tahun dan hiburan untuk anak-anak ini akan dimulai pada jam 09:00 dan diakhiri pada siang hari dengan menampilkan suguhan utama yaitu dongeng dari Kak Bimo, Pendongeng sejuta anak. Harinya hari Sabtu, 10 januari 2015.

Sebagai bintang tamu sekaligus MC, pembawa acara, adalah mas Dewo PLO owner dari DJ Milk, Cafe and Bar Jalan Wahid Hasyim Nologaten Jogja. Inilah pelawak Jogja yang tidak hanya pandai melucu, tetapi juga pandai berbisnis.

Kak Bimo pendongeng sejuta anak

Kak Bimo pendongeng sejuta anak

Untuk konfirmasi kehadiran, silahkan kontak Pak Bhe di 08182711706 sebelum kehabisan kursi.

Berbagi cerita di Taman Kuliner

Owner MieSehati

Berbagi cerita di Taman Kuliner sudah menjadi kegiatan harian bagi beberapa komunitas yang ada di Jogja, paling sering memang kelompok alumni UGM, karena memang kampus UGM adalah kampus terbesar di Jogja. Setelah itu komunitas yang sering mampir ke Taman Kuliner Jogja adalah komunitas dari para seniman Jogja yang sering menyambangi beberapa warung di Taman Kuliner untuk berbagi cerita seputar dunia seni Jogja yang semakin menarik.

Mie Mentah Sehati Hijau

Mie Mentah Sehati Hijau

Komunitas TDA (Tangan Di Atas) juga merupakan salah satu komunitas yang anggotanya rajin mampir ke Taman Kuliner. Salah satu warung yang ada di Taman Kuliner ini memang dikelola oleh salah satu anggota TDA Jogja, yaitu warung MieSehati, sehingga anggota komunitas TDA sangat nyaman untuk nongkrong di warung sambil membahas apa saja tentang dunia wirausaha.

Konsep warung MieSehati memang sedikit berbeda dengan konsep warung mie pada umumnya. Para pelanggan bisa melihat proses pembuatan MieSehati sejak masih berbentuk adonan sampai berbentuk mie. Pelanggan bisa menyaksikan bahwa MieSehati memang dibuat tanpa memakai zat pengawet, tanpa penyedap maupun zat-zat kimia berbahaya lainnya. MieSehati adalah Mie Sehat ala Indonesia, dibuat pada hari itu dan dikonsumsi pada hari itu juga. Umur MieSehati yang direkomendasikan hanya selama 8 (delapan) jam saja, jadi setiap hari Mie yang dibuat harus habis dihidang/dijual.

Mie Sehati Taman Kuliner Condongcatur

Mie Sehati Taman Kuliner Condongcatur

Tanggal 27 Desember 2014 rupanya ada sesuatu hal yang akan ditampilkan oleh pengelola MieSehati yaitu demo membuat MieSehati secara lengkap dan rinci. Acara demo ini akan diawali sejak jam 10:00 wib dan akan berakhir pada jam 13:00 atau sekitar jam makan siang. Peserta acara demo akan diberi salinan resep MieSehati Perto Group dan secara rinci dijelaskan satu demi satu. File resep ini sendiri, sebenarnya bisa diunduh langsung dari situs MieSehati.Com, dengan demikian peserta acara demo cukup mencocokkan apa yang tertulis dan apa yang dilihatnya.

Untuk para pelanggan MieSehati yang belum sempat melihat proses pembuatan MieSehati akan dipuaskan dengan demo proses pembuatan MieSehati, mulai dari masih berupa bahan mentah, sampai menjadi mie. Dijelaskan juga tentang proses pembuatan adonan untuk membuat pangsit, cara memasak ayam dan jamur serta hal-hal lain yang berkaitan dengan proses pembuatan miesehati.

Bagi pelanggan baru yang ingin melihat demo masak ini dan mereka-mereka yang ingin melihat proses pembuatan mie dan model penjualan mie, dipersilahkan menghubungi Ibu Yeni Rumiyaningtyas di nomor 08883087532 untuk proses administrasinya. Silahkan kirim SMS yang dilengkapi dengan data nama lengkap serta alamat lengkap untuk proses selanjutnya.

Bagi teman-teman komunitas Goweser yang sering main di Taman Kuliner, silahkan datang di hari Sabtu, 27 Desember 2014 untuk bersama-sama melihat proses demo masak MieSehati yang direncanakan akan diliput oleh media masa, sebagai salah satu informasi tentang makin menggeliatnya suasana di Taman Kuliner Condongcatur.

Sampai jumpa di Warung Mie Sehati Taman Kuliner Condong Catur Sleman Jogja. Salah satu tempat nongkrong para goweser, wirausahawan muda, komunitas alumni berbagai PT di Jogja.

Salam sehati.

Pimpinan Komunitas AntiMiras di Mie Sehati

Pimpinan Komunitas AntiMiras di Mie Sehati

+++

Administrasi pelatihan sebesar 200 ribu rupiah dapat ditransfer ke rekening di bawah ini :

Bank Mandiri an Yeni Rumiyaningtyas No : 156-000-1476-367
BCA an Yeni Rumiyaningtyas No : 873 000 4045.

 

Pelatihan Masa Persiapan Pensiun

Sebagian peserta pelatihan dari BRI

Pelatihan Masa Persiapan Pensiun dari Bank BRI telah dilakukan di  Mie Sehati Grha Mulia (Gramul). Pemrakarsanya pak Ato Sunarto, dedengkot wirausaha dari Cikarang yang meramu pelatihan ini menjadi beberapa kegiatan yang menarik dan salah satunya adalah mendatangi warung Mie Sehati Gramul yang terletak di pinggir Selokan Mataram.

Pak Ato ini memang kawan berwirausaha kuliner di Cikarang, restonya sangat terkenal dengan memakai brand “Kupat Tahu Bandung” (KTB) Mang Ato. Pernah bikin acara seru dengan pak Ato waktu sepedaan di kompleks Montana Jababeka. Strat dari rumahku dan finish di warung KTB Mang Ato. Semua warga sepedaan, baik yang sudah mempunyai anak istri maupun anak istrinya, semuanya gabung dan menikmati udara Jababeka yang selalu sejuk di pagi hari.

Mie Sehati Gramul Jogja

Mie Sehati Gramul Jogja

Kali ini pak Ato datang membawa rombongan. sekitar 100 orang, untuk belajar membuat kuliner sehat tapi tetap lezat. Inilah kuliner ciptaan master mie Perto pak Syamsu Irman dengan hanya tiga rasa saja, yaitu rasa enak, enak sekali dan enak banget.

Rombongan sebanyak ini tentu akan merepotkan semua pihak kalau datang bersamaan, jadi pak Ato mengatur agar sehari maksimal sekitar 50 orang saja. Idealnya memang 20 orang, tapi karena suasana dibuat fun dan waktu dibuat bebas, maka angka 50 masih bisa ditolerir. Rekor pelatihan mie sehati memang pesertanya sekitar 150 orang lebih, yaitu saat Pesta Wirausaha Bekasi beberapa tahun lalu.

Sarapan Goweser di Mie Sehati

Sarapan Goweser di Mie Sehati

Pelatihan ideal ketika Mie Sehati masih di jalan Cungkuk Jogja. Ruangan cukup sempit, sehingga lebih dari 20 orang sudah tidak ideal, akan tetapi ruangan di Mie Sehati Gramul luas, sehingga memadai untuk pelatihan dengan peserta 50 orang. Instruktur sendiri sering mengadakan pelatihan rutin di warung Mie Sehati Taman Kuliner Condongcatur (TKC), disamping tempatnya cukup, lokasinya juga mudah dicapai dari berbagai penjuru.

Lokasi warung Mie Sehati TKC memang sangat dekat dengan terminal Condongcatur depok, sehingga peserta pelatihan Mie Sehati dari luar kota atau luar pulau tidak banyak bertanya untuk mencari lokasinya. Aku kadang kasihan juga melihat peserta dari luar kota yang tidak begitu mudah sampai di lokasi mie sehati di Cungkuk, tapi aku juga sekaligus memberi apresiasi pada mereka yang jauh-jauh datang mencari warung kecil mie di Cungkuk.

Aku juga sangat terkesan dengan seorang cewek manis yang naik sepeda motor sendirian dari Tegal menuju lokasi yang belum dia kenal sama sekali. Luar biasa banget menurutku. Belum lagi yang dari Sampit, Papua ataupun Aceh. Mereka sangat menginspirasi sang instruktur Mie Sehati untuk berbuat lebih banyak bagi para calon wirausahawan yang ingin membuka warung secara instan. Selesai pelatihan langsung bisa buka warung.

Sebagian peserta pelatihan dari BRI

Sebagian peserta pelatihan dari BRI

Konsep itu juga yang dimaui oleh pak Ato. Peserta Pelatihan Masa Persiapan Pensiun BRI ini diharapkan bisa langsung beraksi begitu mereka menerima surat MPP mereka. Warung bisa dibuka langsung di rumah, bisa dibuka di teras, di garasi, ruang kosong halaman atau dimana saja.

Dengan naiknya BBM, modal yang diperlukan saat ini pasti tidak bisa sebesar 3 juta rupiah saja, seperti yang biasa disampaikan oleh instruktur pelatihan. Namun tetap relatif lebih murah dibanding usaha lain yang sejenis. Apalagi kalau di rumah sudah ada perlengkapan pendukung, misalnya kompor, panci dan sebagainya. Modal awal peralatan akan bisa direduksi.

Untuk bulan ini info pelatihan dari status FB instruktur pelatihan dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 29 Nopember 2014 jam 10:00 sd 13:00 di Taman Kuliner Condongcatur. Bagi yang tertarik silahkan SMS saja pada sang instruktur Yeni Rumiyaningtyas no hape 08883087532.

Salam sehati

Owner Mie Sehati belajar gowes memakai RB MOSSO

Instruktur Mie Sehati belajar gowes memakai Sepeda MOSSO

Gowes Beras Kencur

Wakil Pekanbaru melaju kencang di acara Gowes Borobudur

Gowes ke Borobudur kali ini kuberi label “Gowes Beras Kencur”, sebabnya sejak awal gowes kita sudah diberi aroma beras kencur di beberapa pos regrouping. Beda banget dengan suasana survey lokasi yang hanya bertiga dan kebingungan mencari minuman di jalan yang panas tanpa atap dan tanpa tim penopang.

Rute awal sebenarnya sangat sederhana, berangkat lewat Nanggulan, belok kanan ke arah Kalibawang dan sampai di Borobudur. Pulangnya lewat jalan raya Magelang Jogja dan sesampai di jembatan Krasak, belok ke arah Pulowatu Pakem dan kemudian belok lagi ke arah Palagan. Rute yang sederhana dan standard untuk goweser pemula.

Sebagian peserta Gowes Borobudur narsis di Jembatan

Sebagian peserta Gowes Borobudur narsis di Jembatan

Rute menjadi berkembang karena ada request untuk menghindari jalan umum Magelang Jogja dan dilewatkan jalan yang lebih sepi. Bertiga dengan mas Indul dan Zulfan ponakanku, kita telusuri jalan sesuai request. Hasilnya adalah rute yang cukup menantang, terutama saat melalui jalan sepi menuju Jembatan Krasak. Jalanan menanjak sangat panjang dengan perbedaan elevasi yang tidak banyak, tetapi dalam cuaca yang sangat ekstrem panasnya. Beberapa truk pasir yang menyalip rombongan saat kita melewati jalan itu terlihat merayap dengan gigi satu dan suara mesin yang bising pertanda memakai tenaga maksimal. Bila truk dengan BBM bensin memakai tenaga maksimal, maka tiga pesepeda ini memakai BBM nasi teh dengan tenaga maksimal juga.

Zulfan sebagai anak muda perkasa, langsung ngacir di atas Specialized, sementara aku dan mas Indul terseok-seok dalam cuaca yang begitu panas menyengat. Sampai di Jogja, kulaporkan bahwa rute yang kusurvey ini cukup menantang dari sisi cuaca, tapi tidak disarankan untuk goweser pemula. Kalau mas Indul yang pernah keliling Merapi harus memasang gigi sepeda paling ringan, maka goweser pemula yang belum pernah jarak jauh dengan rute seperti ini pasti akan menyerah sebelum sampai finish.

Wakil Pekanbaru melaju kencang di acara Gowes Borobudur

Wakil Pekanbaru melaju kencang di acara Gowes Borobudur

Rute yang disetujui akhirnya memang rute simpel, berangkat dari hotel Sahid Rich jalan Magelang, mengarah ke RR (Ring Road) utara dan berbelok ke kiri menuju simpang empat Godean. Lanjut belok ke kanan ke arah Nanggulan dan belok ke kanan lagi langsung tembus Borobudur.

Rute pulang juga dibuat sederhana, melalui jalan raya Magelang Jogja dan belok ke kiri di Jembatan Krasak menuju Pulowatu dan belok kanan menuju ke arah Tugu Jogja. Regrouping di Jamu Godhog, kuliner khas Jogja di jalan Palagan. Setelah kenyang bersantai ria, tinggal selangkah lagi menuju ke lokasi finish.

Jamu Godhog Palagan

Jamu Godhog Palagan

Rute ini dipilih karena beberapa pertimbangan sebagai berikut :

1. Dimulai dari jalan datar sekitar 22 km dan baru mulai variasi naik turun sepanjang 23 km.

2. Bila arah rute dimulai dari Palagan ke utara dan kembali lewat jalan Godean, maka jalan Godean sudah sangat ramai di siang hari, sehingga dipilih jalan yang masih sepi di pagi hari untuk berangkatnya.

3. Tempat pemberhentian di rute balik cukup banyak alternatifnya, mulai dari Bronkos Krasak, Pring Sewu, Gudeg Bu Citro maupun Jamu Godhog Palagan.

Jamu Godhog Palagan

Jamu Godhog Palagan

Ternyata pada kenyataannya, rute ini mempunyai kelemahan mendasar. Saat bertemu jalan datar sepanjang 22 km, para peserta sudah mulai unjuk gigi, saling mengayuh sepeda dengan kecepatan maksimal mereka. Akibatnya begitu km 22 terlewati, mereka mulai kehilangan power. Beberapa tanjakan sudah harus dilewati dengan berbaris menuntun sepeda masing-masing.

Beberapa pesepeda yang kusalip, kuberi nasihat ringan saat menanjak dan terpaksa menuntun sepeda mereka.

“Jalan menanjak itu, bila kita tidak sanggup menempuhnya, sebaiknya berhenti dulu sampai nafas dan nutrisi oksigen ke sel-sel kembali normal. Setelah itu naik lagi dan kayuh sepeda dengan santai. Sesungguhnya menuntun sepeda itu lebih berat dari menaiki sepeda dengan santai”

Nasehat ini sebenarnya nasehat temanku ketika melihatku melakukan berbagai upaya untuk mencoba naik tanjakan di Pajangan yang cukup curam dan panjang. Waktu itu aku gagal melewati tanjakan Pajangan karena melihat Forerunner 910xt sudah menunjukkan angka di atas 150 BPM (beat per minutes). Daripada tergeletak dan tidak bangun-bangun aku memilih berhenti dan menuntun sepeda.

Nasehat itu kupraktekkan pada beberapa tanjakan di kemudian hari dan aku sempat menyalip penasehatku dengan nasehatnya. Kupasang gigi paling ringan untuk nanjak, kuatur nafas setenang mungkin dan pelan-pelan naik tanjakan menyalipnya.

Pada pos regrouping ke dua di Pasar Petronalan, akhir tanjakan ke tiga terberat di arah Nanggulan Borobudur, kita dimanjakan dengan banyaknya botol Beras Kencur yang disediakan sejumlah peserta dengan beberapa botol cadangan. Ternyata botol beras kencur ini ludes diperebutkan oleh para peserta.

Di regrouping terakhir jalan Palagan, kita kembali disuguhi Jamu Godhogan, baik dengan es maupun yang tanpa es. Akupun habis beberapa gelas jamu, mulai dari beras kencur, kunir asem sampai campuran beras kencur dan kunir asem. Hari itu adalah hari jamunya para goweser, selain berbagai macam makanan yang dibawa dari luar warung Jamu Godhog.

Inilah yang akhirnya membuatku menulis acara gowes kali ini dengan sebutan “Gowes Beras Kencur”.

46 peserta Gowes Borobudur

46 peserta Gowes Borobudur

 

« Older Entries