Menghafal Al Quran semudah tersenyum, seperti menghafal Asmaul Husna

Tiga tahun lalu aku ikut training menghafal Asmaul Husna yang diadakan oleh SMASH. Saat itu aku dijadikan contoh peserta yang ikut pelatihan dan hafal 99 nama Allah. Hadiahnya lumayan banget bagiku, bukan uang yang banyak tapi buku-buku yang sangat bermutu.

Minggu, 17 Agustus 2011, aku banyak sekali punya acara, antara lain HUT Blogger Bekasi dan milad mas Aris, ketua bloggerbekasi.com. Aku juga sebenarnya harus terbang ke Pekanbaru pada hari kemerdekaan itu. Semua acara terpaksa tidak bisa kuikuti dan aku fokus untuk memperdalam bacaan Quran dan menulis huruf Hijaiyah.

menghafal al quran

Inilah acara yang metode pelaksanaannya sama dengan metode pelaksanaan SMASH saat mengajari aku menghafal 99 Nama Allah. Pada sesi pertama aku diuji untuk meghafal 15 kata yang disampaikan oleh para peserta acara ini. Tentu saja, berbekal ilmu otak kananku, aku bisa menjalaninya dengan baik. 15 kata bisa kuucapkan dengan urut dan bisa dibolak balik dari atas ke bawah atau dari bawah ke atas.

Darimanapun dimulai, aku bisa menyebutkannya dengan benar.

Acara yang digagas oleh Kauny Quantum Memory ini memang luar biasa dahsyat. Bagaimana tidak dahsyat, kita dari pagi jam 08.00 sampai menjelang maghrib hanya melafalkan ayat Allah dengan suara keras dan tidak kenal capek. Tidak ada ISHOMA lengkap, adanya cuma sholat wajib saja, diluar itu semua waktu diisi dengan membaca Al Quran surat Ar Rahman. Akibatnya acara berbuka puasa jadi luar biasa nikmatnya. Subhanallah, maha suci Allah.

Ada game, ada “tawaf” (berjalan berkeliling sambil membaca surat Ar Rahman) dan ada bermacam acara untuk membuat kita makin dekat dengan Allah. Ini memang acara yang full spiritual tetapi dikemas dengan metode otak kanan. Kadang kita diajak serius, tetapi ada juga selipan-selipan humor di dalam acara ini.

menghafal al quran 01 dengan senyum

Teori presentasi adalah “konsentrasi akan terpecah saat seorang presenter menyampaikan presentasinya selama lebih dari 15 menit dengan gaya yang sama”. Dalam acara ini presenter sudah mencoba mengikuti pakem itu, sehingga gaya sang presenter juga berubah-ubah. Akan lebih baik lagi kalau presenternya juga lebih banyak lagi, sehingga disamping gaya yang berubah, presenter baru juga akan membuat perserta memulai konsentrasinya lagi.

Dalam menghafal asmaul husna tiga tahun yang lalu, presenternya sangat banyak dan seragam (merata) kemampuan presentasinya, sehingga peserta benar-benar tidak sadar tahu-tahu hari sudah sore.

Dalam acara menghafal Al Quran dengan metode baca tulis ini, akhir acara diisi dengan lomba hafalan surat yang dipelajari. Disini tidak hanya kemampuan menghafal yang ditunjukkan, tetapi mental untuk berbicara di depan umum juga dipertandingkan.

Ayat yang sudah ada di luar kepala, tiba-tiba holang begitu saja ketika tib agiliran kita untuk mengucapkan salah satu ayat dalam surah Ar Rahman. Mungkin karena sudah diluar kepala, jadi ayat-ayat itu langsung terbang entah kemana.

Sang pemenang mendapat hadiah sebuah lemari es yang lumayan gedhe. Padahal pemenangnya badannya kecil (gaknyambungdotcom). Kita semua memberi apresiasi pada sang pemenang, disamping bacaannya bagus, hafalannya juga luar biasa.

Kalau ingin belajar memakai otak kanan dan sekaligus beramal, maka acara ini patut diikuti oleh kaum muslim. Biayanya 1,5 juta per orang atau 35 juta per 50 orang kalau dilaksanakan dengan model in house training. Silahkan kunjungi situsnya untuk info yang lebih lengkap. http://al-kauny.com

menghafal al quran 01

Saatnya Membaca

Mengapa menulis dianggap pekerjaan yang penting? Bahkan menulis status di social media adalah sesuatu yang penting juga untuk melatih otak kita bekerja.

Bekerjanya otak diyakini akan membuat sang pemilik otak tidak mudah pikun. Sampai saat ini, cara mudah untuk memaksa otak bekerja adalah dengan mengajak otak untuk memerintahkan sang tangan menulis.

Disini bisa dipahami mengapa menulis rutin, meski hanya sebatas menulis status di socmed, terasa lebih penting dibanding menulis novel tebal tapi tidak rutin.

Lalu bisakah kita bayangkan seorang yang sepanjang hidupnya menulis tapi tidak pernah membaca.

“Kenapa harus membaca kalau tanpa membaca aku sudah bisa menulis dengan bagus dan menarik?”

Untuk pertanyaan seperti ini, maka paling cocok adalah jawaban model KH AR Fachruddin,alm ketua PP Muhammadiyah yang sangat cerdas dan membuat bibirpun menjadi ikut tersenyum.

“Kalau tanpa membaca saja sudah bisa menulis dengan hebat, coba kita bayangkan kalau kemampuan menulis itu diperkaya dengan bahan bacaan yang berkaitan, tentu akan menjadi sesuatu yang luar biasa hebatnyal”.

Jadi kalau saat ini kita belum demen membaca, maka sebaiknya mulai memaksakan diri untuk membaca.

Biarpun anda bukan penulis, mulailah belajar menulis, meski hanya sebatas menulis status. Jangan lupa rajin membaca agar lancar menulis.

Posted with WordPress for BlackBerry.