KuLTuM [di kantor]


Setiap bakda Dhuhur, di masjid kantor selalu diadakan acara kultum. Acara ini terasa pas, karena bisa menambah keimanan atau minimal mengingatkan kita akan perlunya memberi siraman rohani. Apalagi pas bulan puasa, jadi rasanya pas bener deh…!:-)

Pemberi kultum juga beraneka ragam posisi jabatan, mulai dari pejabat tinggi, sampai staf rendahan, bahkan OB-pun ikut memberi kontribusi kultum.

Ada juga penceramah dari luar yang ingin berbagi ilmu dengan jamaah masjid Waskita. Bila waktu ceramah dianggap masih kurang dan “audience” masih belum puas, maka lokasi kultumpun pindah ke depan masjid [namanya sudah bukan kultum tuh, mungkin kulibas =kuliah lima belas menit=].

Seperti di mesjid-mesjid lain, maka fenomena istirahat siang juga ada di masjid Waskita.

Karena tidak tiap hari ke masjid, maka aku tidak tahu apakah ada direktur atau kepala biro yang suka datang di masjid ini. Kebetulan pas aku hadir, pas meeka pada tidak kelihatan.


KulTuM [LiLo]

Sabtu subuh, dalam perjalanan ke masjid, LiLo cerita kalau dia mau menyampaikan kultum di sekolahnya.

Kalau gak salah dia mau cerita tentang seorang laki-laki bernama PARMAN yang ingin jadi SUPERMAN. Jadi akupun mengajukan usul ke LiLo untuk presentasi dulu ke keluarga sebelum memberikan kultum ke teman-temannya. Lilo setuju dan akhirnya dia tampil di depan kita pada suatu hari.

Rupanya LiLo sudah tidak tertarik lagi dengan cerita Parman dan Superman yang diceritakannya saat subuhan ke masjid , dia ingin cerita yang baru, yaitu tentang “TUJUAN HIDUP”. Aku tidak tahu darimana dia punya ide cerita itu, tapi itulah yang dia ceritakan di depan kita.

Begitulah, sehabis subuh kami sekeluarga berkumpul untuk mendengar dan melihat presentasi LiLo. Apa yang diomongkan Lilo dicatat dengan MS Word oleh Lita [kakak LiLo], kemudian karena ngomongnya cepet diambil alih oleh LuLuk [kakak Lita].

Setelah selesai presentasi, maka LiLo gantian yang ngutak-utik MS Word itu. Banyak yang dia koreksi, dan inilah hasil koreksiannya.

Bismillah hirahmani rahim..

ASS. WR. WB..

allhamdulillah,

ashadu alla iLaha ilallah wahdahula syarikallah, wa’ ashhadu anna muHammadan abduhu warrasulluh..

allahhuma shali wa shali alla muhammadin hottamil ambia iwal mursalim, wa’ala lihi wa’shabihi azmain, amma ba’du

teman-teman yang di rahmati Allah s.w.t saya akan menyampaikan kultum yang berjudul

Tujuan Hidup

tujuan hidup itu ada tiga, yaitu jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek.

Apa tujuan hidup jangka panjang..?

Yaitu, bertemu AllahS.w.t dengan bekal yang cukup

Sedangkan jangka menengah yaitu menyebarkan ajaran Islam

Dan jangka pendek adalah berbuat baik dari diri sendiri mulai sekarang.

Jadi, mulai sekarang marilah kita berbuat sebaik baiknya. Jangan mengharap pujian orang lain. dan Mengharapkan ridho Allah S.w.t.

Bersekolah itu ibadah bukan untuk mengharap pujian guru.

Dengan berbuat baik setiap hari setiap saat, lama-lama amal kita semakin banyak dan siap menghadap Allah swt.

amin yarobbalalamin
wabillahi taufik wal hidayah wass…

Semoga LiLo menjadi anak yang berguna bagi dia, kami, bangsa dan agama.

Amin.

KuLiAh SuBuH (GoDaAn PuAsA)

Pagi ini kuliah subuh enak banget. Padahal aku sudah sempat berburuk sangka pada khotibnya. Tahun lalu khotib ini keasyikan cerita tentang masa kecilnya, sehingga lupa waktu. Astaghfirullah aladzim.

Tahun lalu kutinggalkan ceramahnya karena aku suka ke kantor pagi-pagi dan aku belum mempersiapkan keperluan ke kantorku.

Tahun ini dia cerita tentang keutamaan sholat jamaah. Ini masalah yang klise memang, tapi karena disampaikan dengan singkat dan padat (hanya membaca hadits), maka kayak nonton film barat deh. Jadi kita disuruh berpikir sendiri untuk mencerna hadits itu dan mengoreksi diri sendiri, apakah kita sudah sesuai atau masih perlu “update” lagi.

Ceramah subuh yang hari kemarin juga bagus. Temanya tentang keseimbangan dunia dan akhirat. Meski diusahakan seimbang, namun jangan sampai mendahulukan kebutuhan dunia dibanding kebutuhan akhirat.

Masih lebih baik, sedikit mendahulukan kebutuhan akhirat daripada kebutuhan dunia. Saking asyiknya ceramah, tahu-tahu sudah hampir jam setengah enam.

Yah, terpaksa kutinggal pulang. Kalau ceramah tarawikh kepanjangan sih oke saja, tapi kalau kuliah subuh kepanjangan, jalan tolnya udah macet tuh. He..he..he…. pertanda masih mementingkan kehidupan dunia ya…

Untuk yang ini aku harus tersenyum [agak] kecut nih. Sebegitu pentingkah acara ke kantor, sehingga aku meninggalkan ceramah subuh itu?

Bila mementingkan kehidupan akhirat, mungkin harus didengarkan tuh ceramah subuhnya. Siapa tahu, meski selesainya agak siangan, tapi Tuhan memerintahkan agar jalan tol Cikampek Jakarta tidak usah macet dulu hari itu.

BTW sunatullahnya, kalau berangkat pagi itu relatif lebih sepi dibanding berangkat agak siangan.

So….. milih sunatullah atau ndengerin ustadz ceramah dan kesiangan (dengan harapan Tuhan memerintahkan jalan tolnya tidak macet)….????

Salam