Tag Archives: La illa ha Illalah

[kehangatan] MaNCiNG


Selama LiLo mudik duluan ke Yogya, hampir tiap hari, tiap saat [terutama waktu berbuka dan sahur], kami di Jakarta berlomba nelpon LiLo.

Bu Liknya juga cerita kalau LiLo baru saja lewat depan rumahnya, kelihatannya mau mancing, kata buliknya.

Ketika LiLo kutanya,”Mancing dapet apa Lo?”

LiLo njawab tanpa ekspresi,”Gak dapet apa-apa. Malah ikan yang sudah didapet sama pak De Wawan dikembalikan lagi ke kolam”

Kaka tertuanya, LuLuK, rupanya demen mancing juga, sehingga mendengar cerita tentang pancing memancing membuat dia tergerak untuk nagjak aku mancing.

Walah, aku kan spesial mancing di air laut [nah, ini kan narsisnya mulai timbul]. Jadi aku nggak begitu selera menerim aajakan mancing itu, meski demikian aku pasti tidak menunjukkannya. Lha wong jauh-jauh dari Jakarta ke Yogya salah satunya ya pingin mancing kok tidak diijinin, kan pasti kecewa tuh anak-anak cantikku.

Kalau anak kedua sih, kayaknya nggak mancing juga gak akan kecewa, tapi tidak ada salahnya mancing untuk nyeneng-nyenengin anak-anak.

Waktu kecil aku juga demen mancing di sungai, tapi hasilnya selalu NOL BESAR, jadi lama-lama hobi memancingku hilang dengan sendirinya. Kecuali kalau mancing di laut, wah enak tuh. KEmungkinan dapetnya lebih besar dibanding mancing di air tawar [mbayar perahunya juga lebih mahal...!:-)]

Akhirnya saat mancingpun tibalah. Kami sekeluarga, ditemani oleh anaknya pak dhe Wawan [mas Angga]dan ditambah bulik Teti sekeluarga.

Tempat mancingnya ternyata asyik banget. Namanya Ledok Gebang di Jambusari, sebelah utara perumnas Condong Catur, dekat dengan candi Gebang.

Baru masukkan kail ke kolam, tiba-tiba LiLo sudah teriak-teriak,”Dapet …. dapet…!”

Langsung pakliknya mbantu LiLo, mengarahkan LiLo bagaimana caranya menarik ikan yang sudah terkait di pancingnya. Pakliknya memang jago ngarahin. Dia nggak mengambil alih, tetapi memberi semangat pada LiLo untuk menarik pancingnya sesuai aturan baku mancing.

Inilah ikan pertama LiLo. Lumayan besar, kira-kira seukuran telapak tanganku lebih sedikit.

Nasib baik, rupanya terus menaungi LiLo, beberapa saat kemudian dia sudah mendapat ikan kedua, dengan ukuran mirip ikan yang pertama.

Puncaknya adalah ketika LiLo dapet ikan mas seberat 0.7 kg. Sampai hampir putus kailnya ketika menarik ikan itu dari kolam.

Ketika tak tanyain ke dia,”Lo, kamu mbaca apa sebelum dapet ikan?”

“Nggak mbaca apa-apa tuh”, jawab LiLo.

“Bener?”

“Eee… kayaknya cuma mbaca La illa ha Illalah tuh..”

Jadi begitu rupanya doa LiLo untuk mendapat ikan ini. Keinginannya yang sangat besar untuk dapat ikan, dilandasi dengan ibadah puasanya yang sampai saat ini masih belum bolong, rupanya telah membuat rencana LiLo sesuai dengan rencana Tuhan.

Kusyukuri suasana mancing yang sangat hangat ini. Setelah terdengar adzan Dzuhur, kami sholat jamaah dan kemudian pulang membawa kehangatan di hati kami masing-masing.

Terima kasih Ya Allah atas semua yang kuterima hari ini, hari-hari lalu dan hari-hari yang akan datang. Semoga kami selalu dapat merasakan kehangatan cintaMu.
Amin.