KamPunG LaLaNg [medan]


Kampung Lalang tahun 2000an, merupakan salah satu tempat yang sangat padat lalu lintasnya. Malam itu, aku bertiga dengan LuLiTa [LuLuk n Lita] antri beli makanan di pinggir jalan besar itu.

Seperti biasa, saat aku antri, maka LuLiTa main berdua, berkejaran di pinggir jalan yang sangat ramai itu. Penjual warung sampai nggak konsentrasi dalam melayani pembeli, sebentar-sebentar dia mengawasi tingkah polah LuLuk dan Lita.

Akhirnya, karena tidak tahan, maka diapun berkata,”Bang, anaknya dijagain ya, nanti ketabrak mobil!”

Aku mau njawab begini, ”Nggak apa-apa kok, mereka sudah terbiasa main di pinggir jalan. Pasti mereka tidak akan bermain di tengah jalan”

Cuma setelah tak pikir-pikir, itu jawaban yang kurang bijaksana. Masak orang lain sangat memperhatikan anak-anakku, kok malah aku cuek saja.

”Makasih Bang”, jawabku sambil tersenyum [2-2-7] dan akupun mendekati kedua anakku untuk ngawanin mereka bermain.

Suatu kejadian yang sangat mengerikan, di mata anak-anakku, terjadi beberapa bulan lalu. Seekor kodok mati ”gepeng” terlindas mobil yang lewat di depan rumah. Sejak saat itu, sangat gampang mengajarkan mereka agar jangan sampai menginjak ”pasar hitam” [jalan aspal-bahasa medan].

Mungkin kalau kita melihat fenomena artis yang tadinya gila ”dugem” kemudian rapat-rapat menutup auratnya, atau seseorang yang tadinya anti agama mendadak menjadi ahli agama, barangkali mereka sudah melihat ”kodok gepeng” dalam perjalanan hidupnya.

Namun untuk urusan orang kafir, maka firman Allah sangat tegas.

”Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan, atau tidak, mereka tidak akan beriman.
Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup, dan bagi mereka siksa yang amat berat”

[Al Baqarah QS 2;6-7]

Nah, tinggal milih aja, mau jadi orang kafir atau siap-siap untuk tobat, atau bagi yang sudah tobat, bagaimana memaknai hidup ini agar lebih bermakna lagi.

Insya Allah, kita termasuk hambaNya yang pandai bersyukur. Amin.

”Tiap-tiap anak Adam itu berbuat banyak kesalahan, tetapi sebaik-baiknya orang yang berbuat banyak kesalahan itu, ialah orang-orang yang banyak bertaubat”

[Bulughul Maraam, Hadits No. 1505 Riwayat Turmudzi dan Ibnu Majah dan sanadnya kuat]


KulTuM [LiLo]

Sabtu subuh, dalam perjalanan ke masjid, LiLo cerita kalau dia mau menyampaikan kultum di sekolahnya.

Kalau gak salah dia mau cerita tentang seorang laki-laki bernama PARMAN yang ingin jadi SUPERMAN. Jadi akupun mengajukan usul ke LiLo untuk presentasi dulu ke keluarga sebelum memberikan kultum ke teman-temannya. Lilo setuju dan akhirnya dia tampil di depan kita pada suatu hari.

Rupanya LiLo sudah tidak tertarik lagi dengan cerita Parman dan Superman yang diceritakannya saat subuhan ke masjid , dia ingin cerita yang baru, yaitu tentang “TUJUAN HIDUP”. Aku tidak tahu darimana dia punya ide cerita itu, tapi itulah yang dia ceritakan di depan kita.

Begitulah, sehabis subuh kami sekeluarga berkumpul untuk mendengar dan melihat presentasi LiLo. Apa yang diomongkan Lilo dicatat dengan MS Word oleh Lita [kakak LiLo], kemudian karena ngomongnya cepet diambil alih oleh LuLuk [kakak Lita].

Setelah selesai presentasi, maka LiLo gantian yang ngutak-utik MS Word itu. Banyak yang dia koreksi, dan inilah hasil koreksiannya.

Bismillah hirahmani rahim..

ASS. WR. WB..

allhamdulillah,

ashadu alla iLaha ilallah wahdahula syarikallah, wa’ ashhadu anna muHammadan abduhu warrasulluh..

allahhuma shali wa shali alla muhammadin hottamil ambia iwal mursalim, wa’ala lihi wa’shabihi azmain, amma ba’du

teman-teman yang di rahmati Allah s.w.t saya akan menyampaikan kultum yang berjudul

Tujuan Hidup

tujuan hidup itu ada tiga, yaitu jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek.

Apa tujuan hidup jangka panjang..?

Yaitu, bertemu AllahS.w.t dengan bekal yang cukup

Sedangkan jangka menengah yaitu menyebarkan ajaran Islam

Dan jangka pendek adalah berbuat baik dari diri sendiri mulai sekarang.

Jadi, mulai sekarang marilah kita berbuat sebaik baiknya. Jangan mengharap pujian orang lain. dan Mengharapkan ridho Allah S.w.t.

Bersekolah itu ibadah bukan untuk mengharap pujian guru.

Dengan berbuat baik setiap hari setiap saat, lama-lama amal kita semakin banyak dan siap menghadap Allah swt.

amin yarobbalalamin
wabillahi taufik wal hidayah wass…

Semoga LiLo menjadi anak yang berguna bagi dia, kami, bangsa dan agama.

Amin.