Al Khairiyah #Mosque Cebu Philippine, akhirnya ketemu #masjid

Hari ini hunting masjid untuk sholat Jumat dan alhamdulillah nemu masjid kecil. Green Mosque in Cebu. Ngobrol dengan pak Sholehntentang masjid di Cebu Philippines.

“Ada tiga masjid yang menyelenggarakan sholat Jumat. Salah satunya masjid ini”

“Yang lainnya ?”

“Masjid Mambaling yang dekat dengan masjid ini”

” kalau jalan kaki berapa lama waktunya?”

“………..,

“Sekitar setengah jam atau sejam ?”

“…………”

“Setengah jam ?”

“Yes”

Kamipun meluncur naik taksi ke lokasi masjid Mambaling. Ternyata namanya masjid Al Khairiyah. Langsung saja check in dan meluncur ke hotel lagi.

Sekarang siap-siap mandi dan pergi ke masjid.

20120921-094733.jpg

Bom lagi

Entah agama mana yang menganjurkan pemeluknya untuk melakukan bom bunuh diri, sepanjang pengetahuanku, semua agama yang kukenal tidak mengajarkannya. Bahkan mereka yang mengaku tidak beragamapun tidak ada yang sampai mengajak atau menganjurkan tindakan bom bunuh diri, apalagi dilakukan ketika sedang ada kegiatan ibadah.

Mau ibadah di masjid, gereja, atau dimanapun pasti akan sangat menyakitkan bagi para pemeluk agama itu, bahkan pemeluk agama lainpun merasa geram ketika mendengar tempat ibadah agama lain diganggu dengan teror bom.

Semangat kerukunan beragama terlihat ketika berbagai penganut agama berjaga-jaga saat ada teror bom di suatu tempat ibadah agama lainnya.

Bom kali ini seperti mengejek para polisi yang mencanangkan gerakan anti bom.

Jam 09.00 wib, Kepala Polresta Cirebon Ajun Komisaris Besar Herukoco menggelar acara sosialisasi masalah bom dan sekitar pukul 12.20 bom meledak di masjid yang ada di kompleks kantor kepolisian itu.

Sang pengebom yang diduga berumur dibawah 30, sekitar 20-25, sebenarnya adalah generasi yang harus kita bina untuk menyongsong Indonesia Emas 2020.

Sayangnya dia malah dibina oleh mereka yang tidak punya tanggung jawab terhadap bangsa dan negara tercinta ini.

Baik ataupun buruk, inilah negara kita. Yang baik kita tingkatkan dan yang buruk kita tinggalkan.

Mari kita mulai dari keluarga kita dahulu.

+++

Gambar : koran Tempo 16 April 2011.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Himbauan dari Masjid MI Cikarang

Himbauan Untuk Membantu Palestina

Assalamu’alaykum wr wb

Segala Puji bagi Alloh swt yang digenggaman-Nya seluruh kerajaan dan kekuatan, Dia lah yang telah menjadikan kematian dan kehidupan sebagai ujian siapa diantara kita yang paling baik amalnya. Sholawat dan salam semoga tercurahkan kepada teladan kita Rasulullah saw, beserta keluarga, sahabatnya dan setiap orang yang ikhlas dan konsisten mengikuti ajarannya

Islam mengajarkan kepada kita untuk membangun rasa persaudaraan, kepedulian dan solidaritas sesama muslim di manapun mereka berada. Tidak ada batas wilayah, geografis, latar belakang suku dan bangsa yang dapat menghalangi seorang muslim untuk membantu saudaranya yang kesulitan. Islam mengibaratkan rasa persaudaraan ini dengan ibarat kesatuan anggota tubuh “kal jasadul waahid”, dimana jika ada salah satu anggota tubuh yang sakit, anggota tubuh yang lain akan merasakan sakit dan segera membantu untuk mengobatinya

Saat ini, saudara saudara kita di Gaza Palestina sedang mengalami penderitaan yang sangat berat. Tanah kelahirannya, rumah tinggalnya, masjid masjidnya dan seluruh fasilitas hidupnya di rampas dan di hancurkan oleh Zinois Israel. Lebih dari itu secara brutal Militer Zionis Israel telah membunuh anak anak dan wanita serta menghancurkan harapan harapan mereka. Hingga saat ini tidak kurang dari 500 jiwa telah terbunuh dan ribuan lain mengalami luka luka akibat kebiadaban Zionis Israel

Pada kesempatan ini kami Yayasan Islam Mekar Indah (YIMI) menghimbau kepada seluruh jamaah untuk membantu saudara saudara kita tersebut dalam bentuk sebagai berikut
1. Melantunkan doa secara fardiyah untuk kemenangan umat islam di Palestina dan kehancuran Zionis Israel
2. Membaca doa qunut nazilah pada setiap sholat kita
3. Memberikan bantuan dana kepada lembaga lembaga terpercaya yang ada, seperti MER-C, KNRP, KISPA dan yang lainnya

Sekecil apapun bantuan yang kita berikan akan memberikan manfaat dan harapan yang besar bagi saudara saudara kita umat Islam di Palestina. Semoga Alloh memberikan kemenangan bagi mujahidin Palestina dan menghancurkan Zionis Israel laknatulloh ‘alaihim sehancur hancurnya.

“In tansurulloha yansurkum wa yutsabbit aqdaamakum”. Barang siapa yang menolong agama Alloh, pasti Alloh akan menolong dan meneguhkan kedudukannya.

Wasalamu’alaykum wr wb

H. Imam Hambali, S.Si
Ketua Yayasan Islam Mekar Indah

NB. Himbauan ini boleh di sebarkan luaskan ke jamaah/masjid yang lain

KOTAK itu namanya PARTAI

Obat bius yang paling manjur ternyata ada pada suara khotib yang kurang pandai membawakan khotbahnya dan bertemu dengan jamaah sholat Jumat yang kurang konsentrasi.

Aku pernah merasakan betapa nikmatnya mendengar suara khotib yang bicara muter-muter dan disampingku terdengar suara dengkuran berirama [kadang lembut dan kadang keras] dari seorang jamaah yang kecapekan mendengar suara khotib.

Hari ini, aku mandi lengkap, semua sudut tubuhku kubersihkan dengan penuh perhatian, demikian juga sepasang kumis tipisku sudah kucukur habis. Alhamdulillah, khotib di Masjid dekat rumah memberikan khotbah yang ringan dan sangat berisi, sehingga semua jamaah terlihat menyimak dengan penuh khidmat.

Masjid dekat rumah ini, kata beberapa teman, dulunya didirikan oleh para aktivis dari sebuah partai politik yang berlambang matahari biru, dan sekarang diisi oleh aktivis dari partai Islam yang sedang populer karena menjadikan mantan presiden sebagai salah satu guru bangsa. Benarkah semua ini? Aku tidak pernah ambil pusing.

Kadang aku tertawa sendiri [minimal tersenyum] mendengar cerita tentang aktivitas masjid ini yang selalu dikomentari dari berbagai sudut pandang. Akibatnya seperti kumpulan orang buta yang bercerita tentang seekor Gajah.

Aku sendiri pernah ikut olah raga Minggu pagi di masjid ini, beberapa bulan kemudian baru aku tahu bahwa olah raga yang kuikuti adalah olah raga “khas” partai tertentu. Bagiku sih nggak masalah siapapun partainya, yang penting kan sehatnya.

Kotak-kotak partai telah membuat umat Islam kadang-kadang seperti ditempatkan dalam medan perang yang saling berhadapan. Kalau umat Islam berhadapan dengan musuh beneran sih jelas ada ayatnya, tapai kalau sesama umat Islam saling berhadapan tentu sangat disayangkan.

“Sesungguhnya Allah telah membeli orang-orang mukmin, diri, dan harta mereka dengan memberikan jannah untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. Itu telah menjadi janji yang benar dari Allah dalam Taurat, Injil dan Al-Qur’an (Q.S At Taubah:111)

Ayat diatas tentu sangat tidak cocok diterapkan untuk kaum muslim yang di beberapa tempat terlihat saling gontok-gontokan memperebutkan “kursi dunia” [atas nama partai bukan atas nama Allah swt].

Lalu apakah sebaiknya umat Islam tidak usah berpolitik?

Bukankah politik telah membuat tidak lagi ada musuh abadi atau kawan abadi, yang ada hanya kawan dalam kesamaan pandangan sesaat atau musuh dalam pandangan sesaat. Jika pandangan berubah, maka kawan bisa jadi lawan dan kawanpun bisa berubah menjadi lawan.

Politik telah membuat umat Islam menjadi terkotak-kotak. Kesamaan saat menghadap kiblat bisa berubah menjadi ketidak-samaan begitu bicara masalah politik.

Beberapa “tokoh” muslim bahkan ada yang memilih golput atau malah menganjurkan golput. Semua itu demi menjaga ukhuwah islamiyah, katanya.

Kawanku, seorang muslim yang tidak ikut partai manapun sering geleng-geleng kepala melihat fenomena ini. Kamipun sepakat, bahwa politik seberapapun “kotornya” sebenarnya ada juga sisi manfaatnya bagi umat Islam.

Apa jadinya jika semua umat Islam tidak berpolitik dan memilih golput?

Beberapa skenario bisa terjadi, misalnya sebagai berikut :

  1. Pemilu dianggap gagal dan biaya pemilu yang “gedhe banget” terbuang percuma [mubadzir].
  2. Pemilu dianggap sukses dengan kemenangan telak dari partai yang mempunyai pandangan politik non muslim
  3. Ada daerah pemilihan yang tidak punya pemenang, karena semua penduduknya memilih golput [mungkin nggak ya?]
  4. Lain-lain [silahkan isi sendiri].

Aku jadi ingat ayat ini.

“ Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi. Sebagaimana Dia menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa. Dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya dan benar-benar akan menukar keadaan mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan apapun dengan-Ku. Dan barang siapa yang tetap kafir setelah janji itu, maka merekalah orang-orang yang fasik(Q.S An-Nur:55)

Surat An-Nur ini memberiku pencerahan. Sebuah cahaya yang adem merasuki hatiku dan rasanya aku harus menentukan pilihan untuk mensukseskan pemilu 2009. Aku akan mempercayakan suaraku untuk partai yang ditunjukkan Alah swt.

Aku harus menghadap padaNya untuk meminta petunjuk, partai mana yang harus kucoblos. Aku tidak ahli politik, jadi biarlah para politikus Islam ahli yang berkecimpung di dunia kepartaian, kita doakan sama-sama untuk tetap “istiqomah” menjaga dirinya. Agar para politikus itu tetap berpegang pada tali allah.

Insya Allah doa tulus kita diterima Allah swt.
Amin.

Mari kita hargai pandangan politik saudara muslim kita, tidak perlu menyerang mereka tanpa memberi solusi. Mari kita sampaikan solusi saja, bila menurut padangan kita ada yang perlu diperbaiki oleh saudara-saudara muslim kita.

Kalau solusi kita tidak diterima, apa yang sebaiknya kita lakukan?

Ya, kita doakan saja Allah swt membuka mata hati mereka, agar mau menerima solusi kita [atau jangan-jangan solusi kita yang salah?]

Insya Allah, semua menjadi amalan baik kita.
Insya Allah, kotak [partai] itu tidak membatasi persaudaraan kita dengan sesama muslim.
AMin.

ditulis di hari libur akhir tahun [hari kedua] oleh eko.eshape@gmail.com
blognya sendiri ada di http://eshape.blogspot.com/

17 Ramadhan 1429 H

Angka 17 biasanya dianggap angka keramat, padahal semua angka sebenarnya sama saja. Angka hanya membedakan jumlah atau sebagai penanda waktu saja.

Malam ini, di Masjid Mekar Indah, kultumnya diganti KULIBAS [kuliah lima belas menit] atau bahkan mungkin KUTIGAM [kuliah tiga puluh menit]. Yang diceritakan, seperti biasa, adalah tema yang menyangkut Al Quran.
Aku terkantuk-kantuk duduk di barisan paling depan, sampai kemudian pak Ustadz cerita tentang pahala orang belum mahir membaca Al Quran, sehingga mbaca aliflammim saja gak selesai-selesai. Ternyata di titik ini pak Ustadz berhasil membangunkan aku dari kantuk.
Selanjutnya, ceramah ustadz ini mengalir deras tanpa etrbendung lagi. Joke-joke segar mewarnai semua ceramahnya.
Betapa terpujinya, orang di jaman nabi, yang setiap sholat selalu membaca surat Al Ikhlas. Bedanya, saat ini banyak orang yang mencontoh perbuatan itu tanpa tahu makna dibalik bacaan Al Ikhlas itu.
Kebanyakan orang membaca Al Ikhlas karena pendeknya bukan karena materi yang terkandung dalam surat itu.
Cintailah AL Quran, dan insya Allah, dalam setiap langkah kita, Allah swt akan selalu mencintai kita.
Amin.