Osama meninggal, lalu apa?

Daily Post at WordPress hari ini mengajukan pertanyaan pada penggemarnya, “Osama meninggal lalu apa yang berubah?”

Aku jadi diem sebentar dan mulai berpikir. Memang apa yang akan berubah dengan meninggalnya Osama. Iseng-iseng akupun akhirnya bergabung dengan teman-teman yang membahas tentang meninggalnya Osama.

“Ah itu akal-akalan dari Obama saja. Dia kan sedang turun pamor nah dia bikin berita tentang meninggalnya Osama untuk menaikkan popularitasnya saja…”

“Ah…bapak ini sok anti Amerika deh..”

“Bukan. Ini analisaku tentang Obama bukan tentang Osama..”

Pembicaraan terus berlanjut tapi lama-lama topik pembicaraan bergeser ke topik lain yang lebih menarik mereka. Ada yang lari ke harga ponsel android atau ke laga el Cllassico jilid selanjutnya.

Kesimpulannya, tidak ada yang berubah di Indonesia dengan meninggalnya Osama. Kalau di Amerika mungkin memang ada perubahan yang terjadi, tapi perubahan seperti apa juga mungkin tidak terlalu penting bagi masyarakat awam Indonesia.

Masih mending mikir apa yang sebaiknya kita kerjakan hari ini agar lebih baik dari kemarin.

+++

Gambar diambil dari sini

Barack Obama vs Kaji [manteb]

Barack Obama akhirnya menang, sesuai dengan prediksi banyak pihak. Di hari yang hampir sama Kaji Manteb di Jawa Timur tidak yakin menang/kalah.

Yang akan membedakan mereka adalah bagaimana menyikapi kekalahan yang terjadi. Bagaimana menjadi pemenang sejati, biasanya mudah dilaksanakan. Namun ketika disuruh menjadi the good loser, maka banyak yang tidak sanggup menjalaninya.
The good protes kali yang cocok.
Di babak awal Liga Champions, Deco dengan wajah tidak puas harus keluar lapangan karena kena kartu merah, ketika membela Chelsea melawan AS Roma. Meski begitu tidak ada tindakan protes yang berlebihan. Beda dengan kalau pemain Indonesia yang dijkeluarkan dari lapangan. buntutnya bisa sampai ke luar lapangan.
Kita tunggu saja para pemenang dan kita lihat ulah lawannya. Di Amrik sana, lawan Obama suda menunjukkan jiwa besarnya, tinggal kita tunggu lawan dari pemenang pilgub Jawa Timur.
Semoag siapapun yang menang dapat memimpin dengan hati bukan dengan kekuasaan [yang cenderung korup]. Amin.
Akan tetapi, mampukah Blarak Obama memimpin dengan hati?
Di Aamrik, mungkin ida bisa memimpin dengan hati, tapi di luar Amrik, apakah politik luar negerinya sami mawon dengan pendahulunya?
Apakah sikapnya terhadap Israel masih mendua?
Kita tunggu tanggal mainnya.
Salam