prambanan piknik (6)

Prambanan yang terus mempesona Wisatawan

“Ke Yogya tidak mampir ke Prambanan dan tidak bikin foto disana, maka tidak usah cerita tentang Yogya deh. Pasti dianggap HOAX !:-)”

Prambanan memang terus mempesona Wisatawan asing/domestik yang datang ke Jawa Tengah maupun Daerah Istimewa Jogjakarta. Pengunjung terus memadati lokasi ini di saat musim liburan. Para pedagang souvenir, makanan dan para penjual jasapun bisa bernafas lega saat musim liburan. Senyum para pedagangpun bisa berkembang dengan ikhlas.

prambanan piknik (4)

Saat ini setelah dipugar dan dirawat dengan baik, Prambanan memang makin cantik, asri dan teratur. Kita tidak perlu takut kejaran para penjual jasa. Mereka dengan tertib menawarkan dagangannya tanpa memaksakan kehendak. Memang tidak perlu ada pemaksaan disini, karena semua barang yang ditawarkan sungguh murah dan berkualitas.

Satu kaos katun ditawarkan dengan harga 35 ribu per buah, sementara  kaos yang lebih rendah kualitasnya ditawarkan hanya 15 ribu per kaos. Dengan harga seperti itu, rasanya tidak tega jadinya untuk menawar.

Naik kuda juga 20 ribu per putaran dan cukup bayar 50 ribu untuk tiga ekor kuda. Lumayan juga untuk nampang di seputaran Candi Prambanan meskipun kudanya kecil-kecil,

prambanan piknik (1)

Di lokasi Candi utama, ada buku sejarah tentang Prambanan yang dijual sangat murah, hanya 2.000 rupiah per buku. Jangan-jangan aslinya gratis ya untuk pengunjung?

Prambanan sebuah candi Hindu dengan sebuah kisah legendaris Roro Jonggrang, memang menarik untuk dikunjungi. Para traveller yang sekaligus penggemar fotografi, tentu tidak terasa sudah menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengambil gambar Candi dari berbagai sudut.

Seperti tidak pernah puas dengan hasil jepretannya, mereka terus mengambil gambar candi Prambanan, baik dari jauh maupun dari dekat. Mulai dari yang berkamera di ponsel masing-maisng, atau kamera saku sampai para profesional yang menyandang camera dengan lensa tele di atas 300 mm.

prambanan piknik (5)

Hari ini aku ke Prambanan naik taksi sekeluarga dan pulangnya naik Bus Trans Jogjakarta yang nyaman. Biaya naik taksi dari Kuncen sekitar 100 ribu rupiah. Biaya becak dari Candi ke Halte TJ (Trans Jogja) sepuluh ribu per becak dan biaya naik TJ 3.000 rupiah per kepala.

Sambil nunggu di halte TJ, sempat makan nasi uduk Lele goreng. Rasanya enak, gurih dan harganya sangat murah juga. Pas selesai makan langsung bayar karcis TJ dan naik bus 1A. Di Bandara Adi Sucipto ganti bis 1B dan di Halte bis Taman Pintar Jogjakarta ganti lagi dnegan bis 2B. Sampailah di Halte depan SMA Negeri 1.

Prambanan Tour (7)

Sungguh bis TJ yang nyaman, apalagi saat dari Prambanan ke Bandara Adi Sucipto. Penumpangnya hanya kami sekeluarga. AC-nya sangat memadai dan tempat duduknya juga sangat empuk. Untuk bis 1B kursinya agak sedikit lebih keras dan terasa lebih nyaman naik bis 1A.

Malam itupun kita bisa tidur nyenyak. Besok pagi, sehabis subuh mau nyoba ke Paris (Parang Tritis) untuk menikmati wisata Pantai. Pasti tidak kalah indahnya dibanding Prambanan.

prambanan piknik (6)

Camera G12 plus tele

Kisah Hikmah : Berbagi dan terus Berbagi

“Din, aku ini heran, gajimu kan tidak jauh beda dengan aku, tapi kok kamu bisa begitu gampang memberi uang ke orang lain ya?”

“Semua ini karena ajaran pak Dhe saja mas”

“Apa katanya?”

“Kalau kita ingin kaya, maka harus rajin sedekah”

“Wah pak Dhe ngasih ajaran kuno bin klise tuh”

“Iya sih, tapi coba kita pikir baik-baik. Selama ini rejeki yang kita dapatkan itu darimana sih? Bagaimana proses rejeki itu datang sering kita tidak memperhatikan. Kadang kita malah merasa rejeki yang datang itu bukan hadiah yang patut kita syukuri tapi suatu hal yang harus kita terima dan kalau bisa lebih dari yang sudah diterima”

“Gak bersyukur donk kalau begitu”

“Dan itulah yang paling sering kualami sebelum pak Dhe memberiku nasihat kuno bin klise itu. Boros sedekah pangkal kaya!”

“Pasti pak Dhe cerita juga tentang matematika sedekah. 10-1 bukan 9 tapi 99 ! Iya kan?”

“Nah kan sudah tahu…”

Canon G12

Sambil ngobrol Udin mengeluarkan camera dari tasnya. Sebuah camera prosumer yang masih baru. Canon G12. Mata Khalid langsung melotot melihat camera baru Udin.

“Yah, baru kemarin punya camera baru sekaramg sudah punya yang lebh baru ya?”

“Yang kemarin sering kupakai  itu bukan punyaku mas. Itu punya Redaksi majalah kita. Kalau yang ini baru punyaku mas”

“Halah Din, ngakunya camera punya majalah kantor tapi kan belum pernah kulihat camera itu dipakai oleh selain kamu kan?

“Hahahaha…. ada juga yang makai selain aku, tapi memang prosentasenya kecil. Mungkin mereka tahu aku butuh camera itu, sehingga  mereka segan meminjamnya dari tanganku”

“Terus kok beli lagi?”

“Nah yang G12 ini pemberian orang melalui orang lain”

“Aku tak paham maksud kata-katamu Din”

“Ada orang yang melihat aku masih pakai camera pocket dan dia ingin aku pakai camera prosumer”

“Terus?”

“Dia bilang ke orang lain, ini Udin dikasih camera seperti punyaku donk, masak pemimpin redaksi kok masih pakai pocket camera”

“Terus?”

“Nah kalimat dari orang itu ternyata dilaksanakan benar oleh orang lain lagi dan kemarin dia ngasih camera ini ke aku”

“Wah rejeki Din. jadi punya dua camera donk”

“Yang benar tiga mas. Masih ada satu lagi DSLR di rumah”

“Kamu itu mau kerja atau mau jadi tukang foto Din?”

“Hahahaha…. kerjanya kan motret !”

Camera G12 plus tele

Udin jadi ingat beberapa bulan lalu dia pernah berdoa ingin punya camera sendiri, sehingga bisa nyaman memakainya dan tidak harus menyerahkan cameranya jika sewaktu-waktu dipinjam oleh yang punya.

Yang agak susah diingat adalah kapan dia pernah bersedekah dengan lebih ikhlas sehingga tiba–tiba dia mendapat hadiah sebagus ini. Dipandangnya juga Ipad yang ada di mejanya. gadget yang mahal itupun didapatnya secara gratis padahal dia tidak pernah mimpi untuk membeli Ipad, karena dunia Apple sangat berbeda dengan dunia Windows yang digelutinya sampai saat ini.

“Semua sudah ada yang mengatur Din. Jalani saja kehidupan yang hanya sementara ini. Nikmati baik-baik, bersyukur dengan cara memakai hadiah yang kamu terima dengan sebaik-baiknya. Gunakan untuk hal-hal yang baik dan hindari menggunakan untuk hal-hal yang buruk”

Nasihat pak Dhe itu terus diingatnya dan Udin memang tidak ingin dia lupa akan nasihat sederhana, kuno dan klise itu.

FILM THE TWILIGHT SAGA: BREAKING DAWN (BREA)

resensi FILM THE TWILIGHT SAGA: BREAKING DAWN (BREA)

Film yang bagus ini diawali dengan banyak adegan yang sebaiknya dibuang. Terlalu lamban dan terlalu romantis. Film baru terasa gregetnya ketika konflik dimulai. Akan lebih baik kalau semua adegan di depan diperpendek dan langsung masuk ke permulaan konflik.

Bagaimana seorang Vampire bisa mempunyai anak ketika menikahi manusia dan bagaimana kualitas si anak menjadi inti dari cerita ini. Apa jadinya ketika calon anak (janin) ternyata justru sedikit demi sedikit “memangsa” ibunya sendiri. Apa yang harus dilakukan? Aborsi atau tetap mempertahankan hidup si anak?

Sebuah pilihan yang sulit !

FILM THE TWILIGHT SAGA: BREAKING DAWN (BREA)

Ayah janin dikenal sebagai vampire yang bersahabat dengan manusia, tetapi ternyata dia mempunyai riwayat kelam. Masa mudanya pernah diisi dengan berburu darah dan dia hanya memilih darah para penjahat. Akibatnya ada banyak bibit darah penjahat dalam dirinya.

Ketika benih sang Vampire ternyata terkontaminasi oleh darah para penjahat itu, maka janin yang dikandung Sang Ibu adalah janin yang ditengarai sebagai bakal makhluk buas yang akan membahayakan umat manusia. Para pelindung manusia dari kalangan Manusia Serigalapun akhirnya berketetapan untuk membunuh sang janin.

Keinginan membunuh si Janin menjadi semakin besar, ketika ternyata si Janin memang mulai memangsa ibunya sedikit demi sedikit.

FILM THE TWILIGHT SAGA: BREAKING DAWN (BREA)

Sang Vampire harus membujuk sang Ibu untuk menggugurkan kandungannya. Segala cara digunakan untuk membujuknya dan semuanya gagal. Sang Ibu tetap bertekad sampai mati untuk melahirkan anaknya. Bahkan nama anaknyapun sudah dirancangnya.

“Kalau laki-laki, maka namanya adalah Edward Jacob!”, ucap sang Ibu tegas sambil tersenyum bahagia.

FILM THE TWILIGHT SAGA: BREAKING DAWN (BREA)

Edward dan Jacob memang tokoh sentral di film ini. Keduanya beradu akting dan beradu karakter dalam film ini. Jacob cinta Bella dan Bella cinta Edward. Sebuah segi tiga cinta yang membuat pusing para pelakunya.

Masalah pemangsaan Ibu oleh Janin menjadi semakin rumit, ketika ternyata si Janin ternyata kehausan akan minuman juice darah manusia.

Masalah terus meruncing ketika akhirnya diketahui si Janin telah membuat sang Ibu gagal jantung. Ini sesuai yang telah diperkirakan oleh pimpinan Vampire ketika membujuk Bella untuk tidak meneruskan proses kelahiran bayinya.

“Sebelum janin ini lahir, jantungmu sudah akan berhenti berdegup dan sama saja artinya dengan kematianmu”

“Aku siap bertahan sampai batas kekuatanku”, jawab bela mantap.

Saat itu kondisi para Vampire sebenarnya sedang bermasalah, karena sudah beberapa hari dikepung oleh gerombolan Manusia Serigala dan mereka sudah beberapa hari belum menemukan darah segar. Cadangan darah segar habis dan mereka harus berburu darah segar.

Berita meninggalnya Bella dan lahirnya sang Janin telah membuat rombongan Manusia Serigala memutuskan untuk segera menyerang kelompok Vampire dan ceritapun menjadi semakin seru.

Apa yang terjadi kemudian sebaiknya dilihat sendiri di layar lebar.  Selamat menonton.
Salam sehati.

FILM THE TWILIGHT SAGA: BREAKING DAWN (BREA)

+++

Gambar-gambar dimbail dari Facebook FILM THE TWILIGHT SAGA: BREAKING DAWN (BREA)

kompasianival

Kompasianival 2011 dan Amprokan Blogger 2012

Acara yang jadi target utamaku di ujung tahun 2011 ini dan di awal tahun depan 2012 adalah menghadiri acara Kompasianival 2011 dan mempopulerkan bulan pelaksanaan Amprokan Blogger 2012. Kenapa harus Kompasianaival 2011 dam Amprokan Blogger 2012?

Jawabnya langsung masuk ranah pribadi ditambah dengan sedikit penerawangan dengan adanya fenomena larisnya para blogger diundang acara kesana-kemari.

Beberapa tahun lalu aku kenal kompasiana karena diajak mas Amril TG, dedengkot blogger internasional yang berdomisili di Cikarang. Dua acara besar yang kuikuti di awal aku negblog adalah Pesta Blogger dan Kopdar Kompasiana.

kompasianival

Di acara kopdar Kompasiana aku mendapat hadiah berupa nginap gratis di Tanjung Lesung yang mewah dan nyaman, sedang di acara pesta blogger aku merasakan betapa banyaknya para blogger kalau sedang berkumpul.

Kerinduan untuk bertemu para kompasianaer di kopdar pertama kompasianalah yang membuatku membulatkan tekad tidak hadir di acara yang penuh nuansa kekeluargaan di Solo. Kali ini aku harus rela tidak bertemu mas Blontank, mas Suryaden, Mas Gempur ataupun Mbak Rika.

Larisnya acara blogger di penghujung tahun 2011 inilah yang mendasari langkahku menuju acara Kompasianival. Aku ingin memperkenalkan acara BeBlog tahun depan, Amprokan blogger 2012, agar tidak bentrok dengan acara sejenis dari para teman-teman komunitas Blogger yang kita cintai.

Semoga teman-teman BeBlog ikut acara ini dan bisa bersama-sama memperkenalkan acara AB2012 di kopdar Kompasianival ini. Jangan lupa sediakan kartu nama sebanyak-banyaknya.

Salam sehati

kartu nama mie sehati

Kartu nama mie sehati

Sang Raja Gombal beraksi, istri senang dan kita bahagia

“Din, aku lihat istrimu tadi di pasar kok senyam senyum padaku kenapa ya?”

“Hahahaha…. aku praktekkan apa yang kamu sampaikan kemarin padaku dan kubilang kalau itu semua darimu”

“Maksudmu ilmu Raja Gombal?”

“Ya benar. Ternyata enak juga jadi Raja Gombal. Istriku puas dan akupun jadi dapat cubitan hangat darinya”

Udin dan Khalid tertawa bersama sehingga membuat Dedi jadi keheranan.

“Apa itu Raja Gombal mas Din?”, tanyanya penasaran.

“Gak pernah nonton TV ya? Itu yang tiap malam minggu”

“Gak ada TV di rumah mas, kalaupun ada pasti nyetel sinetron deh”

“Emang kenapa TV di rumah, rusak?”

“Enggak sih, tapi kubuat seolah-olah rusak. Habis mual jadinya kalau tiap hari nonton sinetron terus”

“Hahahaha…. dasar Dedi, ketua Ikatan Suami Takut Istri”

Udin duduk di samping Dedi dan mulai bicara dengan serius.

“Kelihatannya kamu juga harus ikut nasehat Bang Khalid seperti yang telah kulakukan. Kamu senang, istri juga senang, akhirnya berdua jadi senang”

“Caranya?”

“Ya jadi Raja Gombal sehari”

“Gimana itu?”

“Pertama kali kamu harus mencari suasana romantis yang bisa kau ciptakan”

“Wah aku kurang romantis nih”

“Usahakan seromantis yang kamu bisa dan kemudian tanya istrimu dengan pertanyaan sederhana seolah-olah tidak begitu penting tapi kamu harus meyakinkan istri untuk menjawabnya”

“Pertanyaannya?”

“Dik … Yanti, pernahkah kamu mengukur dalamnya laut?”

“Wah pertanyaannya kok norak gitu..”

“Tenang saja, usahakan saja istrimu menjawabnya. Anggap saja dia menjawab belum pernah ngukur, maka kamu langsung tembak dengan jurus Raja Gombal”

“……..”

“Kamu bilang begini sama dik Yantimu, makanya kamu tidak tahu seberapa dalam cintaku padamu!”

“Hahahaha… gombal asli tuh…”

“Kamu bilang lagi sama dik Yantimu, itu tadi rayuan Raja Gombal dik, mau dengar lagi?”

“Hahaha… kayaknya istriku pasti senyum kecil dan mau kalau digombali lagi tuh mas..”

“Pertanyaan kedua, tahukah kamu dik perbedaan antara ilmu matematika dengan dirimu?”

“Jawabnya?”

“Apapun jawaban dari dik Yanti, kamu bilang begini, Ilmu Matematika itu sangat sulit dipahami……., kalau kamu …….. sangat sulit dilupakan, karena hatiku sudah terlanjur terpaut padamu, Sudah nancep cep !”

“Wah istriku senang gak ya dirayu seperti ini.”

“Kalau masih belum puas, pakai senjata terakhir nih. Senjata pamungkas”

“Apa itu?”

“Bilang sama dik Yanti, bahwa ternyata yang namanya cinta itu pakai masa kadaluwarsa dan kamu sudah tahu kapan tanggal kadaluwarsa itu”

“Lho ini mau ngrayu atau ngajak putus hubungan mas?”

“Biarkan istrimu meresapi kata-katamu dan kamu dekati dia dengan sungguh-sungguh. Buat agar dia melihat padamu dan sampaikan jurus pamungkas ini dengan penuh kesungguhan. Istrimu akan tahu kamu bohong atau tidak dari sinar matamu. Kalau kamu jujur, maka malam itu akan menjadi milikmu dan dik Yanti, tapi kalau kamu tidak jujur, maka selesailah sudah permainan Raja Gombal ini”

“… apa yang harus kuucapkan mas..?”

“Bilang pada dik Yanti, tanggal kadaluwarsa itu nanti pasti akan kuukir di nisanku !”

“…………………….”

Suasana mendadak jadi hening dan akhirnya Dedi tidak bisa menahan air mata yang tiba-tiba membasahi kedua pipinya.

“Terima kasih mas Din. Ucapanmu sangat menyentuh”

Udin yang tidak mengira Dedi bisa menangis jadi serba kikuk. Ketika dia menengok ke arah Khalid, ternyata Khalid malah pura-pura tidak melihat. Rupanya Khalid juga teringat pertama kali dia mengucapkan rentetan kalimat itu pada istrinya.

“Mas Din, aku jadi sadar selama ini aku hanya sering memarahi istriku tanpa sebab yang jelas. Kenapa masalah kantor kubawa ke rumah, sementara istriku tidak pernah mengeluh meskipun aku sama sekali belum pernah membahagiakan istriku. Merayu saja aku tidak pernah, lalu dimana istriku bisa bahagia di atas kemarahan-kemarahanku?”

Udin melihat suara Dedi jadi parau dan dadanya terus berguncang menahan sesuatu yang seperti ingin keluar dari dadanya. Udinpun jadi ingat kejadian tadi malam, ketika dia melihat istrinya begitu bahagia sepanjang hidupnya.

Istri kita ternyata mudah untuk berbahagia asal kita mau memperhatikannya. Istri kita butuh tempat untuk menyenderkan bahu, mendengarkan kisah-kisah remeh temehnya dan tidak hanya sekedar memberinya nafkah lahir. Istri kita sangat perlu nafkah batin juga.

Tak terasa air mata ikut mengalir di pipi Udin.