Quick Response Code [QR Code]

Qucik Response Code [QR Code] sudah makin banyak bertebaran di sekeliling kita. Pada Black Berry Mesengger versi 5 [beta], kita bahkan sudah diberi QR Code untuk data pengenal kita [ID].

Kapasitas QR Code bervariasi, tergantung data apa yang akan dibuat “code”-nya.

QR Code data capacity :
Numeric only Max. 7,089 characters
Alphanumeric Max. 4,296 characters
Binary (8 bits) Max. 2,953 bytes
Kanji/Kana Max. 1,817 characters
Sumber : Wikipedia

Beberapa reader untuk membaca QR Code juga sudah mulai bertebaran di Internet. Kita tinggal memilih aplikasi yang menurut kita paling sesuai. Bisa saja kita pilih BeeTag, iMatrix, Quick Mark, i-nigma dan Kaywa. Silahkan pilih yang disuka.

Saat ini tidak hanya reader Kaywa yang populer, tetapi generator Kaywa juga sudah ada di pencarian QR Code generator.

Meski begitu saat ini aku sedang kesengsem sama penampilan Neo Reader yang cukup cantik dan mempunyai kemampuan yang setara dengan reader lainnya.

Sebuah alamat blog mas RDP yang bercerita tentang Animasi Gerhana Matahari Total 22 Juli 2009 bisa dirubah menjadi QR Code sebagai berikut :

qrcode

Demikian juga tulisan mas Nukman Luthfie tentang bagaimana-memulai-sebuah-bisnis, dapat ditampilkan menjadi sebagai berikut :

qrcode

Kelebihan QR Code ini antara lain adalah proses scanningnya. Bila gambar “code” di atas di letakkan di sebuah billboard atau di sebuah poster, dan kita ambil dengan camera ponsel, maka gambar itu akan dapat terekam dan kemudian di”scan” mempergunakan QR Code reader.

Contoh pemasangan QR Code di tempat umum seperti terlihat pada gambar di bawah ini

Kita tinggal mengarahkan camera ke QR Code di atas dan data dibalik QR Code itu sudah ada di ponsel berkamera kita.

Selamat mencoba.

+++

Tulisan terkait :
QR Code : Terobosan baru di Kompas
QR Code-ku


.

QR Code : Terobosan baru di Kompas

Senin, 15 Juni 2009, merupakan hari bersejarah bagi Kompas dan bagi dunia media Indonesia. Hari ini Kompas memplokamirkan diri sebagai koran multimedia pertama di Indonesia.

Bocoran koran ini sudah disampaikan oleh dedengkot Kompas [mas Edi Taslim] saat kopdar penulis blog Kompasiana di JHCC, Minggu 14 juni 2009.

Bar code yang biasanya hanya satu dimensi [X saja], sekarang sudah menjadi dua dimensi [X dan Y]. Suatu saat nanti mungkin akan berubah lagi menjadi 3 dimensi, tidak ada yang tahu.

Ide yang menarik ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 1994 [bar code], tetapi hanya pada data horizontal saja. Sekarang bar code sudah berubah menjadi Quick Response [QR] Code. Data yang dimuat dalam satu QR code bisa sampai 4.296 karakter. Cukup leluasa untuk menyampaikan informasi yang dibutuhkan pengguna [user]

Secara mudahnya, QR code ini menjembatani media offline menjadi media online. Sehingga sebuah QR code yang bisa dipasang dimana saja, akan dengan mudah di”scan” oleh sebuah camera ponsel dan menghasilkan informasi yang dapat diakses secara online [dengan catatan, ponsel yang dipakai untuk scan QR Code mempunyai akses ke internet].

Langkah pertama adalah masuk ke situs http://dakode.mobi memalui ponsel berkamera dan kemudian unduh aplikasi baca QR Code [download reader].

Pilih aplikasi yang akan diinstall, ada BeeTag, iMatrix, Quick Mark, i-nigma dan Kaywa. Silahkan pilih yang disuka.

Kalau kita pilih BeeTag, maka setelah kita ambil gambar dan di”scan” oleh BeeTag, akan keluar gambar dengan kotak hijau, bila di”klik” maka kita akan menuju ke url yang tersembunyi dibalik gambar QR Code yang kita ambil.

Sayangnya, aplikasi BeeTag ini masih kurang stabil, sehingga sering error dan tidak bisa menampilkan informasi dibalik QR Code yang kita scan.

Aplikasi iMatrix dan QuickMark gagal saya download, sehingga akhirnya pilihan jatuh pada i-nigma. Hasilnya ternyata cukup stabil. Dari beberapa kali proses “decoding”, hanya sekali yang gagal [sayangnya kegagalan ini terjadi ketika aku sedang demo di depan kawan-kawan, hehehe...makanya jangan sok narsis]

Langkah-langkah scan atau decode QR Code adalah sebagai berikut

1. Masuk ke situs http://dakode.mobi dan unduh i-nigma. Aplikasi akan langsung mendeteksi ponsel yang kita pakai dan memberikan link sesuai ponsel kita.

2. Setelah terinstall dengan baik, mulailah mengambil citra QR Code. Dalam hal ini kita ambil QR Code yang ada di harian Kompas [karena hanya Kompas yang punya citra QR Code]

Shoot the object

Shoot the object

3. Secara otomatis i-nigma akan melakukan scan dan menampilkan hasil scan yang berupa url ke suatu situs.

Scan dan dekode citra QR Code

Scan dan dekode citra QR Code

Hasil dekode citra QR Code

Hasil dekode citra QR Code

4. Selesai !:-)

Informasi dibalik QR Code Kompas

Informasi dibalik QR Code Kompas

Aplikasi yang dijalankan ini terlihat masih perlu banyak penyempurnaan, terutama dalam hal kestabilan aplikasi. Namun dengan versi inipun sudah cukup memadai, jadi bisa dibayangkan jika nantinya aplikasi ini terus disempurnakan.

Selamat buat Kompas yang sudah menjadi koran multimedia pertama. Kompas telah berhasil menjembatani antara media cetak [offline] dengan media online.

Koran Mulitmedia Indonesia Pertama

Koran Mulitmedia Indonesia Pertama

Aku jadi inget acara pesta blogger 2009 nanti. Akan asyik kalau ada yang membahas tentang QR Code ini. Minimal memperkenalkan dalam bentuk mini workshop [barangkali]. PB08 kayaknya baru saja berlalu, tahu-tahu sudah muncul logo PBo9.

Sudah nggak sabar mau narsis lagi ya?
…..

.