Tag Archives: senyum

Senyum dan Tawa itu membahagiakan kita

Kang Tri Lakone dan Eshape di Warung Ijo

“Senyum dan Tawa itu membahagiakan kita”

Kalau kita diberi sesuatu yang kita inginkan, maka biasanya kita akan merasa senang. Namun tahukah anda bahwa mereka yang bisa memberi sesuatu pada orang lain akan merasa lebih dari sekedar merasa senang.

Senang itu lebih pada sesuatu yang sifatnya temporer. Ingin sesuatu dan terpenuhi, maka senanglah kita. Sedangkan kalau kita bisa memberi sesuatu pada sesesorang yang membutuhkan sesuatu yang kita berikan itu, maka tidak hanya rasa senang yang menghinggapi kita, tapi ada rasa bahagia disitu.

Bahagia ini lebih lama terasa di hati kita dibanding rasa senang. Makin ikhlas kita dalam memberi, maka makin lama bahagia itu bersarang di hati kita.

Kalau kita tidak ikhlas dalam memberi? Ya minimal kita sudah mulai belajar bahagia.

Sepanjang hari di tanggal 13 September 2009 ini, banyak kegiatan yang membuat kita merasa senang dan ada juga yang bisa membuat kita merasa bahagia.

Salah satunya adalah saat kita bisa membuat anak-anak tersenyum dan tertawa riang di sore hari menjelang saat berbuka puasa. Anak-anak itu begitu polos melihat kehidupan ini. Mereka bagai selembar kertas putih yang bisa kita tulis dengan tinta warna apapun serta dengan bahasa apapun yang kita inginkan.

Tanggung jawab kita adalah membuat mereka bisa punya komposisi warna dan bahasa yang membawa rahmah bagi lingkungan mereka. Sudahkah kita melakukan hal yang benar pada anak-anak kita ataupun anak-anak di sekitar kita?

Semoga kita mampu berbuat yang baik bagi anak-anak yang ada di sekitar kita biarpun mereka bukan anak kandung kita.

Sore itu, di resto Samikuring, memang anak-anak yatim berkumpul untuk mendapat pencerahan dari pak Ustadz tentang perlunya berbuat baik sebanyak-banyaknya. Makin banyak kita berbuat baik, maka makin cepat pula doa-doa kita dikabulkan Allah swt. Apalagi kalau perbuatan baik kita itu punya kadar keikhlasan yang tinggi, maka akan lebih cepat lagi doa-doa kita disegerakan oleh Allah swt.

Disamping acara bergembira bersama ana-anak, sore itu kita juga mendengarkan trestimoni dari seorang pejabat pemerintah eselon tertinggi di wilayah Montana [maksudnya pak RT].

“Tokoh pemberi nasehat disini, ternyata sangat manusiawi, begitu dia sendiri yang terkena musibah dan perlu nasehat, maka diapun kelimpungan juga…”

“Inilah potret yang ada di sekitar kita yang disajikan dengan bahasa yang mengalir, sehingga mudah dicerna dan diikuti….”

Begitulah kira-kira komentar pak Anwar terhadap bukuku.

Komentar lain adalah dari sang pembawa acara [Pak Akur]. Dengan penuh semangat, sang MC ini memberi semangat pada para audience untuk membeli bukuku.

“Pengalaman saya sebagai MC dalam acara seperti ini, maka tahun depan kita sudah tidak bisa sebebas ini bertemu dan mendapat tanda tangan dari penulisnya….”

“Mumpung pak Eko ada disini, mari kita beli bukunya dan kita minta pak Eko untuk memberi tanda tangan pada buku kita..”

Aku tersenyum saja mendengar ucapan pak Akur ini. Ini doa yang kuamini dalam hati. Tidak semua kuamini memang, hanya bagian aku didoakan sebagai penulis yang bukunya laris dijual aku mengamininya [sambil langsung bermimpi]. Pada bagian aku nanti susah dihubungi aku serahkan saja pada keputusan Tuhan.

Pada acara ini yang tidak bisa dilupakan adalah peran sang EO, dialah pak Ipung. Dialah yang selalu rajin melakukan update peserta acara ini, susunan acara maupun apa saja yang masih belum lengkap.

Ini memang acara kolaborasi dari beberapa kelompok mastermind Cikarang [MMC1, 2 dan 3]. Kelompok inilah yang merupakan kelompok penebar racun yang membuat kita selalu ingin bermimpi dan mewujudkan mimpi itu.

Tidak ada artinya suka bermimpi tetapi tidak pernah “action” untuk mewujudkan mimpinya. Kelompok mastermind adalah kelompok para pemimpi yang bangun untuk mewujudkan mimpinya melalui action dari masing-masing anggota dan sinergi dari seluruh anggota kelompok itu.

Tentu saja yang paling parah adalah kalau bermimpi saja tidak mampu…!

Salam action dalam suasa senang maupun bahagia

Bersama blogger Maluku

Bersama blogger Maluku

.

Tips Menjadi MC [caraku menjadi MC]

eMCe dengan dua Mic (by Yusnawir Yusuf)

Banyak tulisan tentang bagaimana menjadi MC yang baik, jadi kalau ingin mencari di internet tinggal ketikkan kata kunci “tips menjadi MC yang baik”, maka akan banyak tautan yang diberikan oleh mesin pencari. Tulisan ini memuat caraku menjadi MC, berdasar apa yang kulakukan.

Aku memang suka memperhatikan penampilan para MC yang kuanggap baik dan memukau, kemudian mencoba merangkumnya menjadi satu tulisan tentang bagaimana sebaiknya menjadi MC itu.

Kunci jadi eMCe : PeDhe

Kunci jadi eMCe : PeDhe

To the point aja, mari kita lihat apa sebaiknya yang dilakukan oleh seorang MC

1. Murah senyum, tapi bukan senyum murahan
2. PeDhe, percaya diri dan bukan pendidikan djasmani
3. Konsentrasi, selalu siap untuk berimprovisasi.
4. Menguasai urutan acara, bekerja sama dengan manager panggung [stage manager]
5. Rajin membaca, tidak cukup hanya rajin menabung dan membantu orang tua, untuk meningkatkan kemampuan improvisasi

Itu aja kayaknya yang paling penting, kalau ada yang punya usulan lain, silahkan kasih komentar ya. Biar tulisan ini menjadi lebih bermanfaat.

Yuk kita bahas deh satu demi satu, apa yang harus dilakukan seorang MC.

Murah senyum

Senyum yang tulus akan membuat orang lain tergetar dan otomatis akan membuat hadirin tenteram. Ini sangat menolong pembentukan suasana yang kondusif antara pengisi acara dan audience.
Rumus senyum yang tulus adalah 2-2-7, bibir ditarik 2 cm ke kanan, 2 cm ke kiri dan lakukan selama 7 detik [saja].

Percaya Diri [PeDhe]

Kita harus selalu berbaik sangka dengan apapun yang kita hadapi dan itu kita tunjukkan dengan sebuah penampilan yang penuh energi positif. Tampilah dengan senyum yang menunjukkan kepercayaan diri kita. Apapun yang terjadi selalulah tampil percaya diri, jujur dan jangan sekali-kali menggurui audience dengan sesuatu yang kita tidak yakin kebenarannya. Sampaikan yang kita tahu dengan percaya diri dan audience akan menghormati kita, memberi apresiasi pada kita dan tentu saja akan mendengarkan apa yang kita ucapkan.

Dalam sebuah ruangan yang kacau balau, yakinlah pasti ada satu dua orang yang memperhatikan kita, cari orang-orang itu dan beri mereka senyum tulus, sehingga energi positif itu akan menular kepada mereka dan akhirnya ke seluruh isi ruangan.

Konsentrasi

Ini memang suatu hal yang tidak bisa ditawar lagi. Audience sangat peka terhadap yang satu ini. Kalau pembicaraan kita sudah ngelantur, tidak fokus, maka artinya ada konsentrasi kita yang sudah bolong-bolong. Tarik nafas panjang dan sadarkan diri kita, bahwa konsentrasi sangat penting dipakai sebagai modal dasar untuk menjadi MC yang penuh improvisasi.

Menguasai Urutan Acara

Apa jadinya kalau MC tidak menguasai susunan acara? Pasti akan ada “blank”, sebuah kekosongan di acara yang kita pandu. Disini peran Stage Manager sangat penting, karena dialah yang menghubungkan antara kesiapan acara dengan susunan acara yang ada. Saat suatu acara memerlukan waktu persiapan untuk tampil, misal nyetel gitar dulu atau apapun, maka jangan biarkan panggung menjadi kosong, kecuali kalau persiapan acara itu memang bagian dari acara itu sendiri.

Rajin Membaca

Akan sangat menarik bagi audience, kalau kita sanggup memberi komentar yang pas terhadap penampilan apapun yang ada di panggung. Hal ini hanya bisa dicapai kalau kita selalu memperkaya diri kita dengan bacaan yang beragam. Kita perlu tahu serba sedikit tentang sepakbola, dunia catwalk, obat-obatan, dll agar kita sanggup memberi komentar yang pas terhadap apa yang ada di hadapan audience.

Akhirnya, selamat menjadi MC handal.
Amin.

Pak Dhe : rejeki Halal

“Horeee…. aku dapet seribu lagi…”, suara Ajiz menyambut kedatangan pak Dhe

“Hahahahaha….. apa lagi ini?”, tergelak pak Dhe menerima pelukan dari Ajiz, ponakannya yang lucu dan imut-imut.

“Iya pak Dhe, aku tadi siang dapet seribu lagi dari penggemarku..”, suara bening Ajiz begitu nyaman di telinga pak Dhe.

“Ayo, coba ceritain gimana dapet duitnya”, sambil menurunkan Ajiz dari bopongan pak Dhe mengajak Ajiz ke ruang tamu.

“Yang pertama, Ajiz sudah pastikan kalau ini halal!”, Ajiz mulai bercerita dengan semangat.

“Lalu?”

“Nah, tadi siang, saat istirahat sekolah, aku menggambar cerita di buku tulisku. Kawan-kawanku juga ikut nggambar di buku masing-masing”

“Terus…”

“Nah, akhirnya kawan-kawanku kehabisan ide. Kemudian mereka mendekatiku dan melihat gambar-gambar yang kubuat di buku tulisku”

“….”

“Nah, Lutfi minta aku gambar lagi yang lain. Akupun menawarkan pada Lutfi, gambar apa yang dia mau, kemudian kugambar permintaannya. Eh habis itu dia ngasih aku uang seribu”

“Terus….?”

“Ya kupakai jajan uang itu. Habis aku lapar banget dan gak bawa uang jajan”

Pak Dhe tertawa terpingkal-pingkal ketika Ajiz menunjukkan gambar-gambar di buku tulisnya. Gambar-gambar yang tidak beraturan letak dan bentuknya itu, ternyata ketika “dibaca” oleh Ajiz menjadi suatu rangkaian cerita yang sangat menarik.

Itu adalah cerita gambaran kejadian sehar-hari dengan tambahan fantasi yang diambil dari film ataupun TV.

“Pak Dhe… Nanti kalau pemilihan capres, pak Dhe milih siapa?”

Halah…

Ini lagi. Anak kecil kok sudah mikir pemilu. Darimana mereka pada kesengsem dengan Pemilu. Mengapa sih iklan pemilu ada dimana-mana, sehingga yang tidak dibidikpun ikut terbawa dalam arus pemilu ini.

“Pak Dhe milih yang paling baik nak”

“Siapa yang paling baik, pak Dhe?”

“Tuhan..!”

Ajiz memukul pundak pak Dhe yang ngeloyor menuju kamar mandi.

Saat menutup pintu kamar mandi, masih sempat pak Dhe mendengar suara Ajiz.

“Besok minta uang jajan sekolah ya pak Dhe. Biar kalau dapet duit lagi, bisa dimasukkan ke infak”

Sambil mengguyurkan air di tubuhnya, pak Dhe asyik melamun.

Ternyata masalah halal sudah menjadi dasar semua kegiatan yang dilakukan oleh Ajiz. Ini persis yang disampaikan oleh kawannya beberapa hari lalu. Pak Muslim, kawan pak Dhe itu, dengan tegas menolak adanya uang suap dalam bisnisnya.

Risiko kehilangan order sudah disiapkan pak Muslim karena tidak adanya “uang suap” dalam melicinkan order yang dia terima.

Yang meminta uang suap juga sangat menyesalkan sikap pak Muslim. Uang suap yang hanya beberapa ratus ribu rupiah sangat tidak sebanding dengan nilai orderan yang ratusan juta rupiah, tapi ternyata pak Muslim tetap “kekeh”, teguh dengan pendiriannya.

Ada suap, bisnis putus, tak ada uang suap, mari kita lanjutkan [bukan lanutan].

Ternyata orderan yang diproses pak Muslim sukses. Yang meminta uang suap dari pak Muslim agaknya terkesan dengan sikap pak Muslim dan terus memproses orderan itu.

Di akhir proses transaksi, pak Muslim menyumbang dana pembangunan fasum di tempat sang peminta uang suap dengan jumlah yang berlipat-lipat dibanding jumlah uang suap.

Merekapun saling berpelukan, mensyukuri pertemanan yang hampir saja hilang gara-gara uang suap.

MMC1 : Pemimpi Yang Halal

Kembali kelompok Mastermind Cikarang berkumpul untuk saling evaluasi “mimpi-mimpi” mereka. Satu demi satu anggota MMC1 ini mulai menyampaikan evaluasi terhadap mimpi mereka yang disampaikan dua minggu lalu.

Pak Agus Cahyo, tuan rumah langsung menyampaikan kekagumannya terhadap kegigihan tenaga pemasaran alat-alat cuci [jet cleaner] dan keberhasilannya menjalin kerja sama dengan bengkel cuci mobil. Dengan demikian, setiap ada yang servis di bengkel pak Agus mendapat bonus cuci gratis di bengkel cuci motor yang letaknya bersebelahan dengan bengkel Pak Agus.

Pak Ruwi, yang dua minggu lalu serba ragu-ragu dalam menentukan sikap, sekarang terlihat cerah ceria menyampaikan masukan dari teman-teman MMC1 yang telah dilaksanakannya dengan baik.

Saat ini usaha kursus musik yang digelutinya sudah memakai manajemen baru dan bahkan sudah mulai merambah dunia rekaman, suatu hal yang tabu dilakukan pada saat masih memakai manajemen lama.

Bahkan pak Ruwi sudah berhasil membuat blog sendiri http://jmstudiorental.blogspot.com/

Ini suatu hal yang tadinya tak pernah terpikirkan, mengingat keterbatasannya dalam penguasaan komputer. Sekarang hanya dalam waktu dua minggu, semua yang tadinya tidak mungkin ternyata begitu mudah mengalir dan menjadi mungkin.

Bahkan saat ini pak Ruwi sudah menyanggupi untuk membuka cabang di Yogyakarta, meskipun dia belum tahu banyak tentang bisnis Musik di Yogyakarta. Dengan adanya komunitas TDA, pak Ruwi mulai yakin bahwa semua urusan akan menjadi mudah bila berada dalam keluarga besar TDA. Pasti ada TDA di Yogya, dan komunitas itu diyakini akan memudahkan bisnis musik pak Ruwi di Yogya.

Pak Choirunas, di kesempatan ini menunjukkan juga optimismenya. PAk Nas yang tadinya ragu-ragu memasarkan sabun curah, sekarang mulai menunjukkan kegesitannya menawarkan dagangannya. Beberapa sasaran telah berhasil didekati dan saat ini masih dalam proses negosiasi.

Yang sudah jelas oke menjadi pelanggannya adalah Resto Samikuring, yang tidak lain adalah anggota TDA Cikarang. Disinilah terlihat sinergi yang begitu nyata di kelompok komunitas Blogger Cikarang yang sekaligus anggota mastermind Cikarang.

Kendala yang dialami hanyalah ijin dari Dinas Kesehatan, yang minta didoakan agar segera terbit. Para anggota MMC1, langsung mendoakan begitu mendengar kesulitan dari pak Nas ini. Semua kegiatan memang harus diikuti oleh doa, karena hanya Dialah yang maha Mengatur semua lalu lintas kehidupan kita.

Bintang hari ini tak lain dan tak bukan adalah sang ketua MMC1, tak lain tak bukan adalah pak Mualib. Target tahun lalu yang sudah mencapai 4,5 M, tahun ini sudah dia naikkan menjadi sekitar 7 M. Hampir 100 persen kenaikan targetnya.

Begitu runtut apa yang disampaikan pak Mualib, sehingga para pendengar menjadi terlongong-longong.  Salah satu hal yang disampaikan adalah proses negosiasi pembelian rumah di samping rumahnya. Yang tadinya harganya sekitar 650 juta, ternyata hasil negosiasi teralhir adalah 450 juta. Proses negosiasi yang berbelit-belit diceritakan dengan asyik oleh pak Mualib, sehingga banyak pencerahan yang dapat diambil oleh para pendengar.

Tahun ini yang masih menjadi mimpi pak Mualib adalah membuka cabang di Tangerang dan membuka toko peralatan safety [K3].

Yang menarik, dalam semua bisnisnya ini, pak Mualib tidak mengenal yang namanya jamuan tamu, bahkan beliau pernah menolak memberikan jamuan tamu dengan risiko kehilangan order, tetapi pada kenyataannya order itu tetap didapatnya.

Yang menarik lagi adalah website yang dipunyainya, meskipun tidak terlalu istimewa tetapi ternyata sudah mampu membantu mendongkrak orderan yang masuk ke pak Mualib. Bulan ini saja telah terjadi order sebesar 60 juta melalui websitenya.

Penampil mimpi selanjutnya adalah mas Gun yang terobsesi untuk membuat roti, kali ini mas Gun membawa contoh kue buatannya. Pak Arry Kurnia, yang ahli kue langsung menunjukkan kelebihan dari kue itu. Disamping itu, pak Akur dan teman-teman lain juga menyampaikan masukan agar kue yang dibuat menjadi lebih empuk.

Akupun menyampaikan masukan tentang peralatan mixer yang harganya murah dan kualitasnya lumayan bagus. Itu adalah alat masak yang sering didemokan oleh Koki kami dalam acara “cooking class” gratis yang diadakan oleh istriku.

Selanjutnya, Bu Wiwin menyampaikan terima kasih atas usaha teman-teman di TDA Bekasi dan Cikarang atas dukungan dan promosinya. Gara-gara ikut MMC1 ini, maka terjadi lonjakan pelanggan dalam dua minggu ini.

Saat ini Bu Wiwin mulai bermimpi lagi untuk melariskan usahanya di tempat lain dan mulai melakukan inovasi dalam hal bisnis minuman.

Pak Mualibpun kembali terusik dan menawarkan tanahnya seluas 1.800 m2 untuk dipakai sebagai ajang usaha para usahawan MMC1 ataupun Cimart.

Suasana makin meriah ketik abu Annas MY mulai angkat bicara. Saat ini beliau sudah membeli gerobak bekas untuk jualan KTB [kupat tahu bandung].

“Belum jualan, teman-teman sudah pada ke rumah nanyain mau jualan apa”, begitu ucap bu Annas.

Dua minggu lagi, kitapun sepakat untuk berkumpul di rumah Bu Annas untuk melihat jualannya.

Yang masih menjadi masalah adalah macetnya ide untuk membuat tulisan di Blog, sehingga sampai hari ini baru bisa buat blog tapi belum bisa mengisinya.

Aku yang kebagian ngomong tentang mimpiku langsung nyaut dengan teori menulis yang gampang. Apa yang diceritakan oleh Bu Annas dalam membuat tulisan di blog, kuminta untuk dituangkan sebagai artikel pertamanya.

Dua minggu lagi akan kita cek hasil tulisannya di blog.

Aku kemudian melanjutkan cerita mimpiku untuk menjadi penulis buku, seperti yang dua puluh tahun lalu pernah kuimpikan. Saat di Yogya dulu, aku rajin menulis dan memasukkan tulisanku di Kedaulatan Rakyat, sekarang aku sudah tidak pernah lagi menulis di koran, sehingga aku harus mulai berlatih menulis di koran lagi.

Dorongan dari teman-teman ini membuat aku mulai mengumpulkan cerita “unggulanku” dan mengumpulkannya dalam suatu blog yang kuberi nama blog dongengan. Isinya berkisar tentang cerita pak Dhe yang menjadi tokoh sentral dalam semua artikelku.

Bila telah terkumpul, maka saatnya memasarkan ke penerbit yang mau menerbitkannya adalah mimpi selanjutnya.

Bila mimpi ini terlaksana, maka mimpi selanjutnya sudah menanti, yaitu bagaimana menampilkan isi blogku itu sebagai sinetron di layar kaca.

Sekarang aku hanya perlu mencari gambaran sosok pak Dhe dan rencananya aku akan melombakan  gambar pak Dhe ini di blogku. Tinggal memikirkan hadiah apa yang cocok sebagai pemenangnya.

Saat hari mulai siang, maka pak Akur mulai bercerita tentang bisnis di Warung Garasinya. Bermacam-macam usaha akan dijadikannya menjadi satu tempat.

Masukan tean-teman untuk bersaing secara sehat dan baik menjadi hal yang diperhatikan pak Akur. Tak perlu takut berjualan hal yang sama dengan toko yang sudah ada. Semuanya sudah punya rekeki sendiri-sendiri, sehingga bukan tidak mungkin akan terjadi hubungan kemitraan yang saling menguntungkan.

Waktu jua akhirnya yang mengakhiri acara pertemuan pada hari itu. Paparan tentang properti yang disampaikan pak Mualib telah menutrup acara itu dengan semangat berbisnis yang luar biasa.

Selalu saja ada yang baru di setiap pertemuan dengan sesama pemimpi dari MMC 1 ini.

Sukses selalu, kapanpun, dimanapun dan jangan lupa selalu menghindari hal yang haram. Masih banyak yang halal di dunia ini dan tugas kita menggalinya tanpa ada yang meyuruh atau menunjukkan.

Selamat merealisasikan mimpi-mimpi kita.

Insya Allah berhasil.

Amin

Pentas Perdana Band CiMarT

Ketika salah seorang simpatisan kegiatan CiMart akan menikahkan anaknya, maka sambil lalu istriku membahas tentang salah satu kegiatan CiMart yang suka nongkrong di Kursus Musik Jimmie Manopo, yaitu band CiMarT.

Bagai gayung bersambut, maka band CiMart dimohon untuk menjadi pengisi acara dalam upacara akad nikah itu.

Grup band yang baru terbentuk ini benar-benar kebanjiran order. Lagu-lagu masih belum apal, latihan juga masih belum bisa rutin, tetapi order dari mana-mana sudah berdatangan.

Inilah yang disebut kekuatan sebuah networking. Gaul Abiz, begitu kata kuncinya.

Semua hal bisa terjadi tanpa pernah terpikirkan, hanya karena networking yang kuat dan sehat di antara kita.

Pernahkan terpikir untuk mengisi acara band di carefour, ataupun menjelang NoBar Barca vs MU memperebutkan real final piala Kampiun 2009?

Ataukah pernah terbayang main band di acara keluarga, dimana yang hadir adalah artis-artis atau minimal penyanyi “beneran”?

Semua itu tak pernah terlintas dalam pikiran anggota band CiMart, tapi itulah yang terjadi sekarang ini.

Pagi-pagi, saat hari H, band Cimart masih dipusingkan dengan kondisi peralatan band yang masih belum optimal.

Lokasi yang sempit, peralatan yang kurang masih menjadi kendala di pagi itu. Namun menjelang siang kendala-kendala itu mulai teratasi satu demi satu.

Aku patut bersyukur mempunyai kabel gulung panjang yang mampu menjadi kabel power utama. Ini memang kabel gulung yang menjadi favorit dimanapun aku tinggal. Kabel yang lemas, panjang, mudah ditarik kemana-mana dan mudah digulung lagi.

Saat menjelang pelaksanaan akad nikah, kulihat wajah-wajah tegang di antara para anggota band CiMart. Meskipun mereka terlihat seolah-olah santai [banget], ngobrol ngalor ngidul dengan letupan-letupan canda di sana sini, tetapi wajah relax masih belum terlihat di penampakan mereka.

Setelah melalui proses yang cukup khidmat, maka akad nikahpun selesai dilaksanakan dan itulah saatnya Band CiMart manggung. Aku harus lari dulu ke toilet untuk ganti kostum dan muncul lagi dengan wajah yang kubuat serelax mungkin.

Aku memang cukup pusing melihat situasi dan kondisi yang kurang mendukung. Sempitnya ruangan panggung dan penonton yang menyebar ke semua tempat tentu menjadi PR tersendiri bagi pengisi acara.

He..he..he.. selama bertahun-tahun berkarir sebagai MC, belum pernah njumpain suasana yang seperti ini. Mic yang kupakai, juga tidak seperti yang sering kupakai saat aku jadi MC. Tahun 80an harga mic sudah 1 jutaan, sementara Mic jaman sekarang 1 juta sudah dapet beberapa mic [wireless lagi]. Kemampuan vocalku yang standard memang memerlukan kualitas Mic yang bagus agar suarakau bisa terdongkrak sedikit.

Akhirnya pakai jurus dasar saja, yaitu “diantara sekian banyak hadirin yang tidak memperhatikan kita, pasti ada satu dua orang yang memperhatikan kita”

Kumulai acara itu dengan perkenalan dari masing-masing anggota Band. Ini teori yang tidak disarankan tapi harus dilakukan, karena ada salah satu Gitar yang masih belum bsia dimainkan, sehingga untuk mengisi kekosongan harus ada yang berbicara.

Sebaiknya memang perkenalan singkat saja dan langsung mainkan lagu unggulan dan kemudian cari waktu untuk memperkenalakan anggota band, tapi melihat sikon yang ada, maka perkenalan secara detil terpaksa dilakukan. Yang pertama kukenalkan adalah mas Riky, fotografer CiMart [he..he..he.. biar penonton kecele deh, kata pak Rawi, ini ilmu "keluar dari pakem"]

Hasilnya lumayan bermanfaat. Kulihat wajah-wajah kawan-kawan sudah mulai cerah dan aroma stress sudah mulai “hilang-hilang datang” [kadang kelihatan dan kadang tidak kelihatan].

Begitu semua alat sudah berfungsi dengan baik, maka musikpun digeber dengan lagu “Angin Laut” milik legenda musik pop Indonesia, Koes Plus.

Begitu lagu dimainkan, maka wajah stres para pemain makin berkurang berganti dengan wajah yang serius tapi mulai santai.

Sempat salah hafalan di lagu pertama [tetep masih demam panggung rupanya], akhirnya semua mengalir lancar.

Ketika aku membawakan lagu D’lloyd “Sepanjang Lorong Yang Gelap”, maka penonton sudah mulai panas. Kulihat seorang cewek sudah begitu panasnya sehingga dia menunjuk-nunjuk aku dengan jempol teracung dari tangannya. Badannya yang padatpun mulai berjoget mengikuti irama lagu ini.

Kucoba mengisi lagu ini dengan tari poco-poco, tapi panggung yang sempit kurang memadai untuk tari poco-poco ini.

Meski begitu, sang cewek tetap saja ikut menari di kejauhan sana, di kerumunan kawan-kawannya yang terlihat menikmati tarian sang cewek itu.

Saking nikmatnya, sang cewekpun minta lagu “Cotton Fields” agar suasana makin panas. Woow…!

Lagu itu membuat penonton makin panas. Merekapun mulai berjoget mengikuti irama lagu itu.

Aku jadi inget keinginanku tadi malam untuk mengajak penonton berjoget poco-poco saat lagu band CiMart dinyanyikan. Tenryata Tuhan menjawabnya dengan cara lain, tetapi dengan hasil yang lebih menakjubkan.

Begitulah Tuhan mengatur hidup ini. Semua yang kita minta pasti dikabulkanNya. Syaratnya satu saja, mintanya harus dari HATI bukan dari mulut dan harus ada aroma IKHLAS disitu.

Acara terus berlangsung, permintaan lagupun semakin banyak, padahal sejak awal didirikan, Band ini sudah sepakat tidak akan menerima request lagu. Namun bagaimana bisa menolak, kita sudah ada di panggung dan penonton sudah histeris dengan penampilan musikus band ini.

Alhamdulillah, semua lagu yang diminta bisa dipenuhi, kecuali lagu “Just The Way You are”, yang kebetulan tidak jadi diminta.

Suasana semakin asyik ketika beberapa kawan temanten lelaki ikut main musik, bahkan sang temanten juga ikut gatal untuk duduk di depan “double” keyboardnya.

Lagu-lagu Amerika latinpun muncul di panggung, karena memang sang penganten berasal dari daerah sana.

Jadi geli deh melihatnya, soalnya sejak band ini dipesan oleh sang empunya “gawe”, maka sudah diwanti-wanti untuk tidak usah menyanyikan lagu barat, karena takut ketahuan tidak fasihnya. Maklum hadirin memang sebagian adalah warga negara asing.

Lagu-lagu selanjutnya yang mengalir justru adalah lagu-lagu barat semua. Bahkan ketika ada permintaan lagu dang dut, para pemain band malah angkat tangan.

Jadilah kembali ke penyanyi oldies lagi, Koes Plus, dengan lagu kegemaran pak Faisal, pemain keyboard band CiMart yaitu “JEMU”.

Ketika sore makin menjelang, maka acara harus diakhiri, sehingga band ini langsung masuk ke lagu terakhir. Medley dari LiLin Kecil, Kidung dan To Love Somebody.

Seneng juga aku hari ini. Biar suara pas-pasan, ternyata bisa menghibur para hadirin [pasti gara-gara para musikus di belakangku yang luar biasa talentanya]. Akupun bisa berduet dengan istriku di panggung membawakan lagu kesayangan istriku “BIRU” [milik Vina P].

Terakhir aku duet dengan istriku rasanya sudah lamaaaa sekali. Kalau gak salah membawakan lagu PELANGInya Jamrud, saat acara Waskita di Malang [tahun berapa ya?]

Waktu acara ultah pak KK Menristek di Puspitek, aku juga diminta pak KK untuk tampil ke depan, berkali-kali malahan, tapi gak pedhe abis [dan ada 4G disitu, jadi lebih mantap nyobain WiMax dari pada bikin malu pak Menteri dengan suaraku yang semi fals ini].

Untung ada pak APRIL [ATG] yang bisa kutunjuk hidungnya untuk mewakili Kompasiana maju ke panggung. Bagi mas ATG juga untung deh, bisa menunjukkan kebolehannya menyanyi di depan pak Menteri yang gaul abiz itu.

Sayang hari ini pak ATG tidak muncul di band Cimart, padahal kita sudah abis-abisan berlatih lagunya mas ATG. Untung ada cewek kece yang request lagunya mas ATG, jadi para musikus band Cimart bisa menunjukkan hasil latihan mereka.

Sungguh ini adalah hari yang luar biasa bagi Band CiMart. Kebersamaan yang kita rintis berhari-hari menunjukkan kekuatannya di hari ini.

Kita saling berbagi kerja, berbagi beban dan berbagi kebahagiaan di akhirnya.

Terima kasih Ya Tuhan atas nikmat dan karuniamu di hari ini.
Alhamdulillah.

pengantin yang berbahagia
band cimart yang lebih berbahagia

””’
”’

Latihan Sabar TeruS

Senin pagi adalah hari yang selalu sibuk, apalagi minggu-minggu ini waktu sholat subuh agak siangan, sehingga suasana pagi di Hari Senin di minggu-minggu ini selalu penuh dengan keriuhan.

Ada acara rebutan wudhu, rebutan kamar mandi, rebutan sarapan dan acara rebutan lain-lain yang biasanya tidak terjadi di hari lain.

Selesai dan sukses melaksanakan acara rebutan, maka sampailah pada acara berangkat ke kantor.

Alhamdulillah, hari ini, ada acara tambahan dari istri.

“NGajarin istri makai laptop dan LCD Projector!”

Kerjaan yang sangat gampang, tetapi menjadi penuh ketegangan, karena diburu waktu, sementara itu semua maunya instan.

Laptop yang akan dipakai adalah laptop yang biasa dipakai LuLuk dan ada dual [sistem] mode disitu dengan mode default adalah Linux Blankon 4.

Aku harus memberi pengertian tentang linux?

Pasti akan merepotkan istriku. lha wong windows saja masih kluthak kluthik kok mau pakai Linux, wessss pasti akan bermasalah deh.

Aku mencoba sesabar mungkin menghadapi istriku yang maunya instan, mungkin istriku jengkel dengan sikapku, tapi kalau aku menunjukkan semua caranya tanpa dia tahu dari mana asal caranya, maka pas ada kejadian [trouble] di laptop itu, tentu akan sulit mengatasinya.

Selesai acara dengan istri aku meluncur dengan niat yang sudah disiapkan untuk menjalani lalu lintas yang macet di hari Senin.

Sering kejadian, kalau aku pasang niat ini, maka justru perjalanan akan lancar, karena aku ikhlas menerima apapun yang terjadi.

Ternyata lalu lintas memang tidak seramai biasanya, kecelakaan lalin juga terjadi setelah aku melewati ruas jalan itu.

Sayangnya ada cobaan lain yang tidak pernah kualami, yaitu sopir angkot yang nyopir seenaknya sendiri. Sempat berantem dengan sopir bis [maksudnya adu mulut] dan sepanjang jalan antar gas dan rem selalu dipaksa untuk bekerja secara mendadak.

Badan kayak diguncang-guncang deh.

Alhamdulillah aku lulus menjalani semua cobaan sabar itu. Sampai di kantor tetap yang nomor satu.
Semoga Tuhan juga menganggap aku lulus.
Amin

Sesungguhnya sabar dan sholat adalah penolong kita, jadi marilah kita selalu senyum untuk meningkatkan kesabaran kita.
””’
”’

Sepedaan 17 Mei 2009

Tadinya acara sepedaan yang digagas pak Akur akan mengambil START di Kursus Musik JM [Jimmy Manopo], tapi karena aku juga pingin ngajak teman-teman kumpul-kumpul di rumah, maka akhirnya lokasi START dipindah ke rumahku.

Route sepedaan yang tadinya hanya on road, akhirnya juga dirubah menjadi [semi] off road, karena ada acara masuk kampung.

Acara sepedaan ini akan dipandu langsung oleh Om Gazzele, panggilan akrab pak Sulis [sang Maha Dewa Gitar band CiMarT].

Anakku rencananya mau ikut juga, tinggal bagaimana mbagi sepedanya. LiLo dijamin pakai sepedanya sendiri, sedangkan LitHa mungkin naik sepeda motor saja, karena sepedanya perlu beberapa perbaikan kalau mau dipakai. Udah gitu sepeda itu sering dipakai BiBi untuk beli sayur atau pergi kemana-mana, jadi dipastikan tidak dipakai saja.

Aku ada dua pilihan, pakai Anvil atau Tandem. Kalau Anvil dipinjam pak Saparjan, maka aku pasti pakai Tandem, mungkin sama LuLuk atau sama ibunya.

Kalau pak Saparjan mau naik motor [langsung menunggu di lokasi Finsih], maka mungkin aku pakai Anvil dan tandem dipakai ibunya.

Oke, apapun yang terjadi semuanya “fine-fine” saja. Aku siap dengan segala plan.

Beberapa hari lalu, malem-malem aku telepon pak Ato, sang pemilik Kupat Tahu Bandung. Kubilang padanya bahwa ada acara sepedaan dan mengambil lokasi FINISH di Warung Kupat Tahu Bandung.

Pak Ato langsung tanggap dan memberikan diskon bagi anggota Cimart yang mau mampir makan di warungnya. Luar biasa memang pak Ato ini.

Kayaknya memang semua anggota TDA Bekasi punya hobi ngasih diskon ya. Pak Rawi, pak Wisnu, semuanya suka berlomba-lomba ngasih diskon.

Jadi pingin segera hari Minggu nih, biar bisa membahagiakan anak-anakku dnegan bersepedaan bersama kawan-kawan CiMart.

Start dari Jl Puspita VII Blok T.26
Menuju Golf Jababeka
Masuk kampung
Keluar Tropikana
FINISH di Kupat Tahu Bandung

Semoga acara ini bermanfaat bagi semua
Amin.

« Older Entries Recent Entries »