Tag Archives: sepeda

Syukuran BluXpit di Taman Kuliner

BluXpit2015 Seli Taman Kuliner Condongcatur

Meski hujan terus mengguyur sepanjang malam sampai pagi, tetapi acara Syukuran BluXpit di Taman Kuliner tetap berlangsung dengan sukses. Peserta acara satu demi satu berdatangan ke Taman Kuliner Condongcatur, meskipun pintu masuk masih terkunci dan kemudian mulai memasuki lokasi Start BluXpit Seli 2015. Beberapa peserta menyatakan mengundurkan diri dari acara ini karena hujan yang cukuop deras terus mengguyur lokasi mereka, sedangkan sebagian besar peserta tetap mengayuh sepedanya meskipun harus beberapa kali berteduh sebelum sampai lokasi start.

Beberapa peserta yang rumahnya berdekatan dengan rute yang akan dilewati memilih menunggu di jalur pemberangkatan daripada ikut bergabung ke lokasi start di Taman Kuliner Condongcatur. Jam 6:45 akhirnya peserta yang sudah berkumpul di lokasi start memulai acara Syukuran BluXpit, meskipun hujan gerimis masih menitik.

Melalui WA (Whatsapps) Humas BluXpit, Eko Sutrisno HP, menyatakan bahwa semua pesepeda sudah bersiap-siap berangkat menuju Kaliurang dan lima menit setelah pemberitahuan, semua peserta sudah bersiap di lokasi start dan berhenti sejenak untuk foto pemberangkatan.

Sego segawe Jogja

Sego segawe Jogja

Di sepanjang rute menuju Kaliurang ditemui beberapa peserta yang berteduh dan kemudian ikut bergabung, meski ada juga yang masih tetap seti aberteduh menunggu cuaca terang. Alhasil sejumlah 40 pesepeda ikut dalam acara ini sampai ke Warung Ijo (Warijo) tempat mangkalnya para goweser di Pakem.

Melihat kondisi cuaca yang  tidak juga membaik, beberapa peserta rupanya menghargai para pesepeda pemula yang ikut dalam acara ini, sehingga akhirnya diputuskan untuk langsung menuju garis finish di Taman Kuliner Condongcatur. Hujan yang terus mengguyur kota Jogja akan menyebabkan jalan cukup licin terutama pada saat jalan menurun dan pesepeda tidak sanggup mengendalikan sepedanya.

Acara syukuran BluXpit ini memang sifatnya hanya fun, untuk kegembiraan, karena bersyukur telah sukses melaksanakan acara bluXpit2014 Bandung Jogja 400 km dengan sukses. Penggagas acara ini Eko Sutrisno HP, Humas BluXpit, menyatakan salut kepada semua peserta yang hadir di acara syukuran ini, baik dari mereka yang terlibat sebagai panitia maupun sebagai peserta. Acara gowes Bandung Jogja sudah selesai pada tanggal 14 Desember 2014 lalu, tetapi kekompakan peserta tetap terjaga. baik dalam kegiatan online via WA (Whatsapps) ataupun kegiatan offline seperti saat ini. Hujan dan panas tidak menyurutkan semangat para goweser untuk bertemu kembali dalam kegiatan yang mendekatkan diri pada alam ini.

BluXpit2015 Seli Taman Kuliner Condongcatur

BluXpit2015 Seli Taman Kuliner Condongcatur

Mitrabani, Ketua Umum penyelenggara BluXpit2014, meyatakan tujuan kegiatan bluXpit adalah menjadikan kembali Jogja sebagai Kota Sepeda.

“Sego segawe pernah begitu terkenal sebagai kegiatan sepeda di Jogja dan saat ini BluXpit mengangkat kalimat Jogja Kota Sepeda #JKS15, agar Jogja tetap setia dengan semangat bersepedanya”

Di tahun 2015 ini, Mitrabani, menyampaikan rencana di tahun 2015 secara umum, mulai dari gowes rutin setiap hari Minggu dengan rute pendek, gowes bulanan rute panjang, gowes tiga bulanan rute istimewa dan gowes spektakular menyambut BluXpit2015 saat UGM berulang tahun yang ke 66.

“Bila tahun 2013 dan 2014 hanya pengda Kagama dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jogja yang bergerak, maka di tahun 2015 ini, semua pengda akan bergerak mensukseskan acara bluXpit 2015″, tandas Mitrabani.

Kegiatan BluXpit memang dipelopori oleh komunitas alumni UGM yang terwadahi dalam komunitas S3 Gama (Sepeda Sehat Semua UGM) sejak tahun 2009. Inilah komunitas yang terus bergerak untuk menjadikan Jogja Kota Sepeda tetap menjadi semangat para warga kota Jogja. Lokasi start dan finish sengaja dipilih di Taman Kuliner Condongcatur, karena di tempat inilah para goweser sering mangkal untuk berdiskusi, ngobrol ala Jogja sambil menikmati suguhan Mie Sehati.

Terima kasih buat semua partisipan BluXpit2014, baik sebagai pemerhati, peserta maupun panitia, tahun ini akan ada lagi BluXpit2015 yang lebih semangat dan lebih bermanfaat bagi lingkungan kita. Selamat tinggal BluXpit2014 selamat datang BluXpit2015.

BluXpit2015 Seli Taman Kuliner Condongcatur

BluXpit2015 Seli Taman Kuliner Condongcatur

Gowes Strava 2014

Share Strava story

Perjalanan gowes selama setahun ini rupanya dicatat secara otomatis oleh aplikasi Strava yang kupakai. Rekaman jejak gowes itupun kutayangkan di Youtube dan kuberi judul Gowes Strava 2014. Apa target 2015? Mestinya akan ada kemajuan, dari sisi jarak, capaian ketinggian maupun jam terbang.

Yang jelas kegiatan sepedaanku selama beberapa tahun ini, sebenarnya baru kutekuni dengan lebih fokus pada tahun 2014. Dulu aku sepedaan hanya mengisi waktu atau karena tuntutan pergaulan. bukan karena kebutuhan. Aku ingat pertama kali bersepeda dengan jarak yang cukup jauh dan dengan komunitas yang sudah terbiasa jarak jauh terasa sangat berat, sementara beberapa anggota komunitasku itu, sekarang masih terlihat belum terlalu fokus dengan kebutuhan bersepeda ini.

Aku merasakan bahwa olah raga sepeda adalah olah raga yang cocok dengan kondisi diriku sendiri. Memang diperlukan penyisihan biaya di awal bersepeda, tetapi kalau sudah mempunyai sepeda yang memadai, maka biaya bersepeda nyaris tidak ada, kecuali untuk maintenance saja.

Bagi seorang pemula, maka akan banyak godaan dalam membelanjakan uang untuk kebutuan bersepeda. Yang paling banyak menghabiskan biaya pasti sepedanya sendiri, tapi kalau kita tidak emosi dalam memilih sepeda, maka biaya pengadaan sepeda akan masuk akal (reasonable). Seorang pesepeda profesional, atlit yang aktif, pasti tidak mengejutkan kalau sampai menghabiskan ratusan juta untuk membeli sepeda profesionalnya. Namanya saja atlit profesional.

Namun bagi pesepeda amatir yang hanya ingin sehat jasmani dan rohani, maka kegiatan bersepeda cukup memakai sepeda yang nyaman dikayuh, tidak perlu ada target berat sepeda, kekuatan rangka dan sebagainya. Bagiku sepeda Polygon Heist 5 sudah sangat memadai untuk segala medan dan segala karakter normal, asal bukan karakter ekstreem.

Untuk bersepeda di jalan aspal, Polygon Heist tetap dapat diandalkan, meskipun tidak bisa dikayuh secepat RB (road bike). Begitu juga untuk bersepeda di jalan pedesaan, jalan tanah, jalan non aspal, atau semacamnya, Polygon Heist 5 masih tetap nyaman dikayuh. Itu sebabnya aku akhirnya masuk grup Heister, karena memang sepeda jenis ini sudah sangat cocok buatku.

Menurut kawanku, pesepeda Indonesia biasanya memang memilih jenis sepeda dari merk-nya, keterkenalan merk mauoun prestasi penunggang sepeda merk tertentu yang hebat dan menjuarai berbagai even tingkat dunia, sedangkan sepeda Indonesia khususnya Polygon justru dibeli oleh pesepeda di Luar Negeri karena kualitasnya. Aku tidak munafik, saat membeli sepeda Wilier, aku memang lebih melihat merk-nya dan bukan karena kualitasnya, jadi pendapat temanku itu kelihatannya ada benarnya juga.

Tahun ini juga aku mulai memasang aplikasi Strava di ponsel sebagai aplikasi wajib, mendampingi aplikasi Endomondo yang sudah sekian lama setia menemaniku. Ternyata di akhir tahun muncul rekaman catatan perjalananku selama setahun dalam bentuk film. Menarik juga melihat film pendek itu, sama menariknya dengan melihat rekaman foto kita di FB, yang juga marak dibagikan di akhir taun 2014.

Share Strava story

Share Strava story

Tanggal 1 Januari 2015, akupun membuka aplikasi Strava di PC dan inilah rekaman yang tercatat di aplikasi Strava.

Last 4 Weeks
Avg Rides / Week 8
Avg Distance / Week 240 km
Avg Time / Week 13h 22m
Year-to-Date
Distance 4,434.0 km
Time 249h 2m
Elev Gain 22,418 m
Rides 158
All-Time
Distance 4,908.8 km
Rides 205
Biggest Ride 138.7 km
Biggest Climb 247 m

Aplikasi Strava memang menarik karena lebih banyak temanku yang memasang aplikasi ini di ponsel mereka. Makin menarik lagi karena beberapa tantangan di tahun 2014 dapat kulalui dengan baik.

Capaian Strava tahun 2014

Capaian Strava tahun 2014

Akupun jadi berniat mengikuti tantangan baru di tahun 2015 yang disampaikan pada para pengguna Strava di seluruh dunia. Dengan adanya tantangan, sekecil apapun, aku jadi tambah semangat untuk memanfaatkannya dalam rangka kebugaranku, baik jasmani maupun rohani. Satu hal kecil dari hasil fokus olah raga adalah ukuran celanaku yang tadinya nomor 38, sekarang sudah turun menjadi 34, padahal dari sisi penurunan berat badan tidak terlalu signifikan, hanya turun sekitar 4 kg.

Tantangan Strava di tahun 2015

Tantangan Strava di tahun 2015

Semoga tahun 2015 ini kegiatan gowesku lebih bermanfaat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Aamiin.

Sepeda Sendirian

“Dab Penyo kok suka naik sepeda sendirian ? Apa enaknya bersepeda sendirian, bukankah ikut komunitas sepeda lebih seru gowesnya ?”

Bersepeda bersama teman-teman pasti merupakan sesuatu yang mengasyikkan, meskipun kadang-kadang ego pribadi harus dikesampingkan demi terciptanya suasana kebersamaan dalam sebuah komunitas. Foto-foto yang kuunggah via instagram saat ini memang tidak hanya saat aku narsis bersama kawan-kawan, tapi ada kalanya saat aku sepedaan sendirian, sehingga munculan pertanyaan yang mengiraku lebih senang naik sepeda sendirian.

Pagi ini aku juga bersepeda sendirian menempuh rute pendek 23 km dari Cawang ke Sudirman pp via flyover Casablanca. Nikmatnya adalah ketika sampai di puncak flyover dan ingin mengambil foto suasana Jakarta dari jalan layang itu. Naik sepeda sendirian, seperti pagi ini, membuatku bebas melakukan apa saja di sepanjang jalan, sepanjang tidak mengganggu lalu lintas atau mengganggu lingkungan. Aku bebas berhenti di titik mana saja dan mengabadikan suasana di sekitar titik hentiku.

Flyover Sudirman

Flyover Sudirman

Bila aku bersepeda bersama komunitas sepeda, maka perlu kesepakatan dulu untuk berhenti di sembarang tempat, kecuali kalau kita pakai model sok nekad dan sok kuasa, maka kita bisa berhenti dimana saja dan berharap semua anggota komunitas mengikuti yang kita lakukan atau minimal memahami apa yang kita lakukan.

Pada intinya bersepeda adalah olah raga melawan diri sendiri, jangan sampai kita terjebak berolah raga karena melawan orang lain atau ingin bersaing dengan orang lain tanpa memahami kondisi jasmani kita. Bersaing dengan pesepeda lain adalah milik para atlit profesional yang tiap saat berlatih untuk menjadi yang lebih baik atau agar menjadi yang terbaik di kelas masing-masing.

Kita adalah pesepeda yang bukan atlit, jadi nikmati saja olah raga sepeda ini dengan perasaan senang dan penuh semangat. Makin senja usia kita, maka kesabaran bersepeda semakin dituntut lebih lapang. Jangan mudah terpancing dengan prestasi kawan yang sanggup melahap tanjakan curam dengan waktu tempuh yang cepat. Saat sepeda melalui rute menanjak, maka jantung akan bekerja dengan lebih keras, saat itulah banyak pesepeda yang sudah berusia senja lupa diri dan ingin ikut menanjak dengan kecepatan tinggi atau setinggi mungkin.

Banyak dijumpai kasus sang pesepeda mendadak tersungkur tanpa sebab dan tidak tertolong lagi di rumah sakit. Jantung tuanya sudah terlalu capek bekerja atau tidak terbiasa dengan olah raga seberat itu, sehingga tidak berfungsi lagi.

Bersepeda dalam sebuah komunitas sepeda, perlu dianggap sebagai ajang rekreasi sepeda dan jangan dianggap sebagai ajang beradu prestasi. Nikmati saja kekuatan bersepeda kita dengan senyum dan semangat. Jangan terpengaruh dengan kekuatan teman kita yang mungkin memang lebih terlatih, lebih rajin latihan, lebih muda atau yang mempunyai sepeda lebih bagus dari milik kita. Ikutlah semangat SEGO SEGAWE, “sepeda dinggo sekolah dan sepeda dinggo nyambut gawe” (sepeda untuk bersekolah dan untuk bekerja), sebagai kesadaran bermasyarakat di Jogja.

Sego segawe Jogja

Sego segawe Jogja

Merk sepeda Polygon, buatan Sidoarjo Jawa Timur, sudah lebih dari cukup untuk menunjang hobi kita bersepeda. Di manca negara sepeda Polygon sudah diterima para pesepeda disana, mereka melihat sepeda bukan dari merk atau brand, tapi melihat sepeda dari sisi kualitasnya. Dari sisi ini, maka Polygon sudah dianggap memenuhi kriteria mereka.

Tidak perlu lagi kita tertarik dengan merk sepeda luar negeri yang harganya dijamin lebih mahal. Bahwa aku juga mempunyai sepeda luar negeri, itu adalah sebuah kasus diskon. Sepeda luar negeri dan juga sepeda dalam negeri, sebenarnya selalu mempunyai bulan diskon yang besar-besaran. Pada bulan itu, harga gila-gilaan yang dipajang bisa diturunkan sampai di atas 50%, harga sepeda menjadi sangat murah karena modelnya sudah ketinggalan setahun.

Sayangnya sepeda Polygon Heist 5 yang kumiliki, bukannya harganya turun malah justru naik !:-)

Sepeda dengan diskon besar-besaran, biasanya hanya terjadi pada sepeda jalan aspal (Road bike). Sepeda jenis lain, misalnya MTB, bisa turun harga, tapi bisa juga harganya tetap dan tidak turun sama sekali.

Sebaiknya kalau anda sepedaan, nikmati saja sepeda bersama teman ataupun sendirian. Merk apapun tidak jadi masalah, yang penting adalah pengendaranya bukan sepedanya. “Man behind the PIT” lebih penting !:-)

Flyover Sudirman Jakarta

Flyover Sudirman Jakarta

Jogja Kota Sepeda

#JKS15 Jogja Kota Sepeda

Sego segawe (sepeda kanggo sekolah lan nyambut gawe) atau sepeda untuk bersekolah dan untuk bekerja sangat terkenal sejak didenyutkan pada tahun 2008 dan dikumandangkan lagi oleh mantan Walikota tercinta Jogja, bapak Sego Segawe Herry Zudianto, pada tanggal 27 Oktober 2013 dalam sebuah Sumpah Sepeda “Sego Segawe”. Pada 11-14 Desember 2014 lalu kelompok goweser UGM mencoba kembali menghidupkan denyut sepeda di kota Jogja, mereka ingin menunjukkan bahwa Jogja kota sepeda memang masih eksis sampai sekarang dengan cara menempuh perjalanan Bandung Jogja sejauh 400 km. Berbagai sepeda mewarnai acara itu, baik sepeda Polygon produk dalam negeri, maupun sepeda asing (BMC, Pinarello, Specialized dll)

#JKS15 Jogja Kota Sepeda

#JKS15 Jogja Kota Sepeda

Acara para pesepeda alumni UGM itu disebut dengan nama yang agak asing di telinga yaitu BluXpit, padahal nama itu sebenarnya adalah hasil usulan dari beberapa anggota alumni UGM yang ingin menyandingkan kata kampus biru (blu) dan kata sepeda atau “pit”, sehingga jadilah gabungan nama itu sebagai bluXpit.

Ternyata dari peserta terdaftar sebanyak 130 orang pesepeda, masih muncul lagi peserta dadakan sebagai panitia penyambut, baik dari alumni UGM maupun dari beberapa daerah yang ingin agar sepeda kembali lagi mewarnai kota Jogja di sepanjang hari. Komunitas sepeda di Jogja memang sangat beragam, baik dari jenis sepedanya (MTB, Roadbike, Seli dll), lokasi komunitasnya maupun dari kesamaan minatnya. Baik dari merk dalam negeri (Polygon dll) maupun luar negeri (Wilier dll).

Kegiatan sepeda di Jogja makin meriah karena adanya beberapa wirausahawan yang ikut memeriahkan keramaian sepeda dengan produk kaos sepeda mereka masing-masing. Yang dijual sebenarnya bukan kaosnya, tapi kata-kata yang terpampang pada kaos itu. kata-kata yang lucu atau serius tapi plesetan dari kata-kata yang umum, membuat kaos itu selalu menarik untuk dibeli.

Hari Sabtu, 3 Januari 2014, beberapa komunitas sepeda dari Jogja yang ikut acara BluXpit Bandung-Jogja rupanya masih terkenang dengan kenangan yang sangat berkesan saat mengikuti acara BluXpit dan kemudian secara spontan membuat kegiatan untuk berkumpul kembali.

#JKS15 Jogja Kota Sepeda

#JKS15 Jogja Kota Sepeda

Kegiatan itu awalnya untuk menghormati para pesepeda yang sengaja naik SELI (sepeda lipat) untuk mengikuti even BluXpit Bandung-Jogja, tapi pada kenyataannya para pesepeda yang tidak naik seli ikut serta memeriahkan acara itu. Grup WA (Whatsapp) BluXpit yang tadinya dipakai untuk komunikasi antar seluruh peserta dengan panitia, akhirnya menjadi ajang untuk saling curhat dan merencanakan rute gowes ke depan. Sebagian besar anggota WA secara susul menyusul saling menyatakan siap mengawal pesepeda SELI ke arah Kaliurang, pada hari Sabtu 3 Januari 2015.

Acara ini tanpa panitia, tetapi karena aku yang memulai ajakan, maka akupun harus menyediakan sebuah mobil pick-up untuk jaga-jaga, barangkali ada yang ban gembos di jalan. Memang sebuah acara kalau merupakan ide spontan dari beberapa anggota komunitas, gaungnya jadi sangat kuat. Begitu kuatnya gaung itu, sehingga banyak sekali pesepeda Jogja dari komunitas lain yang ikut tertarik untuk mendaftar acara tersebut.

Acara kembali berkembang karena beberapa peserta menyatakan hanya akan mengawal sampai warijo (warung ijo) saja, sementara peserta lainnya kebanyakan tetap menuju kaliurang.

Sebagian peserta memang bukan pesepeda profesional, baik dari gender maupun dari usia, sehingga akhirnya disepakati ada yang tetap menuju kaliurang dan sebagian kecil hanya sampai di warijo dan sebagian kecil lagi minta loading menuju ke kaliurang.

Rute terakhir yang diusulkan adalah sebagai berikut :

1. Start : Taman Kuliner Condongcatur (di depan warung MieSehati)
2. Regrouping di Jakal, Kampus UII.
3. Warijo (Warung Ijo)
4. Kaliurang
5. Taman kuliner (Finish)

Berangkat pada pukul 6:00 atau paling lambat pukul 6:30, agar bisa menikmati udara yang bersih dan segar. Balik ke Taman Kuliner lagi sekitar jam 8:30 dan kumpul bersama untuk sarapan sambil berbagi cerita.

Semoga sukses acara spontanitas ini, semoga Jogja kembali jadi kota sepeda yang lebih ramah lingkungan. Jogja Kota Sepeda #JKS15.

#JKS15 Jogja Kota Sepeda

#JKS15 Jogja Kota Sepeda

+++

Ikrar Sepeda

1. Kami pesepedaYogyakarta kembali bangkit bersama untuk menggunakan sepeda sebagai sarana transportasi pilihan.
2. Kami pesepeda Yogyakarta selalu menjunjung tinggi toleransi antar pesepeda demi tercipta dalam keselarasan seni budaya.
3. SEGO SEGAWE telah menjadi spirit yang sesungguhnya.
4. Bersepeda menjadi tolak ukur peradaban yang bermanfaat untuk bangsa dan Negara.
5. Mengembalikan, mengajak, dan menjaga Yogyakarta kembali bersepeda untuk semakin istimewa.
6. Melestarikan, membangun, mengisi mengkoreksi Yogyakarta dengan cara sederhana bersepeda.
7. Tercipta keserasian, kebersamaan tinggi dalam berbagai elemen masyarakat berbudaya dalam kebangkitan SEGO SEGAWE

Yogyakarta, Minggu 27 Oktober 2013

Pesepeda Daerah Istimewa Yogyakarta

Polygon Heist 5

Polygon Heist 5

Rasanya sudah tidak sabar menunggu hari libur di Minggu ini. Padahal sebenarnya tinggal menghitung hari saja. Hari ini Kamis, berarti tinggal nunggu Jumat, Sabtu dan kemudian pasti Minggu menjelang. Akan ada acara fun bike, sepeda ceria, di Jakarta dan aku sudah mempersiapkan sepeda buat istriku yang masih di Jogja, Polygon Heist 5 !:-).

Sepuluh tahun lalu, aku membeli sepeda Polygon Anvill dan kupakai untuk bersepeda di wilayah Surabaya dan sekitarnya termasuk sampai ke Kediri, Blitar dan lain-lain. Bila istriku ikut acara bersepeda santai, maka aku pasti memilih naik sepeda tandem, kalau istriku tidak ikut, baru aku memakai sepeda Polygon Anvill. Beberapa hari lalu, sepeda kenangan Anvill sudah menjadi milik orang lain, meski begitu sepeda itu tetap akan menjadi kenangan tak terlupakan bagi keluargaku.

Sepeda tandemku juga sudah menjadi milik orang lain, meskipun sepeda itu dimiliki tanpa ijin dariku atau dari satpam kompleks. Sepeda tandemku sudah sukses dicuri maling tanpa aku menyadari kalau sepeda itu sudah tercuri. Pukulan yang telak bagiku dan bagi istriku, mengingat sepeda tandem itu benar-benar nyaman dipakai berdua, baik olehku dan istriku maupun dipakai oleh anak-anakku dengan teman mereka. Kadang tetangga kampung suka naik sepeda itu, ketika aku berkunjung ke lapangan dan bertemu dengan mereka.

Polygon Heist 5

Polygon Heist 5

Tahun lalu aku membeli sepeda Polygon Heist 5 dan mulai rutin bersepeda setiap hari Rabu sehabis subuh. Jalan aspal yang tidak mulus tidak menjadi halangan bagi Heist, semua model jalanan di Jakarta dilahap habis oleh Heist dengan penuh kenyamanan. Musuh Heit hanya satu, berebut jalur dengan sepeda motor yang seperti lebah kalau sudah bergerombol.

Saat masih di Cikarang, pernah aku mengadakan fun bike, sepeda santai, start dari rumahku dan finish di Warung Kupat Tahu pak Ato. Harusnya acara itu modelnya bayar sendiri-sendiri, tetapi yang terjadi dan kemudian sering terjadi adalah ada seseorang volunter yang rela membayar semua hidangan karena ada sesuatu yang dia syukuri.

Semangat kekeluargaan dan selalu penuh syukur inilah yang membuat komunitas sepeda selalu nyaman diikuti. Sejak awal mereka sudah menyiapkan biaya untuk “bantingan” (patungan) saat membayar makanan yang mereka santap, tapi sangat sering uang itu hanya ada di kantong saja, karena sudah ada yang menanggulangi semua biaya sarapan.

Gowes blusukan di Sungai

Gowes blusukan di Sungai

Hari libur adalah hari yang paling menggembirakan pagi para pesepeda. Mereka bisa bersepeda kemana saja, santai dan penuh canda tawa. Di komunitasku juga memilih hari libur Minggu untuk bersepeda secara santai, sedangkan untuk hari Sabtu, biasanya rute yang dipilih adalah rute yang minimal setengah hari mengayuh. Bila kecepatan dianggap rata-rata 20 km/jam, dan dilakukan selama 4 jam bersepeda plus 2 jam istirahat, maka jarak yang ditempuh berkisar antara 50 sampai dengan 100 km.

Jarak sejauh ini tentu masih nyaman kalau memakai Polygon Heist 5, bodi ramping dan ban tidak terlalu besar. Tentu paling nyaman memakai model balap (road bike), tapi bila sepedanya beragam, maka kurang nyaman kalau memakai RB (road bike). Sepeda balap baru terasa nyaman kalau semua anggotanya memakai sepeda balap dan rute yang ditempuh dominan jalan aspal halus. Bila sepeda beragam dan rute juga beragam kondisi kemulusannya, maka pilihan paling tepat pasti Polygon Heist.

Namun pilihan Heist 5 itu pasti pilihan yang sangat subyektif. Banyak kawanku dalam memilih sepeda melihat merk bukan melihat kualitas. Memang begitulah pilihan kebanyakan orang Indonesia. Nomor satu merk, baru kemudian kualitas setelah dibandingkan dengan harga, padahal Polygon adalah merk Indonesia yang cukup sukses di pasar internasional berdasar kualitasnya.

Ada gengsi yang terusik bila membeli sepeda merk dalam negeri, masih lebih nyaman membeli sepeda luar negeri, meskipun dari sisi kualitas masih bisa dipertanyakan.

Saat searching di Google, aku nemu “Polygon Blog Competitions – Liburan Seru Dengan Sepeda Impian“, kayaknya bakal seru ajang ini. Liburan sudah dekat dan sepeda impian sudah punya, jadi tinggal menunggu sebentar hari lagi dan liburanku akan penuh kesan bersama istri tersayang. Akupun menuliskannya di blog ini.

Polygon Heist 5

Polygon Heist 5

Sepeda Gunung Polygon kembali beraksi

Liburan itu nyanyi berdua

Setelah selesai acara BluXpit2014 di Jogja, maka sepeda Willier RB (Road Bike) kembali beristirahat dan sepeda Gunung Polygon Heist 5 kembali beraksi setelah lama tersimpan di parkiran. Polygon Heist 5 ini sudah lama tidak kunaiki, setelah aku asyik bermain di sepeda jenis RB, padahal dulunya setiap hari Rabu aku selalu rutin menaiki sepeda ini.

Setiap ada temanku yang bertanya padaku tentang jenis sepeda yang optimal penggunaannya, maka aku selalu mengarahkan untuk memilih sepeda jenis Hybrid ini. Bagaimana tidak, temanku biasanya memintaku mencarikan sepeda yang bisa dipakai di jalan offroad maupun yang juga bisa dipakai di jalan onroad.

Meski demikian aku juga selalu menjelaskan tentang kekurangan sepeda jenis ini, disamping beberapa kelebihannya. Kekurangan yang pertama adalah kecepatan maksimalnya yang tidak bisa secepat RB, padahal sudah memakai gigi depan paling besar dan gigi belakang paling kecil. Apalagi kalau kita lupa tidak mematikan peredam kejut garpu depan, maka kecepatan sepeda ini pasti akan makin jauh dari sepeda RB.

Lucunya, bagi temanku pengguna sepeda gunung MTB (Mountain Bike), malah justru sering memakai sepeda MTB untuk acara sepedaan bersama komunitas RB di Jakarta. Alasan yang disampaikan sangat sederhana dan membuat kita selalu tersenyum mendengarnya.

“Dengan sepeda ini, maka untuk jarak yang sama, aku bisa membakar kalori lebih banyak dan tetap tidak tertinggal terlalu jauh dari rombongan”

Apalagi kalau bertemu dengan situasi jalan yang macet, maka beda kecepatan antara sepeda RB dan MTB jadi tidak signifikan lagi, bahkan Polygon Heist 5 justru lebih lincah di jalanan yang macet. Rem cakramnya juga sangat memadai untuk menghentikan laju sepeda, berbeda dengan rem “V” (V brake) untuk sepeda jenis balap (RB).

Jatuh itu biasa pagi pesepeda

Jatuh itu biasa pagi pesepeda

Pengalamanku jatuh di jalan aspal dengan sepeda balap (RB) membuatku sempat trauma untuk naik sepeda lagi. Untungnya dukungan dari teman-teman sangat membantuku untuk kembali mengayuh sepeda. Dokter begitu teliti merawatku dan hanya dalam hitungan 7 hari, aku kembali turun ke jalan untuk mengikuti acara BluXpit2014 Bandung Jogja 400 km.

Minggu, 21 Desember 2014 adalah acara liburan kantor dan aku yakin liburan kali ini akan menjadi liburan seru dengan sepeda impian. Istriku akan datang ke Jakarta dan dia akan naik sepeda Heist 5, sedangkan aku sendiri akan naik sepeda baruku Wilier. Selama ini, aku memang hanya bercerita sepintas lalu kalau aku mempunyai sepeda Heist 5 di Jakarta, tapi pasti istriku mengira kalau dia akan naik sepeda polygon lainnya, bukan Heist 5. Pasti pikirnya aku sendiri yang akan naik sepeda Heist 5.

Menuju etape terakhir BluXpit2014

Menuju etape terakhir BluXpit2014

Sepedaku yang lain (Giant biru) memang baru saja kujual, sehingga aku harus mengirim sepeda satu lagi untuk kunaiki di acara liburan itu. Aku langsung telpon adikku untuk mengirim sepeda Wilier merah, sehingga aku bisa mempersilahkan istriku naik Polygon Heist 5. Aku yakin beberapa kelebihan sepeda itu pasti akan disukai istriku.

Selama ini setiap berpindah gigi sepeda, istriku biasanya merasa kurang nyaman dan kali ini dia pasti akan merasa nyaman ketika memakai Polygon Heist 5. Inilah seri tertinggi dari Heist. Aku pernah mencoba berbagai macam seri Heist, tapi merasakan kenyamanannya, maka lebih baik memakai Heist 5 dibanding heist 4 atau apalagi Heist 3. Selisih harganya tidak terlalu jauh, tapi kenikmatannya sangat jauh.

Polygon Heist 5 di Monas Jakarta

Polygon Heist 5 di Monas Jakarta

Rabu pagi tadi, aku mencoba rute Cawang-Kampung Melayu-Casablanca-Monas-Senen-Jatinegara-Otista-Cawang. Rasanya berbeda sekali dengan saat aku sering naik sepeda RB di rute mingguan ini. Jalan model apapun tidak terasa menyakitkan di tangan atau di pantat, semuanya dilahap dengan nyaman oleh Heist 5.

Hari ini lebih terasa nyaman, karena semua sepeda motor tidak diperbolehkan melewati jalan protokol. Kitapun melaju dengan tenang di jalan yang tidak seramai biasanya. Tidak salah rasanya kalau temanku ingin beli sepeda dan kusarankan memakai jenis sepeda Heist 5. Untuk jalan beraspal, maka peredam kejutnya bisa dimatikan dulu dan dihidupkan lagi bila melewati jalan offtoad.

Rasanya sudah tidak sabar menunggu hari libur Minggu ini, sudah ingin segera naik sepeda berdua dengan istri tercinta, mengarungi sepanjang jalan Jakarta yang baisanya riuh oleh deru kendaraan bermotor. Ini akan jadi liburan seru dengan sepeda impian bagiku dan bagi istriku.

Liburan itu nyanyi berdua

Liburan itu nyanyi berdua

Selamat Tinggal BluXpit2014 selamat datang BluXpit2015

BluXpit2014 memasuki UGM

“Selamat Tinggal BluXpit2014 selamat datang BluXpit2015

Pada Jumat 12 Desember 2014, tidak sampai seratus orang pesepeda yang berangkat dari Bandung dan akhirnya ratusan pesepeda memenuhi start etape terakhir di Wates menuju Balairung UGM Yogyakarta pada hari Minggu, 14 Desember 2014. Bupati Kulonprogo melepas rombongan dalam jamuan pagi yang singkat dan berkesan di rumah dinasnya di pinggir alun-alun Wates kulonprogo.

Acara bluXpit2014 hari terakhir ini lebih dipercepat mengingat adanya beberapa pejabat yang harus segera meninggalkan UGM untuk menunjukkan kepedulian terhadap bencana banjir di Banjar. Rombongan yang pada etape 1 dan 2 dipimpin oleh kapten regu masing-masing, pada hari ini sudah diubah formatnya. Semua kapten regu menempati posisi di paling depan, tepat di belakang mobil pembuka jalan dari Polisi dan semua peserta dari berbagai usia dan kelas sepeda berbaris rapi di belakang. Bagi pesepeda yang sudah di puncak kelelahan, panitia sudah menyiapkan angkutan untuk loading peserta, sehingga dapat mengikuti semua acara sampai tuntas.

Menuju etape terakhir BluXpit2014

Menuju etape terakhir BluXpit2014

Dibariskan di depan gelanggang Mahasiswa UGM, akhirnya seluruh rombongan sudah bisa menuju Balairung UGM dan disambut oleh Rektor UGM bersama jajaran wakil rektor beberapa bidang. Acarapun dimulai dengan penyerahan Bendera BluXpit2014 dari ketua Umum Panitia, Mitrabani, pada rektor UGM dan dilanjutkan dengan pemberian piagam penghargaan dari wakil pesepeda.

Prosesi pengalungan medali, semua peserta dipersilahkan untuk menuju anak tangga Balairung dan semua peserta diberi medali tanpa kecuali, meski dibedakan dalam kelas masing-masing. Sekitar 80 orang peserta yang telah mengikuti acara gowes Bandung Jogja secara utuh mendapat kesempatan pertama untuk menerima kalungan medali, disusul dengan rombongan kapten regu dan ditutup dengan pengalungan medali bagi peserta yang tidak mengikuti acara secara utuh.

Euforia Panitia BluXpit2014 bersama medali masing-masing

Euforia Panitia BluXpit2014 bersama medali masing-masing

Euforia kegembiraan dari peserta tumpah ruah dalam acara puncak ini. Saling melepas penat, saling berselfie-ria maupun bergrup selfie mewarnai area di seputaran Balairung UGM. Mereka sudah tidak peduli lagi dengan udara panas yang terasa menyengat kota Yogya pada pagi hari sampai siang ini. Setelah euforia mulai mereda barulah para pesepeda ini mulai mencari konsumsi terdekat dan berbagi kontak untuk menjemput BluXpit2015 yang sudah mulai diwacanakan di antara mereka.

“BluXpit2015 akan berkonsep menyatukan goweser nusantara dalam sebuah kegiatan yang diawali dari masing-masing daerah dan semuanya menuju kota Yogyakarta”.

BluXpit2014 memasuki UGM

BluXpit2014 memasuki UGM (foto MBR)

Konsep Green yang diusung panitia memang mengajak masyarakat umum untuk makin mencintai kendaraan tanpa BBM yang semakin langka dan semakin mahal. Alumni berbagai PT, dari manapun, akan ikut bergabung dalam acara bluXpit2015 untuk bersama-sama mengajak masyarakat yang dilewati maupun yang melihat dari berbagai mas media untuk menyadari bahwa bersepeda adalah olah raga yang murah meriah dan menyehatkan.

Gubernur Jawa Barat telah melepas acara bluXpit2014 di Bandung bersama dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan di ujung acara rombongan goweser bluXpit2014 diterima oleh Rektor UGM Prof Ir Dwikorita Karnawati, MSc, PhD didampingi berbagai pejabat di lingkungan UGM.

Tiga hari dalam kebersamaan membuat beberapa peserta yang tadinya tidak saling kenal satu sama lain mulai saling kenal dan ditutup dengan saling berbagi kontak. Media InfoWisata yang ikut meliput langsung acara ini terlihat sangat terkesan dengan cerita dari masing-masing peserta. Media lokal sendiri sudah langsung menayangkan acara ini di halaman online mereka.

Mitrabani selaku ketua S3Gama sekaligus ketua penyelenggara BluXpit2014, saat makan siang selepas acara menyampaikan berita seputar rencana BluXpit2015 dan berbagi info ringan pada para wartawan yang selalu menempel padanya.

“Acara sudah berakhir, semua peserta akan kembali ke rumah masing-masing. Ada yang dari Semarang, Surabaya, Jakarta, Bangka, Singapura dan berbagai kota lainnya, semuanya kembali dengan transportasi masing-masing. Hanya dua orang yang akan kembali ke Jakarta dan tetap dengan alat transportasi mereka yang utama yaitu SEPEDA!”

“Selamat Tinggal BluXpit2014 selamat datang BluXpit2015″

Senyum dan tawa itu akan terus berkembang

Senyum dan tawa itu akan terus berkembang

+++

Pelepasan BluXpit2014 di Bandung dapat dinikmati di Youtube.

TV Jogja sendiri menyiarkan acara ini melalui liputan gowes S3Gama, komunitas sepeda UGM yang diserahi untuk menangani acara BluXpit2014 tahun ini.

Salut dengan mas @Bagus Gowes yang selama mengikuti berbagai event sepeda tetap setia dengan sepeda produk Indonesia Polygon Heist, sepeda Indonesia yang bersaing di LN karena kualitas. Ironisnya di negeri sendiri kalah bersaing dengan merk terkenal, karena orang Indonesia membeli sepeda karena merk bukan karena kualitas.

« Older Entries