Tapak Suci



Saat masih aktif di Tapak Suci, aku suka sekali dengan gaya “salam pembuka”-nya. Tangan kanan memberi makna “menganjurkan hal-hal yang baik” dan tangan kiri memberi makna “menghindari hal-hal yang buruk”.

Itulah Amar ma’ruf nahi munkar, (al`amru bil-ma’ruf wannahyu’anil-mun’kar)

Setiap latihan kita selalu diingatkan untuk mengingat dua hal itu. Itu nostalgia 25 tahun lampau. Saat itu kesehatan rasanya bukan masalah penting, karena tiap hari badan selalu fresh dan hidup selalu penuh gairah.

Kondisi ini kontras sekali dengan kondisi teman-teman yang sudah mulai pada pensiun atau menjelang pensiun. Kesehatan menjadi topik utama mereka.

Ada teman yang sakit dan kemudian terpaksa keluar dari rumah sakit karena tidak cukup dana untuk mbayar rumah sakit. Ada juga teman yan sudah hati-hati agar tidak sakit tetapi ternyata sakit juga, gara-gara kepeleset di kamar mandi dan akhirnya meninggal dunia.

Takdir memang telah berbicara, karena Tuhan memang Maha Kuasa, Dia sudah mentakdirkan semua makhluk yang ada di dunia ini, tapi Dia juga Maha Adil, sehingga mampu merubah takdir yang sudah dibuatNya, bila makhlukNya telah berusaha keras untuk merubah takdirnya.

Amar ma’ruf nahi munkar, (al`amru bil-ma’ruf wannahyu’anil-mun’kar) bila dijalankan dengan baik kayaknya akan membuat diri kita juga sehat lahir dan batin, dan kalau sudah sehat, maka apapun bisa kita lakukan dengan nyaman dan membuat kita makin sehat (saja!:-).

Salam sehati dan “keep smilling”……….!:-)

11 komentar

  • mhn ma’af mas hormat tapak sucinya bkn seperti itu tp posisi tangan kanan itu disamping dada bkn diatas!
    terima kasih 🙂

    Suka

    • Salam mas @Edy

      Makasih masukannya.

      Salam sehati

      Suka

  • Tetap semangat saja..toh di Tapak Suci mengajarkan kalau kita harus mendayagunakan kekuatan fisik,semampu kita..Allah SWT memang sudah memberi jalan yang terbaik.
    Yang jelas sudah memberikan ilmu kepada para siswa2 Tapak Suci,semoga Allah SWT memberikan pahala yang setimpal,Amien…

    Suka

    • Amin

      Makasih doanya mbak Sari.

      Salam sehati

      Suka

  • kang eko kenapa fotonya nggak pake seragam tapak suci

    Suka

    • Kang dedi,
      wis ora duwe seragam tapak suci je…

      salam sehati

      Suka

  • Ping-balik: Sudah nonton Sang Pencerah? Harus itu… | Komunitas Blogger Bekasi

  • Ping-balik: Sang Pencerah : Wajib Tonton ! « Kehangatan Blog Eshape

  • Ping-balik: Jangan Takut [ber]sama GusDuR, apalagi dengan mereka yang anti KPK….!:-) « PoJoK YoGyA (lagi)

  • wah, aia dulu sd ikut tapak suci..
    ternyata ada artinya, hohhoh

    Suka

    • Salam mas Aan

      Memang begitulah arti salam tapak suci
      dalem ya artinya….

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s