MuluT dan HaTi


DOA

Dari 100 doa yang kita panjatkan, sebenarnya 95 diantaranya sudah dikabulkan saat itu juga. Sayangnya, kita biasanya hanya mengingat doa yang belum terkabul dibanding mensyukuri doa yang sudah terkabul.

Kalau dirunut lagi, ternyata 95 doa kita yang sudah terkabul, ternyata sebagian besar malah tidak cocok dengan doa yang kita ucapkan. Yang terjadi , malah kebalikan dari doa yang kita panjatkan. Maunya pingin kaya malah miskin, mau sehat malah tambah sakit, dan banyak lagi hal-hal yang bertentangan dengan doa kita, yang justru telah terkabul.

Ada apa ini?

Ini sebenarnya membuktikan, bahwa antara apa yang ada di hati kita sering tidak sesuai dengan apa yang ada di ujung lidah kita. Ucapan doa kita biasanya meluncur begitu saja, tanpa melalui hati. Rutinitas doa membuat kita tidak dapat lagi memaknai apa yang sebenarnya telah kita ucapkan. Doa hanya menjadi hapalan dan bukan perwujudan dari suara hati.

Saat mulut kita berkata ingin kaya, hati kita justru ragu-ragu bahwa kita bisa kaya dengan usaha yang dilakukan dan doa yang dipanjatkan.

Saat penyakit menggerogoti kesehatan kita, maka ketakutan akan kedahsyatan sang penyakit, membuat kita tidak yakin saat berdoa untuk minta kesembuhan pada Allah.

Allah sendiri hanya mengabulkan doa yang sesuai dengan kata hati. Bila ucapan doa, sesuai dengan kata hati, maka doa akan mudah terjawab. Sedangkan doa di mulut yang tidak sesuai dengan kata hati, maka kata hatilah yang dikabulkan oleh Allah swt.

Kalau ingin doa terjawab sesuai keinginan, maka selalulah berpikir positip. Energi berpikir positif ini akan membuat kata hati kita selalu dipenuhi oleh kata-kata yang penuh kedamaian, kejernihan, kebahagiaan, kepercayaan, kehangatan cinta dan ketenteraman.

Bila Allah hanya mengabulkan doa yang sesuai dengan kata hati, maka secara matematis, yang akan kita terima dari Allah nanti adalah cerminan dari kata hati kita (yang sudah kita latih sehingga dipenuhi dengan kebahagiaan dunia dan akhirat).

Latihan untuk mendapatkan hasil doa yang positif, antara lain adalah dengan :

  • Latihan bersyukur, setiap hari, setiap jam dan akhirnya setiap tarikan nafas
  • Menjauhkan diri dari umpatan, keluhan atau apapun yang dapat menimbulkan energi negatip di hati
  • Selalu melakukan evaluasi antara kata yang terucap dengan suara hati yang positip

Selamat berlatih…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.