Serak dan Batuk


Malam ini penyakit serak dan batuk makin gencar menyerangku. Memang sejak siang tadi penyakit ini sudah menyerangku, ketika aku sedang melakukan presentasi. Suaraku tiba-tiba hilang dan aku perlu segelas air plus “mouthspray” untuk mendapatkan suaraku kembali. Semua gara-gara batuk yang setia menemaniku.

Padahal ada empat direktur Waskita (lengkap) yang menyaksikan presentasiku. Akupun menghibur diriku dengan berkata (dalam hati): “Pasti ada hikmah dari peristiwa ini (tapi apa ya…..?)….”

Sore tadi istriku juga pergi ke surabaya, ada temen kita yang menikah dan perlu kita beri dukungan. Acaranya sih besok tapi pesawat pagi pasti mahal, demikian juga ongkos taksi CIkarang-Cengkareng belum pernah dibawah 200 ribu. Begitulah, istriku ke surabaya dengan naik DAMRI dari CIkarang, murah dan dapat tiket Lion (juga murah). Di Surabaya udah dijemput mas Triman, mantan driverku dulu (wah tambah ngirit lagi nih..!:-)

Begitulah tinggalah aku bersama anak-anak di rumah. Jadi hanya merekalah yang kuandalkan untuk membuat atau mencari obat buatku, karena badan rasanya capek banget plus suara yang harus diirit kalau mau tidak terbatuk-batuk.

Kubilang sama Lilo, anak terkecilku, untuk bilang pada kakanya agar aku dibuatkan obat sakit tenggorokan. Kebetulan Lilo juga agak batuk-batuk. Kubilang lagi, contoh obat adalah misalnya jeruk dicampur kecap, atau apa sajalah yang kira-kira membantu kesembuhan batuk ini.

Nggak selang lama, anak-anak sudah masuk kamar dan menyalakan lampu kamar. Mereka seolah-olah membawa sesuatu yang sangat berharga.

“Inilah obat bapak, rasakan deh, pasti bapak akan ketagihan. Tapi ngrasainnya sedikit dulu ya. Ada rasa mint, temu lawak, kecap, dll…”

Lho? Kok senyuman mereka mencurigakan ya?

Tapi kuhargai usaha mereka membuat minuman hangat ini dan meminum obat itu. Rasanya memang benar-benar aneh, hanya kehangatan minuman itu dan kehangatan cinta anak-anak yang telah membuat aku menikmati minuman itu. Dan ternyata setelah diminum, makin lama makin terasa enaknya.

Akupun berebutan menghabiskan minuman itu dengan Lilo.

Luluk (anak tertua) akhirnya bercerita bercerita menganai bahan minuman itu, yaitu :

  1. Temulawak

 

  • Teh celup (perfect)

 

 

  • Susu coklat

 

 

  • Obat batuk OBH

 

 

  • Kecap (merk BANGO!:-)

 

Ya ampun, itukah yang kuminum tadi? Kok rasanya lumayan enak ya?
Makasih deh buat semuanya.

 

.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s