LiLo UlaNg TaHuN



Tanggal 17 Juni 2008, aku pulang agak sorean.
Sampai di rumah, anak-anak sudah gelisah. Rupanya ada kue ulang tahun di kulkas dan mereka ingin merasakannya tapi ibunya belum datang.
Abis sholat Isya, kupastikan bahwa ibunya masih agak lama sampai di rumah, jadi segera saja mereka (anak-anak yang sudah nampak kelaparan itu) untuk menyantap kue tart yang ada di lemari es.
Gak ada acara apa-apa, cuma niup lilin aja terus makan berdua. Lucu juga rasanya.
LiLo dan aku asyik melihat LuLuk dan LiTa makan kue itu berdua saja.
Ketika LiLo kutanya,”kenapa gak makan kuemu Lo?”
Jawab LiLo,”bapak aja yang makan, aku gak begitu suka kue itu”
Lha aku sudah gosok gigi dua kali sesore ini, jadi aku males harus gosok gigi lagi. “Besok aja ya, untuk sarapan”
Begitulah ulang tahun LiLo, gak dirayain macem-macem. Potong kuenya juga gak pakai nyanyi-nyanyi.
Semoga kebiasaan tidak merayakan ulang tahun ini nanti makin merasuk di hati anak-anakku, dan diganti dengan kebiasaan bercermin lebih dalam pada diri sendiri di saat hari kelahiran tiba.
Insya Allah, amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.