Kelik (3)


Akhirnya jelas, memang dia Kelik Pelipur Lara. Salah satu ikon “pelawak” yogya yang masih bisa membuatku ketawa.

Pertemuan terakhirku dengan dia ketika dia mampir ke rumahku dan cerita tentang Dewo, Kuncung maupun pelawak-pelawak lain yang pada hijrah ke Jakarta.
Rasanya itu pertemuan yang baru terjadi kemarin, tetapi setelah kurenungkan lagi, pertemuan itu terjadi di pinggir jalan di depan rumahku karena dia naik motor dan melihat aku.
Itu adalah pertemuan di tahun 90-an, saat pamor mas Dewo sudah mulai meredup (padahal mas Dewo ini tak gadang-gadang bisa nyaingin Tora Sudiro je..!:-), jadi udah lama banget ternyata pertemuannya.
Saat Kelik aktip di republik BBM sebagai wapres, aku ikut forum diskusi republik BBM dan aku juga buat milis republik bbm. Di forum itu aku sampaikan kritik ke menajemen republik bbm, bahwa kalau pingin membuat rakyat cerdas (slogannya tuh..!:-), maka jangan pakai iklan perusahaan rokok yang jelas-jelas tidak mencerdaskan bangsa.
Eh, tahu-tahu gak ada lagi jawaban dari “wakil” manajemen dan tahu-tahu (juga) forum itu ditutup. Sebentar kemudian mas Kelik mulai jarang tampil dan akhirnya pergi begitu saja.
Selamat mas Kelik, semoga sempurna dikau dalam menjalani hitam putih hidup ini (kayak syairnya Ungu ya).
Salam

One comment

  • Dia memang hebat, salut buat bang kelik……

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s