CuCi SePeDa [lagi]

Mr and Mrs Arem-arem ikut mendukung acara BluXpit 2014


Seperti janji minggu lalu, maka hari ini kembali aku keluarkan sepeda tandem di belakang rumah untuk dicuci dan dirapikan lagi. Total jendral habis 65 ribuan untuk biaya pasang standard [sepeda lilo], ganti kawat rem, dan ganti sadel [polygon tandem]. Hasilnya….? Wah sepeda jadi kinclong lagi.

Kalau dipikir-pikir kok murah banget ya biayanya?

Beberapa tahun lalu, untuk beli sadel saja sudah 100 ribu sebiji, lha sekarang sudah komplit malah gak sampai 100 ribu. Hadeh ….:-)

Setelah dipakai pulang ke rumah, baru terasa kenapa harganya murah. Rupanya sadelnya memang sangat keras. He..he..he.. itu sudah sadel terbaik di Cikarang [kata penjualnya].

Bersepeda di Cikarang memang menjadi  salah satu hobiku. Minimal dengan bersepeda membuat aku bisa berkumpul dengan anak istri. Aku juga bisa mengumpulkan teman-teman di Cikarang dari berbagai komunitas yang ada di Cikarang. Ada blogger, ada anggota TDA dan ada juga aktifis kampung, mereka bisa berkumpul bersama di rumahku dan bersepeda bersama dari rumahku.

Mereka juga bisa membuatku selalu tersenyum menghadapi hidup yang sebenarnya memang sudah indah ini. Kalau kita mampu mengawali hari dengan senyum, maka biasanya sampai malampun kita masih bisa menikmati hari penuh senyum ini. Bila kebetulan aku mengawali hari tanpa senyum, maka aku selalu berusaha dengan sekuat tenaga untuk mencari sesuatu yang membuatku bisa tersenyum.

“Lalu nikmat mana lagi yang kamu dustakan?”

Kalau sudah sampai pada kalimat itu, biasanya aku bisa menemukan sesuatu yang membuatku bersyukur dan bisa tersenyum kembali. Memang dunia ini penuh dengan keindahan yang kadang kita lupakan karena kita terbelenggu oleh keinginan kita akan sesuatu yang belum juga terpenuhi.

Seseorang pernah berkata padaku tentang kata “keinginan”. Bila kita mempunyai keinginan sebanyak 100 buah, misalnya, maka kalau kita telaah satu demi satu keinginan kita tersebut, biasanya sudah terpenuhi sekitar 70 sampai 80 persen. Akan tetapi kita tetap saja merasa keinginan kita belum juga dipenuhi oleh Tuhan.

Mengapa bisa terjadi?

Biasanya kita memang fokus pada keinginan yang belum terpenuhi dibanding dengan keinginan yang sudah terpenuhi. Disitulah masalahnya. Ketika kita melihat keinginan yang sudah terpenuhi, maka baru kita sadari bahwa keinginan kita ternyata sudah banyak yang terpenuhi. Yang belum terpenuhi, pada suatu waktu kita sadari bahwa lebih baik tidak terpenuhi karena bisa jadi kalau terpenuhi malah membuat kita jauh dariNYA.

Sama seperti keinginan seorang anak yang sudah ingin naik mobil mewah. Pada saat keinginan itu terpenuhi, bisa jadi dia belum pantas memakainya, sehingga malah terjadi kecelakaan lalu-lintas karena dia sudah bisa memakai mobil itu.

Jadi karena hari ini hanya ingin mencuci sepeda, maka kembali ke laptop. Yuk mencuci sepeda saja, dan tidak usah mengungkit yang lain.

Bersepeda tandem itu mengasyikan

Bersepeda tandem itu mengasyikan

+++

Gambar hasil karya mas Jaka Balung
Yang tertarik bisa langsung pesan ke beliau.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s