Jape Methe [cahe dewe]


Di Yogya sering kita dengar ucapan aneh yang begitu fasih diucapkan dan terasa begitu familiar bagi kalangan tertentu.

Salam “Jape Methe” atau panggilan akrab “dab” begitu sering terdengar. Apa sih artinya?

Coba perhatikan gambar di bawah ini.


ja ada di baris ke tiga kolom ke tiga kita baca sebagai ca baris ke satu kolom ke tiga
pe ada di baris ke tiga kolom pertama kita baca he sesuai baris ke satu kolom ke satu
sehingga jape dibaca cahe

Jadi kuncinya adalah, baris pertama dibaca sebagai baris ke tiga dan sebaliknya, sehingga baris ke dua dibaca sebagai baris ke empat [dan sebaliknya].

SO, dab terdiri dari dua huruf da dan ba atau dibaca sebagai ma dan sa, sehingga dab=mas.

Sahany = Bapak
Pisu = Hibu [ibu]
Gadhge = Tante
Lebeny = Ngesek
Dab Penyo = Mas Eko

Pernah ke Semarang?

Nah disana juga modelnya mirip. Bedanya huruf pertama dibaca huruf terakhir.

liset = pijet [pijat]
kahat = makan [mangan]

Selamat mencoba. Dijamin diketawain [kayak wong Barat ngomong jowo]

11 komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.