Tempat “NYAMAN” di Jalur Gaza


Benarkah tidak ada tempat yang nyaman di Jalur Gaza?

Ternyata banyak sekali tempat yang nyaman bagi para pejuang [muslim] Palestina. Mereka tinggal pilih tempat yang paling bermanfaat buat yang mereka perjuangkan, karena dimanapun mereka memilih semuanya dijamin nyaman.

Memang “nyaman” tidak identik dengan aman, sehingga dimanapun mereka memilih maka risiko meningal di jalan Allah tetap sangat besar, dan itulah yang dirindukan oleh para pejuang [muslim] Palestina.

Mereka tahu, maut sudah menanti di depan mereka, tetapi demi menegakkan “kebenaran”, maka mereka telah siap menyambut datangnya sang maut, karena kematian berarti mereka akan segera bertemu dengan TuhanNya. Merekapun ingat janji Allah yang tertulis di kitab suci AL Quran.

“Sesungguhnya Allah telah membeli orang-orang mukmin, diri, dan harta mereka dengan memberikan jannah untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. Itu telah menjadi janji yang benar dari Allah dalam Taurat, Injil dan Al-Qur’an” (Q.S At Taubah:111)

Akan jadi masalah kalau mereka dijemput oleh sang maut dalam kondisi tidak beriman pada Allah swt. Bisa jadi mereka mati konyol atau mati tanpa makna.

Keberingasan tentara Israel memang luar biasa, sampai-sampai bantuan makanan yang masih terapung-apung di perairan internasionalpun mereka “libas”. Kitapun jadi bertanya, “dimana lagi
mereka menaruh rasa peri kemanusiaan???”

Fitrah kita sebagai manusia adalah makhluk yang lembut dan santun, tapi hati mereka [Israel] yang hitam sudah terbelengu [iblis] dan terus menghitam, sehingga tidak ada tempat lagi untuk kelembutan dan kasih sayang.

Namun bagi para pejuang [muslim] Palestina, hal itu sudah mereka ketahui, sesuai dengan firman Allah swt dalam Al Quran:

“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. .. (QS. Al Maidah 82).

Jadi pilihan mereka, memang hanya melawan dan melawan. Bantuan dari sesama Muslim mereka butuhkan, tetapi bantuan Allah yang benar-benar mereka harapkan, karena mereka yakin akan janji Allah.

“…Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, Karena Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan Bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka Telah mengusir kamu.. “(QS. Al Baqarah [02]: 190-191).

Semangat jihad yang luar biasa itulah yang membuat mereka tak pernah kenal rasa takut. Batupun mereka jadikan senjata, meskipun mereka tahu lemparan batu itu tak ada artinya dibanding “salakan” senapan mesin Israel.

Dari sisi yang lain, kitapun jadi tahu seberapa “beda” presiden Amerika yang baru [Obama] dibandingkan presiden lama mereka [Bush]. Apakah janji “perubahan” yang ditiupkan oleh Obama hanya sekedar janji?

Peristiwa di akhir Desember 2008 dan awal januari 2009 inilah yang akan menunjukkan secara jelas dan gamblang pandangan politik Obama terhadap Timur Tengah, khususnya sifat plin-plannya terhadap kejadian yang terjadi di Jalur Gaza.

Kitapun jadi tahu, negara-negara lain yang tetap mendukung Israel, meskipun kebrutalan Israel makin meningkat frekuensinya.

Saat ini seolah-olah Israel ingin menunjukkan kekuatanya di dunia. Mereka ingin bilang,”meskipun luas negara Israel tidak seluas Amerika, tetapi dukungan terhadap Israel tidak hanya dari negara Amerika saja”

Israel juga ingin menunjukkan bahwa krisis ekonomi global tidak berpengaruh terhadap mereka. Israel punya dana tak tebatas untuk menghancurkan Palestina. Disaat masyarakat dunia dihantui pengangguran masal, Israel menjawabnya dengan membuat proyek penghancuran Palestina.

Dan kita di Indonesia hanya bisa merasakan dada yang terus menyesak, setiap melihat ataupun mendengar kekejaman Israel di tanah Palestina melalui radio ataupun TiVi. Begitu pongahnya Israel dan begitu tak berdayanya umat Islam, bahkan para petinggi di tanah ARabpun tidak punya satu suara bulat terhadap perjuangan kaum Palestina.

Kita memang hanya bisa berdoa, agar mereka, para pejuang [muslim] Palestina, tetap teguh berpegang pada tali Allah, karena hanya itulah satu-satunya penolong mereka. Bantuan makanan ataupun obat-obatan tentu sangat perlu tapi bantuan Allah adalah bantuan terbaik buat mereka.

Bantuan tenaga [tak terlatih] melawan tentara Israel di Jalur Gaza semoga tidak jadi isu, karena sebenarnya bantuan itu sama artinya dengan menambah beban mereka maupun beban petugas perdamaian.

Semoga para pejuang [muslim] Palestina tetap menjaga imannya, selalu menjadikan sholat dan sabar sebagai penolongnya dan semoga pertolongan Allah swt segera datang.

Insya Alah. Amin.

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi. Sebagaimana Dia menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa. Dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya dan benar-benar akan menukar keadaan mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan apapun dengan-Ku. Dan barang siapa yang tetap kafir setelah janji itu, maka merekalah orang-orang yang fasik”
(Q.S An-Nur:55)

5 komentar

  • Seruan dari Warna Islam via YM [jam 21:31 hari Minggu, 4 Januari 2009 :

    warnaislam:
    Aslkm wr wb.. Ikhawah Fillah,
    saat ini perang darat telah berkecamuk di Gaza..
    artileri Zionis Israel telah merangkak masuk ke seluruh penjuru utara Gaza,
    Bait Lahiya dan Jabaliya… keperbanyak doa,
    semoga Allah menurunkan kemenangan kepada mujahidin Palestina
    seperti dulu pernah Allah turunkan di perang Badar..
    Allhuma Unsuril Islam wa A’izzal Muslimin..
    (tolong disebar..)

    Suka

  • Semoga kedamaian itu segera datang.
    Tidak ada satu perangpun yang bermanfaat bagi rakyat sipil.
    Semoga kita mendapat hikmah dari kejadian ini.
    Insya Allah
    Amin.

    Suka

  • Berapa banyak lagi nyawa, dari semua pihak, yang harus dikorbankan untuk keserakahan, kesombongan, keegoisan, dan kedengkian manusia?
    Hanya ada satu cara yang paling efektif untuk mengatasi semua permasalahan yang ada saat ini dengan damai, adil, dan bijaksana!
    Tegakkan Khilafah!
    Satukan seluruh umat manusia untuk meraih kedamaian, kesejahteraan, dan keadilan di muka bumi ini!
    Semoga Allah menjadikan tahun yang baru ini sebagai tahun yang lebih baik bagi kita semua.

    Suka

  • Sebenarnya aku nunggu mas Alam nulis tentang hal ini, tapi karena kelamaan nunggunya ya uah idenya tak contoh dan tak tuangkan ke blog ini.

    Kalau berkenan boleh jug akasih komentar di
    http://warnaislam.com/umum/renungan/2009/1/2/27540/Benarkah_Tidak_Ada_Tempat_Nyaman_Jalur_Gaza.htm

    Isinya sih sama aja, tapi komentar mas Alam perlu juga dibaca oleh para pembaca di warnaislam

    salam

    Suka

  • Subhanallah! Sebenernya, saya juga mau posting ini, tapi dah diposting dengan bahasa yang sangat indah oleh mas Eshape. Wow! Laki-laki sejati, tau mereka akan mati. Yang membuat mereka berbeda adalah, mereka memilih untuk mati dengan cara terbaik dan terhormat. Saudaraku di palestin, meski Indonesia tak mampu banyak menolong, semoga kalian tetap setia berjuang di jalanNya. Karena, Tuhanmu sedang menguji kesetiaanmu. Amien………

    Kata terakhir, “Penjajahan di atas dunia, harus DIHAPUSKAN!!!!”

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.