Israelpun Runtuh


“Kita tidak bisa menunggu Obama ngomong baru bergerak pak Dhe. Ini sudah sangat darurat”, begitu kata Andre pada Pak Dhe.

“Tidak bisa. Kita perlu memastikan dulu pendapat Obama tentang masalah Palestina. Selain itu kita juga perlu tahu apa yang dibutuhkan Palestina saat ini”, sergah Khalid sebelum pak Dhe menjawab pernyataan Andre.

“Lho apa belum cukup jelas. Tidakkah mas Khalid merasakan betapa bergetarnya bumi Allah ini di hari Jumat kemarin. Hampir semua masjid melantunkan doa qunut dan setelah itu setiap saat, setiap waktu doa-doa umat Islam makin bertambah dan terus bertambah, sehingga bumi dan isinya ini makin bergetar oleh lantunan doa kita?”

“Sabar…sabar mas Andre dan mas Khalid. Kita kesini kan mau diskusi sama pak Dhe. Lha kok malah berantem sendiri sebelum pak Dhe sempat berkomentar”, Udin mencoba menengahi.

Seperti tersadar dari mimpi buruk, Andre dan Khalid sama-sama beristighfar. Merekapun bersalaman dan seperti hampir menangis ketika akhirnya salaman itu berubah menjadi pelukan persaudaraan.

“Yuk.. siapa yang mau bercerita duluan”, pak Dhe mencairkan suasana dengan tawaran berbicara duluan.

Udinpun dengan lancar menceritakan hasil pertemuan mereka dengan pimpinan pabrik.

Intinya mereka ingin ikut demo dan bila memungkinkan minta ijin untuk ikut menjadi relawan dan berjihad ke Palestina, sementara sebagian dari mereka ternyata lebih memilih megirim doa saja dan tetap bekerja di pabrik.

Awalnya, sebenarnya mereka hanya ingin minta ijin untuk melakukan demo saja, tetapi ketika pimpinan pabrik meperbolehkan mereka, maka diskusi tersebut melebar sampai ke jihad ke palestina.

Akhirnya terbentuk dua kubu yang sama-sama ngotot mempertahankan argumentasinya. Sampai pimpinan pabrik meninggalkan ruang diskusi, mereka masih belum sepakat, sehingga terpikir oleh mereka untuk melakukan diskusi di mushola saja, biasanya ada pak Dhe yang suka memberi solusi.

Kelompok yang ingin menjadi relawan ini begitu ngotot ingin menyelesaikan masalah ini pada hari ini juga.

“Pak Dhe, Palestina sudah lelah. Mereka perlu suntikan tenaga kita”, begitu kata Andre ketika pak Dhe memintanya untuk berbicara.

“Sebentar lagi demo akan makin merebak dan membuat para pimpinan negera Islam berubah pendiriannya. Mereka yang tadinya ragu-ragu membantu Palestina akan berubah menjadi sangat mendukung. Kitapun ramai-ramai memboikot Israel, Amerika dan sekutunya. habislah Israel dan sekutunya pak Dhe. Itu tidak lama lagi”,kata Andre yakin.

“Dan kita ingin ikut menjadi saksi peritiwa itu langsung di Palestina!”

“Darimana kamu dapat “wangsit” itu Ndre?”, kata pakDhe sabar.

“Pak Dhe inget Al Baqarah ayat 249?”, kata Andre

“Berapa banyak golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah dan Allah beserta orang orang yang sabar (istiqomah).” kata Khalid.

“Nah, kami yakin pertolongan Allah segera tiba. Yang penting dukungan kita dengan doa agar rakyat Palestina sabar”, tambah Andre.

“Hmmm jadi sebenarnya dimana yang dipertentangkan antara kalain?”, kata pak Dhe.

“Kelihatannya kalian saling mendukung. Yang mau pergi ke Palestina kita hormati dan kita dukung agar niatnya tulus ikhlas dan diterima Allah swt. Yang pingin kirim doa saja, karena mempunyai kendala untuk menjadi relawan ke Palestina, silahkan kirim doa sebanyak-banyaknya”

“Yang penting adalah yang ada di hati kalian. Suara hati itulah yang perlu dibaca dengan baik dan diterjemahkan dalam tindakan yang baik dan benar”

“Lihat kemampuan diri kalian dan tetapkan tekad untuk melakukan yang kalian mampu dengan ikhlas”

Andre, Udin dan Khalid saling berpandangan. Mereka bingung sendiri, mengapa di ruang rapat pabrik mereka begitu kukuh dengan pendiriannya dan saling menegangkan urat leher ketika beradu pendapat, sementara menurut pak Dhe tidak ada perbedaan di antara mereka.

“Udah mau Dhuhur pak Dhe. Kunci mikenya dimana ya?”, kata Aziz memecahkan kesunyian.

Siang itu merekapun sholat dengan doa yang lebih panjang dibanding biasanya. Semoga rakyat Palestina tetap menjadikan sabar dan sholat sebagai penolongnya. Sesungguhnya pertolongan itu akan segera datang bila memang sudah tiba masanya.

Insya Allah, Tuhan mempercepat pertolonganNya.
Amin.

11 komentar

  • Ping-balik: Dongeng Pak Dhe [6] « Dongeng Pak Dhe

  • Ping-balik: Pondok Cinta (YoGyA) | Dongeng Pak Dhe

  • mas Hamka dan mas Oyi [aku bener kan nggak manggil mbak Oyi ūüôā

    saat ini, bagi beberapa di antara kita, memang hanya bis aberdoa dan melakukan boikot terhadap beberapa produk tertentu

    untuk boikot total kayaknya masih perlu effort yang lebih keras lagi

    di surat kabar tempo, kubaca Israel sudah mulai kelimpungan dengan adanya boikot dari negara eropa terhadap buah-buahan yang diekspor Israel

    buah2an eksport itu terpaksa membusuk atau [pedagang] Israel harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membayar sewa gudang pendingin

    ada teman juga yang mengingatkan bahwa tidak semua rakyat Israel setuju dengan tindakan pemerintah ISrael ini, demikian juga banyak saudara kita yang masih menggantungkan hidupnya pada produk-produk SIrael atau sekutunya

    teman itu beroda agar para pimpinan negara Islam pada bersatu dan menarik depositonya dari amrik, dijamin nggak pakai boikot2an, amrik udah langsung pingsan
    dan nggak bisa mbantu ISrael lagi

    tanpa sokongan Amrik, maka ISrael didiemin aja udah mati sendiri

    begitu kata temanku

    mari kita berdoa, semoga yang terbaik segera terjadi di palestina
    semoga kedamaian itu segera datang

    insya Allah
    amin

    Suka

  • sepakat soal boikot. mau besar atau kecil yang diboikot, yang penting adalah pertanggungjawaban moral kita di hadapan Allah SWT kelak. banyak yang bilang percuma diboikot, gak bakalan mampus tuh yahudi.. yes, we’ll see then.. ūüėÄ

    juga soal facebook, gmail, yahoo dan mungkin wordpress.. apakah sanggup kita memboikotnya? sejauh ini akun facebook saya sudah saya non aktifkan.. walaupun belum di delete..

    Suka

  • aku tadi dapet sms katanya suruh baca surat al fath ayat 26 – 27 agar israel runtuh..hehehe

    Suka

  • Mas Suryaden,

    Kayaknya ajakan untuk boikot produk-produk penjagal palestina harus terus digalakkan agar kita lebih tenteram mengkonsumsi makanan, minuman ataupun produk2 yang Endonesia aja.

    Salam

    Suka

  • bener mas Deden
    yang perlu kita lakukan adalah melihat suara hati secara jernih
    disana kita bisa melihat lautan kebijakan yang akan mengarahkan semua langkah baik kita

    insya Allah
    amin

    Suka

  • Saya sepakat dengan pernyataan “suara hati” harus didengar …

    Suka

  • Mas Suryaden dan mas Alam

    mari kita yakinkan diri kita, bahwa sebentar lagi masalah ini akan selesai
    pertolongan Allah segera akan tiba
    insya Allah
    amin

    Suka

  • Hm…….. aku juga mau posting mengenai masalah ini mas, dan ketika tulisan saya telah terpublish, saya minta pendapat mas….. Wah, makin kacau nih keadaan di Palestin….. semoga umta muslim bisa menggapi hal ini yang merupakan cobaan dari Allah dengan bijak.

    Suka

  • pentas kekerasan ini memang sedang menjadi gunjingan di berbagai pelosok dunia, semoga semua mengetahui dan tidak menyukai kejahatan perang dan pembunuhan brutal oleh tentara mabok narkotik dan tidak memiliki rasa kemanusiaan… bayarane piro to… kok iso tega kayak gitu… minimal.
    hujatan, makian, dan doa dari jutaaan orang di dunia semoga menjadi energi lura biasa untuk mendukung yang tertindas dan menghambat nuklir yang sudah dipamerkan….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.