Kucing Juga Manusia, eh … Binatang ! [bukan rocker sih]


Pagi ini sepedaan sama Lita dan Luluk. Di rumah, Ayuko kita tinggalkan dalam keadaan lemah lesu karena sedang sakit. Kasihan Ayuko hari ini. Kucing juga kan binatang yang harus disayangi. Sepedaan kali ini aku pakai Sepeda Gunung dan LuLuk LiTa pakai sepeda tandem. Minimal harus lebih dari 30 menit sepedaan, jadi kita cari jalan yang agak jauh agar target waktu terlampaui.

Berhenti sebentar di bunderan untuk “mejeng”, kemudian mampir ke kios majalah untuk beli majalah gadis [padahal tadinya mau beli Donald bebek, kok jadinya majalah gadis ya?].

Sampai di rumah karaoke dulu sama PSR 1500, baru kemudian mandiin Ayuko, biar cantik, soalnya mau di”tengok” sama bu Dokter. Kasihan Ayuko kurus banget, apalagi habis melahirkan Ichii, kayaknya dia lemas dan lunglai. Jalannya nggak seperti biasanya yang lemah gemulai, sekarang jalannya lemes tanpa gemulai.

Ketika bu Dokter tiba, Ayuko terlihat pasrah di-apa-apain oleh bu Dokter. Dia baru melawan ketika jari tangan bu Dokter memasuki lubang pantatnya.

Kasihan Ayuko yang biasanya gak pernah menyeringai itu, sekarang terlihat kesakitan dan membuka mulutnya lebar-lebar, seperti mnau menggigit.

Susah memang jadi dokter hewan, soalnya pasiennya gak bisa mengeluh tahu-tahu nyakar atau nggigit.

Sepulang dokter, Lita langsung meluncur ke toko makanan kucing dan apotik. Mulai hari ini Ayuko harus lebih banyak makanan halus [wuisss rodho larang iki dan boros iki] dan mulai minum obat turun panas [halah… malah luwih kikrik dibanding anak manusia].

Kasir di hypermart Lippo CIkarang sampai geleng-geleng kepala,”Hanya untuk kucing satu ekor saja udah habis banyak duit ya pak?”.

Akupun hanya bisa senyam senyum saja. Ini namanya tanggung jawab sebagai pemilik kucing. Tidak hanya mau senangnya saja, tidak hanya mau lihat kucing pas sehat saja, tapi harus berani memberi obat bila sang kucing sedang sakit. Toh dia juga makhluk Tuhan yang harus kita perhatikan hidupnya.


Sampai saat ini Lita masih trauma dengan kematian Ichii, anak Ayuko. Dia abadikan dalam tulisan di “white board”. Ichii lahir 4 Feb 2009 dan meninggal 5 Feb 2009.

Tadi di jalan, LiLo sempat geram dengan ulah sebuah mobil yang ngebut di jalan ramai, seolah-olah membawa orang yang akan melahirkan. Yang bikin LiLo geram adalah terlemparnya beberapa sampah plastik dari mobil itu di jalan aspal.

Sayang deh, mereka sudah diberi kenikmatan naik mobil bagus, tapi tidak bisa bertanggung jawab terhadap kebersihan jalan yang dilalui mobilnya.

Semoga tidak terjadi di keluargaku.
Amin.

Semoga Ayuko sehat selalu di umurnya yang sudah semakin tua ini.
Amin.


tulisan eko.eshape@gmail.com

4 komentar

  • mas Setyo,
    mungkin anaknya dua, tapi yang satunya nggak ketahuan dimana dia lahirkan

    begitulah memang garis tangannya

    makasih komentarnya mas

    salam

    Suka

  • sayang … pass away… tapi kok anaknya cuma satu ya…

    Suka

  • Ha…ha….ha… dia sembunyi tuh mbak, kalau kandnagnya sendiri besar banget kok.

    Diisi anjing juga masuk tuh, cuma kalau dia sedang sensi, kayaknya langsung masuk ke keranjang itu.

    Padahal itu keranjang sudah jeblol, jadi akhirnya keranjang jebol itu kita masukkan di kandangnya, dan dia dengan nyaman melingkar disana.

    Hari ini tiduuuur terus kerjanya
    [capek kali, habis melahirkan]

    Salam

    Suka

  • aduuuuh kok dikeranjang plastik si..kesempitan lg..keciaaaan

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s