Mau NgeBLOG? Coba tips ini

BeBlog narsis berjamaah

Ini pertanyaan seorang kawan di milis.

Gimana cara buat blog yang gampang?

jawabku :

Membuat blog itu gampang-gampang sulit

sulitnya?

ya terbukti masih banyak orang yang belum ngeblog

gampangnya?

ya emang gampang

tampilan foto saja sudah mewakili sejuta kata

kalau gak punya foto?

tinggal bayangkan satu kata yang menarik
misalnya “MASJID”

nah jalankan 5W [what, where, when, who, why?]

Hotel mirip masjid

Hotel mirip masjid

apa sih masjid itu
dimana ya masjid terdekat/terjauh/terindah dsb
kapan sebaiknya ke masjid
siapa sih yang suka ke masjid
kenapa ya mesti ke masjid

kalau pertanyaan itu dijawab, maka udah jadi tulisan di blog tuh

he..he..he.. tinggal milih saja
kita bisa milih anggapan menulis di blog itu gampang
kita juga bisa memilih anggapan menulis di blog itu mudah

pilihannya tinggal gampang atau mudah
[silahkan pilih salah satu]

biar kelihatan membuat blog itu mudah, simak ini hasil dari kata “MASJID”

Masjid yang disebut juga sebagai Rumah Tuhan [baitullah], kuperhatikan setiap maghrib selalu rame dikunjungi orang.

Masjid itu memang masjid kompleks yang dekat dengan tempat tinggalku, kira-kira 20 langkah aku sudah bisa sampai di tempat wudhunya. Jadi begitu iqamah terdengar, aku masih punya banyak waktu untuk tidak terlambat sholat jamaah di masjid itu.

Saat subuh adalah saat yang rawan. Bila di saat maghrib, suasana begitu hingar bingar dengan suara anak-anak, baik ABG ataupun mantan ABG yang belum mateng, maka di saat subuh, suasana begitu hening.

Yang datang ke masjid itupun hanya beberapa orang, kebanyakan adalah orang yang seksi alias orang yang berumur di atas 50 tahun [seketan kata orang jawa].

Kadang imamnya juga begitu sepuhnya, sehingga suaranya sampai nggak terdengar lagi. Saat sujud kita jadi nggak bangun-bangun karena tidak mendengar suara imam yang memberi aba-aba untuk bangun.

Jamaah Ibu-ibu yang kadang-kadang mengeluh sepulang dari masjid,”sudah sepuh gitu kok yo masih mau jadi imam, mbok diserahkan sama yang muda, biar kedengaran suaranya dari belakang…”

He..he..he… yang muda gak ada yang datang bu. Yang lebih mudaan sih ada, tapi gak apal ayat Quran, apalnya cuma Qulhu, jadi malu untuk jadi imam.

Alhamdulillah, itu adalah kisah dulu kala.

Sekarang masjid itu terlihat ramai di lima sholat fardlu. Aku kadang bertanya-tanya juga, kenapa ya kok sekarang jadi rame?

Ternyata, rame karena banyak anak muda yang pada “pacaran” di situ.

Ha?
Pacaran?

Memang pacaran diperbolehkan di Islam?

Ternyata maksudnya adalah para remaja itu pada aktif memakmurkan masjid, sehingga terlihat dari luar seperti sedang pacaran.

Dengan menggerakkan anak muda dan anak-anak, maka otomatis orang tua mereka juga jadi ikut aktif di masjid, akhirnya masjid itupun jadi makmur dan penuh dengan nafas ibadah.

Kuperhatikan, para anak muda itu pada membuat kelompok-kelompok kecil di RT masing-masing, sehingga saat ada kegiatan di masjid tinggal menghubungi koordinator kelompok dan ramailah masjid itu.

Para orang tua tinggal memberi “sangu” agar para remaja itu punya bekal untuk memakmurkan masjid.

That’s all.

Nah, sudah jadi blognya.

Salam dan selamat ngeblog.
+++
Gambar penulis (narsis) yang tidak terkait

+++
Tulisan terkait : Caraku menulis Blog

9 komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s