Es Cendol Geboy


Pagi-pagi, istriku menyodorkan aku sebuah koran terbitan Yogya.

“Koran baru pak”, katanya

Apanya yang baru, ini bukan koran hari ini dan koran HarJo [harian jogja] sudah lama kubaca, sejak terbit pertama kali tahun lalu.

Untuk menghormati istri yang sudah membawakan koran dari Yogya, akupun membaca koran itu, mulai dari lihat HaPe canggih yang nggak laku [kalah laris gara-gara pada demam BB], sampai akhirnya kutemukan lembar dengan menampilkan wajah yang sangat kukenal.

“Kok lain ya wajah ini”, kataku mbatin.

Istriku rupanya tanggap dengan sikapku. “Ya itu yang ngasih koran”, katanya

“Kok lain ya ?”, kataku

“Dimana lainnya? Tambah gemuk maksudnya? Emang dia baru hamil kok”, istriku langsung menjelaskan kelainan itu.

Segera kuambil BB dan kufoto koran itu langsung tak upload ke FB. Kuberi tag nama sang aempunya dawet Geboy yang dibahas setengah halaman di koran Jogja itu.

Abis itu baru aku membaca beritanya. Hmm hebat benar cewek satu ini. Lulusan UGM yang rela menjadi tenaga pemasar dawet Geboy.

Sungguh tidak sia-sia dia sekolah tinggi-tinggi, karena dia tidak terbius untuk menjadi  TDB. Dia langsung masuk ke TDA.

Bisnis dawet yang sangat sederhana itu ternyata sangat menguntungkan. Dengan biaya yang sedikit didapat keuntungan yang berlipat ganda.

Salut deh buat mbak Dyah. Kita tunggu kiat-kiatnya untuk menarik para insan Indonesia mencintai usahanya sendiri.

Promosi dari istriku, dawet ini lebih enak dari dawet “A*U” yang sering kubeli di mall-mall.

 
…..
.

16 komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.