Master Mind = Magic Meeting

Promo Buku pak Dhe ngeblog di Pesta Wirausaha TDA

Artikel “Master Mind = Magic Meeting” ini kubuat sebagai arsip sejarahku masuk TDA Cikarang. Silahkan disimak buat siapa saja yang ingin mimpiny amenjadi kenyataan.

“Saya datang karena dipaksa oleh suami. Saya tadi juga sudah memaksa untuk pulang saja, tapi akhirnya saya tetap disini sampai jam ini dan alhamdulillah, saya tadi tidak jadi pulang”

Begitu ungkapan jujur dan mengharukan dari seorang istri yang diajak ikut Master Mind Cikarang 1 [MMC1].

Setelah mengucapkan kata pembuka itu, meluncurlah ide-ide segar yang tadinya mungkin hanya akan ada dalam pikiran sang istri tersebut.

Kitapun jadi semangat memberi masukan untuk ide-ide yang dilempar ke forum ini.

Ini memang MM yang baru sekali kuikuti dan rasanya kita harus banyak menahan diri, karena begitu banyak yang ingin kita sampaikan untuk teman-teman kita, tetapi kita tidak ingin terlalu dominan dan tidak ingin terlalu banyak menghabiskan waktu bicara teman-teman kita.

Beberapa teman yang terlihat kurang aktif terpaksa kita komporin agar ikut bersuara, sehingga semua peserta diskusi ini bisa merasakan enaknya berpendapat dan enaknya menerima pendapat orang lain.

Dengan banyak berpendapat, maka para peserta MM bisa merasakan dirinya “eksis” dan “dibutuhkan” oleh peserta yang lain. Akibatnya, dia akan termotivasi untuk selalu datang di pertemuan selanjutnya dan termotivasi untuk mengeluarkan ide segar ataupun masukan yang dapat mencerahkan masalah temannya.

Peserta lain bercerita tentang perjalanan karirnya yang mentok ketika dia berada di bagian produksi. Gajinya sudah tertinggi dan tidak akan mungkin lebih tinggi lagi, karena jabatan di atasnya adalah jabatan tertinggi di perusahaan yang hanya dimiliki oleh pemilik perusahaan.

Akhirnya dia memilih utnuk pindah ke divisi pemasaran dengan risiko gaji terjun bebas dan harus belajar lagi dari awal.

Ternyata pengalaman di bagian produksi yang sering mendapat komplain pelanggan banyak memberi manfaat bagi karirnya di bagian pemasaran. Kefasihannya memahami barang jualan yang dulu diproduksinya membuat dia mampu memberi penjelasan yang lengkap tentang produk yang dijualnya.

Karirnyapun kembali menanjak, meskipun akhirnya kembali “mentok”, karena sudah tidak ada lagi peningkatan jabatan maupun peningkatan gaji.

Keputusan terakhir harus “resign” dan dua pilihanpun muncul.

Mendirikan perusahaan sendiri dengan tetap bekerja sama dengan perusahaan tempatnya dulu dibesarkan atau muncul dengan “bendera” sendiri, artinya siap bertarung di pasar melawan mantan induknya dulu.

Ternyata yang diambil adalah pilihan terakhir, bertarung bebas di pasar melawan mantan pimpinannya dulu.

Namun pada kenyataannya bukan pertempuran yang dialaminya tetapi pertemanan seperti laiknya mitra saja. Mereka saling melengkapi dan saling mendukung.

Sungguh ini adalah pertemuan perdana [bagiku] yang sangat banyak memberi inspirasi.

Rasanya kita yang baru saja berkenalan ini menjadi begitu dekat, seperti punya saudara baru yang begitu antusias mendukung kita. Bahagia itu jadi terasa dekat di hati ini.

Segala permasalahan yang muncul langsung ditanggapi dengan masukan yang jernih. mencerahkan dan tidak ada kesan menghakimi.

Terungkap pula bahwa Social Networking [SN] sangat perlu untuk menunjang bisnis kita.

Seperti “joke” menristek kalau cerita tentang social networking, sesungguhnya SN itu kalau diperas jadinya adalah “GAUL”.

Mau makai Multiply, Fisbuk, Friendster, PLURK atau apapun tetap diperlukan “aroma” gaul di dalamnya. Tidak lucu kalau kita buka FB, tetapi kita sama sekali tidak gaul [abiz].

Apa gunanya punya blog kalau tidak pernah kita isi atau kita isi dengan asal-asalan saja?

Semua SN memang memerlukan “aroma” gaul, sehingga bisa bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun bagi lingkungan networkingnya.

Saat kita membahas BakMi SeMar [nama ini sangat menjual kayaknya, bisa jadi bakmisemar.com], ide sepedaan minggu lalupun muncul. Begitu juga saat membahas bengkel motor yang ingin meningkatkan pemasarannya.

Berbagai ide memang muncul, salah satunya persis dengan yang diadakan oleh Cimart minggu lalu, bersepedaan dengan start dari rumah salah satu anggota dan finish di bisnis kuliner [atau bengkel] di salah satu anggota.

Bagaimana kalau di lingkungannya belum ada jaringan, siapa yang akan ikut sepedaan itu?

Jelas kita harus punya jaringan di sekitar kita, bisa jaringan RT/RW atau komunitas keluarga kita sendiri yang mungkin ada di sekitar kita.

Kegiatan juga tidak harus bersepeda, jalan kaki juga boleh, bahkan tidak kemana-manapun boleh. Sekedar kumpul-kumpul di lokasi yang akan kita tingkatkan pemasarannya sudah cukup, karena itu sudah memberi efek “ramai” di lokasi bisnis kita.

Ada juga ide “gokil” untuk menjual sabun dengan cara mixing

Semua ide “tumpleg bleg” di komunitas ini. Semua saling menguatkan dan langsung merasuk dalam hati masing-masing penerima ide.

Di sesi terakhir, aku bertugas sebagai presenter dengan topik, bagaimana caraku menulis blog. Ini memang kata lain dari tips ngeblog, karena kalau ambil judul “tips ngeblog”, itu sudah bertebaran gak karu-karuan banyaknya di internet, jadi judulnya harus diubah sedikit.

Seperti biasa, aku tidak hanya berbagi ilmu ngeblog tapi berbagi ilmu jadi presenter dan sedikit cerita tentang perlunya memanfaatkan kedua otak kita [kanan dan kiri]. Jangan terlalu memaksa otak kiri saja untuk bekerja tetapi perlu juga otak kanan disuruh bekerja.

Joke yang bertebaran adalah betapa mahalnya harga otak orang Indonesia karena sampai matipun belum pernah digunakan !:-).

Tantangan di akhir presentasi adalah “kewajiban” semua peserta untuk menulis satu tulisan yang diposting di blognya sendiri dan di blog komunitas. Artinya, mereka harus mebuat blog mereka sendiri dan harus ada blog komunitas yang bisa dipakai sebagai tempat mereka untuk mengirim posting.

Salut buat pemrakarsa MMC 1 ini, semoga makin ke depan makin terlihat ujud nyata dari pertemuan MMC 1 ini.

Insya Allah
Amin.

+++

Semoga artikel “Master Mind = Magic Meeting” ini dapat memberi inspirasi siapa saja yang membacanya. Amin.

32 komentar

  • Ping-balik: Menulis Blog | Eshape Blogger Jogja

  • Ping-balik: Tangan Di Atas lebih baik dari tangan di bawah | Info seputar Gadget

  • Wuhiii.. baru baca ini postingan, jadi kepengen ikutan ngumpul bareng anak2 TDA :’)T

    Suka

    • hahaha…
      mbak Ika Putri wajib segera ikut nih

      salam sehati

      Suka

  • Ping-balik: Bertemunya Dua Komunitas "GILA" | Berbagi Seputar Android Samsung, Apple Ipad, RIM Blackberry Yuk

  • Ping-balik: Pelatihan Mie Sehati 21 Januari 2012

  • Ping-balik: Warung Mie Ayam : Kenapa terus tumbuh ? | Komunitas Blogger Bekasi

  • Ping-balik: Mengembangkan Bisnis

  • Ping-balik: Panduan bermastermind Komunitas TDA « The Positive Power Of Sharing

  • Ping-balik: Satu Hari Dua Pelatihan « Mie SEHATI

  • Ping-balik: Cafe JM : Tongkrongan baru (lagi) di Cikarang « Mastermind CikaranG

  • Ping-balik: Panduan Mastermind | Komunitas Blogger Bekasi

  • Tulisan menarik lagi-lagi dari Pak Eko sang blogger sejati.

    Salam

    Suka

    • wah pak Ustadz sampai juga ke tulisan ini
      makasih doanya pak

      semoga jadi blogger beneran yang bermanfaat bagi lingkungan
      amin

      salam

      Suka

  • Ping-balik: Sekolah Gratis buat Anak Dhuafa | bloggerbekasi.com

  • lahirnyanya MMC1, karena terpropokasi..akhirnya lahir juga MMC 2, 3, 4 dan siapa lagi ya ? kompor sudah mulai meledug di Cikarang.

    Suka

    • hahaha…
      bapak yang satu ini kelihatannya dieeem saja
      murah senyum dan kayak nggak punya tendensi apa-apa,
      tapi begitu mbeledug…
      wah gak ada yang sanggup ngalahin dia deh…

      salam FUNtastic

      Suka

  • Ping-balik: Ketika Sesama “Orang Gila” Bertemu | bloggerbekasi.com

  • Ping-balik: Bertemunya Dua Komunitas “GILA” « PoJoK YoGyA (lagi)

  • Ping-balik: Public Blog Kompasiana» Blog Archive » Ketika Orang Asli Gila Ketemu Dengan Orang Gila Asli

    • ini acara yang banyak mengubah nasib para peserta diskusi

      Suka

  • Sepertinya acara yg menarik mas.. Apa harus anggota suatu komunitas yg blh hadir? Kl dilihat, Social networking untuk saat ini merupakan hal yang wajib…Layaknya manusia sebagai mahkluk sosial…Blh ikutan ga ya ? hehhe

    Suka

    • Mas Robertfel

      untuk ikut acara ini memang harus menjadi member TDA
      anggota grup inipun dibatasi maksimal 10 atau paling jeleknya maksimal 12

      idealnya 8 tuh
      paling kurang 6 orang

      jadi nanti ada grup2 kecil yang saling bersinergi

      so
      silahkan pilih teman dekat dan buat grup baru

      syaratnya jadi member TDA dulu mas

      salam

      Suka

  • mas eko….
    aku nangis dalem ati….lagi-lagi kesandung.padahal ingin sekali blajar dan berkumpul di acara MM tersebut.Semoga ada kesempatan kedua.

    btw,
    terima kasih untuk kunjungan dan komen di blokku.
    kritik yg lain ditunggu mas.

    salam posting.

    Suka

    • pak MasUd

      kalau mau kritik yang lebih joss,
      main deh ke rumah

      kebanyakan kritik terbuka gak baik juga lho…

      Suka

  • Agus Cahyosamsu

    Pak Eko terima kasih ya kemarin sudah kasih ilmu cara buat blog dan saya coba buat
    http://aguscahyosamsu.blogspot.com/

    Memang benar pak dengan master mind = magic meeting jadi lebih semangat berbagi ide.
    Mudah mudahan kedepannya lebih baik, salam sokses pak. amien…

    Suka

    • Mas Agus, saya sudah lihat blognya

      Tugas pertama sudah dilaksanakan, tinggal tugas kedua, yaitu cerita tentang bisnis dan nampaklnya sudah dilakukan juga [mantap euyw…]

      Tugas ketiga BLOGWALKING

      Silahkan masuk ke blog CiMArT [http://cimart.blogspot.com/] dan kasih komentar sebanyak-banyaknya, syarat materi komentar sesuai yang diajarkan dalam acara Minggu kemarin [memberi komentar yang positif]

      Perhatikan netiket juga ya, misalnya huruf besar hanya dipakai untuk sesuatu yang ingin ditekankan [huruf besar = berteriak]

      Jangan kebanyakan huruf besar, seperlunya saja.

      Salam

      Suka

    • I just thought of sonhietmg else. some of you think that they all died in the plane crash and that the island is a place between life and heaven or hell. then the island wouldn’t be real. so, how could the brazilian scientists find that failure in the electromagnetic field (or whatever)? I think we all agree that it came from the island. therefore, the island is real, they are all alive and it’s not even a dream.thank God! I hated those theories!

      Suka

  • Seneng bacanya! Memang kadang-kadang orang lebih senang berada di zona nyaman: entah itu di bagian pemasaran yang dia sukai tapi tidak ada peningkatan karier, atau sekedar jadi pendengar tapi tidak bisa mengutarakan pendapatnya sendiri. Saya kira Master Mind bisa jadi ajang yang potensial untuk mengeluarkan anggotanya dari zona nyaman itu.

    Suka

    • @Vicky

      semoga MM bisa seperti yang kita harapkan
      amin

      makasih komentarnya

      salam

      Suka

  • Pak Eko terima kasih udah di ceritain dengan apik pertemuan kemarin, saya masih harus belajar untuk mencatat/menulis apa yang dilakukan sehingga bisa di share juga di blog atau website. Saya sudah punya blog atosunarto@blogspot.com dan mulai hari ini saya akan mencoba rajin menulis, mudah2an dorongan dan masukan terus menerus untuk nulis di media online akan lebih meningkatkan lagi ilmu yang sudah didapat….terima kasih pak Eko atas partisipasinya kemarin, walaupun saya gak sempat sampai akhir saya yakin pertemuan kemarin menjadi awal yang baik untuk menggali lebih dalam potensi diri kita masing2….

    Suka

    • @Ato

      Kapan-kapan kita buat sesi privat dengan bapak

      soalnya ilmu bapak yang hebat itu akan makin hebat kalau bapak juga canggih berinternet ria [bukan riya’ ya…!:-)]

      Salam

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s