Reuni Akbar Sipil UGM [behind the scene]


“Luar biasa mas Eko, saluuuut…!”

“Biarpun ada riak-riak kecil di acara ini, tapi secara keseluruhan sudah sangat melampaui target…”

“Kalau fakultas teknik sipil saja bisa mendatangkan peserta reuni lebih dari 350 orang, maka untuk tingkat universitas bisa berapa orang ya…”

“Wah….. bisa dijadikan langganan panitia nih…”

Begitu banyak komentar yang masuk melalui berbagai macam media [imil, fisbuk, SMS, dll] dan aku bersama teman-teman panitia hanya bisa bersyukur padaNya.

Panitia ini telah dikaruniai para senior yang rajin memberi semangat dan teman-teman panitia yang tidak patah semangat meskipun dihajar dengan berbagai macam kendala.

“Ini saatnya kita mendengar, jadi marilah kita dengarkan apa yang direncanakan oleh panitia dan kita ikuti apa maunya panitia”

Ucapan sejuk itulah yang membuat panitia tetap tegar melangkah, meskipun kalau melihat “sikon” yang ada, sebenarnya panitia ini sudah siap untuk “bubar jalan”.

Dana Panitia di BANK yang sangat memadai untuk melaksanakan acara ini, sampai acara reuni selesai tetap tidak bisa dicairkan, sehingga panitia benar-benar bekerja tanpa modal yang memadai.

Sandungan pertama datang dari “bertemunya” acara ini dengan acara Kagama dan terlambatnya memesan gedung untuk acara ini, karena terlalu banyaknya pertimbangan masalah keuangan.

Ketika akhirnya acara ini diundur, muncul sandungan kedua. Ternyata acara ini tetap “tabrakan” dengan acara Golf Kagama di Yogya.

Dengan membulatkan tekad, akhirnya acara tetap dilaksanakan meskipun harus “bertabrakan” dengan acara Kagama.

Sandungan selanjutnya adalah pemilihan Gedung yang dianggap kurang Qualified. Perlu sebuah pertemuan khusus untuk menyepakati hal ini. Disini panitia berjudi dengan nasib dan menerima masukan dari para alumni.

Sandungan terbesar adalah ketika susunan acara diprotes oleh para alumni. Protes ini begitu deras dan terjadi di saat mental panitia sedang “down” karena tidak pegang duit dan tagihan sudah di atas angka yang ada di buku rekening panitia.

Dalam rapat terakhir di Gedung Waskita, aku akhirnya tidak sanggup menampung sandungan ini dan terpaksa cerita pada anggota panitia lainnya.

“Sepanjang aktif di dunia hiburan, ternyata sekarang ini aku tidak dipercaya menyusun sebuah acara”, begitu kataku.

“Ini mirip dengan saat masih jadi mahasiswa dulu, saat aku memimpin bagian kesenian dan dipercaya untuk menyusun acara tetapi diprotes oleh seorang senior”

“Lucunya, senior itu dan aku punya anak buah yang sama, sehingga para anak buah ini menjadi bingung, mau ngikut yang mana… hehehehe….”

“Aku sangat yakin bahwa peserta acara ini akan banyak dan aku juga yakin bahwa pengisi acara sudah sesuai dengan format yang kusiapkan”

“Okelah, kita jalan terus !”

Alhamdulillah, panitia reuni aktif yang sudah kenyang makan asam garam panitia, sepakat dengan keputusan ini.

Panitia yang terlihat aktif menjelang acara ini antara lain adalah Mbak Juita, Mas Gema, Mas Yudo, Mas Onny, Pak Putut, Pak Gatot, Widi Yoga, Mas Arinova dan aku sendiri.

Panitia ini jarang rapat dan kalaupun rapat tidak pakai pembukaan tapi langsung selesai, karena masalah memang sudah dibahas secara detil.

Kuucapkan salut buat mereka yang begitu setia mendukung acara ini meskipun berada dalam suasana yang kurang kondusif.

Yang bikin tersenyum kecut adalah ketika acara sudah selesai dan aku harus meluncur ke Launching BloggerBekasi. Ternyata ada tamu yang harus jalan kaki menuju terminal bis/angkot. Padahal ada satu mobil Kijang Innova baru [gress] yang nganggur.

Ada juga acara deg-degan panitia, soalnya cek raksasa untuk visualisasi pemberian bantuan beasiswa bergulir tidak kunjung datang ke lokasi acara.

Untung kita punya eMCe profesional [mas Onny] yang membuat semua acara tetap mengalir sempurna [padahal acara sudah diacak-acak agar sesuai dengan kondisi audience]

Nilai lebih dari Mas Onny [kaji edan] ini adalah kontribusinya dalam menyediakan sound system, lengkap dengan playernya [yang juga profesional].

Tidak usah disuruh dua kali, para penyanyi Civeng inipun langsung larut dalam lagu demi lagu.

”]Spesial Debt Collector [74]

Acara yang diselingi dengan spontanitas “ngamen” untuk peduli gempa Indonesia ini ternyata berhasil mengumpulkan nilai 13 juta, padahal belum semua peserta kita sodori kotak amal.

Luar biasa!

Begitulah kalau kebersamaan sudah terbentuk, maka semua yang hebat-hebat pasti segera muncul, gak perlu ditunggu lagi.

Pak Yono (81 thn) didampingi pak Maryadi

Pak Yono (81 thn) didampingi pak Maryadi

Kebersamaan ini memang muncul dengan kuat dan makin kuat ketika para alumni diajak bermain angklung bersama-sama.

Fokus dan komitment yang kuat merupakan salah satu hasil dari permainan angklung bersama ini. Ada 200 angklung dan semuanya dimainkan dengan apik dalam suatu kolaborasi yang unik.

Motivator Internasional [Parlindungan], pengarang buku “Setengah Isi Setengah Kosong” ikut membuat acara ini semakin punya arti. Dimaknainya semua kegiatan yang dilakukan audience saat bermain angklung, sehingga tidak hanya kepuasan lahir yang didapat, tapi kepuasan nurani juga didapat.

Alhamdulillah, kuantitas makanan dan minuman cukup cocok dengan audience yang beragam, sehingga belum terdengar komplain dari audience. Baru pujian yang didapat oleh panitia.

Akhirnya, sampai bertemu di reuni yang akan datang.

Terima Kasih Cinta

Terima Kasih Cinta

+++

Spesial terima kasih buat pak BEM yang tidak henti-hentinya melakukan tugas panitia [maksudnya nelpon kesana kemari].
Buat Pak B3, panitia dan hadirin cukup terkejut melihat jumlah uang yang disumbangkan untuk beasiswa bergulir ini.

Cek Bea Siswa Begulir

Cek Bea Siswa Begulir

6 komentar

  • Ping-balik: Sinergi | bloggerbekasi.com

  • Ping-balik: Laporan Reuni Akbar 2009 « blognya cah-cah sipil UGM

  • Ping-balik: Ultah Kompasiana 1 : Berbagi kehangatan | Berbagi Cerita

  • Matur nuwun Mas Eko dan konco2
    Wis ora ono kurange lan ora iso komentar maneh
    Sukses

    Suka

    • tengkyu mas TMW

      semu akarena kebersamaan kita, sehingga semua acara bisa berlangsung dengan baik

      salam kompak selalu

      Suka

    • This is a most useful contuibrtion to the debate

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s