Menulis Buku [ternyata] Memang Mudah


“Sertifikat ini hanya semu, sertifikat yang sebenarnya adalah buku yang akan anda hasilkan setelah pelatihan ini”, begitulah ucapan penutup dari mas Dodi, sang instruktur Cara Cepat Menulis Buku.

Peserta pelatihan yang beragam, mulai dari kelahiran 1989 sampai kelahiran 1951, terlihat tidak menjadi kendala bagi instruktur untuk menyampaikan materinya.

Ini memang pelatihan yang istimewa dari beberapa instruktur yang istimewa, sehingga tanpa terasa pelatihan yang dimulai pada jam 09.00 tepat ini sampai sudah menjelang adzan maghrib masih juga ramai dengan diskusi di beberapa sudut ruangan.

Acara yang dijadwalkan selesai jam 17.00 ini memang sejatinya selesai sesuai waktu yang ditetapkan tersebut, namun di akhir acara, masih saja ada yang berbaik hati untuk menyumbangkan hadiah buat peserta yang dinilai judul bukunya layak segera diterbitkan.

Pak Ato, pemilik Kupat Tahu Bandung, mempunyai judul yang menarik yaitu APH [Action-Pikir-Hitung]. Ini sebenarnya sebuah judul buku yang sudah sangat umum di kalangan komunitas TDA [Tangan Di Atas], tapi menurut salah satu instruktur yang mewakili pihak penerbit, buku semacam ini sampai saat ini masih dicari oleh peminat buku.

Pemilihan judul buku ini memang dipandu oleh instruktur yang mewakili selera penerbit, sehingga diharapkan para peserta pelatihan mengerti benar selera pasar saat ini.

“Ada buku laris yang temanya biasa-biasa saja, tetapi judulnya mengundang orang untuk membeli”

“Ingat tidak semua pembeli buku bisa membaca isi buku kita, jadi penampilan cover depan dan cover belakang harus bisa menjual atau buku kita tidak akan pernah dilirik pembeli”

“Kalau buku anda diterbitkan oleh penerbit dan dijual di sebuah toko dan kemudian ternyata ditempatkan di tempat yang tidak mudah dilihat pembeli, maka coba cara gila ini. Ambil beberapa buku kita tersebut, dan kemudian taruhlah di beberapa tempat yang mudah dilihat, misalnya di kumpulan buku best seller, atau di tumpukan buku baru, bersanding dengan buku-buku laris lainnya”

Puluhan tips bermunculan dalam pelatihan ini dan instruktur menjanjikan ratusan tips juga akan bermunculan bagi mereka yang benar-benar serius untuk membuat buku.

Ini bukan model pelatihan “ikut putus”, tetapi setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta masih diajak diskusi tentang buku yang akan dibuatnya. Minggu demi minggu sang instruktur akan terus cerewet untuk menanyakan kemajuan penulisan buku, sehingga dalam waktu 3 (tiga) bulan semua peserta pelatihan sudah berhasil menulis sebuah buku.

Pak Wahyu Saidi dengan kocak memberikan usulan gila, “..menerbitkan buku itu gampang, tinggal copy paste tulisan orang dan kemudian beri judul yang menjual terus print saja sendiri, dijilid yang bagus dan jadilah buku terbitan kita….”

“Tapi jangan sampai isinya dilihat orang lain, bisa ketahuan kalau kita melakukan tindakan mencuri hak kekayaan intelektual orang lain, hahaha….. ”

“….yang penting kita tidak bohong bahwa kita sudah berhasil menerbitkan buku dan ada barang bukti buku yang sudah terbit…”

Gaya Pengusaha Gila

Gaya Pengusaha Gila

Penampilan pengusaha yang penuh ide gila, pak Wahyu Saidi, memang langsung menyedot animo peserta pelatihan. Suasana yang sempat menurun karena banyaknya materi yang disajikan oleh para pembicara sontak berubah menjadi ajang diskusi yang penuh dengan gelak tawa.

“Tolong kalau motret saya, diberi tag nama saya ya. Syarat pengusaha yang sudah menerbitkan 31 judul buku adalah narsis, jadi jangan lupa taruh di fisbuk dan diberi tag Wahyu Indra Sakti Saidi…”

Inti pelatihan ini sebenarnya bagaimana menaydarkan para peserta pelatihan bahwa menulis itu ternyata tidak sulit dan menerbitkan buku juga adalah merupakan rangkaian proses yang wajar dari suatu kegiatan tulis menulis.

Jangan pernah takut salah dalam menulis karena yang sempurna itu hanya Tuhan, jadi buanglah semua hambatan dalam menulis. Saat kita sudah membuat komitment untuk mulai menulis buku, maka saat itu hambatan pasti sudah pergi jauh dari kita.

Beberapa hambatan dalam menulis memang diakui para peserta pelatihan ini, hambatan itu antara lain adalah :

  1. Sulit memulai,
  2. Tidak punya ide,
  3. Takut salah,
  4. Sibuk,
  5. Tidak pedhe,
  6. Tata bahasa buruk…
  7. …… (isi sendiri kalau masih ada)
Semua hambatan itu satu demi satu dibahas dan diberikan solusi pemecahannya oleh instruktur. Akupun jadi inget tulisanku tentang bagaimana caraku menulis blog. Semua tipsnya kurang lebih sama dengan yang pernah kutulis. Hehehe…. jadi kepikiran untuk memanfaatkan SMS, saat kita punya ide menulis tetapi tidak ada sarana untuk menulis ide itu. Kita gunakan saja SMS untuk menulis ide tulisan itu dan mengirimkannya ke diri kita sendiri. Bagi pemegang handset BB, tips ini tentu lebih mudah lagi pelaksanaannya, bisa kirim imil ke dirinya sendiri tentang ide tulisan yang akan ditulisnya.
Aktif berkomunikasi dengan peserta

Aktif berkomunikasi dengan peserta

Instruktur dengan sigap terus melakukan komunikasi dengan semua peserta pelatihan tanpa kecuali. Semua judul buku yang akan dibuat langsung ditanyakan ke peserta pelatihan dan diberi komentar secukupnya.

“Judul buku mbaknya sudah banyak ditulis oleh penulis lain, silahkan baca dulu karangan penulis lain dan buat tulisan yang berbeda”

“Judul tulisan bagus, tinggal nyusun outline dari buku yang mau ditulis”

Ternyata calon penulis yang beberapa di antaranya masih berumur 11 tahun, kelahiran 1989, juga mempunyai judul yang menarik untuk diteruskan menjadi sebuah buku. Demikian juga seorang nenek-nenek yang raut mukanya masih terlihat segar, ternyata punya keinginan menulis yang sangat besar.

“Tadinya saya tidak tahu harus memulai dari mana, tetapi penjelasan dari instruktur membuat jadi tahu harus memulai dari mana”, ucap sang nenek itu.

Tidak ada peserta yang tidak disapa oleh instruktur, sehingga semua peserta benar-benar merasa dihargai kedatangannya dalam pelatihan ini. Akibatnya suasana diskusi selalu riuh rendah dengan berbagai macam dan model pertanyaan.

Kesuksesan penyelenggaraan acara ini tentu menjadi cambuk bagi panitia untuk mengadakan acara semacam ini di beberapa bulan ke depan. Terlihat para peserta justru berdatangan dari lokasi yang sangat jauh dari Cikarang. Jarak rupanya sudah tidak menjadi penghalang pelaksanaan acara ini.

Ada peserta dari Depok, Cijantung, Bogor, Tangerang dan beberapa daerah lain yang perlu usaha khusus untuk bisa datang ke acara ini. Terbukti lagi kalau besarnya uang kepesertaan pelatihan ini tidak menjadi kendala berarti buat mereka.

Saat ini biaya mengikuti acara ini adalah sebesar 395 ribu dan early bird 150 ribu, sedangkan dosen/guru/mahasiswa/ pelajar 150 ribu. Ke depannya harga tiket ini terlihat perlu terus dipertahankan, karena memang pelatihan ini perlu mendatangkan para pakar yang tentu perlu dihargai kedatangannya.

Bagi mereka yang ingin ikut tetapi terkendala dalam masalah biaya, tentu ada solusinya. Kita tunggu saja pelatihan semacam ini pada beberapa bulan ke depan, minimal setelah pelatihan membuka toko online yang akan segera digarap oleh teman-teman dari TDA Cikarang, yang sekaligus anggota BeBlog (blogger bekasi) dan anggota komunitas Cimart Cikarang juga.

Inilah hasil kolaborasi dari beberapa aktifis TDA yang tergabung dalam Mastermind Cikarang, bekerja sama dengan Sekolah Menulis Kreatif Indonesa yang akan segera didirikan di Cikarang.

Adanya blog khusus yang sengaja dibuat untuk acara ini, rupanya telah memberi ruang ikllan yang cukup memadai untuk mengundang para pserta dari luar Cikarang untuk ikut meramaikan dunia pelatihan di wilayah Cikarang.

Salut buat  panitia dan semoga segera mengadakan acara yang sama, secepatnya. Amin.

+++

Narsis bersama Wahyu Saidi

Narsis bersama Wahyu Saidi

+++

Penulis Kreatif narsis berjamaah dengan Pengusaha Gila

Penulis Kreatif narsis berjamaah dengan Pengusaha Gila

+++

Sebagian peserta yang ikut narsis berjamaah

Sebagian peserta yang ikut narsis berjamaah

+++

Publikasi di Radio "RGA" 102.8 FM

Publikasi di Radio "RGA" 102.8 FM

+++

”]Peserta termuda [salut buat ortunya]

12 komentar

  • Ping-balik: Mereka berhak melihat Dunia | Komunitas Blogger Bekasi

  • Ping-balik: Jendela Dunia itu namanya BUKU « Kehangatan Blog Eshape

  • Panitia dan peserta di Cikarang luar biasa!

    Suka

    • Panitianya dari Cikarang, pesertanya dari mana-mana tuh mas.

      Semua karena mas Dodi yang ganteng dan kreatif, sehingga menjadi magnet para peserta pelatihan.

      Salam

      Suka

      • itu tergantung brnyeroka untuk nilainya.tapi umumnya 500 itu adalah $500 , dan bukan Rp.500pasang banyak sekaligus itu bisa, tapi harus pakai script/robot.kalau ngga begitu harus satu2 entry manual

        Suka

  • jadi pengen ikut
    kapan ya acara itu diadain di mataram ?

    Suka

    • mas Ridwan, kita nunggu rejeki panitia bisa main ke sana ya

      hehehe…

      salam

      Suka

  • seru juga pak dokter yang ngaku dirinya Gila.

    Suka

    • hehehe…pak dokter yang mana ya pak?
      pak Wahyu Saidi maksudnya atau siapa?
      hehehe…aku gak nyimak nih…

      kalau pak Wahyu Saidi setahuku tukang insinyur Sipil ITB

      Suka

  • mantap pak eko…
    sayang saya ada acara lain yang ngga bisa ditinggal…mudah2an next bisa ikutan

    salam
    mofied

    Suka

    • kita tunggu kesempatan di depan ya
      semoga tidak meleset lagi
      amin

      salam

      Suka

  • Ping-balik: Testimoni Peserta « Cara Cepat Menulis Buku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s