My Name is Khan bukan Kan

Kembang Api Tahun baru 2014

Kawanku harus nunggu 6 (enam) jam di mall untuk menyaksikan film My Name is Khan. Sebuah film yang diunggulkan untuk menyabet banyak gelar di berbagai ajang penghargaan insan perfilman.

Inilah film Cinta yang sangat mudah ditebak endingnya tetapi ternyata sangat menguras air mata saat mengikuti perjalanan Cinta Khan (Shahrukh) pada Mandira (Kajol). Di awali dengan plot cerita yang agak terasa lambat dan monoton, cerita terus bergulir dan makin lama makin asyik untuk diikuti.

Fan photos from My Name Is Khan - Official Page

Adalah Khan, seorang penderita sindrom Asperger yang dididik dengan sangat baik oleh Ibunda tercintanya. Begitu sayang sang ibunda pada Khan kecil, sehingga Zakir, adik Khan, jadi sedikit terabaikan. Kecerdasan yang luar biasa dari Khan membuat ia lebih diperhatikan dibanding adiknya. Untungnya plot cerita tidak membahas hal ini dengan lebih detil, karena bisa jadi cerita akan lari dari fokusnya.

Cerita selanjutnya lebih menitikberatkan pada kisah cinta Khan pada seorang janda beranak satu, Mandira. Penontonpun dibuat tersenyum-senyum melihat cara Khan memikat Mandira dan juga anak kecintaan Mandira, Sameer. Kereeen banget caranya.

http://adigannys.files.wordpress.com/

Cerita berubah menjadi menegangkan ketika terjadi peristiwa tanggal 11 September 2001 atau lebh dikenal dengan peristiwa 9/11. Warga muslim India dianggap sama dengan etnis Afghanistan. Kecurigaan masyarakat Amerika terhadap kaum muslim begitu membabi-buta, sehingga kehidupan Khan dan keluarganya ikut terseret dalam suasana yang sangat tidak menguntungkan.

Puncaknya ketika Samer harus menerima perlakuan kejam dari para pembenci kaum muslim. Adegan ini meskipun digarap kurang begitu bagus, namun cukup menimbulkan kesan betapa sakitnya kaum muslim di Amerika pasca 9/11.

Mandira bahkan rela untuk berpisah dengan Khan yang muslim, karena gara-gara kemusliman Khan, maka Samer dianiaya oleh teman-teman Amerikanya. Betapa hancur hati Khan berpisah dengan Mandira, sehingga Khan perlu menanyakan kapan bisa kembali berkumpul dengan Mandira.

Disinilah film mulai makin memikat. Ucapan Mandira yang minta agar Khan pergi menemui presiden untuk menyatakan bahwa mereka -etnis India- bukan teroris, telah membuat Khan punya niat untuk melaksanakan permintaan Mandira itu. Sebuah niat yang sangat gila, tapi itulah memang inti dari cerita ini.

Perjuangan yang sangat tidak mungkin dilakukan oleh seorang rakyat etnis India muslim. Dari sudut pandang manapun rasanya tidak mungkin seorang etnis India muslim bisa bertemu dengan seorang presiden Amerika Serikat, yang saat itu sangat alergi dengan etnis India Muslim.

Ini memamg petualangan yang luar biasa dari seorang yang biasa-biasa saja untuk menemui presiden sebuah negara Adidaya yang sangat sulit untuk ditemui.

Tidak pelak lagi, akting Khan memang sangat memikat. Ia begitu ganteng dan begitu pas memerankan sosok penderita autis. Pasti diperlukan penghayatan yang luar biasa dari seorang Khan yang biasanya berperan sebagai orang yang normal.

Kekuatan Cinta terasa sangat mendominasi cerita ini. Inilah kisah Cinta yang digarap dengan seting yang sangat berbeda dibanding kisah cinta yang pernah ada di film lain.

Akankah film ini sehebat film India pendahulunya, Slumdog Millionaire? Ataukah justru lebih hebat lagi, kita tunggu saja saat ajang penghargaan pada para insan perfilman dilaksanakan.

Tidak rugi antri berjam-jam untuk nonton film ini. Semua jempol hanya untuk film “My Name is Khan”

+++
Fan photos from My Name Is Khan - Official Page

+++
sumber gambar :
disini dan disini

27 komentar

  • Ping-balik: PAA Film India (lagi) yang mengharu biru « Kehangatan Blog Eshape

  • filmnya sedih,, g mau nnton lg ah,, hehe

    Suka

    • ya udah kalau gak mau nonton
      nanti cari film lain yang lebih baik

      Suka

  • jempol

    Suka

    • semua jempol buat KHAN !:-)

      Suka

  • good

    Suka

    • Good juga dariku

      Suka

  • sudah nonton.. ceritanya bagus dan menarik.. cuma kok khas indianya gak ilang ilang. (joget)

    Suka

    • hehehe….
      itu sudah trade mark mereka deh
      tapi porsinya kan minim banget tuh…

      Suka

  • wah,,,keren-keren…
    film ini mengingatkanku pada pelajaran observasiku di kampusku beberapa minggu lalu,,
    saat Dosennya mengganti jam pelajarannya dengan memutarkan kami film ini,,trus kami sekelas diberi tugas menuliskan data observasi terhadap para pemain..tapi yang ada malah hampir semua anak larut dengan filmnya…hahhaahahahaha
    suka-suka…

    Suka

    • wakakakaka….
      terus gimana donk?

      diputer lagi ya pilemnya?
      hahahaha….

      Suka

      • orang-orangan sawah

        hahaha…
        hasilnya data observasi yang ditulis yg diinget2 ajah dehh..hehe
        kacau tugasnya…huahahaha..terlalu terpukau ama si Khan…wkwkwkwk

        Suka

      • Wow I must confess you make some very trnhceant points.

        Suka

  • belum nonton film ini… belum sempet juga, mudah-mudahan bisa nonton… penasaran sebagus apa ni film.

    (http://nurafifah06.student.ipb.ac.id/)

    Suka

    • gak rugi deh nonton pilem ini
      yang sudah nonton pingin nonton lagi banyak juga lho

      salam

      Suka

  • wah mantep bgt postingannya

    Suka

    • makasih komentarnya ya

      salam sehati

      Suka

  • dua kali nonton film ini,dan dua kali jg tetep terharu….sedih… *_*

    selamat pagi mas eko… 🙂

    Suka

    • pagi mbak Irma
      tak bosan-bosannya nonton pilem itu ya?

      memang luar biasa

      salam

      Suka

  • Saya belum pernah nonton film ini. Mudah2an suatu saat bisa menontonnya

    Suka

    • wajib nonton mas..
      salam

      Suka

  • ya filmnya emang bagus kok.aq dah nonton.

    Suka

    • kayaknya semua orang sudah nonton film ini ya…

      Suka

  • Enak juga mbaca tulisan ini di ponsel.

    Tulisan dan gambar bisa terbaca dengan baik.

    Suka

    • hapeku nggak bisa melihat blog ini

      Suka

  • Film India yang tidak banyak nyanyinya…

    Suka

  • Ping-balik: Khan di mataku | Komunitas Blogger Bekasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s