War Game : Air Soft Gun


Salah satu permainan paling menarik pada acara outbond adalah Pain Ball. Dua grup saling berperang untuk memperebutkan bendera yang menancap di benteng musuh. Mereka masing-masing dibekali dengan sebuah senapan berisi 18 butir peluru.

Nampang dulu sebelum bertempur

Nampang dulu sebelum bertempur

Mengapa perang ini menjadi menarik?

Berbeda dengan paint ball yang memakai sarana cat untuk menandai terkenanya sasaran tembak oleh peluru musuh, maka di permainan dengan senapan angin ini dituntut kejujuran dari sasaran. Bisa saja dia bilang tidak terkena peluru meskipun beberapa kali peluru mengenai badannya.

Ini memang permainan yang mengusung nilai-nilai kejujuran disamping mengusung nilai kebersamaan, kepatuhan akan tak-tik dan strategi serta memacu adrenalin para pemain.

Susun strategi sebelum perang dimulai

Susun strategi sebelum perang dimulai

Sehabis menyelesaikan satu babak permainan, maka dua grup ini dikumpulkan dan diminta komentarnya tentang perang yang baru saja mereka mainkan.

“Ada yang ditembak gak mati-mati pak…”

“Hahahaha….ada yang kayak kucing bernyawa rangkap, gak bisa mati kalau gak digetok badannya!”

“Kami korbankan salah satu anggota tim untuk memancing perhatian lawan dan kami jepit mereka dari dua sisi”

“Saya lupa harus dikokang dulu, jadi gak bisa nembak sepanjang perang ini”

“Baru kali ini pegang senapan mainan anak saya, ternyata jadi gemetar ketika acara perang dimulai”

Memacu adrenalin

Memacu adrenalin

Berbagai macam komentar muncul dari masing-masing anggota grup. Yang tadinya terlihat tegang saat permainan dimulai, saat ini mereka bisa tertawa bersama saling menertawakan kebodohan masing-masing.

“Di awal acara kan sudah dijelaskan bermacam-macam jenis senjata. Bagaimana cara memakainya, cara mengunci dan membuka kunci, daya jangkau peluru dan lain-lain, lha kok ternyata gak bisa nembak?”

Tertawa riuhpun tak bisa dihindari setiap ada komentar yang mereka anggap tidak masuk akal tapi ternyata telah terjadi. Ini memang perang yang menegangkan tetapi ternyata jadi penuh gelak tawa setelah perang usai.

War game memang selalu menawarkan nilai kerja sama tim yang tinggi. Untuk pemula biasanya memakai senapan yang perlu kokang dengan kemampuan tembak yang tidak sedahsyat senapan angin otomatis. Untuk senapan angin otomatis, akan cukup menyakitkan bila terkena dalam jarak yang cukup dekat. Untuk itu semua peserta perang wajib mengenakan kaca mata safety saat mengikuti perang ini.

Dalam permainan perang-perangan ini beberapa nilai akan didapatkan, antara lain nilai-nilai kepemimpinan, kejujuran, kepedulian, kepatuhan, pantang menyerah, rela berkorban, manajemen strategi dan kehati-hatian dalam bertindak.

Rutinitas di kantor biasanya akan membuat kepekaan terhadap nilai-nillai tersebut menjadi kendor atau bahkan hilang sama sekali. Dengan adanya acara perang-perangan ini, maka kepekaan mereka terhadap nilai-nilai tersebut diharapkan dapat dibangkitkan kembali.

Di akhir sesi biasanya aku bertanya pada dua grup itu dengan pertanyaan yang dikaitkan dengan kehidupan mereka di kantor.

“Ada sebuah perang dan ada beberapa pertempuran. Apakah semua harus kita menangkan?”, kataku dan jawaban merekapun bisa beragam

“Harus pak!”

“Ya kadang kalah juga pak”

Aku biasanya menjelaskan bahwa yang namanya Perang itu wajib dimenangkan tetapi yang namanya pertempuran tidak harus selalu dimenangkan.

“Strategi kita yang akan bicara. Apakah pertempuran itu harus dimenangkan atau dibiarkan draw atau tidak usah diikuti. Semuanya tergantung kebijakan dan strategi yang dipakai”

“Ibarat perang Indonesia melawan Belanda. Kita tidak harus selalu menang bertempur melawan musuh, tetapi yang penting adalah bagaimana Indoneisa bisa tetap merdeka itulah tujuan perang yang sesungguhnya”

“Tender mana yang harus kita ikuti, tender mana yang kita bisa banting harga untuk masuk pasar baru dan tender mana yang tidak perlu kita ikuti, itu adalah bagian dari kebijakan dan strategi kita”

“Dari semua itu yang paling penting adalah bagaimana perusahaan kita tetap tumbuh dan berkembang dengan keuntungan yang makin meningkat. Itu poin pentingnya!”

+++
Jabat Erat buat sahabat

3 komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s