Darah Garuda 2 : Heroisme ala Rambo


Bila Rambo digambarkan sebagai ahli strategi dan siap bertempur di medan perang yang seperti apapun, maka Amir digambarkan sebagai lelaki kecil yang santun namun penuh perhitungan dan kepasrahan pada kekuasaan Tuhan.

Bagi mereka yang baru saja nonton film KHA Dahlan (Sang Pencerah), mungkin agak bingung dengan tokoh Amir yang diperankan oleh Lukman Sardi sang pemeran KHA Dahlan.

Dua-duanya pejuang Indonesia yang religius. KHA Dahlan lebih ke arah pendidikan dan Amir lebih ke arah film action ala Rambo. Bagaimana tidak, meskipun Amir bediri sendirian di depan gardu dan menembaki musuh yang berlindung di balik benteng perlindungan tetapi Amir tidak lecet sedikitpun dan bahkan bisa menembak mereka yang bersembunyi dibalik barikade pelindung.

Nonton film Indonesia memang selalu ada cacatnya, tetapi kalau dibanding dengan film pocong sexy atau semacamnya, jelas misi dari film ini lebih mendidik dan lebih bisa dinikmati jalan ceritanya. Bandingkan dengan film hantu atau semacamnya yang tidak mementingkan jalan cerita tetapi lebih mementingkan kecantikan pemainnya dan keseraman adegannya.

Adegan perang di film ini cukup menghibur dan demikian juga adegan peledakan dimana-mana yang ditampilkan dengan sangat apik. Serasa nonton film ala Rambo atau semacamnya. Kualitas gambar dan suara sangat bagus.

Sound system gedung yang memakai dolby system juga mendukung banyak adegan perang yang bertebaran di sepanjang film. Tidak perlu lagi nonton film perang dari Hollywood cukup sudah menonton film ini sudah sama rasanya.

Dari sisi teknis, film Indonesia sekarang memang tidak berbeda jauh dengan film luar negeri. Perkelahian dalam film Indonesia sudah bisa bersaing dengan perkelahian ala film mandarin demikian juga adegan perang sudah bisa menyaingi film Hollywood.

Jalan cerita, tidak usah ditanya lagi. Banyak film Indonesia yang punya cerita yang membumi, sehingga pesannya lebih mudah sampai dibanding film luar negeri yang pesannya (mungkin) lebih bagus tetapi nuansanya sosialnya sangat berbeda.

Film Sang Pencerah jelas sangat kuat di sisi cerita maupun pengadegannya, bahkan seorang Ketua Umum Muhammadiyah sampai nonton 6x dan masih ingin nonton lagi.

Film Darah Garuda ini tampil dengan warna lain dibanding film Sang Pencerah. Sisi action digarap lebih menonjol dan pemandangan alam Indonesia yang asri terlihat ditampilkan dalam beberapa scene.

Ceritanya sendiri berkisar pada kepahlawanan beberapa prajurit yang sebenarnya tidak semua ingin jadi pahlawan. Mereka menjadi pahlawan karena “kecelakaan” bukan karena berniat menjadi pahlawan. Hanya Amir dan Dayan yang terlihat memang dilahirkan sebagai sosok pahlawan.

Dayan rela disksa mati-matian demi menjaga rahasia misinya dan tidak pernah takut akan maut yang siap menjemputnya karena sikap kepala batunya.

Nasib membuat Dayan harus jatuh bangun demi membela negara dan semua itu dijalaninya dengan semangat pantang menyerah. Andai semua pahlawan negara seperti Dayan, maka negara kita mungkin sudah merdeka sebelum tahun 1945, begitu komentar seorang temanku, karena sangat terkesan akan semangat para pejuang yang tanpa pamrih itu.

Tomas (Donny Alamsyah) pemuda non Muslim yang sempat dicurigai sebagai penghianat ternyata malah mampu membalikkan suasana. Tomas sukses meledakkan markas besar musuh yang sedang tidak dijaga banyak tentara. Adegan ini terlihat mirip adegan Rambo saat berhasil meledakkan gudang senjata musuh.

Darius yang memerankan Marius terlihat sebagai anak orang kaya yang sebenarnya tidak suka perang tetapi kondisi membuatnya ikut berperang. Yang ada dalam pikiran Darius hanyalah makan, mabok dan lari dari medan perang.

Sutradara telah merangkai berbagai karakter itu menjadi satu kesatuan yang utuh dan untuk ini sutradara patut diacungi jempol.

Meski secara keseluruhan film ini masih dibawah Sang Pencerah, tetapi film ini tetap masuk dalam deretan film layak tonton. Aku cinta film Indonesia dan aku tonton film Indonesia yang bermutu. Inilah salah satu film yang bermutu dari Indonesia.

Darah Garuda!

+++

Pingin lihat contoh pilemnya?
Silahkan nikmati disini.

14 komentar

  • mantap lah, jangan menyerah

    Suka

    • hehehe…
      bener deh
      pantang menyerah !

      salam sehati

      Suka

  • semangat abis

    Suka

    • Yup!
      Semangat Abis deh ….

      Salam Sehati

      Suka

  • pantang menyerah

    Suka

    • Yup !
      Pantang menyerah.

      Salam Sehati

      Suka

  • Ping-balik: Laskar Pemimpi « Kehangatan Blog Eshape

  • watch jersey shore online

    sutradaranya bukan orang sini ya?

    Suka

    • kayaknya orang sini deh
      tapi gak tahu juga ya
      kemarin kurang memperhatikan hal ini

      salam sehati

      Suka

  • ending filmnya agak aneh deh perasaan, nggak klimak jalan ceritanya

    watch the vampire diaries online

    Suka

  • Pak Ipung wajib nonton tuh. Setelah nonton film ini terus nonton folm Sang Pencerah, pasti PAS!

    Suka

  • waah pak eko sudah nonton ya ? sayang sekali baru liat di iklan dari TV saja.
    semoga filmnya tidak mengbangkitkan darah mudanya lagi…

    Suka

  • Hallo rekan netter…. Salam kenal semua, kami dari sepatu eagle … terima kasih semuanya…

    Suka

    • Salam kenal Eagle
      Senang atas kunjungannya

      Salam Sehati

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s