Mengawal Mario Teguh Menyihir Umat


Tidak sia-sia mengorbankan segala macam acara untuk menjadi eMCe di acara Mario Teguh. Penampilan yang cenderung kaku di layar televisi ternyata berubah total ketika mario Teguh tampil live tanpa sorotan lampu seperti yang biasa dilakukan di layar kaca.

“Jangan heran kalau Mario Teguh bisa berbeda dengan yang tampil di layar kaca, karena di layar kaca memang aturannya ketat dan harus jaim!”

Ratusan peserta dibuat teperangah, terkekeh-kekeh dan tersenyum kecut ketika Mario Teguh mulai berorasi. Tata bahasa yang biasanya kurang membumi, hari ini terasa sangat membumi dan sangat pas untuk memuaskan segenap hadirin yang sangat heterogen.

Penonton seperti tersihir mengikuti segala tingkah polah Mario Teguh. Segala pertanyaan dijawab dengan panjang lebar dan berputar-putar agar akhirnya dapat menukik tajam ke inti masalah.

“Makan adalah kebutuhan, tetapi makan steak adalah keinginan. Jadi kita harus pandai menentukan mana yang menjadi kebutuhan dan mana yang hanya keinginan saja”

“Hidup ini penuh pilihan dan hanya Tuhan yang tahu pilihan terbaik untuk kita. Jadi kenapa tidak bertanya saja pada Tuhan, apa yang terbaik untuk kita. Lakukanlah diskusi dengan Tuhan saat sebagian besar manusia sedang terlelap tidur.”

“Berdoalah secara spesifik dan yakinkan diri bahwa doa kita itu benar. Kalau kita sendiri tidak yakin apa yang kita doakan, maka bagaimana Tuhan mau memberikan yang kita inginkan?”

Kalimat bijak bak air bah mengalir terus tanpa henti. Kalmat itu seperti meluncur dari mata air yang tak pernah kering, meskipun kadang-kadang terselip tamparan-tamparan keras dibalik kalimat bijak itu.

“Kapankah terakhir para bapak-bapak ini mengajak makan istrinya di luar? Jangan-jangan malah tidak pernah ya…”

“Keluarga bahagia adalah salah satu tujuan kita dan pekerjaan adalah sarana untuk membuat keluarga menjadi bahagia, tetapi jangan dibalik. Jangan sampai pekerjaan merampas hak-hak keluarga dan jangan sampai melalaikan pekerjaan karena akan mengakibatkan tidak terpenuhinya kebutuhan keluarga”

Acara yang berdurasi 90 menit ini diawali dengan live music, menampilkan para penyanyi profesional, Nita Motarina, yang sudah meninggalkan dunia tarik suara yang glamour, tetapi masih tidak bisa meninggalkan suara emasnya. Beberapa penyanyi amatir ikut meramaikan suasana, namun semuanya tetap dalam kemasan acara ini.

Aku dan Nita sepakat untuk mengajak para peserta menyanyikan lagu “You Raise Me Up” sebelum Mario Teguh menyampaikan kalimat bijaknya dan ternayta sambutan penonton sangat positif. Mereka ikut berdiri, bernyanyi bersama-sama dan ketika Mario Teguh masuk dengan kalimat bijaknya suasana benar-benar sudah siap untuk mendukung apa yang disampaikan oleh Mario Teguh.

Nampaknya Mario Teguh sendiri sangat enjoy menikmati suasana yang sudah terbangun sejak awal ini, sehingga semua jurus dapat dikeluarkan dengan sangat baik dan diterima penonton dengan sangat “smooth”. Tidak rugi mendatangkan Mario Teguh bila bisa dihadiri oleh segala lapisan penonton yang heterogen. Semua terkena sentilan dan tercerahkan dengan kalimat bijak Mario Teguh yang menembak atasan maupun bawahan, tanpa kecuali.

Biaya per menit yang lebih dari satu juta menjadi tantangan buatku untuk menyamainya. Bisakah? Mungkinkah?

Kalau menurut Mario Teguh, sangat mungkin terjadi. Syaratnya hanya satu, yakini kalimat itu dan jangan pernah memutuskan tali silaturahmi dengan orang lain!

Insya Allah. Amin.

7 komentar

  • hebat……

    Suka

    • herbal soap juga hebat !:-)

      salam sehati

      Suka

  • memang Om Mario Teguh kata-katanya sangat inspiratif…

    Suka

    • yup
      penampilan Mario Teguh ternyata jadi sangat luar biasa ketika keluar dari layar kaca

      salam sehati

      Suka

  • mantap pak Eko

    Suka

    • Salam pak Syamsu.

      Makasih komentarnya ya.

      Salam sehati

      Suka

  • Ping-balik: Tweets that mention Mengawal Mario Teguh Menyihir Umat « Dari "Kaca Mata"-ku -- Topsy.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s