Hipnotis itu memang ada, tapi ….


Apa kata Romy Rafael ketika naik ke panggung untuk mencairkan suasana?

Dia tunjukkan headline koran nasional yang dengan jelas tertulis “Satu dari Tiga orang di jakarta berwajah Jelek”. Camerapun langsung menyorot tulisan itu, sehingga semua penonton dimanapun mereka duduk di ruang itu bisa melihatnya dengan jelas di layar raksasa yang ada di belakang Rommy.

Saat para penonton terpana, Rommy meminta para penonton untuk menoleh ke samping kiri dan samping kanannya, secara reflek para penontonpun mengikuti apa yang diperintahkan Romy.

“Nah, kalau di samping kanan dan kiri anda yan gterlihat adalah wajah ganteng atau cantik, maka wajah andalah yang Jelek!”

Penonton sempat tertegun sejenak sebelum menyadari bahwa baru saja dikerjain oleh Romy.

“Benar, koran ini adalah buatan saya sendiri”, kata Romy dengan senyum khasnya. Penontonpun maklum bahwa yang dilakukan oleh Romy adalah upaya untuk membuat penonton rileks.

“Hipnotis adalah ilmu biasa yang bisa dipelajari tapi tidak bisa untuk membuat orang berbicara dengan jujur apa yang dilakukannya kalau dia memang tidak ingin berbicara jujur. Kalau ada ilmu seperti itu, tentu sudah dipakai tim penyidik untuk membuat Gayus mengaku!”

Penontonpun bertepuk tangan karena seperti disadarkan pada acara TV yang memperagakan adegan orang yang terhipnotis dan bercerita secara jujur hal-hal yang tadinya dia rahasiakan.

Penampilan Romy ternyata memang menawan. Cocok bagi mereka yang belum pernah melihat aksinya, apalagi yang dipakai sebagai mitra Romy di panggung adalah teman, saudara atau orang tua dari penonton. Tidak ada rekayasa dalam pertunjukan Romy dan disediakan duit sekoper bagi mereka yang bisa membuktikan bahwa Romy merekayasa pertunjukannya.

Pertunjukanpun mengalir dengan manis dan lembut. Romy mengacak-acak emosi penonton dengan perintah-perintah sederhananya. Para mitra Romy yang terhipnotis tertawa terbahak-bahak di panggung dan kadang menangis terisak. Romy terus memberi perintah yang sederhana, tapi selalu mengundang tepuk tangan penonton.

Adegan yang cukup menarik adalah ketika Romy menyuruh mereka untuk menelpon dengan sepatu mereka sendiri-sendiri. Telepon mesra ke istri itu harus terlihat mesra sementara yang dipakai menelpon adalah sebuah sepatu, yang mungkin baunya cukup menyengat.

Benar kata Romy, bahwa ilmu yang ditunjukkannya bisa dipelajari siapapun. Tinggal jam terbangnya yang perlu ditambah kalau ingin seperti Romy. Cowok ganteng yang dingin tetapi ternyata punya senyum yang menawan (bagi cewek).

5 komentar

  • Waah emang master tuh romi rafaell

    Suka

    • Yes..
      memang hebat dia

      salam, sehati

      Suka

  • ahaiii… pak eko juga ikutan dihipnotis ya? btw, pas lagi di hipnotis apa rasanya?

    Suka

    • Aloowww mbak Quinie, ratu(ku) yang cantik…
      Kangen nih lama gak ketemuan.

      Aku sudah atur supaya ada kopdar karaoke, eh malah gak bisa datang.
      Mau ngetest seberapa ebsar kangen kita sama Quinie ya?

      Hehehe…aku gak ikut di hipnotis kok, padahal mau juga tampil di panggung. Masalahnya yang motret siapa nantinya?

      Hehehehe…alesan ya.

      Kata kawanku yang naik ke panggung, mereka sadar akan apa yang terjadi tapi memilih mengikuti kata-kata mas Romy yang menurut mereka enak untuk diikuti.

      Salam sehati

      Suka

  • Ping-balik: Tweets that mention Hipnotis itu memang ada, tapi …. « Dari "Kaca Mata"-ku -- Topsy.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s