Andi tak paham Bola, Nurdin yang paham


Sejak era PSSI tahun 2003 (?) memang hanya Nurdin Halid yang dianggap (atau menganggap dirinya) paling paham sepak bola. Jadi syah-syah saja kalau kemudian Nurdin Halid menganggap Andi Malarangeng tidak memahami sepak bola, bahkan Nurdin telah memecahkan beberapa rekor fantastis, misalnya memimpin PSSI dari balik tirai penjara.


Bukankah ini sebuah pengorbanan plus pengabdian yang luar biasa dari seorang Nurdin Halid?
Jadi bagi penggemar Nurdin Halid, tentu sangat tidak masuk akal tokoh yang mereka cintai ini harus menerima caci maki dari para penggemar sepak bola Indonesia.

Kalaulah PSSI tidak berprestasi semasa kepemimpinan Nurdin Halid, maka bukankah itu urusan para pemain bukan urusan para petinggi PSSI? Begitu kira-kira anggapan para pendukung setia Nurdin Halid.
Ketidak pahaman Andi Malarangeng telah membuat Nurdin dan para pengikutnya berang. Ancamanpun ditebar, “Andi seharusnya netral, dan kalau sudah seperti ini, maka bisa diperkarakan ke meja pengadilan”

Lalu, apakah Andi Malarangeng melunak dengan ancaman ini?

Tentu tidak, alumnus SMA Delayota Jogja ini tetap maju ke depan dengan segala risikonya. Tidak masalah kalau PSSI terpaksa dibekukan untuk menjadikan PSSI yang lebih baik.


Dukungan yang terus mengalir dari masyarakat bola Indonesia merupakan salah satu darah segar yang membuat Andi dan seluruh pecinta PSSI non Nurdin Halid terus tak kenal lelah melakukan demo dimana-mana.

Inilah demo yang melelahkan dan hasilnya juga masih perlu dipertanyakan. Bukannya mundur teratur, pendukung Nurdin justru makin solid membela Nurdin Halid, sehingga bisa jadi kalau pendukung Andi merosot semangatnya, akan membuat demo yang sudah dilakukan jadi tidak berarti apa-apa.

Benar apa yang dikatakan Nurdin Halid, “Jangan demo saya, demo saja yang menunjuk saya menjadi calon. Bisa saja saya mengundurkan diri sebagai calon”

Kalimat ini dimuat di berbagai media masa, seperti menunjukkan pada kita bahwa pesona Nurdin Halid sudah mengakar pada para pendukungnya yang aktif dan menentukan proses pemilihan pimpinan PSSI.
Kalau saja semua pengurus PSSI di masing-masing kota sepakat untuk tidak mendukung Nurdin Halid sebagai calon pimpinan PSSI, maka masalahnya sebenarnya sudah selesai.

Anda saja demo ini diganti dengan musyawarah yang penuh suasana kekeluargaan antara pendukung PSSI sarat prestasi dengan para pengurus PSSI di masing-masing kota, maka hasilnya bisa jadi berbeda.

Kecuali kalau PSSI di masing-masing kota tidak mau diajak bermusyawarah, maka kita yang serba tidak tahu dengan organisasi PSSI ini akan disuguhi oleh demo dari kawan-kawan pecinta PSSI sarat prestasi.

+++

sumber gambar : Fajar Makasar, Suara Merdeka,Kompas

9 komentar

  • saya belu paham benar

    Suka

  • bagi saya pak Nurdin sosok yang harus di bujuk dengan kelembutan, karena pak nurdin tidak akan terima kalo dzolimi…bagi saya pak nurdin….adalah sosok yang paling pantas memimpin PSSI kembali…bagi saya pak nurdin adalah demokratis, konstitusional, legal…..so maju terus pak nurdin….dari kami KALTIM

    Suka

    • Mas Arifin.

      Saya menghargai pendapatnya.
      Makasih telah berkomentar.

      Salam sehati.

      Suka

  • Kecenderungan untuk korupsi berjamaah dimana keamanannya lebih terjamin ternyata sedang asyik melanda.

    Suka

    • Mas kika memang selalu arif meskipun masih muda.

      Salam sehati.

      Suka

  • Keteguhan Nurdin yang tidak mau turun menunjukkan betapa pentingnya PSSI sehingga dia ‘kuatir’ jika yang menangani orang lain maka persepakbolaan di tanah air bisa tidak terarah.
    Hanya Nurding seorang yang paham bola di negeri ini.
    Menyedihkan ya 🙂

    Suka

    • Andai banyak orang Indonesia yang lebih “paham” tentang PSSI, jauh lebih “paham” dibanding Nurdin, gimana ya?

      Apa nggak rebutan sama Nurdin soal “pemahaman” itu ya?

      Salam sehati

      Suka

  • baik sangka? kayak sarkas tapi 😀
    Hail Baginda Nurdin haha

    Suka

    • memang semua media sedang gandrung dengan Nurdin Halid
      semoga membuat para petinggi PSSI menyadari posisinya
      amin

      salam sehati

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s