Deklarasi Blogger Asean (behind the scene)


Berita tentang Deklarasi Blogger Asian saat ini sudah bertebaran dimana-mana. Ada di Kompasiana, Blogdetik, Bloggerbekasi maupun di beberapa blog pribadi para peserta acara Deklarasi Blogger Asean. Ada juga tulisan yang langsung dikerjakan oleh pak Pohan, seorang Dubes yang begitu setia mengawal pelaksanaan Deklarasi ini. Tentu saja tulisannya dalam bahasa Inggris, karena memang beliau seorang dubes yang tulisannya harus dipahami oleh koleganya.

Sebuah acara yang dihadiri oleh seratus orang wartawan dengan dihadiri oleh seratus orang blogger memang hasilnya berbeda. Para wartawan biasanya mempunyai pakem tersendiri dan biasanya sebagian besar menulis reportase berdasar press release yang dikeluarkan oleh pemilik acara. Akibatnya isi laporan terkadang mirip-mirip. Selalu ada benang merah yang sangat nampak terlihat di antara seratus tulisan wartawan tersebut, mungkin hanya ada beberapa persen yang tidak sesuai dengan pakem dan benang merahnya tidak sangat terlihat.

Sementara itu kalau yang hadir blogger semua, maka hanya sebagian yang melihat pada press release, sebagian besar memakai press release hanya untuk klarifikasi bahwa berita yang ditulisnya benar, terutama mengenai tempat acara, nama panitia pengundang, dan nama personil yang tampil dalam rangkaian acara tersebut. Selebihnya mereka menulis sesuai apa yang ada dalam diri mereka masing-masing saat mereka menghadiri acara tersebut.

Blogger adalah insan yang bebas merdeka dan selalu ingin lepas dari pakem, meskipun pakem itu sekarang makin galak, sehingga membuat blogger makin waspada untuk tidak melanggar pakem secara terang-terangan. Dalam menulispun mereka mempunyai gaya bahasa masing-masing, yang kadang-kadang berbeda sangat jauh antara blogger yang satu dengan blogger yang lainnya.

Banyak tempat yang diusulkan untuk acara Deklarasi Blogegr Asean, tetapi dari sekian banyak tempat itu yang paling memenuhi syarat hanyalah Es Teler 77 Adityawarman. Lokasinya cukup nyaman untuk bersantai dan ada ruangan khusus untuk pertemuan. Aku sempat diskusi tentang penataan ruangan yang sangat bagus.

“Ini seperti yang kuimpikan. Sebuah resto yang ada tempat untuk pertemuannya”

“”Kalau ada pelatihan Miesehati, tinggal digelar di ruang pertemuan, kalau pas tidak ada pelatihan ruangan bisa dipakai untuk pengunjung biasa”

Saat survey rupanya panitia terlewat soal kualitas sound system. Ternyata ketika acara berlangsung, sound system kadang bagus kadang tidak. Panitia juga lupa bahwa ada yang belum terbiasa memesan minum, sehingga ada yang ditagih bayar minuman karena minum diluar menu yang disediakan panitia.

Panitia dan manager resto juga lupa bahwa tidak semua komputer laptop kompatibel dengan LCD proyektor yang dimiliki oleh Resto ini, sehingga acara persiapan penayangan materi ke layar di dinding memakan waktu yang cukup lama sebelum akhirnya menyerah dan memakai laptop dari resto yang kebetulan spesifikasinya cukup rendah.

Jauh sebelum acara, sudah dibahas mengenai seksi dokumentasi acara ini, tapi akhirnya kelupaan menunjuk penanggung jawab seksi dokumentasi, sehingga masing-masing mengandalkan tustel pribadi. Untung ada “wartawan” (gadungan?) dari kompasiana yang sangat ahli dalam mengambil gambar dalam kondisi lampu yang minimalis. Gambarnya tetap tajam dan terpercaya. Dialah mas Dian Kelana.

Mbak Ajeng juga ternyata sangat piawai dalam memilih eMCe yang mengawal acara ini dengan penuh senyum. Apapun yang terjadi, mbak Chic tetap tersenyum dengan manisnya.

Mas Iman Brotoseno tak pelak lagi adalah MOM pada malam Deklarasi Blogegr Asean ini. Dengan gaya blogger khasnya, memakai setelah baju gelap dipadu dengan celana jeans, maka naskah Deklarasi dilahapnya dengan suara yang mantap. Maklum sampai sekarang masih aktif sebagai sutradara kawakan.

Pemilihan mas Iman Brotoseno sebagai pembaca deklarasi boleh dikata sangat mulus. Semua anggota panitia mengajukan nama yang sama. Hasilnya sangat terlihat dari para peserta acara yang rata-rata sangat kenal dengan mas Iman dan (mungkin) datang karena mas Iman bukan karena acara Deklarasinya (hahaha…. dikemplang panitia nich!:-).

Foto milik : Dian Kelana Kompasiana

Foto milik : Dian Kelana Kompasiana

Yang luar biasa adalah ulah pak Dubes kita. Pak Pohan datang ke Solo untuk menjemput mas Blontank Poer dan tanpa mampir ke rumah langsung menuju ke resto Es Teler 77. Akibatnya ketika pulang, pak Pohan tidak membawa goodie bag tetapi membawa koper besar berisi pakaiannya selama di Solo.

Mas Gempur juga punya cerita tersendiri menuju lokasi. Maklum sebagai orang luar kota, tentu kurang paham dengan kondisi jakarta yang bagi orang Jakarta sendiri masih membingungkan. Mbak Ajeng yang membantu mengarahkan perjalanan mas Gempur juga tidak bisa maksimal. Perlu dimaklumi juga, saat memberi arahan ke Mas Gempur, kondisi mbak Ajeng sangat tidak sehat dengan suhu badan 39 derajad Celcius.

Yang bikin geleng-geleng kepala, ternyata mbak Ajeng muncul juga ketika acara Deklarasi sudah berlangsung dan sebelum acara talk show. Duduk sendirian, aku menghampiri mbak Ajeng yang sedang minum minuman mirip infus. Kusodorkan siomay yang mengundang selera. Alhamdulilah, mbak Ajeng mau makan meskipun sedikit.

Panitia juga sempat kelupaan melakukan verifikasi siapa saja yang diundang. Tenryata mas Iskandar salah satu admin dari Kompasiana terlewat undangannya. Untung mas Aris segera melakukan kontak ke mas Iskandar dan ketika aku  melakukan kontak dengan mas Iskandar, rupanya beliau sedang rapat di kantor. Yah, gara-gara lupa melakukan check list nih.

Kejutan terjadi ketika ternyata mas Iskandar juga akhirnya datang meskipun terlambat. Teman-teman dari Blogger Bekasi langsung merapat ke mas Iskandar untuk bersalaman dan mendengar masukan dari mas Iskandar tentang dunia kompasiana dan blog.

Teman-teman dari Blogger Bekasi memang sedang mujur. Tujuh puluh lima persen dari pemenang hadiah door prize adalah blogger dari komunitas blogger Bekasi (maksudnya tiga dari empat pemenang hadiah berkicau twitter adalah dari blogger bekasi).

Foto milik : Dian Kelana Kompasiana

Foto milik : Dian Kelana Kompasiana

Reporter tercepat juga (mungkin) dipegang oleh Om Jay dari Blogger Bekasi. Sedangkan reporter ternarsis tetap mas Amril yang langsung masuk Headline di Kompasiana. Reportase paling lengkap (biasanya) dipegang oleh mas Aris, owner dari situs Blogger Asean. Reportase acak adul, seperti biasa dipegang oleh diriku sendiri (habis tidak ada kriteria yang paling cocok seh).

Agustus segera datang dan kita kembali akan menyaksikan kiprah dari para Blogger Asean ini. Selamat menunggu, semoga yang terjadi melebihi harapan kita. Amin.

Salam sehati.

19 komentar

  • Ping-balik: Peduli Hari AIDS sedunia dan Disability Day | Dari "Kaca Mata"-ku

  • Ping-balik: Asean Blogger « Dari "Kaca Mata"-ku

  • Bung Eko, saya sungguh tak sengaja ketemu blogg Anda ini, jadi mohon maaf kalau komen saya sangat jauuuuuuuuuuuuuuuuuhhhhhh…….. terlambat… hehehe

    Biasanya orang kesenggol itu marah, apalagi kalau disenggol malah mungkin ngamuk. Tapi saya malah berterimakasih telah “disenggol” disini.

    Terima kasih bung Eko, sampai jumpa di arena yang lain

    Suka

    • Salam buat Bung @Dian Kelana

      Jangan lupa hadir di acara Workshop dan Pameran Foto yang diadakan oleh komunitas Asean Blogger.
      https://eshape.wordpress.com/2011/08/02/asean-blogger/

      Salam sehati

      Suka

  • Ping-balik: Menulis Buku metode 12 PAS di Samikuring « Dari "Kaca Mata"-ku

  • Ping-balik: Menggagas AseanBlogger Merajut Semangat Asean | Anjari's Planet

  • seru juga ya acaranya. sayang sy gak diundang…. 😦

    Suka

    • Wah keliwatan ya mas
      Mohon maaf banget nih

      salam sehati

      Suka

  • Saya suka nih gaya reportase mas Eko yg lugas, kocak dan blak-blakan. Mantap mas!

    Suka

    • Ini memang ranahnya blog “Dari kaca Mataku”
      Apa yang kulihat itu yang kutulis.

      Kalau disuruh nulis seperti mas Amril, tobat deh…
      Lebih baik makan bubur yang susah namanya itu.
      (apa mas nama Bubur Sulawesi itu?)

      Salam sehati.

      Suka

  • Joyo Plencing

    Hi..aku gak komen kok cm pgn mohon ijin ngucapin salam kenal ya..salam dari blogger jogja..buat temen2 yg mbaca ini,salam kenal jg ya..salingberkunjung yuk,klo berkunjung pasti aku buatkan kopi wes,gmn..?ditunggu ya..
    http://jogjakunyaman.co.cc

    Suka

    • Kopi apa yang disiapkan ya?
      Kopi Joss atau kopi Luwak?

      Salam sehati

      Suka

  • Alhamdulillah bisa hadir meskipun terpaksa 🙂

    Suka

    • Menjura hormat pada mbak Ajeng yang begitu besar pengabdiannya pada dunia blogger.

      Salam sehati.

      Suka

  • Wah lengkap semua, etapi fotonya Mbak Chic kok enggak live sih, Pak?

    Suka

    • Foto mbak Chic yang live ada di http://ekoshp.com/2011/05/deklarasi-blogger-asean/
      Cuma gakda yang sedang senyum semanis ini je…..
      Hahahaha…..

      Salam sehati

      Suka

      • pantes kuping dengung-dengung.. ternyata saya diobrolin di sini 😳
        hahahahaha Ma kasih Pak.. nanti segera saya apdet cerita soal aseanblogger ini .. 😀

        Suka

  • lapor laporan kemaren sudah saya publish hehe

    http://www.andisakab.com/2011/05/komunitas-blogger-asean-indonesia.html

    Suka

    • Mantap mas.
      Boleh lihat kan?

      Salam sehati

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s