Real Masjid : Komik lucu penuh hikmah (resensi)


“Hahahaha….lucu bener judulnya, memang ada hubungan dengan Real Mataram?”, kataku melihat sebuah buku berjudul Real Masjid.

“Pegang ya, aku ambil fotonya..”, kataku pada anakku.

Komik Real Masjid

Komik Real Masjid

Rupanya anakku tertarik dengan buku itu dan memboyongnya ke rumah bersama dengan buku lain yang dijual di sebuah toko buku langganan kita.

Malamnya buku itu tidak sempat habis dibacanya dan baru paginya diserahkan padaku.

“Ini pak”, kata anakku

“Bagus ya?”

Anakku mengangguk sambil tersenyum dan akupun membawa buku ini ke ruang depan untuk membacanya. Ada sepatah dua patah kata dari penulis di halaman depan tapi aku tidak begitu perhatian. Aku langsung membuka halaman dalam.

“Ini dari depan ke belakang kan membacanya? Bukan kayak komik Jepang kemarin?”, kataku sambil memastikan. Soalnya minggu lalu aku membaca buku komik terbitan komikus Jepang dan salah membaca.

“Ya ampun, ini komik ya? Tak pikir tadi kumpulan cerpen rohani atau apa gitu”, kataku kaget melihat ternyata buku Real Masjid adalah buku komik.

Dalam minggu akhir ini dua kali jadinya membaca buku komik nih. Pertama berjudul Ibu dan ini yang ke dua berjudul Real Masjid.

Pada halaman pertama aku langsung menangkap esensi buku ini. Cocok sekali untuk anak-anak untuk mendidik karakter mereka tanpa harus menggurui. Cocok juga untuk orang dewasa agar kupingnya merasa dipelintir oleh gambar-gambar kartun sederhana ala garuda boy.

Penulisnya memang membuat komik ini untuk menasehati dirinya sendiri, tapi para pembaca pasti akan ikut ternasehati oleh komik ini.

Semua dibawakan secara ringkas dalam empat gambar atau dalam beberapa seri dengan setiap seri rata-rata 4 gambar.

Nasehat tentang tidur di Masjid disampaikan dengan gambar yang sederhana saja. Ada seseorang yang sendirian di masjid dan kemudian merasa senang ketika ada orang lain ikut masuk ke masjid. Ternyata yang datang belakangan bukan datang untuk sholat tapi datang untuk numpang tidur.

Demikian juga nasehat tentang adab mendengarkan kutbah Jumat, disampaikan dengan gambar yang sangat sederhana, tapi mudah dipahami.

Pengarangnya berhasil membuat cerita yang sederhana dan ilustratornya membuat cerita tersebut menjadi lebih hidup.

Anakku yang masih SD terpingkal-pingkal membaca buku komik ini, sementara yang sudah SMA juga menganggap buku komik mini ini sangat menarik. Mudah dicerna tanpa harus menggurui.

Selamat membaca dan mari kita budayakan membaca di kalangan terdekat kita.

Real Masjid? Kenapa Tidak!

11 komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.