Kopdar Mini Angkatan 78 Civeng


Yang namanya waktu memang sering jadi cepat berlalu kalau diisi kegiatan dan itulah yang terjadi sore ini. Waktu tiba-tiba sudah menunjukkan pukul 15 dan aku belum siap untuk mandi menghadapi kopdar mini dan dadakan di dapur Sunda.

Langsung saja model mandi bebek, byur ambil sabun, byur lagi dan pakai handuk. Selesailah rutinitas mandi bebek.

Aku langsung mengeluarkan mobil dan langsung meluncur ke Daour Sunda. Begitu sampai lokasi aku langsung menuju lokasi parkir yang masih sepi banget. Maklum acara kopdar di bulan puasa biasanya datang pada jam-jam menjelang berbuka puasa.

Karena semuanya terbiasa ke dapur sunda tinggal makan tanpa harus reservasi dulu, maka ketika akhirnya harus pesan sendiri jadi kagok. Akibatnya kita tidak dapat seat di dalam ruangan ber AC, tapi mendapat ruangan di depan RM Dapur Sunda.

“Malah enak disini, udaranya lebih fresh dibanding di ruang dalam”

“Oya nih malah lebih santai disini. Cocok !:-)”

Perbincangan kemudian merambah kemana-mana. Paling asyik ketika membahas masalah Tsunami dan Mangrove. Maklum salah satu kawan kita termasuk aktif kemana-mana melakukan sosialisasi terhadap pengertian gempa, tsunami dan lain sebagainya.

Ketika bercerita tentang Mandrove, mas Bandono ini nampak sangat familiar membahasnya. bagaimana membina masyarakat pesisir agar mulai peduli lingkungan dan makin cinta ibu pertiwi (yang sedang bersusah hati, sampai air matanya berlinang).

Peserta kopdar mini akhirnya lengkap 7 (tujuh) orang sesuai kesepakatan dalam BB Group. Ternyata tiga orang dari mereka tidak termasuk aku, mempunyai rumah di Jogja karena anak mereka ada di Jogja dan ternyata (lagi) rumah mereka berdekatan di seputaran Jalan Kaliurang.

Ternyata karena jarang bertemu dan hanya berbicara via BB, maka nuansa kekerabatan kurang terlihat. Momen kecil ini menjadi penting karena ternyata nostalgia itu membawa pencerahan tersendiri. Kita jadi tahu bahwa dulu, kita sangat bodoh atau minimal melakukan hal-hal yang bodoh menurut kaca mata kita sekarang.

Dari 7 (tujuh) orang yang hadir, hanya mas Bandono dan aku yang gemar berpetualang ke kota maupun ke desa. Cuma destinasi mas Bandono sampai ke Jepang dll sedangkan aku lebih banyak di lokalan saja. Destinasiku yang jauh mungkin hanya wakatobi saja dan belum sampai menyentuh Papua,

Inginnya sih sampai ke lokasi ujung lagu kebangsaan kita. Dari Sabang Sampai Merauke.

Makasih buat teman-teman yang sudah ikut di acara kopdar mini ini. Dalam waktu dekat akan ada acara reuni lagi, mari kita songsong dan sukseskan.
Amin.

One comment

  • hahaha, keren-keren, nice post artikel

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s