Film : RUMAH DI SERIBU OMBAK, kecintaan pada laut

Rumah Seribu Ombak 21

Cinta adalah sebuah kata yang tidak pernah lekang, meskipun usianya sudah seumur bumi. Kecintaan pada sesuatu hal kadang begitu tidak masuk akal, tapi itulah ujud dari sebuah kata cinta. Kalau sebuah kesenangan sudah begitu dicintai, maka semua kemahalan menjadi sesuatu yang harus diperjuangkan dan menjadi murah bagi pecintanya, meskipun kadang masih terasa sangat mahal di mata orang awam yang tidak mencintainya.

Film ini bercerita tentang kecintaan seorang anak laki-laki Bali pada laut dan isinya. Hewan yang ada di laut, ombak yang tak pernah berhenti berlari adalah keindahan sebuah Rumah Seribu Ombak dan tempat itulah yang begitu dicintai lebih dari apapun yang ada di dunia ini.

Konflik yang tercipta dalam film ini mencoba membaca realitas yang ada di masyarakat Bali yang tidak bisa terlihat seperti warna hitam putih. Kadang ada warna lain di masyarakat Bali, seperti juga warna yang ada di masyarakat lainnya.

Cerita yang berpusat di desa Karang Asem Bali ini bicara secara detil tentang persahabatan dua anak manusia, SAMIHI dan WAYAN MANIK (Yanik) plus seorang gadis cantik adik Samihi. Dua orang ini bersahabat sejak kecil dan ini merupakan sebuah potret bening dari persahabatan anak muslim dan anak non muslim.

Meskipun berbeda agama, tetapi mereka saling mengasihi dan saling mendukung dalam berbagai hal. Mereka juga saling menjaga martabat sahabatnya, termasuk rahasia besar di antara mereka. Konflik timbul ketika rahasia besar itu harus terungkap dan apa artinya sebuah persahabatan jika salah satu yang mengaku sahabat sudah tega membuka rahasia besar di antara mereka.

Lalu apakah cerita menjadi hitam putih seperti itu?

Tidakkah harus dicari sebab, kenapa rahasia besar itu harus diceritakan?

Penyelesaian konflik ini ternyata sangat sederhana di tangan sang Sutradara. Sebuah ide yang segar ditampilkan ketika konflik ini harus diakhiri dengan damai.

Sayangnya film ini menjadi kehilangan fokus ketika adik Samihi harus dimunculkan untuk menciptakan kesan adanya cinta yang lain dalam film ini selain cinta akan laut.

Andai porsi adik Samihi ini diperkecil lagi, maka cerita bisa lebih fokus akan cinta Wayan Manik pada laut yang telah memberi kehidupan pada keluarganya sejak kecil. Porsi Wayan Manik dewasa kurang tereksploitir, sehingga kecintaan pada laut oleh Wayan Manik dewasa tidak terasa menggigit.

Peran utama para pemain ketika kecil begitu apik dan begitu terjaga dialog ala Balinya, tetapi ketika sudah besar nuansa Bali sudah banyak berkurang. Bahkan sudah terlihat seperti suasana di Jawa.

Meski begitu, dengan berbagai kelemahannya, film ini tetap masuk daftar tonton. Sang cameraman begitu piawai memainkan perannya, sehingga bagi pecinta foto akan banyak menikmati keindahan alam Bali di tayangan layar lebar. Gambar-gambar yang eksotis muncul membuat mata jadi nyaman melihatnya.

Selamat menonton.

Rumah Seribu Ombak 21

Rumah di Seribu Ombak

+++

Gambar di atas diambil dari situs bioskop 21, sinopsis film ini versi bioskop 21 adalah sebagai berikut :

Awalnya adalah persahabatan seorang bocah muslim Bernama SAMIHI, 11 tahun dan WAYAN MANIK (YANIK),12 tahun bocah Hindu di Singaraja. Mereka saling bertemu dan tumbuh bersama, mengikat persahabatan karena sama–sama punya ketakutan besar dan duka dalam hidupnya SAMIHI punya ketakutan terhadap air, laut dan alam bebas, karena sejak kecil Ia dilarang orang tuanya mendekati air, sungai, laut dan alam yang bisa mengancam keselamatan dirinya. Ia tidak bisa renang, takut ke laut. Padahal dua hal ini yang menjadi permainan anak Singaraja.
Sementara WAYAN MANIK, punya trauma terhadap kekerasan yang dialaminya sejaka lama, yang dilakukan pria asing bernama ANDREW Kemiskinan membuat WAYAN MANIK tak bisa sekolah dan tak bisa menikmati masa kanak–kanaknya.

Ia harus bekerja keras sebagai guide tur lumba–lumba di pantai Lovina. Ia hanya tinggal dengan ibunya yang sakit sakitan.

Keadaan ini yang memerangkapnya ke dalam situasi buruk yang traumatik. Ia menjadi korban pedofilia lakilaki asing bernama ANDREW.

Hidup WAYAN MANIK pun menjadi kelam.

Ia menyimpan duka dan kemarahan Kepada SAMIHI lah duka dan kemarahan itu ia ungkapkan.

SAMIHI sudah dianggap sebagai sahabat sejati yang akan menjaga rahasianya. Sampai suatu hari, SAMIHI terpaksa membuka rahasia hidup YANIK kepada ketua adat Bali, karena YANIK terancam bahaya. Di sinilah YANIK kecewa pada SAMIHI yang dianggapnya melupakan janji dan Persahabatan mereka. Duka dan kesedihan YANIK bertambah ketika mendapat berita ayahnya meninggal dalam peristiwa bom Bali Legian yang menewaskan 200 orang.

Aibnya terbuka, ditinggal mati orang tua membuat WAYAN MANIK tak tahan lagi tinggal di Desa Kaliasem Film ‘Rumah Di Seribu Ombak’ bertutur tentang persahabatan dua anak yang sama sama punya trauma dan rahasia besar di masa lalu. Mereka saling membantu untuk bisa membalikkan trauma itu menjadi keberhasilan. ‘Rumah di Seribu Ombak’ juga merefleksikan keberanian hidup dengan nilai–nilai keluarga yang inspiratif

 

2 komentar

  • Ping-balik: 5 Pantai Cantik dengan Warna Paling Aneh | ambangbatas

  • Reblogged this on Seputar FILM and commented:

    Film : RUMAH DI SERIBU OMBAK, kecintaan pada laut

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s