KPK butuh Semut Rangrang yang bersatu

“KPK tidak butuh dukungan dari DPR atau pejabat negara, tapi KPK butuh Semut Rangrang yang bersatu!”
Kalimat itu sekarang santer dibicarakan di kalangan para pendukung KPK, yang saat ini terus dirongrong oleh berbagai pihak agar menjadi lemah. Lemahnya KPK akan sangat menguatkan posisi para koruptor. Sudah menjadi rahasia umum bahwa para koruptor paling takut dengan yang namanya KPK, sehingga ditengarai mereka melakukan berbagai manuver untuk menjatuhkan KPK.
Manuver itu tentu tak terlihat tapi pasti bisa diendus oleh orang awam sekalipun. Kasus-kasus besar, semacam BANK Century atau HAMBALANG, terus mengalami penundaan pemeriksaan, sehingga tidak juga kunjung selesai.
“Berbahagialah anda kalau tidak mengenal politik”
Begitu kalimat yang pernah kudengar dari temanku ketika mencoba berpolitik di tahun 70an. Saat itu darah mudaku selalu mendidih setiap nama partaiku disebut dengan nada menghina atau melecehkan, sampai akhirnya aku menemukan para petinggi partaiku duduk bersama bersuka cita dengan para petinggi partai lain, padahal saat itu ada anggota partainya yang sedang terkapar kesakitan di beberapa rumah sakit.
Mereka sedang melakukan perbincangan politik dan untuk sebuah kepentingan politik, maka bisa jadi ada yang harus dikorbankan, dan itulah yang sedang terjadi di hadapanku.
“Tidak tahu politik? Apa jadinya negara ini kalau semua orang buta politik dan tidak mau tahu politik?”
Kalimat itu muncul ketika aku menyatakan sudah malas untuk masuk ke partai politik. Mungkin kawanku itu benar, tapi aku masih merasa gamang untuk terjun di politik dan sampai sekarang akupun hanya bisa menyaksikan panggung politik yang penuh dengan lawak kelas tinggi.
Aku menyaksikan orang yang tiba-tiba lupa kalau punya ponsel, lupa kalau pernah ketemu dan segala macam jenis lupa yang bisa terjadi secara mendadak. Semua penyakit lupa tiba-tiba jadi penyakit yang ngetrend di kalangan para politisi.
Aku makin terhibur ketika seorang penyanyi Jogja dengan manis menyanyikan lagu Cecak nguntal Boyo (Cicak makan buaya). Wow keren banget sang penyanyi menggambarkan posisi KPK saat itu yang melawan institusi yang begitu besar dan kuat.
Saat ini kembali sang Cicak akan melawan Buaya. Apakah ini episode terakhir atau masih akan ada episode lanjutannya. Mari kita simak baik-baik dan berdoa semoga keadilan akan segera datang.
Kalau saat ini kita diibaratkan semut yang penuh semangat laksana semut ngangrang, maka KPK butuh Semut Rangrang yang bersatu untuk menegakkan keadilan di negeri ini.
+++
Yuk nikmati lagi lirik lagu di bawah ini.
Cicak Nguntal Boyo
BY CHEBOLANG
ANA CICAK NGUNTAL BOYO
BOYO COKLAT NYEKEL GODO
OJO SENENG NGUNTAL NEGORO
MUNDAK RAKYATMU DADI SENGSORO
INI CERITA NEGERI BEDEBAH
PEMIMPINYA HIDUP MEWAH
TAPI RAKYATNYA MAKAN SUSAH
HASIL DARI MENGAIS SAMPAH
DI NEGERI PARA BEDEBAH
YANG BAIK DAN BERSIH BISA SALAH
KEBOHONGAN ITU LUMRAH
RAKYAT KECIL HANYA BISA PASRAH
BUBRAH! PARAH!
BUBRAH! PARAH! BUBRAH!
ANA CICAK NGUNTAL BOYO
BOYO COKLAT NYEKEL GODO
OJO SENENG NGUNTAL NEGORO
MUNDAK RAKYATMU DADI SENGSORO
RAKYAT MENCARI PIMPINAN
KETEMUNYA JURAGAN
RAKYAT MENCARI IMAM, YA IMAM
KETEMUNYA TUAN
MAKA JANGAN-LAH JANGAN HERAN
JIKA ADA MAFIA DI PERADILAN
JUAL BELI PASAL DAN HUKUMAN
YANG KUAT BAYAR PASTI MENANG
KATANYA JAMAN SUDAH REFORMASI
TAPI HUKUM MASIH BISA DIBELI
JADI BARANG DAGANGAN, OBYEK KORUPSI
NGGAK PUNYA MALU DAN HARGA DIRI
KALIAN KIRA SELAMANYA RAKYAT KITA BODOH
JIKA RAKYAT MARAH TIRANI PASTI AKAN ROBOH!
ANA CICAK NGUNTAL BOYO
BOYO COKLAT NYEKEL GODO
OJO SENENG NGUNTAL NEGORO
MUNDAK RAKYATMU DADI SENGSORO
BIBIT ITU TUNAS
CANDRA ITU SINAR
YANG MENJADI SIMBOL
TEGAKNYA KEADILAN
LANGKAH KECIL TELAH DIMULAI
DARI BAYI BERNAMA DEMOKRASI
KEADILAN TAK BISA DITAWAR LAGI
KEPASTIAN HUKUM ADALAH HARGA MATI
MUNGKIN KITA CAPEK REVOLUSI
MUNGKIN KITA BOSAN DEMONSTRASI
TAPI JANGAN PERNAH BERHENTI
PALING TIDAK TUNJUKAN RASA PEDULI
UNTUK INDONESIA YANG KITA CINTAI
ANA CICAK NGUNTAL BOYO
BOYO COKLAT NYEKEL GODO
OJO SENENG NGUNTAL NEGORO
MUNDAK RAKYATMU DADI SENGSORO
+++
Sumber gambar dari artikel Semut-semut nakal
Perilaku aparat acapkali membuat rakyat prihatin. Mereka bukannya berupaya gigih untuk keadilan dan kesejahteraan rakyatnya, malah cuma memikirkan diri sendiri dan kelompoknya.
SukaSuka
Salam.
Semoga makin banyak pejuang rakyat yang bekerja sambil memikirkan kebaikan rakyatnya.
Aku cinta Indonesia.
Salam sehati
SukaSuka
artikel nya bagus bagus sobat, senang berkunjung dan baca baca di sini :).
SukaSuka
Makasih sudah mampir dan berkomentar.
Salam sehati.
SukaSuka