Reblog : Tertawa

Lilo kembar di Pondok Candra Surabaya

Tulisan ini kuambil dari tulisan lamaku. Aku malah jadi tersenyum sendiri membaca artikel tentang tertawa ini. Tulisan ini sudah lama sekali dan meski pendek tapi membuat nostalgiaku seperti terbangkit dengan begitu cepat dan dunia langsung tersenyum mengelilingku. Begitu indah dunia ini kalau kita mampu menikmatinya dan aku sangat menikmati aksi aneh dari Lilo anak laki-lakiku yang selalu penuh dengan kelucuan.

+++

Ketika aku masih sering tertawa, banyak yang mengira aku lebih muda dari umurku. Saat kawan-kawanku dianggap kepala 4 aku malah dianggap kepala 2.

Tahun depan aku sudah kepala 5, dan nampaknya semua orang tidak ada yang salah kira lagi. Sampai akhirnya kutemukan artikel tentang “kegembiraan”.

Silahkan disimak apa benar memang kita harus lebih rajin bergembira? Lebih suka tertawa atau minimal melet (seperti kebiasaan anakku waktu umur 5 tahun)

Ini artikelnya :

Dampak tertawa ini bahkan pernah bikin geger dunia kedokteran. Norman Causins, seorang redaktur Saturday Review di AS, menderita penyakit aneh dan langka. Penderita penyakit ini bakal tersiksa dan merasakan sakit yang luar biasa, meskipun hanya menggerakkan sedikit bagian tubuhnya.

Menurut dokter, kesembuhan bagi Norman sangat kecil, 1 : 500. Berbagai obat sudah dicoba, tetapi kesehatannya tak kunjung membaik. Suatu ketika Norman terilhami sebuah kalimat yang dulu ditulis oleh seorang raja yang hidup sekitar 2.000 tahun lalu, “Hati yang puas, obat yang sangat ampuh.”

Atas persetujuan dr William Hitzig yang merawatnya, Norman menggantikan semua obat yang diminumnya dengan banyak tertawa plus mengonsumsi vitamin C. Berbagai film komedi dia tonton, sehingga ia bisa tertawa terbahak-bahak. Pada hari kedelapan setelah menjalani terapi tersebut ia sudah bisa menggerakkan jempolnya tanpa rasa sakit.

Uniknya lagi, setelah tertawa selama 10 menit dia bisa tidur pulas selama 2 jam. Akhirnya, penyakitnya berangsur sembuh, kemudian hilang sama sekali. Pengalamannya itu kemudian dibukukan dalam An Anatomy of Illness.

Nah ………………..

Ada pendapat lain?

….. source cerita

Lilo kembar di Pondok Candra Surabaya

Lilo kembar di Pondok Candra Surabaya

+++

Tulisan lama di atas yang paling menarik sebenarnya memang adalah gambar Lilo. Dia selalu siap menjadi model potoku dimanapun berada. Sangat berbeda dengan saat ini yang sudah kelas 1 SMP. Paling susah dipoto. Kalaupun bisa dipoto sudah mulai memilih poto yang mana yang boleh diupload.

Setelah dia lihat, biasanya ucapannya sangat klise, “jangan diupload semua !”

Yuk kita tertawa saja menyikapi apa saja yang ada di hadapan kita. Minimal satu beban terkurangi dengan tertawa, tanpa tertawa, maka beban seringan apapun bisa menjadi semakin berat.

Salam sehati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s