Film LIFE of PI


Ada dua minggu antri film 5 cm dan selalu gagal, akhirnya aku memilih nonton film Life of PI dan sukses dapat kursi deretan belakang meskipun kursi lainnya yang berada di deret depannya sudah penuh. Minggu lalu aku juga akhirnya hanya bisa nonton film STOLEN, sementara antrian film 5 cm tetap saja mengular di Empire XXI Jogja. Ini keajaiban sebelum nonton film yang ternyata juga ajaib.

“Mas aku nonton film Hobit daripada antri film 5 cm”, kata seorang pengantri di depanku.

“Aku nonton Stolen juga kok mas, tidak nonton 5 cm, prediksiku tahun depan masih bertahan film 5 cm ini. Jadi nonton film 5 cm cukup tahun depan saja”

Kali ini antrian lebih parah, maklum musim liburan natal dan Jogja kebanjiran 60% mobil dari luar daerah. Antrian di depan loket sudah tidak mencukupi lagi, akhirnya ujung antrian sudah sampai lorong masuk ke studio pertunjukan.

Life of PI (the tiger)

Life of PI (the tiger)

Ternyata resensi dari teman-teman tentang film Life of PI sesuai dengan yang kulihat. Inilah sebuah film luar biasa dengan gaya tutur yang sederhana dan mengalir sangat lancar. Bumbu-bumbu humor terselip disana-sini membuat film ini terasa nyaman ditonton.

Inti cerita sebenarnya hanya sebuah wawancara antara dua orang yang baru saja berkenalan, tapi apa yang diceritakan oleh PI ternyata sangat cair mengalir dan tahu-tahu film sudah selesai.

Sehabis subuh, bersama anak-anakku, kita diskusikan lagi film Life of PI ini. Sebuah diskusi antara lelaki separuh baya, anak kuliahan, anak SMA dan anak SMP.

“Aku paling terkesan ketika muncul ikan paus gede banget dari laut”

“Wah ikannya bagus-bagus ya. Ada yang bersinar ada yang terbang…”

“Pemandangan lautnya luar biasa indahnya”

“Kok ada ikan seperti itu ya?”

Richard Parker sang Harimau dalam Life of PI

Richard Parker sang Harimau dalam Life of PI

Diskusi tentang film ini seolah-olah semua kejadian dalam film itu sangat nyata, padahal sebenarnya ada dua versi dari cerita itu. Satu versi sangat tidak masuk akal dan satu versi lagi tidak menyenangkan, tapi lebih masuk akal.

Penonton memang disuguhi dua versi cerita tentang selamatnya PI dari karamnya kapal cargo yang mengangkut PI, keluarganya dan semua binatang yang akan dijualnya di Kanada.

Petugas dari Jepang yang punya misi untuk mengetahui penyebab karamnya kapal cargo tentu saja tidak bisa mempercayai apa yang diceritakan oleh PI. Mereka minta PI untuk menceritakan cerita yang masuk akal, bukan cerita tentang sebuah pulau yang kalau siang sangat ramah tetapi kalau malam menjadi sangat buas.

Akhirnya PI bercerita tentang selamatnya dia dari karamnya kapal Cargo dengan versi lain yang lebih masuk akal bagi proses investigasi kecelakaan kapal.

Diceritakan PI bisa selamat karena naik sekoci yang berisi beberapa orang. Seorang koki yang ganas, ibunya yang baik hati, seorang pelaut yang kakinya patah dan DIA yang akhirnya harus berjuang membunuh sang koki.

Cerita tentang koki, ibunya dan pelaut itu lebih masuk akal dibanding cerita tentang PI, Harimau, Hyena, Zebra dan Orang hutan. Dua cerita yang terlihat sangat berlawanan, tetapi sebenarnya du acerita itu sama sekali tidak berbeda.

PI menggambarkan ibunya sebagai orang hutan yang baik hati, Zebra yang terluka digambarkan sebagai pelaut yang kakinya patah. Hyena yang memangsa Zebra dan Orang hutan digambarkan sebagai koki yang kejam. Jadi pada intinya dua cerita itu isinya sama tetaoi disampaikan dengan cara yang berbeda.

Life of PI sang penari

Life of PI sang penari

Ini memang film India yang mudah dicerna dan penuh dengan keindahan pemandangan di laut, termasuk kekejaman lautan. Berbagai wajah laut diperlihatkan pada penonton dan apapun yang tampil di layar memang sangat mencenggangkan. Efek CGI meskipun tidak terlalu halus tetap menimbulkan kesan yang sangat mengagumkan.

Ini film segala umur yang cocok untuk ditonton oleh seluruh anggota keluarga. Selamat menonton.

+++

Sinopsis versi 21cineplex :

Seorang pria bernama Pi menceritakan kisah yang terjadi ketika ia berusia 16 tahun. Ketika keluarganya memutuskan untuk memindahkan kebun binatang mereka dari India ke Kanada, Pi menjadi satu-satunya orang yang selamat dari karamnya kapal kargo yang mereka tumpangi
Di atas sekoci, ia bersama hewan lainnya yang selamat, seekor zebra yang mengalami patah kaki, seekor hyena, orangutan betina dan Harimau Benggala agresif bernama Richard Parker. Hyena memangsa zebra dan kemudian orangutan. Setelah harimau memangsa hyena, Pi mencoba menangkap ikan untuk ia berikan kepada harimau sebelum ia sendiri menjadi santapan

Ketika petugas dari Departemen Kelautan tidak mempercayai ceritanya, Pi akhirnya mengubah kisahnya. Kali ini, ia mengaku bersekoci dengan ibunya, seorang pelaut dengan kaki yang patah, dan juru masak kapal, yang membunuh si pelaut dan Ibu Pi

Diangkat dari novel terlaris karya Yann Martel

+++

gambar diambil dari FB Life of PI

Life of PI

Life of PI

3 komentar

  • Ping-balik: Sudah nonton film 5 cm ? | Komunitas Blogger Bekasi

  • Ping-balik: Nonton film 5 cm | Dari "Kaca Mata"-ku

  • Reblogged this on Seputar FILM and commented:

    Ini memang film India yang mudah dicerna dan penuh dengan keindahan pemandangan di laut, termasuk kekejaman lautan. Berbagai wajah laut diperlihatkan pada penonton dan apapun yang tampil di layar memang sangat mencenggangkan. Efek CGI meskipun tidak terlalunhalus tetap menimbulkan kesan yang sangat mengagumkan.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s