Perlukah Jailbreak (JB) ?


“Perlukah Jailbreak (JB) pada gadget Apple ?”

Jawabnya bisa perlu dan bisa juga tidak. Dari sisi mereka yang suka aplikasi “hitam” (illegal), maka JB menjadi suatu kewajiban, tapi dari sisi mereka yang suka aplikasi “biru” (legal), maka JB sering dijauhi. Mereka masing-masing mempunyai alasan untuk membenarkan apa yang mereka percayai.

Lalu adakah dari kalangan penggemar aplikasi “biru” yang juga melakukan JB pada gadget Apple mereka?

Ternyata tidak sedikit penggemar aplikasi “biru” yang juga melakukan JB pada gadget Apple mereka. Memang sebenarnya proses JB adalah sebuah proses legal dan bukan proses illegal, tetapi proses JB ini tidak disukai oleh para pengembang gadget Apple. JB adalah pintu untuk bisa melakukan apa saja terhadap gadget Apple dan inilah yang tidak disukai oleh para vendor. Mereka tidak bisa mengontrol lagi aplikasi yang bisa diinstall di gadget pembeli karena “admin” gadget sudah diambil alih oleh proses JB.

Seperti proses “ROOT” pada gadget Android, maka proses JB adalah proses yang sangat digemari oleh mereka yang senang melakukan modifikasi terhadap perangkat mereka. Setelah melakukan proses JB, maka segala batasan yang dibuat oleh vendor telah dibuka, sehingga sang pemilik bisa melakukan install aplikasi apa saja di gadget mereka. Gadget iPad yang tadinya tidak bisa melakukan operasi SMS, dengan adanya proses JB maka iPad jadi bisa melakukan proses pengiriman maupun penerimaan SMS.

Komunitas id-iPad lebih suka yang "blue" (legal)

Komunitas id-iPad lebih suka yang “blue” (legal)

Tampilan iPad juga bisa diubah menjadi sesuai keinginan pemilik bila iPad sudah di JB. Meskipun pemilik harus merogoh kocek lagi saat membeli aplikasi tersebut, mereka tetap merasa puas bisa menjadi pemilik gadget yang benar-benar menguasai gadgetnya.

Kelompok seperti tersebut di atas, selain membeli aplikasi yang mereka inginkan dengan cara membayar, mereka juga kadang melakukan instalasi aplikasi “hitam’ yang bertebaran di pasar gelap. Tujuannya adalah mencoba aplikasi yang mereka incar dan bila sudah merasa puas akan membeli aplikasi tersebut di pasar legal. Bila tidak puas, maka mereka tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli aplikasi tersebut.

Yang terjadi kemudian, kadang mereka ini lepas kontrol dan kalap melihat aplikasi illegal “gratisan” dan melakukan instalasi puluhan bahkan mungkin ratusan aplikasi “hitam” tersebut dan setelah mencoba sekali atau dua kali kemudian mereka bahkan lupa kalau sudah pernah mengunduhnya. Sebagai contoh, ketika mereka ingin aplikasi untuk menemani jalan-jalan, maka mereka dengan rakus melakukan instalasi Endomondo Plus, Run Keeper, Nike, Runtastic Pro, iRunner, Strava dll. Semua aplikasi itu kurang lebih sama bagusnya, sehingga akhirnya mereka harus menentukan aplikasi yang mana yang harus mereka jalankan saat mereka berolah-raga.

Masih banyak ratusan aplikasi yang sama bagusnya dan diinstall semuanya karena “gratis”. Inilah yang kemudian membuat gadget menjadi penuh dengan ikon yang tidak terpakai.

Saat ada update, para penggemar JB barulah merasakan siksaan yang cukup membuat hati menjadi bimbang. Apakah melakukan update yang kemudian membuat gadget menjadi kehilangan ratusan aplikasi “hitam”-nya? Ataukah mereka sabar sampai ada aplikasi JB untuk versi terbaru kemudian baru mereka melakukan proses update?

Saat iOS sampai pada versi 6.xx ini maka penderitaan itu terus mendera mereka karena JB tidak juga keluar untuk versi iOS 6.xx. Akhirnya muncul pertanyaan perlukah jailbreak (JB) kalau iOS 6.xx sudah begitu menarik dan pada prakteknya tanpa JB mereka malah lebih tenang menjalankan aplikasi di bawah iOS 6.xx?

Merekapun mulai merasakan indahnya mempunyai aplikasi “biru” yang cukup beli sekali dan bisa diinstall di semua gadget apple mereka. Jadi pertanyaan perlukah jailbreak (JB) sudah bisa dijawab dengan lantang “TIDAK !”.

+++

Baca juga “untung rugi jailbreak (JB)” dan “teman jalan kaki ya Endomondo

Belilah aplikasi berbayar di iTunes

Belilah aplikasi berbayar di iTunes

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s