Waskita Peduli Banjir

tidak mau dijemput perahu karet

Sore ini dalam rangka Waskita Peduli Banjir, aku berdiskusi dengan pak Chaeruddin ketua RW 08 Tanjung Sanyang Kelurahan Cawang tentang suka duka beliau memimpin warganya menghadapi banjir kiriman ini. Pak  Mufti Muhammadi selaku sekretaris RW ikut menyampaikan cerita betapa capeknya para warganya karena begitu selesai membersihkan bekas-bekas banjir, ternyata air sungai kembali naik. Memang koran Tempo hari ini memuat judul di halaman depan “Banjir Belum Puncak”

banjir belum puncak

banjir belum puncak

“Mereka semua stress pak dan berada dalam emosi yang tinggi, sehingga kita harus memaklumi kalau banyak warga yang protes ini itu. Padahal dalam keseharian sebelumnya mereka baik-baik saja.”

Mengurusi 2.400 warga yang terbagi menjadi 9 RT memang bisa dibayangkan pusingnya, meskipun yang saat ini terendam tidak semua warga 9 RT tersebut. Bisa dibayangkan kalau seluruh warganya terkena luapan air sungai.

“Kemarin Pak SBY datang ke lokasi ini pak, teman-teman dari Dompet Dhuafa juga sangat banyak membantu pemberian makan di kampung ini. Kami dari warga RW sangat berterima kasih pada siapa saja yang sudah meluangkan waktu kesini dan apalagi sampai memberikan bantuan berupa apa saja”

“Kami tidak menolak diberi bantuan mie instan atau beras. Kami akan simpan baik-baik dan akan kami bagikan setelah musibah ini selesai, karena bila dibagikan sekarang mereka juga tidak mempunyai peralatan untuk memasaknya”

“Jadi yang kita butuhkan kali ini, kalau boleh bicara, hanya makan siang untuk warga disini dan akan lebih baik kalau bapak sendiri yang membagikannya”

“Pengurus RW ini ada yang mempunyai bisnis catering juga, tapi saat ini beliau sudah tidak sanggup untuk menyediakan nasi sebanyak itu setiap hari”

“Kami sangat berterima kasih kalau Waskita Peduli Banjir bersedia membantu apa saja ke warga disini”

“Pak RW ini kebetulan rumahnya paling dekat dengan sungai, sehingga beliaulah yang termasuk paling menderita di rukun warga 08 ini”

“Hahaha…. iya pak, rumah saya dua lantai dan saat ini kalau ke lantai dua sudah sepinggang tinggi airnya. Kelihatannya hari ini air naik lagi pak”

Diskusi dengan pak Chaeruddin ketua RW 08

Diskusi dengan pak Chaeruddin ketua RW 08

Bergantian pak RW dan sekretarisnya saling memberi masukan untuk tim Waskita Peduli Banjir dan pak Imam selaku petugas lapangan mencatatnya dengan baik dan segera bergerak untuk memberikan bantuannya. Banyaknya warga yang terkena musibah ini tentu tidak sanggup hanya ditangani oleh Waskita, Dompet Dhuafa, PMI maupun organisasi lain yang ikut membantu warga di RW 08 ini. Masih sangat banyak yang diperlukan oleh warga yang belum bisa dipenuhi. Masih diperlukan bantuan dari relawan lainnya untuk meringankan beban mereka yang sedang terkena musibah ini.

Air banjir kembali naik

Air banjir kembali naik

Warga sendiri terlihat tidak semuanya mematuhi ajakan dari tim relawan yang begitu sigap memberikan bantuannya. Perahu karet dengan tulisan Dompet Dhuafa terlihat mondar mandir membantu evakuasi korban banjir ini. Sayangnya ada saja yang sudah didatangi tim relawan lengkap dengan perahu karetnya ternyata mereka tidak jadi bersedia diungsikan.

tidak mau dijemput perahu karet

tidak mau dijemput perahu karet

“Ada orang tua yang dilarang anaknya untuk meninggalkan rumah dan ada juga yang dilarang orang tuanya meninggalkan rumah dan naik perahu karet. Setiap orang punya masalah sendiri-sendiri pak. Ada yang ikhlas meninggalkan rumahnya ada yang masih terus bertahan dan ketika kedinginan baru mereka mau diungsikan”

Malam ini tim Waskita peduli banjir mulai pesan nasi bungkus, air mineral dan sembako untuk beberapa daerah yang memerlukan bantuan. Bukan hal yang luar biasa, tetapi semoga membuat banyak pihak untuk ikut bergerak dan tidak hanya asyik berdiskusi memecahkan masalah ini tanpa ada action langsung di lapangan. Korban sudah sangat butuh tindakan nyata dan saat ini jumlah para relawan masih sangat terbatas, sehingga masih dibutuhkan banyak relawan di lapangan.

Sampah yang bertebaran dimana-mana pasti juga akan menjadi masalah tersendiri bila banjir tidak segera surut. Terima kasih pada puskesmas keliling yang mengerahkan semua armadanya untuk membantu korban banjir dimanapun berada. Tentu jumlah paramedis sangat tidak memadai kalau harus melayani seluruh korban banjir. Kembali diharapkan tergeraknya hati mereka yang belum bertindak membantu korban banjir tahun 2013 ini.

Sampah berserakan dimana-mana

Sampah berserakan dimana-mana

2 komentar

  • 1f8Hi there would you mind sharing which blog plfroatm you’re working with? I’m planning to start my own blog in the near future but I’m having a hard time deciding between BlogEngine/Wordpress/B2evolution and Drupal. The reason I ask is because your design seems different then most blogs and I’m looking for something unique. P.S My apologies for getting off-topic but I had to ask!

    Suka

  • Ping-balik: Berprasangka baik pada banjir | Eshape Blogger Jogja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s