Banjir berkah

Warga menolak dievakuasi

“Benarkah banjir berkah untuk kita?”

Setelah menulis tentang hujan berkah, kemarin kulihat di TV banyak berita yang menunjukkan betapa banyaknya “banjir berkah” yang terjadi di masyarakat selama beberapa hari ini. Ada cerita sopir angkot yang kena berkah karena sehari bisa dua kali lipat penghasilannya dibanding hari-hari biasa. Ada juga cerita nelayan pemilik oerahu yang tidak melaut tapi melayani angkutan “air” dikampung-kampung yang kena banjir. Penghasilannya? Bisa sejuta tiap hari!

Bahwa banjir Jakarta 2-13 mendatangkan kesedihan pada ribuan orang semua sudah mafhum, tapi banyak juga yang baru sadar kalau banyak juga yang mengais rejeki di bulan banjir lima tahunan ini. Padahal saat ini curah hujan belum sampai puncaknya, bahkan curah hujan saat ini masih jauh di bawah angka curah hujan tahun 2007.

Posko Peduli Banjir

Posko Peduli Banjir

DetikNews menulis :

+++

“Di Jakarta peluang hujan lebat masih ada sampai akhir Januari hingga pertengahan Februari 2013. Puncaknya dalam 1 bulan itu. Jadi perlu diwaspadai,” jelas Hariyadi Kepala Bidang Cuaca Ekstrem Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

BMKG telah mencatat curah hujan di Jakarta, Depok dan Bogor pada Kamis (17/1/2013) hingga pukul 07.00 WIB. Berikut daftarnya diurutkan dari curah hujan tertinggi:

1. Kedoya 125 mm
2. Cengkareng 103 mm
3. Tanjung Priok 95 mm
4. Kemayoran 81 mm
5. Pantai Indah Kapuk 80,5 mm
6. Gunung Emas-Bogor 76 mm
7. Cibereum-Bogor 61 mm
8. Ciledug 59 mm
9. Pakubuwono 57 mm
10. Pasar Minggu 44 mm
11. Lebak Bulus 40,9 mm
12. Darmaga-Bogor 26 mm

Sebagai tolok ukur, kategori hujan lebat > 50 mm, hujan sedang 30-50 mm, hujan ringan < 30 mm.

+++

Tahun 2007, curah hujan sudah menyentuh angka >100 mm. Terlihat dari data ini bahwa ekosistem di Puncak sudah semakin parah, ditambah sungai yang menyempit, kebiasaan membuang sampah di sungai masih tinggi dan belum dikelolanya lokasi kampung yang terkena langganan banjir.

Di Bekasi, korban banjir juga terlihat terus bertambah. Salah satu korban yang ditampilkan di TV terlihat pasrah dengan kondisi rumahnya yang hancur, tembok jebol dan retak ada dimana-mana. Sepeda motornya sudah ringsek terkena terjangan lumpur yang masuk ke rumahnya. Salut buat temqan-teman TDA Bekasi yang bahu membahu menjadi bagian dari relawan yang ada di sana.

Di Jakarta yang penuh orang pintar ternyata masih belum mampu menyadarkan masyarakat untuk ramah pada lingkungan. Buang sampah dari mobil mewah yang melaju di jalan raya masih juga dijumpai. Buang furniture lengkap di sungai juga masih banyak ditemui. Mulai meja, kursi sampai kasur semua ada di sungai.

Warga menolak dievakuasi

Warga menolak dievakuasi

Penderitaan korban banjir masih ditambah dengan adanya rasa tidak aman bila rumah mereka ditinggal. Ketakutan akan dijarahnya rumah mereka masih tinggi, sehingga saat didatangi oleh perahu karet untuk dievakuasi masih saja ada yang menolak tinggal di barak pengungsian. Kasus ini banyak terjadi dan kadang membuat awak perahu karet menjadi jengkel. Para relawan juga adalah manusia biasa yang bisa merasa jengkel. Saat mereka kecapekan karena melakukan evakuasi, tiba-tiba ada panggilan dari lokasi banjir bahwa ada yang minta dijemput. Ternyata yang dijemput adalah orang yang bolak balik ke pengungsian (untuk ambil makan) dan kemudian balik lagi ke rumahnya.

BNPB mencatat ada lebih dari 18.000 pengungsi di Jakarta dan semuanya sampai saat ini masih belum dapat dibantu dari sisi logistik maupun kesehatannya secara sempurna. Masih saja ada yang terlewat atau ada juga yang kekurangan logistik, akibatnya satu keluarga mungkin harus menerima ransum tidak sebanyak anggota keluarganya. Sebuah keluarga lengkap, bapak-ibu dan tiga anak, biasanya hanya menerima maksimal 3 (tiga) porsi bantuan makan.

Seperti saat gempa di Padang, yang kulihat kemudian adalah munculnya anak-anak usia SD yang turun ke jalan untuk mengemis. Ini benar-benar “banjir berkah” yang sangat memilukan. Anak-anak merasa gembira mendapat uang sebanyak itu hanya dalam waktu sehari dan mereka saling bercanda tawa dengan teman sebayanya sambil memainkan uang yang didapatnya. Mungkin adegan itu dieksploitir oleh cameraman, tetapi munculnya pengemis dadakan atas suruhan orang tuanya ini benar-benar sangat memprihatinkan.

Yang kulihat mulai banyak pengemis adalah di daerah Jl. Dewi Sartika. Ada ribuan orang yang rumahnya terendam banjir, termasuk yang paling parah adalah rumah ketua RW-nya, dan bantuan pada mereka memang kurang memadai, meskipun terlihat bantuan terus mengalir. Banyak donatur yang kurang memahami situasi dan kondisi masyarakat yang terkena banjir. Dengan kondisi rumah mereka terendam, maka alat masakpun tidak bisa dipakai lagi. Air tidak mengalir dan listrik mati sehingga mereka tidak bisa memasak mie instan, tapi ada saja yang menyumbang mie instan. Patut dicontoh adalah tindakan dari Dompet Dhuafa yang langsung terjun tanpa banyak berdiskusi. Mereka rutin mengirim bantuan logistik maupun bantuan tim kesehatan lengkap.

Posko peduli Banjir Jabodetabek

Posko peduli Banjir Jabodetabek

Terhadap bantuan mie instan atau sembako yang tidak siap saji, Pak RW yang bijaksana tetap menerimanya dengan senyum lebarnya.

“Saya akan simpan sampai mereka bisa memasaknya. Saya akan bagikan semua yang saat ini menumpuk di gudang saat banjir sudah surut. Ini adalah sumbangan yang berkah bagi kami, tapi tidak bisa kita bagi saat ini. Saat ini, mereka lebih butuh makanan siap saji, nasi bungkus dan selimut dibanding yang lainnya”

Tertarik untuk membantu di lokasi pengemis dadakan ini? Silahkan SMS ke pak Chaeruddin, ketua RW 08 Sanyang Cawang 0858 14154303. Semoga menjadi amal bagi anda. Jangan sampai generasi anak-anak kita sudah dilatih untuk jadi pengemis dadakan. masa depan mereka adalah tanggung jawab kita bersama. Pagi ini laporan pengemis dadakan juga muncul di Karawang dan karena kurangnya dana bantuan ke korban banjir bis ajadi jumlah ini akan terus bertambah.

Semoga banjir berkah memang berkah beneran bukan berkah mendapat banyak pengemis anak-anak. Sudah banyak anak-anak yang dipaksa menjadi pengemis, jangan bertambah lagi gara-gara banjir jakarta ini. Amin.

Berdoa semoga banjir segera surut. Amin.

Berdoa semoga banjir segera surut. Amin.

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s